Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hari Pertama Kuliah


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Jee yang kemarin dirumah sakit terbaring lemah kini sudah berada di kediaman Syein dengan keadaan yang sangat baik wajahnya menampilkan senyuman yang sangat ceria bergitu juga dengan Mamah dan Papah Syein yang ikut merasakan kebahagiaan menantu kesayangannya itu. Kini mereka berkumpul dimeja makan untuk sarapan suasana pagi ini sangatlah berbeda Jee yang memakai celana Jeans panjang dan hem berwarna hitam yang melihatkan lekuk tubuhnya sangat cantik dan sempurna. Saat sarapan Alfy tak henti-hentinya mencuri sesekali pandangan ke arah istrinya itu Tuan dan Nyonya Syein hanya tertawa kecil melihat tingkah anak laki-lakinya itu, bagaimana bisa seorang suami menahan ucapan apapun itu yang ingin di katakan pada istrinya hanya karena gengsinya yang begitu besar.


"Apa Kau tidak bisa menggunakan pakaian yang lebih longgar?" tanya Alfy dengan wajah tanpa ekspresinya.


"Maksudnya daster begitu?" Kini Jee yang bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


"Jee berhentilah menjawabku dengan pertanyaan balik!" Ucap Alfy yang setengah menahan emosi.


"Maaf," jawab Jee singkat dengan wajah sedikit cemeberut.


"Pulang kuliah nanti kabari aku, aku akan menjemputmu." Alfy mengatakan dengan sambil meneguk segelas air minum ke mulutnya.


"Iya." Dengan wajah tanpa senyuman yang berhenti seketika saat Alfy mulai bertingkah konyol lagi.


"Mah, Pah kita berangkat dulu yah," ucap Jee sambil mencium pipi kedua mertuanya itu.

__ADS_1


"Iya hati-hati di jalan kalian," ucap kedua orang tua itu sambil tersenyum melihat langkah anak-anaknya yang kian menjauh dan memasuki mobil Alfy dengan diantar oleh Pak Deni.


Kini mobil menuju arah kampus Alfy yang menginginkan untuk mengantar istrinya lalu Pak Deni menghentikan mobil tepat di depan kampus saat Jee sudah beranjak masuk ke dalam kampus Alfy malah menatap tajam tanpa mengeluarkan satu katapun pada istrinya.


"Ada apasih dengan pria itu mengapa menatapku seperti ingin mematahkan tulang-tulangku rasanya," gumam Jee sambil melangkahkan kakinya memasuki kampus dengan berjalan sangat anggun selain pakaian yang menggoda penampilannya juga sangat sempurna di tambah dengan heels tinggi nya berwarna senada dengan celana Jeansnya biru navy dengan kulitnya yang putih dan bersih. Seketika semua mata terpanah melihatnya ketika memasuki kampus menuju kelas nya. Tiba-tiba saja datang beberapa orang dengan berteriak heboh.


"Hai Jee sayang," Teriak Sisil, Mira dan Dara bersamaan, Mereka adalah sebagian sahabat yang menemani Jee yang saat itu seperti memiliki bodyguard. Hanya merekalah yang di percaya Tuan Indrawan dan Nyonya Flora untuk menjaga anaknya.


Meskipun ketiga sahabatnya itu lebih tua beberapa tahun dari Jee namun mereka terlihat sangat cocok jika bergabung meskipun wajah Jee terlihat lebih muda namun penampilan Jee yang elegan tidak bisa menutupi jika ia sangat cocok untuk bergabung dengan yang lebih dewasa. Kini mereka menuju ruang kelas Jee untuk mengantarnya setelah sampai di kelas Jee terkejut melihat di kelasnya yang sudah ada pria berdiri dengan sangat menawan yang sedang memperkenalkan dirinya di depan kelas.


"Em permisi Pak, maaf saya terlambat." ucap Jee setengah malu dan ingin tertawa juga rasanya.


"Oh iya baik silahkan duduk anda tidak terlambat hanya saya yang datang lebih awal karena ini hari pertama saya mengajar." Pria itu dengan tersenyum ke arah Jee menjawab santai tanpa rasa canggung.


"Bagaimana bisa Kak Fiky ada di kampus ini?" gumam Jee yang setengah heran rasanya.

__ADS_1


Setelah semua selesai perkenalan kini dosen tampan itu tidak memberikan materi di hari pertama ia mengajar hanya memberikan penjelasan tentang kontrak kuliah yang harus di ketahui oleh mahasiswanya. Saat menjelaskan beberapa kali Fiky melirik ke arah Jee yang melihatnya dari tadi tanpa berkedip mendengarkan penjelasannya ia lagi-lagi jatuh cinta pada pandangan kesekian kalinya pada wanita itu. Setelah kurang lebih 1 jam lamanya di dalam kelas Fiky menyudahi perkuliahan dan langsug mengemasi barang dimejanya semua mahasiswa sudah keluar kelas. Sedangkan Jee masih terdiam di ruangan itu menunggu ruangan sepi lalu menghampiri dosen tampannya itu.


"Pak Fiky mengapa bisa anda di sini?" tanya Jee bingung dan menanti jawaban darinya.


"Panggil Kak saja toh tidak ada yang mendengarnya kan," ucap Fiky tersenyum.


"Iya sudah apa jawabannya?" tanya Jee yang masih penasaran setengah mati.


Fiky mendekatkan wajahnya pada wanita cantik didepannya itu seperti akan mendarat sesuatu di pipi wanita itu namun terhenti seketika dan membisikkan di telinga Jee, "Aku disini karenamu Jee," ucapnya lirih.


"Apa?" Setengah berteriak karena kaget Jee tidak bisa menahan keterkejutannya.


"Jangan berteriak," ucap Fiky sambil menutup mulut kecil wanita itu dengan telapak tangannya.


"Apa yang Kak Fiky lakukan?" tanya Jee bingung.

__ADS_1


"Aku ingin melihatmu Jee," jawab Fiky tersenyum.


__ADS_2