
Di kantor Syein Biglous kini Alfy yang sedang bertemu dengan klien barunya sedang mendengarkan keterangan seorang wanita paruh baya yang sedang menceritakan kronologis kejadian yang menimpa cucunya sampai akhirnya menghilang sudah sekita 4 tahun lamanya. Mendengar hal itu Alfy semakin penasaran karena cucu wanita itu merupakan salah satu pengusaha berlian yang cukup sukses dan selama kepergian pria itu tanpa jejak kini perusahaan itu di kelola oleh seorang pemimpin di bawah pengawasan negara.
"Apakah menurut Ibu tidak ada yang mengganjal dari hilangnya cucu Ibu?" tanya Alfy yang mulai mencari jalan.
"Saya tidak mengerti Tuan karena saya hanya berada di rumah sepanjang hari hati terakhir itu cucu saya pergi bertemu klien di Kuala Lumpur bersama sekertaris kepercayaannya seorang pria yang sudah di percaya oleh anak saya sebelum meninggal Tuan," jelas Ibu tua itu dengan sesekali mencoba mengingat hal lain.
"Lalu apakah Ibu tau sekertaris yang bersama cucu Ibu saat ini di mana?" tanya Alfy lagi.
"Saya tahu Tuan saat terakhir kali saya bertemu di kantor Sailis Group untuk menanyakan keadaan cucu saya yang menghilang namun ia sama sekali tidak tahu karena mereka berpisah saat di Kuala Lumpur," jawab Ibu itu namanya adalah Ibu Fidah.
"Baik jika benar seperti itu kami akan membantu menyelidiki hal ini Bu," ucap Alfy yang penuh wajah penasaran.
Yah Ibu Fidah adalah korban dari orang yang gila dengan kekuasaan sampai akhirnya kini Ibu Fidah sudah tidak memiliki harta sedikitpun dan hanya tinggal di sebuah villa tua peninggalan keluarga yang sudah tidak pernah di huni dan hanya tempat itulah satu-satunya yang tersisa dari sekian banyaknya harta keluarga mereka yang di rampas oleh orang tidak bertanggung jawab itu. Saat hilangnya cucu Ibu Fidah memang sempat di beritakan namun hal itu dengan cepat menghilang dan pencariannya sangat cepat di tutup entah siapa yang bermain di belakang itu yang pasti adalah jumlah uang yang sangat banyak mampu membungkam semuanya.
"Untuk saat ini Ibu kami amankan di tempat penjagaan demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan," ucap Alfy meminta persetujuan wanita itu.
"Baik Tuan saya akan mengikuti aturan anda," jawab Bu Fidah dengan pasrah karena hanya Alfy lah titik terakhir harapannya sementara sudah beberapa tempat ia datangi hanyalah meminta bayaran yang sangat tinggi mengingat orang yang ia selidiki adalah orang yang kini memimpin kekuasaan Sailis Group di bawah pengawasan negara..
Dengan cepat Jac menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk membawa Ibu itu ke tempat yang sudah di persiapkan oleh kantor Alfy selama masa penyelidikan semua saksi dan yang berhubungan akan di amankan demi melancarkan penyelidikan sampai terungkap. Setelah Ibu itu pergi kini hanya ada tersisa dua pria di ruangan itu Alfy dan Jac mereka saling melempar pandangan tanpa ada mengeluarkan satu katapun. Setekah beberapa menit kemudian Alfy memecahkan keheningan.
"Jac dari penjelasan wanita itu apa yang kau dapat?" tanya Alfy meminta pendapat pria itu.
__ADS_1
"Sangat mudah di tebak Tuan bahwa pria yang bersamanya terkahir kali tentunya yang sudah mengambil alih kepemimpinan perusahaan dan pastinya dengan menyingkirkan pemilik tunggal akan memperlancar aksinya saat ini," jelas Jac dengan yakin.
"Kau benar kali ini kita sudah dapat jalan tinggal waktunya saja," ucap Alfy tersenyum kecil dan menaikkan alisnya.
"Jika Tuan berkenan ini cukup saya yang melakukan sangat mudah Tuan," ucap Jac dengan yakin.
"Baiklah Jac yang pertama kau harus selidiki pria itu dan tentang kehidupannya lalu bagaimana kepribadiannya itu akan mempermudah kita tentunya," jelas Alfy memberi arahan.
"Tentu saja Tuan," jawab Jac.
Sementara di kampus kini wanita cantik bersama pria yang selalu menguntitnya kemanapun ia melangkah tiba-tiba menarik tangan pria itu.
"Astaga apa ini mengapa wajah Nona muda sangat sempurna rasanya tidak tahu diriku seketika muncul," gumam Delon sambil menatap wajah cantik itu.
"Delon kau dengar tidak?" tanya Jee yang merasa kesal di cuekin.
"Ma...af Nona saya tidak dengar," Seketika terpecahkan lamunannya dengan teriakan Jee.
"Kau harus berada di sampingku Delon," ucap Jee manja.
"Baik Nona," ucap Delon menandakan setuju.
__ADS_1
Berjalan di samping wanita seksi begini membuat jiwa jombloku ingin berteriak penuh kemenangan maafkan saya Tuan muda kali ini kemenangan ada di pihak saya. Bukan kemauan saya namun Nona muda yang memintanya dan saya hanya menurut yang terpenting tetap menjaga jarak dengan Nona muda tentunya. Astaga apa yang ada di fikiran ini tidak sepantasnya bisa berfikir seperti ini Delon kau tahu jika Tuan muda mengetahui mungkin kepalamu akan melayang saat ini juga di tempat ini yah di samping wanita sempurna ini.
"Ayo kita pulang," aja Jee menggandeng tangan Delon yang masih berdiri mematung memandangi wajah cantik itu.
"Maaf Nona tadi Tuan muda berpesan untuk pulang bersama sebentar lagi Tuan akan sampai," ucap Delon yang berhenti melangkah.
"Oh iya saya lupa," jawab Jee dengan menepuk jidatnya membuat Delon tertegun melihat imutnya wajah wanita itu.
Rasanya Delon saat ini mulai berani melawan kenyataan bahwa wanita di hadapannya itu adalah Nona muda yang seharusnya ia hormati bukan ia pandangi seperti itu. Sepersekian menit tibalah mobil mewah berwarna hitam terparkir tepat di pintu kedatangan kampus itu dengan cepat Alfy turun dan melangkah menuju istrinya dan Delon berdiri. Sampai di hadapan Jee ia mendaratkan satu sentuhan bibir di kening istrinya mata Jee terbelalak seakan tidak percaya melihatnya di tempat umum rasanya Alfy sudah gila.
"Suamiku banyak orang," ucap Jee dengan menoleh ke segala arah yang mana beberapa pasang mata sudah menatapnya ada yang tersenyum ada juga yang seperti tidak suka.
"Apa yang salah kita kan sah?" tanya Alfy dengan seenaknya.
"Tentu saja salah ini tempat pendidikan bukan tempat bermesraan suamiku," jawab Jee dengan wajah malas.
"Lalu tempat bermesraan dimana istriku?" tanya Alfy yang lagi-lagi sukses menggoda istri seksinya itu.
"Iss apaan sih kamu jangan mulai suamiku," ucap Jee dengan mencubit pinggang suaminya yang tidak terlalu keras namun untuk menggoda istrinya Alfy pura-pura kesakitan dengan suara yang tidak terlalu keras berteriak sambil mengelus pinggang yang di cubit istrinya.
Sampai di sini dulu yah cerita pengacara tampannya nantikan kelanjutannya di episode berikutnya yang akan lebih menantang lagi tentunya. Terimakasih atas dukungan kalian author sangat membutuhkan dukungan dari kalian jangan lupa untuk like dan koment setiap episode yang sudah kalian baca yah dan jika menyukai novel ini kalian bisa tekan tombol love untuk mendapat notifikasi jika episode berikutnya sudah update. Dan author insya allah setiap hari selalu update jadi jangan sampai ketinggalan yah. Assalamualaikum Wr. Wb.
__ADS_1