Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Kabar Bahagia dan Kabar Duka


__ADS_3

Setelah mengetahui tentang kehamilan istrinya kini Alfy memutuskan untuk menyudahi bulan madu mereka dan memilih pulag ke rumah karena merasa khawatir tentang kesehatan istrinya dan kandungan di dalam perutnya kahirnya mereka sepakat untuk kembali ke rumah keesokan harinya. Selama di perjalanan Alfy sangat setia berada di samping istrinya terlebih lagi saat mereka turun dari spead dan berpindah ke mobil yang sudah terparkir siap mengantar mereka pulang tanpa ragu Alfy menggendong istrinya menuju mobil. Semua mata terpanah dengan pemandangan indah itu melihat keadaan wanita yang tampak sehat rasanya sangat romantis bukan jika menggendongnya di tempat umum.


"Suamiku turunkan aku," ucap Jee yang malu karena menjadi pusat perhatian.


"Diamlah!" Perintah tegas suaminya sambil melangkah dan tetap dengan pandagan lurusnya menuju mobil.


Kini Jee hanya bisa pasrah saja mengikuti permintaan suaminya itu apa apalagi yang bisa ia lakukan jika bukan menurut kali ini pasti suaminya akan lebih tegas padanya mengingat semua pesan dari Dokter kemarin. Tamatlah riwayat kebebasan Jee kedepannya dan jangan berharap lagi akan ada hari bebas untuk wanita manis itu. Kelihatannya kehadiran buah hati mereka salah satu kebahagiaan sekalipun kesedihan yang Jee dapatkan yah bahagia dengan menanti lahirnya sang anak dan kesedihan karena hari bebasnya akan ia lewati dengan segala aturan-aturan yang tentunya sangat tidak masuk akaln nantinya dari Alfy Syein.


Setelah perjalanan yang cukup panjang kini mereka tiba di kediaman Syein Biglous dan para pelayan sudah siap menjemput kedatangan mereka. Saat tiba di pintu Alfy dan Jee melihat ke arah rumah namun sosok yang ia cari tidak ada terlihat.


"Kemana Mamah dan Papah Bi?" tanya Alfy pada salah satu pelayan di rumah itu.


"Tuan dan Nyonya pergi ke Kota XX Tuan sejak kemarin," ucap Bibi itu dengan menunduk.


Sudah bisa menebak Alfy langsung menghubungi pamannya yang berada di Kota XX pasti kedua orangtuanya pergi ke sana  karena ponsel Tuan dan Nyonya Syein tidak bisa di hubungi sama sekali.


"Paman Mamah ada disana?" tanya Alfy dengan wajah gembiranya ingin menyampaikan kejutan.


"Kemarin mereka ada ke sini Fy tapi langsung pulang," jawab Paman Alfy di seberang sana.


"Lalu mereka tidak bilang mau ke mana Paman?" tanya Alfy yang mulai bingung.


"Katanya mau langsung pulang Fy," jawab Paman yang mulai khawatir.


"Pak Riri juga tidak bisa di hubungi," gumam Alfy yang bingung harus menghubungi ke mana karena supir pribadi paphnya tidak juga aktif ponselnya.

__ADS_1


"Jac!" Memanggil pria itu dengan suara lantangnya.


"Iya Tuan," ucap Jacobie yang dengan cepat melangkah mendekati Alfy.


"Cari tahu ini Jac!" Dengan tatapan kosong ia memerintahkan bawahannya itu.


Setelah kepergian Jac kini Alfy dan Jee masuk ke dalam rumah untuk istirahat sementara Alfy menyuruh Jee tetap di dalam kamar bersama Bi Ria yang menemaninya jika membutuhkan sesuatu.


"Bi tolong jaga istriku," ucap Alfy dengan melangkah cepat ke luar kamar tanpa bicara apapun pada istrinya.


"Baik Tuan," jawab Bi Ria dengan menunduk dan mendekat ke arah Nona mudanya.


Setelah Alfy meninggalkan kamarnya Jee hanya berdoa dalam hati untuk keselamatan kedua mertuanya itu karena perasaannya kini benar-benar mengatakan telah terjadi sesuatu pada mereka.


"Tuan muda saat ini Tuan dan Nyonya Syein berada di rumah sakit kecil dan baru saja saya pindahkan ke rumah sakit kita," ucap Jac dengan ragu.


"Apa maksudmu Jac?" tanya Alfy yang terkejut.


"Mereka kecelakaan kemarin sore dan sepertinya Tuan lah yang terluka sangat parah sementara Nyonya dan Pak Riri tidak begitu parah," jelas jacobie.


"Bagaimana bisa mereka kecelakaan Jac?" tanya Alfy yang setengah syok mendengarnya.


"Tuan ini hal mengganjal jika saya lihat," ucap pria bertubuh kekar itu.


"Maksudmu?" tanya Alfy yang masih bingung dan belum bisa memahami.

__ADS_1


"Kecelakaan mobil itu seperti di beritakan masuk ke jurang namun saya melihat beberapa kerusakan di samping mobil Tuan seperti di serempet dan benar di jalan sebelum mereka jatuh ke jurang ada beberapa pecahan kaca Tuan," Dengan jelas Jacobie menggambarkan di sebuh papan.


"Baik itu tugasmu Jac sekarang aku akan ke rumah sakit bersama Jee dan Delon," ucap Alfy dengan segera melangkah ke luar menuju kamar dan dengan segera mengajak Jee pergi.


Sementara wanita itu hanya menurut tanpa berani bertanya karena melihat raut wajah suaminya yang tidak bisa di jelaskan lagi hanya mata yang berkaca-kaca dan wajahnya yang penuh amarah bercampur sedih. Selama di perjalanan Jee hanya berdiam diri tanpa mengungkapkan satu katapun pada suaminya karena ia berfikir cepat atau lambat pasti akan tahu jawabannya ketika sampai di tujuannya. Dan sebaliknya Alfy hanya menatap sedih ke arah istrinya ia tidak mampu berkata-kata selain sedih tentang kecelakaan itu ia juga takut istrinya akan kepikiran selama perjalanan dan mengingat perkataan Dokter jika Jee tidak boleh terlalu banyak beban fikiran akhirnya Alfy menahan semuanya.


Setelah perjalanan panjang kini mereka tiba di sebuah rumah sakit Syein Biglous dengan wajah bingung Jee melangkah masuk mengikuti suaminya dengan cepat perasaan aneh bercampur sedih di dada Jee ia sudah menduga-duga tentang kedua mertuanya namun enggan memantapkan fikirannya ia takut jika itu hanya membuat fikiran buruk akan terjadi. Setelah mereka sampai di ruangan Alfy dan Jee terkejut melihat keadaan kedua orangtuanya meskipun sepertinya Nyonya Syein tidak separah Tuan Reindra.


"Pah Alfy datang dengan Jee kami membawa berita baik," ucap Alfy sambil meneteskan air mata karena tidak bisa menahan.


"Mah...Pah kalian harus sembuh," ucap Jee yang juga ikut menangis melihat tubuh dua orang tua itu terbaring tak bergerak dengan bantuan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya sedangkan Tuan Reindra terlihat di lilit perban di kepala dan tangan sebelah kirinya.


"Dokter apa yang terjadi pada orang tua saya?" tanya Alfy dengan tanpa sabaran.


"Maaf Tuan keadaan mereka masih kritis namun Nyonya mungkin dalam waktu dekat akan sadarkan diri tetapi Tuan Reindra mengalami patah tangan dan kepalanya juga terkena benturan yang keras kemungkinan sembuh sangat kecil namun tidak ada hal yang mustahil di dunia ini Tuan.


Mendengar itu Alfy yang berdiri mendadak tersungkur ke lantai karena rasa tidak percayanya yah ia memang anak yang sangat menyayangi kedua orangtuanya apapun akan ia lakukan untuk kesembuhan Tuan Reindra termasuk menikah dengan wanita yang saat ini bersamanya sekalipun jika itu mengenai kesembuhan papahnya ia akan senang hati mengabdikan hidupnya untuk kebahagiaan orangtuanya. Melihat kedua orangtua itu yang terbaring tak berdaya Alfy hanya menangis terisak layaknya anak kecil yang seperti habis di pukul ayahnya melihat itu Jee dengan segera memeluk tubuh suaminya dengan mengusap-usap punggung pria itu kini mereka menumpahkan kesedihannya bersama. Rasanya baru saja ingin memberikan kejutan pada orangtua mereka namun mereka di beri kejutan duluan dengan hal yang tidak di sangka-sangka.


"Jee bagaimana keadaanya?" tanya kedua orang tua Jee yang baru saja tiba di ruangan itu ketika mendengar kabar dari Bi Ria.


"Masih kritis Mi," ucap Jee singkat yang masih meneteskan air mata dan tetap memeluk tubuh rapuh suaminya itu dan berusaha menguatkan.


"Sabar sayang mereka akan sembuh cepat tidak ada alasan untuk mereka pergi secepat ini mereka sangat ingin bahagia bersama kalian," ucap Mami Flora memberi dukungan pada kedua anaknya sambil mengusap punggung Alfy yang masih memeluk tubuh istrinya tanpa mengeluarkan satu kata pun.


Hai reader selamat menikmati episode ini yah author akan berusaha untuk update setiap harinya beberapa episode semoga kalian tidak bosan menunggu. Dukung terus karya author dengan like dan koment kalian yah Terimakasih dan jika kalian menyukai jangan lupa menekan tombol love untuk mendapat notifikasi ketika episode sudah update. Assalamualaiku Wr. Wb.

__ADS_1


__ADS_2