
Halo para readers sebelum kalian baca kelanjutan ceritanya author kasih kalian kesempatan nih untuk pertimbangkan penilaian karya author pada kalian. Jika kalian menyukai karya author silahkan berikan rate bintang lima yah.
Kini Tuan Frans sudah berada di kantor polisi tatapan matanya sangat terlihat jelas kemarahan di dalam dirinya karena ulahnya sendirilah yang membuat proses sidang bisa jadi lebih mudah dan cepat tanpa ia sadari ini adalah taktik yang sudah di atur oleh pengacara tampan itu siapa lagi jika buka Alfy Syein. Karena seorang Alfy akan bisa saja membuat sesuatu jauh lebih sulit hingga lebih muda dengan kecerdasannya itu.
Tuan Frans sangat tidak bisa di setarakan jika harus berlawanan dengan pengacara seperti Tuan Alfy Syein yang kecerdasannya sudah tidak di ragukan lagi. Yah seorang Alfy yang dari kecil memiliki IQ yang sangat tinggi yaitu 160 akalnya yang sangat jenius bisa membuat guru di sekolahnya mengakui kemampuannya.
Sampai akhirnya ia bisa menjalani masa pendidikan SD, SMP, SMA dengan cepat berbeda dengan murid lainnya karena ini sudah melewati beberapa tes yang sudah di sepakati dengan beberapa orang tertentu yang memegang kendali pendidikan. Sampai akhirnya Alfy menjadi pengacara sukses termuda di Kota itu.
Di kediaman Syein Biglous mobil hitam memasuki gerbang rumah mewah itu kedatangannya di sambut beberapa pelayan di rumah itu. Jee yang merasa kelelahan hanya diam saja memasuki rumah menuju kamarnya.
"Kau mau kemana?" tanya Alfy pada istrinya saat melihat Jee melangkah menaiki anak tangga.
"Mau ke kamar suamiku," jawab Jee ragu menyebut panggilan itu.
"Kau tidak lapar?" tanya Alfy lembut.
"Aku sangat lelah rasanya," jawab Jee melihatkan wajahnya dengan memaksa tersenyum.
"Baiklah ke kamarlah duluan aku akan menyusul," jawab Alfy tersenyum.
Setelah Jee melangkah menuju kamar Alfy meminta Bi Ria untuk membawa makan mereka ke dalam kamar saja karena Alfy juga merasa lelah hari ini di tambah lagi badannya rasanya gerah ingin mandi seharian tidak sempat berganti baju di kantornya.
Bi Ria yang mendengar pun mengangguk tanda mengerti akan keinginan Tuan mudanya dengan segera ia menyiapkan hidangan hangat yang baru saja mereka masak setelah semua sudah siap Bi Ria segera mengantarkan makanan ke kamar Tuan mudanya.
Namun belum sempat ia menaiki anak tangga tiba-tiba saja Nyonya Indriana berkata, "Loh Bibi...Alfy dan Jee sudah datang?" tanyanya dengan menoleh mencari keberadaan anak-anaknya.
"Iya Nyonya tadi Tuan dan Nona baru saja tiba kelihatannya sangat lelah dan meminta Bibi untuk mengantar makanan ke kamar," jawab Bi Ria dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Yasudah Bi silahkan antar saja," Nyonya Indriana Syein beranjak pergi meninggalkan Bibi menuju ruang tengah untuk duduk bersama Tuan Reindra Syein.
Sementara di kamar Alfy bunyi ponsel miliki Alfy dari pihak kepolisian. "Tuan semua sudah beres dan bukti semua sudah mengarah pada Tuan Frans tanpa adanya Tuan nanti sudah dipastikan Tuan Frans akan tetap di hukum sesuai peraturan yang berlaku," jelas salah seorang dari pihak kepolisian.
"Baik," ucap Alfy tersenyum puas.
"Permisi Tuan ini Bibi," ucap Bi Ria di pintu kamar Alfy.
"Iya masuk saja Bi," jawab Alfy menoleh ke arah istrinya yang sudah tidur terlelap.
"Apa ada lagi yang Tuan butuhkan?" tanya Bi Ria.
"Oh iya Bi tolong perlengkapan Jee di kemasi ke dalam koper yah," ucap Alfy meminta bantuan pada Bi Ria sambil tersenyum.
"Baik Tuan," Dengan ragu Bi Ria menuruti perintah Tuan mudanya meskipun dalam hati ia bertanya-tanya ada apa sebenarnya mengapa Tuan Alfy saat ini terlihat bercahaya sekali dari biasanya.
Bi Ria sedang sibuk mengemasi perlengkapan Jee sedangkan Alfy berusaha membangunkan istrinya yang masih tertidur menatap wajah istrinya yang sunggu indah pemandangan itu sambil tersenyum ia duduk perlahan di samping Jee sambil memegang makanan di tangan kiri dan sendok yang sudah siap untuk di daratkan ke mulut mungil istrinya itu.
"Ada apa suamiku?" tanya Jee sambil mengusap matanya yang tidak gatal itu.
"Ini makan dulu baru tidur lagi," ucap Alfy sambil menyodorkan makanan yang ada di tangannya menggunakan sendok.
"Loh itu Bi Ria ngapain Bi?" tanya Jee terkejut melihat koper yang sudah mulai terisi dengan makeup Jee yang lengkap.
Bi Ria enggan menjawab pertanyaan Nona mudanya.
"Kita akan pergi bulan madu besok," jawab Alfy tersenyum sambil mengedipkan matanya sebelah menggoda istrinya.
__ADS_1
"Apa suamiku besok?" tanya Jee kaget.
"Iya istriku besok ada apa kau tidak mau yah?" tanya balik Alfy yang sedikit memajukan bibirnya untuk menggambarkan kekecewaannya yang membuat Jee merasa geli dengan tingkah suaminya.
"Bukan begitu tapi aku kan kuliah besok," ucap Jee yang mulai bingung dengan keputusan suaminya yang mendadak.
"Tenang saja aku sudah mengatur semuanya Jac sudah mengatasi untuk kuliahmu karena minggu ini belum ada materi penting kita hanya seminggu saja perginya," Jelas Alfy dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah suamiku," ucap Jee menyerah karena untuk berdebat dengan Alfy versi bahagia tentu saja akan kalah sekalipun dengan ibu-ibu rempong.
Pagi pun tiba kini Alfy dan Jee sudah bersiap untuk pergi bulan madu Nyonya dan Tuan Syein yang melihat kedua anaknya tampak bingung karena berpenampilan yang serasi dan tidak tahu mereka akan kemana.
"Alfy kau mau kemana?" tanya Mamah Syein sambil menatap kedua anak itu.
"Mau bulan madu mah," jawab Alfy tersenyum menaikkan alisnya sesekali.
"Apa?" Nyonya Syein terkejut lalu tersenyum.
"Iya Mah Alfy juga ngasih tau Jee mendadak," ucap Jee yang lagi-lagi memanyunkan mulutnya.
"Lalu kuliah kamu bagaimana, Nak? tanya Tuan Reindra.
"Alfy sudah mengurusnya Pah kami hanya seminggu kok," jawab Alfy dengan percaya dirinya.
"Yasudah kalian hati-hati yah," ucap Tuan dan Nyonya Syein bersamaan.
"Iya Mah," Jee tersenyum sambil memeluk kedua orang tua itu begitu pun Alfy melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Wah mereka sudah pergi bulan madu nih bagaimana yah cerita selanjutnya yuk ikutin terus yah cerita Alfy dan Jee masih banyak cerita yang akan lebih menarik tentunya. Untuk para pembaca setia jangan lupa like dan coment yah dukungan kalian sangat berarti untuk author terus berkarya dan jangan lupa tekan tombol love agar bisa dapat pemberitahuan tiap kali update episode yah.
Author mau kasih tau juga nih untuk pembaca jika berkenan mampir di novel kedua judulnya "Marina dan Rey" . Ceritanya nggak kalah bagusnya ko sama novel yang satu ini. Terimakasih