Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Keriwehan Kedua Pria


__ADS_3

“Apa sih, aku tentu ingin melihat keponakan tampanku lah.” jawab Jac dengan ketusnya.


“Heleeh kau kesini pasti ingin bertemu gadis kecil itu kan?” ejek Delon yang sambil tertawa.


Jac yang merasa salah tingkah kini tidak ingin menjawab dan memilih mendekat ke arah bayi yang ada di gendongan Zeyra. Mata bayi itu masih terbuka, wajahnya seketika tertawa saat melihat kehadiran pamannya.


“Kau sudah bisa melihat paman yah?” tanya Jac tampak terkejut.


“Belum lah Bang, kan baru lahir.” bantah Zeyra.


“Dia bukan tertawa melihatmu, tapi dia tertawa ketika merasakan pamannya yang sedang jatuh cinta tetapi malah membawa nama ponakannya untuk bertemu seseorang.” Delon yang menyahut dari sofa sambil berbaring.


Sedangkan Zeyra yang hanya menggelengkan kepalanya saja melihat perdebatan di dalam ruangannya malam-malam.


“Syanin malam ini pulang ke rumah orang tuanya, Bang. Zeyra rasa ia sangat lelah setelah seharian merawat Zidan.” jelas Zeyra yang membuat Jac tampak lemas.


“Oh.” jawabnya singkat.


“Tuh benarkan, dia memang kesini untuk Syanin bukan untuk Zidan.” lanjut Delon lagi.


Jac yang kesal dengan Delon hanya mendengus kesal dan melempar pandangan sinisnya. Akhirnya demi menghentikan ejekan Delon kini Jac meminta Zeyra untuk menaruh Zidan ke dalam gendongannya.


“Tapi Abangkan belum pernah menggendong bayi?” tanya Zeyra yang tampak khawatir.


“Aku bisa.” jawab Jac dengan yakinnya.


Perlahan Zidan di letakkan ke dalam gendongan Jac. Setelah memastikan dengan baik kini Jac berusaha mengayun-ayun Zidan ke dalam gendongannya. Zeyra yang  melihat anaknya begitu nyaman di gendongan Jac akhirnya tanpa sadar tertidur di kasur lagi. Sementara Jac yang masih berdiri menggendong Zidan terus mengayun-ayunkan dengan pelan.


“Em bau, kau kentut yah Zidan?” tanya Jac pada bayi itu.


Setelah lama akhirnya Zidan mulai bersuara rewel dan membuat Jac kebingungan harus melakukan apa. Melihat Zeyra yang tertidur lelap ia tidak tega untuk membangunkannya akhirnya Delon membantunya memeriksa bagian bawah Zidan.


“Uweeekkk...baunya.” ucap Delon yang melihat pup Zidan.

__ADS_1


“Dia buang air besar yah?” tanya Jac yang melihat ekspresi Delon mual.


“Iya, kau bisa bantu aku membersihkannya kan?” tanya Delon.


“Hah aku? Mana bisa aku tidak pernah melakukannya.” jelas Jac panik.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melakukannya bersama-sama. Dengan hati-hati Jac meletakkan Zidan ke tempat tidurnya kemudian Jac yang bingung harus melakukan apa akhirnya melepaskan pempers bayi yang menempel pada Zidan.


“Hey mengapa kau melepaskannya semua?” tanya Delon yang panik melihat Zidan tanpa alas dan langsung di baringkan di kasurnya.


“Lalu bagaimana jika tidak ku lepas? Tentu tubuhnya terus terkena pupnya dong.” bantah Jac.


Delon yang melihat frustasi bagaimana bisa semua popok dan selimut di lepas begitu saja dan sekarang Zidan berbaring dengan bokong yang masih belum bersih kemudian langsung menempel di kasurnya.


“Astaga nanti Zidan tidur dimana kalau kotor semua?” tanya Delon yang prihatin.


“Aku tidak tahu, ku fikir nanti tempat tidurnya juga akan di ganti.” jawab Jac dengan datarnya.


“Cepat bawa Zidan kemari!” pintah Jac yang sudah mengambil shower di kamar mandi.


Delon yang tengah sibuk melepas kancing baju lengannya kemudian menggulung tinggi. Setelah itu ia menggendong Zidan menuju kamar mandi. Belum sempat sampai di kamar mandi Zidan sudah kembali mengeluarkan cairan pupnya.


“Crooottt...croooot.” Suara pup Zidan yang tumpah dengan sempurna di gendongan Delon.


“Uweeek....” Suara Delon yang kembali ingin muntah.


“Ada apa?” tanya Jac yang keluar dari kamar mandi dengan wajah panik.


Mereka melotot ketika melihat lantai sudah berceceran pup Zidan. Delon dan Jac saling melempar pandangan bingungnya. Zidan yang berada di gendongan Delon hanya tertawa menatap Delon sambil mengisap jarinya yang memakai kaus tangan.


“Yasudah nanti itu kita bersihkan sekarang bersihkan Zidan dulu.” ucap Jac yang menyadarkan tatapan Delon pada putranya.


Kini ketiga pria itu berada di kamar mandi, Jac yang sudah meyiram bokong Zidan dengan shower bingung harus memakai sabun yang mana karena di kamar mandi tidak ada sabun bayi.

__ADS_1


“Apa Zidan tidak memakai sabun?” tanyanya pada Delon.


“Aku tidak tahu.” jawab Delon.


Zidan yang merasa kedinginan malam itu terus di siram air dengan pamannya menangis histeris. Delon dan Jac mulai kembali panik mendengar tangisan Zidan yang memenuhi ruangan. Zeyra yang mendengar kini tersadar dari tidurnya, matanya menatap ke segala arah mencari keberadaan tiga pria itu. Suara tangisan Zidan terdengar di kamar mandi Zeyra merasa penasaran mendengarnya.


“Bang, Zidan kemana?” tanya Zeyra yang berteriak.


Delon dan Jac yang keluar dari kamar mandi bersama Zidan yang sudah basah kuyup bukan hanya bagian bokongnya tapi juga badannya ikut basah.


“Astaga apa yang kalian lakukan?” tanya Zeyra yang terkejut melihat bayinya sudah bergemetar kedinginan.


Sementara Delon dan Jac bingung melihat ketakutan Zeyra. “Kami hanya membersihkan pupnya saja tadi.” jawab Delon dengan wajah polosnya.


Zeyra yang mendengar terkaget menutup mulutnya. “Kemari! Bawa Zidan bersamaku.” ucap Zeyra yang membuat Delon melangkah ke arahnya sambil menggendong Zidan tanpa sehelai kain pun.


Belum sempat Delon sampai pada Zeyra kakinya sudah terpeleset di lantai, “Awassss.” teriak Zeyra yang syok melihat Delon terjatuh.


Beruntung Jac segera menangkap Zidan dan sukseslah bokong Delon menimpa lantai yang bercucuran pup Zidan tadi.


“Astaga sayang.” Ucap Zeyra yang menangis melihat bayinya gemetar kedinginan. Beberapa kali ia mengecup wajah Zidan kemudian memasukkan Zidan ke dalam selimutnya. Zeyra menatap terkejut pada Delon yang masih berusaha berdiri sambil memegang hidungnya.


Wanita itu hanya bingung dengan seribu bahasa melihat kejadian di ruangannya. Semua tampak berantakan bdan bau. Terlepas dari hal itu, kini Zeyra fokus mengurus Zidan terlebih dulu. Ia menyuruh Jac untuk mengambilkan tas bayi yang ada di laci lemari. Setelah membersihkan tubuh Zidan ia memberikan minyak penghangat di tubuh bayinya. Zidan yang kini sudah berhenti menangis terus menyusu pada Zeyra.


Sampai akhirnya bayi itu terlelap dalam pelukan ibunya. “Bagaimana kalian tidak membangunkanku?” tanya Zeyra yang terdengar marah dengan kedua pria di hadapannya.


“Kau tertidur lelap aku tidak tega membangunkan.” jawab Jac yang merasa bersalah melihat Zidan kedinginan.


Bagi mereka kedinginan adalah hal yang biasa tanpa mereka sadari Zidan masih bayi. Zeyra terus mengomel di dalam ruangan itu. Ia mengomel ketika mengetahui cara mereka membersihkan pup Zidan di kamar mandi. Seharusnya hanya memakai tisu basah saja tanpa harus membuat seisi ruangan itu tampak berantakan dan kotor. Akhirnya Delon dan Jac kini mengerti mengapa tidak ada sabun bayi di kamar mandi itu.


Sambil terus mengomel Zeyra meminta Delon untuk memanggil kebersihan untuk membersihkan ruangan itu dan mengganti tempat tidur Zidan. Dengan cepat Delon berlari keluar, akhirnya ia bisa terlepas dari omelan istrinya.


“Astaga baru saja jadi Ibu mulutnya sudah seperti seorang yang telah mengurus anak lebih dari sepuluh, jika begini terus bisa-bisa aku akan menghabiskan waktu lebih banyak di kantor dari pada bersama Zidan.” gerutu kesal Delon sambil menelusuri lorong rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2