Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Zeyra Mengetahui


__ADS_3

Alfy yang sudah terlelap dengan istri tercintanya begitu terlihat tenang ia seperti sudah tidak ada memikirkan masalah lagi.


Sedangkan saat ini adalah tugas Jacobie untuk mencari keberadaan adik angkatnya ia sangat takut jika Zeyra ternyata di culik.


Iya Jac adikmu tentu di culik tapi bukan orangnya melainkan hati polosnya oleh Nakula hehehe.


Di sebuah pulau hari itu Nakula dan Zeyra yang masih tertidur sampai siang tidak menyadari bahwa mereka baru bangung di siang hari.


Seketika Nakula di kejutkan dengan dering ponselnya dengan mata yang masih tertutup tangannya meraba ke atas meja yang tepat di samping kasurnya.


Setelah membuka matanya dengan berusaha mengusap-usap ia terkejut ternyata panggilan itu dari Bram entah ada apa sebenarnya.


"Ada apa?" tanya Nakula dengan suara getirnya.


"Wah...wah tampaknya anda sangat menikmatinya Tuan." goda Bram pada Nakula yang mengarah pada Zeyra.


"Katakan ada apa kau menelfonku?" tanya Nakula ketus.


"Cih jika tidak karena pekerjaan memangnya apa lagi aku menghubungimu." gumam Bram yang merasa pria itu sangat sombong.


Dengan cepat Bram menjelaskan bahwa Nona Friska meminta Nakula untuk membujuk Zeyra agar bisa bekerja sama dengannya dengan mengkhianati Jacobie begitu panjang pembahasan kedua pria itu.


"Apa Nona Friksa memintaku lagi untuk membuat Zeyra menjebak Alfy?" tanya Nakula dengan terkejut.


Berarti dalam waktu dekat mereka haru pergi dari pulau itu dan kembali ke Kota rasanya Nakula masih ingin beberapa hari dulu di sini.


Ia meminta wakut seminggu untuk membujuk Zeyra itulah yang ia katakan pada Bram dengan tanpa sadarnya Nakula berbicara ternyata sudah ada sepasang mata yang memperhatikannya telingnya menempel tepat di pintu kamar mandi.


Yah Nakula menerima telefon itu tepat di dalam kamar mandi ia fikir Zeyra masih tertidur makanya pria itu tidak memutuskan untukĀ  keluar kamar.


"Deg" Suara jantung Zeyra seketika benar-benar ingin pecah betapa terejutnya wanita itu mendengar ucapan Nakula.


Tangannya bergemetar hebat mencari tasnya lalu membongkar isi tas ia meraih ponselnya dengan cepat wanita itu mengirim pesan singkat pada Jacobie dan di susul mengirim lokasi.


Setelah memastikan pesan itu terkirim Zeyra kembali pura-pura tertidur karena mendengar Nakula akan mengakhiri panggilannya.


Tubuh Zeyra berkeringat menahan perasaan amarahnya namun ia harus menunggu sampai Kakak angkatnya datang.


"Kau masih tertidur mengapa berkeringat seperti ini?" ucap Nakula pelan sambil tertawa menatap wanita itu.


Di sebuah ruangan Jacobie yang sudah sibuk menelefon sana sini pasukannya untuk mencari tahu informasi terbaru masih tampak kesal bagaimana bisa tidak ada yang bisa menemukan adiknya.


Sampai akhirnya ia mendapatkan pesan singkat dari Zeyra matanya melotot melihat lokasi yang di kirim.


"Untuk apa dia datang ke pulau itu?" gumam Jacobie tampak heran.


Dengan langkah cepat akhirnya Jacobie melajukan mobilnya kali ini ia tidak membawa pasukan dan pergi sendiri tanpa izin maupun perintah.

__ADS_1


Yah mereka berdua tepatnya kini berada di pulau White, pulau milik keluarga Syein yag sebelumnya adalah tempat Jee dan Alfy berbulan madu.


Setelah lamanya perjalanan Jacobie dengan cepat kini telah sampai di pulau itu tampak ramai pengunjung yah memang pulau itu akan selalu ramai pengunjung terkecuali jika Tuan Alfy akan berbulan madu tentu pulau itu akan di tutup.


Sesampainya di pulau Jacobie mengarahkan ponselnya kini ia mengetahui jejak Zeyra berada di mana dengan cepat ia mendekati sebuah resort yang mewah dan mengetuk pintu.


Mendengar suara ketukan pintu Nakula seketika menatap ke arah Zeyra megisyaratkan tatapan tanya siapakah yang mengetuknya.


Dengan cepat Zeyra menaikkan kedua pundaknya yang mengisyaratkan jawaban tidak tahu.


Akhirnya Nakula melangkah mendekati pintu itu lalu membukanya wajahnya terkejut menatap seorang Jacobie yang berada tepat di hadapannya.


Dengan cepat Zeyra berlari keluar menghampiri Jacobie ia memeluk pria itu sedangkan Jacobie dengan cepat mengarahkan tubuh Zeyra ke belakangnya.


Seketika wajah Nakula terkena serangan tangan kekar dari Jacobie ia baru saja akan melawan namun Jacobie sudah lebih dulu menghantamkan kepalan tangannya.


"Beraninya kau." teriak Jacobie penuh amarah.


Nakula yang mendengarnya hanya tersenyum sinis padanya meskipun kali ini rencananya tidak berjalan lancar setidaknya ia sudah menikmati wanita yang kini ada di belakangnya.


Mata Zeyra terus menangis ia begitu menyayangi Nakula namun percakapan tadi pagi yang ia dengar benar-benar membuatnya kecewa.


"Ayo pergi." Jacobie dengan cepat membawa Zeyra.


Sementara Nakula terus memandangi wanita itu dengan tatapan tajamnya ia benar-benar kecolongan kali ini sepertinya Zeyra yang menginginkan pertemuannya dengan Jacobie.


Kini Jacobie dan Zeyra sudah menuju kediaman Syein Biglous selama perjalanan Zeyra menunduk tanpa berani menatap wajah pria di sampingnya.


"Apa maksudmu pengkhianat, Bang?" Zeyra yang tampak terkejut.


"Yah pengkhianat yang berusaha merebut kursi seorang Alfy Syein." jawab Jacobie penuh pertanyaan menurut Zeyra.


Mata Zeyra menatap dalam ke arah Jacobie wajahnya tampak menunggu jawaban yang jelas dai pria itu alisnya mengkerut.


Akhirnya sepanjang jalan Jacobie menjelaskan kronologi pria itu sampai di penjara mulai dari beberapa kali ingin menjatuhkan nama Alfy, menculik korban dan saksi sampai akhirnya terang-terangan menculi kesekian kalinya korban untuk mendapatkan kursi.


Mendengar ucapan Jacobie wajah Zeyra memucat tampak tidak percaya ia benar-benar di bodohi kali ini oleh pria yang ia sebut dengan apa itu belahan jiwa.


Zeyra tamatlah riwayatmu kali ini kau sudah memberikan semua milikmu pada pria brengs*k seperti Nakula.


"Tidak mungkinkan, Bang?" tanya Zeyra yang berusaha membodhi dirinya sendiri.


"Kau harus percaya itu, apa kau menyukai pria brengsk itu?" Jacobie yang tampaknya mulai sadar dengan ekspresi wanita itu.


Wajahnya tampak kesal mengetahui Zeyra yang hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaannya tentu itu menandakan jika pertanyaannya benar adanya bukan.


"Zeyra!" panggil Jacobie dengan suara lantangnya.

__ADS_1


"I...ya Bang," jawab Zeyra yang ketakutan.


"Apa kau sudah gila, Hah?" Dengan mata Jacobie yang membulat dengan sempurna semakin membuat Zeyra ketakutan.


Baru mengetahui dirinya menyukai Nakula saja Jacobie bisa semarah itu bagaimana jika ia tahu bahwa Zeyra sudah menyerahkan semuanya pada pria itu.


Tentu Jacobie tidak akan diam jika sudah mengetahuinya dan hal itu membuat Zeyra tidak berani lagi mengatakan kelanjutannya.


Sementara di kediaman Syein Biglous Jee yang baru saja terbangung kini berusaha bangung perlahan ia melepas pelukan suaminya.


Alfy yang menyedari ada yang menggeser tangannya pun ikut terbangung sepertinya pria itu benar-benar tidak ingin jauh dari Jee.


Saat tidur saja ia sadar jika pelukannya di lepas dengan cepat matanya pun terbuka lebar lalu terbangung dari tidurnya.


"Mau kemana, Han?" tanya Alfy.


"Aku ke kamar mandi sebentar yah." jawab Jee tersenyum.


"Berhenti!" Dengan cepat Alfy berlari menghampiri Jee yang baru saja menurunkan kakinya dari ranjang.


Wajah wanita itu terkejut mendengar teriakan Alfy dan berlari ke arahnya ia benar tidak mengerti tampaknya ada yang salah padanya.


Dengan cepat Alfy menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi lalu menemaninya untuk membersihkan wajah setelah itu Alfy kembali menggendongnya ke atas kasur.


"Aku sudah tidak apa-apa, Han." ucap Jee tertawa lucu.


"Biarkan aku menjagamu." Suara Alfy dengan datarnya.


Setelah Jee duduk bersandar ia merasa ada yang aneh di leher dan dadanya mengapa seperti ada benda tertumpuk tidak beraturan.


Perlahan ia meraba dadanya betapa terkejutnya saat merasakan b*anya terlipat naik ke atas hampir ke leher kemudian tangannya kembali meraba tali yang tampak terikat mengganjal di lehernya.


"Apa ini?" tanya Jee memegang tali di lehernya.


"Aku tidak tahu melakukannya." jawab Alfyy dengan wajah menekuknya merasa gagal jadi suami idaman.


Melihat ekspresi wajah suaminya Jee tertawa gemas wajah Alfy tampak seperti baby yang sedang cemberut tampan sekali.


"Tidak apa-apa kau sudah melakukan yang terbaik." ucap Jee tersenyum berusaha menghargai usaha suaminya meskipun sebenarnya ia sangat ingin tertawa keras.


Membayangkan seorang pria belajar mengikat tali b*a yang melilit-lilit di leher.


"Lain kali pakailah b*a yang mudah di pakai." ucap Alfy.


"Tapi aku tidak menyukainya, han." jawab Jee lagi.


"Yasudahlah." Alfy akhirnya menyerah dan mengajak Jee untuk makan.

__ADS_1


Perutnya sangat lapar mulai kemarin siang ia sama sekali belum makan dengan cepat pria itu melahap habis makanan yang ada di hadapannya itu.


Selamat membaca yah sayang semoga kalian tetap sabar menunggu episode selanjutnya auhtor juga sedang siapin cerita yang lebih menarik tentunya untuk kalian.


__ADS_2