Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Akting Bermimpi Yang Kurang Sukses Namun Beruntung


__ADS_3

“Aku pulang dulu.” ucap Jac yang segera beranjak pergi dan meninggalkan mereka.


“Mengapa buru-buru sekali, katanya ingin makan ini?” goda Delon yang sedikit berteriak.


Zeyra yang segera mencubit lengan suaminya membulatkan mata pertanda jangan meneruskan ucapannya lagi.


“Aw sakit, Zey.” ucap Delon lirih.


“Ada apa sih?” tanya suster Syanin yang tampak penasaran.


“Tidak apa-apa, Sya.” jawab Zeyra.


Sedangkan Delon terus tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah kecewa Jac dan mengingat bagaimana percaya dirinya pria itu ketika mengatakan suster Syanin sedang membuatkan kue untuknya. Delon tertawa tanpa henti sampai wajahnya memerah menahan geli di perutnya Zeyra yang melihat hanya menggelengkan kepala saja.


Sedangkan suster Syanin hanya menatap dengan wajah bingung karena tidak tahu apa yang lucu darinya mengapa saat dia hadir semua seketika berubah menjadi aneh.


Akhirnya ia meninggalkan Zeyra yang sedang bersantai dengan Delon di ruang tengah dengan wajah penasaran. Sementara Jac yang sudah melajukan mobilnya tampak begitu kesal mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


“Ahh bodoh...bodoh mengapa aku sepercaya diri itu jika ia membuatkannya untukku?” gerutu Jac yang beanr-benar malu ketika di tertawakan oleh Delon.


Kini pria itu melajukan mobilnya tanpa tujuan, wajahya terus menekuk karena kesal sekaligus malu rasanya jika bisa di buang wajahnya itu tentu ia akan membuangnya sejak tadi.


Semua pergi meninggalkan Delon dan Zeyra yang masih duduk di ruang tengah dengan santainya.


“Apa kau masih ingat dengan hutangmu?” tanya Zeyra yang seketika menghentikan tangan Delon mengelus perutnya.


Jidatnya mengernyit tampak bingung maksud ucapan istrinya seingatnya ia tidak pernah memiliki hutang apa pun.


“Hutang apa?” tanya Delon yang merasa penasaran.


Zeyra kembali mengingatkan jika mereka pernah sepakat untuk membuat sesuatu pada Jac dan suster Syanin agar bisa bersatu. Delon yang sudah mengingatnya hanya menghela nafas dengan kasarnya.


“Iya nanti yah kita fikirkan lagi, sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu agar bisa lancar saat persalinan nanti.” Ucap Delon.


“Aku akan sehat jika orang di sekitarku juga bahagia bukan justru aneh seperti tadi saling tidak mengerti maksud satu sama lain.” Bantah Zeyra yang tampak kesal.


“Oke...oke baiklah aku akan mengatur secepatnya untukmu.” Jawab Delon yang mengalah dari istrinya.


Mendengar janji suaminya kini Zeyra kembali tersenyum legah karena kali ini ia memiliki suami yang bisa di andalkan untuk membantunya.

__ADS_1


***


Di kamar tampak sepasang suami istri yang tengah melakukan sesuatu. Alfy yang tengah sibuk memijak kepala istrinya begitu terlihat kaku.


“Di sini.” pintah Jee menunjuk lengannya.


Alfy memijat dengan pelan dan teliti sesekali ia bertanya pada Jee untuk memastikan pijatannya enak.


“Ah iya benar seperti itu, di sini lagi.” pintah Jee kembali menunjuk punggung lehernya.


Dengan sigap Alfy memijat punggung leher Jee dengan lembut tidak ada terdengar suara mengeluh dari mulutnya. Padahal Jee tahu semalaman Alfy sama sekali tidak tidur menjaganya takut jika membutuhkan sesuatu. Wajah Jee tampak menahan tawa karena sukses membuat suaminya sangat menuruti kemauannya karena kesalahan yang ia perbuat.


“Rasanya kurang seru jika aku mengerjai dengan seperti ini sangat membosankan.” gumam Jee.


Sementara Alfy terus memijat punggung wanita itu tengah berfikir keras untuk mencari hal yang baru lagi.


“Huaammm...aku mengantuk memijatnya sudah yah, sayang.” ucap Jee lembut.


Alfy akhirnya menghentikan pijatannya dan membantu istrinya untuk kembali tidur dan merapikan selimut yang menutup tubuh Jee. Beberapa menit Jee terdiam perlahan matanya membuka sedikit untuk mengintip suaminya. Alfy tampak duduk di pinggir kasur memandangi istrinya yang tengah tertidur dengan lelap.


“Mi, aku ingin sekali pergi kuliah memakai mobil terbaru yang berwarna merah itu kapan yah aku bisa membelinya lagi pula aku menikah terlalu cepat hiks...hiks...hiks.” suara Jee terus bercerita seolah sedang berbicara pada Nyonya Flora.


“Ternyata dia mimpi.” gumam Alfy yang kembali duduk.


Mengingat ucapan istrinya Alfy tersadar dengan yang baru saja ia dengar mungkin memang Jee sangat ingin mengganti mobilnya. Lagi pula mobil Jee dulu sudah pernah di bawa kecelakaan tentu sudah tidak sebagus dulu lagi.


Dengan segera Alfy meraih ponselnya dan menghubungi temannya yang menjual mobil sport terbaru.


“Halo bro,” ucap Andra.


“Bawakan mobil sport terbarumu yang berwarna merah.” pintah Alfy tanpa basa basi.


“Wih, ternyata kau masih menyukai mobil ku fikir seleramu sudah berubah semenjak sibuk dengan istrimu.” ejek Andra yang sambil tertawa.


Alfy yang malas mendengar ocehan sahabatnya yang terkesan mengejek segera mematikan ponselnya tanpa mengatakan apa pun.


“Cih, dasar orang kaya bebas yah memesan mobil seperti lagi pesan makanan di gojek saja.” Gerutu Andra.


Andra dengan segera menghubungi manajer dealernya untuk mengantarkan mobil sesuai dengan pesanan Alfy.

__ADS_1


“Antarkan mobil xx ke rumah Tuan Syein.” pintah Andra melalui telfon.


“Baik, Tuan.” Jawab manajer itu.


***


“Asiik aku dapat mobil tanpa harus mengatakan apa pun padanya.” Ucap Jee dalam hati sambil terus berpura-pura tertidur.


“Aku akan memberikanmu apa pun sayang, tidak perlu kau menahan apa yang ingin kau miliki.” ucap Alfy yang mengelus rambut istrinya sambil tersenyum kemudian mengecup keningnya.


Jee yang merasa begitu dekat dengan Alfy tampak gugup takut jika ketahuan tidurnya hanya pura-pura saja. Akhirnya Jee yang ingin menyelamatkan diri kini membalik tidurnya membelakangi suaminya.


“Ayo lihatlah wajahku.” pintah Alfy yang membuat Jee seketika terkejut.


“Astaga dia bicara pada siapa?” gumam Jee.


“Sayang, ayo kemarilah kau tidak tidur.” Lanjut Alfy yang tertawa melihat tingkah istrinya yang begitu polos.


Perlahan Alfy menarik tubuh istrinya untuk berbalik menghadapnya dan menatapnya sambil tertawa.


“Kau ingin mobil baru katakan saja, tidak perlu berbohong seperti ini.” ucap Alfy.


Jee yang mendengar hanya tersenyum malu karena ketahuan jika ia sedang berakting namun sayangnya gagal total.


“Sayang, kau tahu dari mana jika aku berbohong?” tanya Jee.


“Matamu sangat terlihat jika sedang berbohong, sayang.” ucap Alfy sambil menggelengkan kepalanya.


“Kau fikir suami mu ini orang yang pelit yah?” lanjut Alfy.


“Bukan begitu sayang.” bantah Jee ingin membela diri namun mulutnya sudah mendapat kiss dari Alfy secara mendadak.


Alfy yang merasa lelah kini mengajak Jee untuk beristirahat agar nanti mereka bangun sudah melihat mobil baru istrinya terparkir di halaman rumah. Jee yang ikut terlelap dalam pelukan suaminya merasa senang sekali meskipun ia malu tapi pada suami sendiri.


***


Sedangkan Dara yang tengah asyik pergi ke mall bersama Fiky kini terlihat sangat bahagia mereka menghabiskan waktu hari itu dengan berbelanja baju untuk Dara. Meskipun Dara beberapa kali menolak untuk di belikan baju oleh Fiky, namun pria itu terus memaksanya.


“Ayo masuk sepertinya di dalam sangat bagus-bagus.” ajak Fiky yang melangkah masuk ke sebuah butik mewah.

__ADS_1


Fiky berhenti melangkah ketika tersadar Dara tidak ada di belakangnya, matanya menoleh ke belakang melihat Dara yang beridiri mematung di luar menolak ajakannya untuk masuk. Fiky kembali keluar dan menarik tangan Dara.


__ADS_2