Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kehilangan


__ADS_3

Setelah melajukan mobil beberapa lama pria itu kini tampak memarkirkan mobil mewahnya tepat di halaman rumah istrinya.


Berlari ia memasuki rumah besar itu berharap bisa menemukan wanitanya matanya menatap ke segala penjuru sudut rumah itu tidak ada menangkan seseorang yang ia cari.


"Tuan, ada apa?" tanya salah satu pelayan di rumah itu yang di percaya oleh Tuan Indrawan untuk merawat rumah mereka.


Alfy yang tampak panik dengan segera menoleh ke arah wanita paruh baya itu berlari mendekat dengan wajah paniknya.


"Bi, apa Jee ada ke sini?" tanya Alfy yang tidak sabaran.


Mendengar ucapan Alfy wanita itu tampak bingung karena sejak berapa lama sudah ia tidak pernah melihat kehadiran Nona mudanya.


"Tidak ada Tuan." jawab Bibi itu.


Wajah Alfy tidak putus asa dengan cepat ia berlari ke halaman belakang rumah melewati taman-taman yang tertata rapi sangat indah dengan cepat ia menuju danau yang terlihat dari kejauhan memberikan aura ketenangan.


Sesampai di danau itu matanya dengan cepat berpindah ke segala arah mencari keberadaan Jee namun beberapa menit lamanya ia di tempat itu belum melihatkan tanda-tanda ada orang di situ.


Tubuhnya tersungkur lemah matanya sudah tidak lagi bisa menahan kepedihan perlahan namun pasti kristal bening itu membasahi pipi putihnya. Lututnya sudah tak kuat lagi menopang beban tubuhnya rasa semangat yang begitu besar pada diri pria itu kini sudah sirna terbawa oleh kepergian wanita kesayangannya itu.


Ia menangis sejadi-jadinya sambil menghadap ke arah danau yang terlihat begitu tenang udara sejuk sangat membuat hati teduh, namun tidak yang Alfy rasakan semua tidak ada artinya baginya hanya kehadiran Jee lah yang bisa meneduhkan hati gundahnya saat ini.


Ia sangat bingung harus mencari istrinya di mana lagi perasaannya begitu takut jika terjadi apa-apa dengan Jee kondisinya sama sekali tidak kuat bagaimana jika Jee tidak kembali.


Pertanyaan demi pertanyaan terus memasuki akal fikiran Alfy yang saat ini telah rapu ia sangat takut jika sampai Jee berani bun*h diri karena kesalahpahaman ini.


"Istriku, pulanglah aku mengkahwatirkanmu." ucap Alfy yang berlutut di tanah pinggiran danau itu sambil menunduk menangis.


Hari sudah semakin gelap tampak seorang pria tua yang menatap terkejut ke arah pinggi danau toba yang tidak jauh dari kediaman mewah itu.


"Sari..." panggil pria itu pada istrinya.


Ia adalah suami dari Bi Sari namanya Pak Tejo merekalah yang merawat rumah besar itu karena di percaya oleh Tuan Indrawan.


"Ada apa Pak?" tanya Bi Sari pada suaminya.


"Kok ada laki-laki di sana? siapa yah?" tanya Pak Tejo penasaran.

__ADS_1


Melihat dari arah yang sama Bi Sari tampak mengerti jika pria itu tentu suami Nona mudanya yang sejak tadi berlari keluar rumah.


"Oh itu Tuan Alfy, Pak," jawab bi Sari lagi.


"Memangnya ada apa Tuan sampai ke sana?" tanya Pak Tejo.


"Aku juga tidak tahu, tadi Tuan menanyakan Nona muda sambil wajahnya terlihat panik mungkin mereka sedang ada masalah." jelas Bi Sari.


Mendengar istrinya berbicara dengan cepat Pak Tejo berlari ke arah danau di ikuti dengan istrinya di belakang mendekat ke arah Alfy.


Sesampainya di sana mereka perlahan mendekat ke arah Alfy dengan ragu namun tetap memberanikan diri.


"Tuan," ucap Pak Tejo ragu.


"Ada apa?" tanya Alfy dingin.


"Silahkan masuk ke rumah Tuan hari sudah gelap." Pak Tejo yang begitu terlihat simpatik.


Alfy yang mendengar itu dengan cepat berdiri dan menyeka air matanya langkahnya tampak lemas namun ia harus tetap mencari keberadaan istrinya.


"Maaf, kalian tidak perlu repot seperti ini," ucap Jee merasa tidak enak.


Melihat ekspresi Jee tidak enak Nyonya Rosa hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu mendekat ke arah wanita itu.


"Kami tidak repot sama sekali, Nak." ucap Nyonya Rosa.


Dengan cepat pelayan menaruh makanan itu di atas meja samping kasur itu lalu ia permisi keluar dari kamar.


Nyonya Rosa yang melihat sikap Jee sangat sopan itu membuatnya sangat senang seperti mendapatkan cucu permpuan yang baik hati.


Malam itu Jee setelah makan malam segera beristirahat di temani dengan Nyonya Rosa yang ikut tidur di samping wanita itu.


Entah apa yang ada di fikiran Nyonya Rosa saat ini namun rasa nyamannya itu datang tanpa ia sadari malam sudah semakin larut.


Narendra yang baru saja keluar dari ruang kerjanya memasuki kamarnya perlahan ia terkejut melihat dua orang wanita itu tidur dengan lelap.


Wajahnya tersenyum tatapannya penuh kedamaian sepertinya kehadiran Jee di rumah itu membuat seisi rumah tampak ikut bahagia.

__ADS_1


Setelah memastikan kedua wanita itu tidur akhirnya Narendra perlahan menutup kembali pintu kamarnya dan bergegas ke kamar tamu untuk ia pakai istirahat dan membersihkan diri.


Sementara di pinggir jalan Alfy tampak memarkirkan mobilnya dengan mesin yang masih menyala ia menatap ke segala arah jalanan berharap menemukan sosok wanita yang ia cari.


Sampai akhirnya ia tidak sadarkan diri telah tertidur di dalam mobil dengan mesin yang masih terus menyala sedangkan Jacobie bersama Delon terus mencari keberadaan Tuan dan Nona mudanya.


Karena sejak kepergian Alfy dari hadapan Jacobie ia sama sekali tidak menghubungi mereka dan tidak pernah mengangkat telefonnya.


Jacobie yang benar-benar merasa bersalah kali ini harus bisa mengatasi semuanya sendiri ia bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah tangga Tuan dan Nona mudanya.


"Bagi pasukan pastikan mereka menemukan Nona Jee dan Zeyra." perintah jacobie melalui ponselnya pada orang suruhannya.


Tanpa mendengar jawaban dari seberang sana dengan cepat Jacobie memutuskan sambungan telefon itu.


Sedangkan sepasang kekasih yang tengah larut dalam buaian cinta di sebuah pulau tampak begitu bahagianya menghabiskan waktu mereka sepanjang waktu dengan berc*nta.


"Apa kau tidak keberatan bersamaku?" tanya Nakula memecahkan suasana.


"Tentu saja tidak, aku sangat bahagia di sampingmu." jawab Zeyra dengan tersenyum manis.


Nakula yang terus tersenyum menatap wanita itu merasa lucu sekali bagaimana bisa semudah ini ia menjalankan rencananya tanpa susah payah membujuk Zeyra untuk tidak hadir di persidangan.


Zeyra yang tidak memikirkan nasib orang di luar sana karena sikapnya begitu tenangnya dengan menghabiskan waktu yang tidak berguna itu.


Andai ia tahu siapa sebenarnya pria yang bersamanya saat ini entah apa yang di rasakan wanita itu betapa bod*hnya dirinya telah mencintai pria sebej*at Nakula.


Bagaimana bisa bocah itu begitu mudah melupakan jasa seorang Kakak angkat yang begitu perhatian padanya hanya demi cinta yang tidak ia tahu kebenarannya dan dengan mudahnya ia percaya semua trik jahat yang di sembunyikan Nakula padanya.


Sungguh Zeyra kau akan menyesali seumur hidupmu memberikan apa yang seharusnya tidak kau berikan pada pria baj*ngan itu.


Kau gadi cerdas kemampuanmu membuat banyak pria di luar sana yang akan mengejar cintamu mengapa kau bisa terjebak dengan pria macam Nakula itu.


Semoga suatu saat nanti kau akan lebih kuat saat menerima kenyataan pahit setelah mengetahui siapa sebenarnya pria yang kau sebut belahan jiwamu itu yah.


Hai semuanya ceritanya di episode ini sampai di sini duluyah semoga kalian semua menyukainya. Author mengucapkan terimakasih telah setia menunggu updatean selanjutnya jangan lupa untuk tinggalkan jejak yah. Assalamualaikum Wr. Wb.


Untuk kalian yang tidak sabar membaca novel ini sudah ada audio booknya loh selamat menikmatiyah.

__ADS_1


__ADS_2