Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Ketulusan Yang Lebih Berarti Dari Arti Ikatan Darah


__ADS_3

Jacobie yang tidak mengetahui tentang keputusan Delon memberikan Zeyra rumah masih bertanya-tanya, namun ia bingung ingin bertanya pada siapa.


Sampai akhirnya Jacobie menyuruh pasukannya untuk mencari tahu tentang Zeyra yang saat ini tidak ia ketahui keberadaannya.


Pasukan yang di gerakkan oleh Jacobie dengan cepat melacak keberadaan Zeyra, tanpa menunggu lama mereka kini sudah menemukan titiknya.


"Tuan, target berada di alamat ini." isi pesan yang menampilkan lokasi.


Dengan cepat Jacobie memerintah mereka untuk mencari tahu siapa pemilik rumah itu, mendengar perintah Jacobie mereka segera mencari tahu.


"Siapa?" tanya Jacobie di telefon.


"Tuan Delon, Tuan." ucapnya.


Jacobie yang mendengar nama Delon merasa terkejut karena ia fikir pria yang memberikan kejutan pada adiknya adalah Nakula.


Tanpa berkata apa-apa Jacobie mematikan sambungan ponsel itu lalu duduk di kursi kerjanya sambil menyandarkan kepalanya.


"Apa selama ini Delon jarang lama di kantor karena berhubungan dengan Zeyra?" gumam Jacobie.


Sedangkan Delon yang sudah selesai menenangkan Zeyra menyuruhnya untuk istirahat karena Delon ingin kembali ke kantor.


"Istirahatlah, aku akan ke kantor. Jika kau membutuhkan sesuatu minta pada Bi Umi." ucap Delon segera bergegas keluar kamar.


Zeyra yang tidak bisa berkata apa-apa hanya terus memandangi Delon dengan tatapan yang tidak bisa di artikan lagi.


Matanya berkaca-kaca memikirkan semua kebaikan Delon yang sama sekali tidak bisa ia balas dengan apa pun.


Cukup lama Zeyra menangis sampai akhirnya ia tertidur dengan sendirinya dan masih terlihat air matanya yang tersisa.


Delon yang baru sampai di kantor tiba-tiba mendapat tatapan tajam dari Jacobie tanpa ada ucapan yang memecahkan tatapan itu.


"Apa maksudmu?" tanya Jacobie.


"Ada apa?" Delon yang bertanya balik.


Jacobie yang menyerahkan beberapa berkas tentang pembelian rumah yang ia dapat membuat Delon tidak bisa berkata apa-apa.


"Maaf aku tidak memberitahumu soal ini." ucap Delon yang sudah paham maksud dari Jacobie.


"Untuk apa mau mengurusnya?" tanya Jacobie.

__ADS_1


Delon yang mengerti jika Jacobie tidak tahu tentang keadaan Zeyra kini mulai berfikir untuk memulai pembicaraan meskipun ia bingung dan sedikit ragu.


Tentu Jacobie akan merasa kesal jika mendengar semua yang terjadi sebenarnya pada Zeyra saat ini.


Akhirnya Delon membuka suara dengan berdehem lalu ia memulai bercerita dari awal saat ia bertemu dengan Zeyra di pinggir jalan dan melihatnya pingsan lalu membawanya ke rumah sakit.


Delon bercerita tidak hanya sampai di situ saja, ia menceritakan dengan detail saat ia merasa ada yang aneh dengan Zeyra dan karena rasa penasarannya sampai dirinya pergi menemui Nakula di apartemen.


Saat itu juga ia tidak menyangka jika sebenarnya Zeyra adalah wanita dari sekian banyaknya mainan bagi Nakula terlebih lagi ketika Delon yang membawa Zeyra melihat semua kenyataannya.


"Brengs*k." Jacobie berteriak di ruang kerja sambil memukul meja kerjanya.


Delon sedikit terkaget namun ia segera kembali mengatasi dirinya dan Jacobie yang mendengar semua dari Nakula tampak bingung harus melakukan apa lagi.


Kini ia hanya terdiam dan duduk di tempat kerjanya, dengan pandangan yang kosong diam tanpa kata apa pun.


Delon yang melihatnya merasa bingung harus berbuat apa lagi ia tidak mengerti kali ini jalan keluarnya. Dengan cepat Delon kembali bekerja ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya agar bisa kembali melihat Zeyra.


Hari itu Delon tampak bersemangat kerja wajah Zeyra selalu berputar di dalam fikirannya terlebih lagi saat mengingat moment ia memeluk tubuh Zeyra dan mengusap air matanya.


Sungguh rasanya begitu sangat sempurna Delon merasakan seperti menjadi sosok suami dan juga ayah untuk mereka.


Berbeda dengan ekspresi Jacobie yang tampak melamun dengan duduk bersandar di kursi, sejak tadi tangannya berada di keyboard laptop namun tidak juga bergerak.


Seketika momentnya bersama Zeyra terputar di kepalanya.


Flashback on


Di halaman rumah tampak seorang pria dan wanita muda yang tengah santai menikmati segelas jus dan cemilan mereka bercerita sambil tertawa.


"Abang, nanti apakah akan jauh dari Zey?" tanya gadis manis itu sambil memanyunkan bibirnya.


Jacobie yang mendengar pertanyaan Zeyra kini melangkah mendekati kursi adiknya perlahan tangannya memeluk erat tubuh Zeyra.


"Abang tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun, Zey. KIta akan terus bersama meskipun kau akan melanjutkan karirmu ke luar negeri abang akan menjagamu dari kejauhan." ucap Jacobie lembut sambil mengelus rambut Zeyra.


"Lalu jika nanti Zey sudah dewasa apakah Abang akan tetap menjaga Zey?" tanyanya lagi.


Jacobie yang mendengar tersenyum kemudian mengecup kening adik angkatnya sambil memejamkan matanya, Zeyra bisa merasakan ketulusan pria itu padanya begitu dalam.


Bagi Zeyra ikatan sedarah atau tidak itu sama sekali tidak penting baginya yang terpenting adalah ketulusan satu sama lain.

__ADS_1


Dan ketulusan Jacobie menyayanginya sudah sangat sulit di bedakan baginya Jacobie adalah seorang Kakak sedarah sekaligus ayah untuknya.


"Apa pun yang terjadi, mau kau dewasa atau pun sudah menjadi seorang Nenek tidak memiliki gigi Abang akan tetap menjagamu seperti anak bayi." ucap Jacobie sembari mengeratkan pelukannya.


Flashback off


"Jac, apa yang kau lakukan? bagaimana bisa kau mengabaikan adikmu yang sedang kesulitan?" gumam Jacobie yang tersadar dari lamunannya.


Dengan cepat ia pergi dari kantor dan melajukan mobilnya ke arah lokasi yang ia lihat di ponselnya. Yah lokasi itu adalah rumah Zeyra saat ini berada yang ia lihat dari pesan orang suruhannya.


Delon yang melihat kepergian Jacobie merasa ada yang aneh tanpa menunggu lama akhirnya ia bergegas pergi mengikuti arah mobil Jacobie dengan kecepatan sedang.


Ketika Delon memastikan jika mereka menuju arah rumah Zeyra dengan cepat Delon mengirim pesan pada Zeyra untuk bersiap.


Namun Zeyra yang sudah tertidur lelap tidak mendenar dering ponsel yang menandakan pesan masuk dari Delon.


Beberapa menit kemudian mobil Jacobie sudah terparkir tepat di halaman rumah Zeyra, dengan cepat ia melangkah masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Delon yang sudah menyusul di belakang hanya mengikuti Jacobie tanpa menegurnya begitu juga dengan Bi Umi yang melihat kedatangan mereka hanya mempersilahkan masuk.


"Di mana Zeyra?" tanya Jacobie pada Bi Umi.


"Di kamarnya, Tuan." jawab Bi Umi.


Jacobie langsung menuju arah yang di tunjuk Bi Umi tanpa mengetuk pintu Jacobie langsung membuka pintu kamar Zeyra.


Kini tampaklah seorang wanita yang tertidur pulas dengan perut yang sudah mulai buncit dan keadaan tubuh yang terlihat mengurus.


Perlahan langkah Jacobie mendekat ke arah Zeyra lalu mendaratkan bokongnya di bibir kasur Zeyra. Tangannya mengelus rambut Zeyra dan menatap wajah wanita itu penuh rasa khawatir. Matanya menatap begitu sangat dalam, Delon dan Bi Umi bisa melihat kasih sayang Jacobie yang begitu tulus pada Zeyra.


"Maafkan aku yang tidak menjagamu dengan baik, aku gagal menjadi seorang Kakak." gumam Jacobie sambil terus menatap wajah Zeyra.


Matanya berkaca-kaca membayangkan nasih buruk yang terjadi pada Zeyra karena pekerjaannya sampai Zeyra harus terlibat dengan dendam Nakula.


Jacobie yang melihat Zeyra tertidur sangat lelap tidak ingin membangunkannya dan perlahan ia berdiri menjauh dari kasur Zeyra.


Matanya menatap ke arah Delon dan Bi Umi yang berdiri di depan pintu tanpa menjauh darinya. Sementara Bi Umi hanya menunduk saat mendapat tatapan Jacobie yang seperti ingin menerkam.


"Aku percayakan dia padamu." ucap Jacobie yang beranjak keluar sambil menepuk sekali bahu Delon.


Mendengar ucapan Jacobie kini Delon merasa legah karena tidak ada yang perlu ia khawatirkan lagi setelah melihat reaksi Jacobie bertemu dengan Zeyra.

__ADS_1


Hai para readersku apakah kalian juga setuju dengan chapter ini? jika ketulusan sangat berarti dan tidak ada kaitannya dengan ikatan darah.


Kalau author sih punya pendapat jika ketulusan tidak harus memiliki ikatan darah, tetapi jika ikatan darah itu harus memiliki ketulusan meski pun terkadang ada yang tidak memilikinya.


__ADS_2