
Happy reading!
Kini setelah Jee merasa tenang barulah Nyonya Flora mempersilahkan Alfy untuk masuk ke kamar menemui istrinya wajah Alfy tampak lelah terlihat sekali.
Jee yang melihat keadaan suaminya meneteskan air mata saat menatap Alfy yang melangkah mendekat padanya sampai akhirnya Jee merentangkan kedua tangannya memberi isyarat suaminya untuk memeluknya.
Alfy melihat itu dengan melangkah setengah berlari meraih tubuh istrinya ia memeluk begitu sangat erat tidak ada kata-kata yang Alfy katakan hanya tangis haru yang ia lihatkan saat itu.
"Maafkan aku Han." ucap Jee berusaha memecah haru.
"Alfy hanya terasa mengangguk di pundak istrinya dengan terus memeluk tubuh Jee.
Pria itu benar-benar merindukan sosok istrinya meski hanya satu malam lamanya mereka berpisah seperti seribu tahun rasanya Alfy bertahan hidup.
Jee melepas pelukan pria itu dan memegang kedua bahu suaminya ia menatap dalam mata pria itu mengusap air mata Alfy di wajahnya lalu mengecup bibir Alfy.
Setelah itu ia kembali memeluk Alfy dengan mengusap rambutnya mendapatkan perlakuan itu Alfy hanya terdiam menikmatinya.
Sementara keluarga di luar sana sudah tenang saat mendengar ucapan Nyonya Flora yang mengatakan bahwa Jee sudah tidak marah lagi pada Alfy.
"Aku berjanji tidak akan meragukanmu lagi, Han." ucap Jee sambil memeluk tubuh kekar Alfy.
"Benarkah?" tanya Alfy.
"Ehem." jawab Jee sembari tersenyum.
Kini Alfy dan Jee memutuskan untuk mandi berdua karena khawatir Jee yang masih lemas akhirnya Jee pun menyetujui permintaan suaminya.
Alfy yang sudah mengisi air di bethup telah mengatur suhu airnya setelah yakin suhunya tepat dengan cepat ia kembali meraih tubuh istrinya yang terbaring di kasur.
Perlahan ia membukakan baju wanita itu matanya begitu sangat intens menatap ke segala sudut tubuh Jee, sedangkan Jee yang mendapat tatapan itu merasa malu ia menutupi tubuh bagian depannya.
Namun lagi-lagi Alfy menyingkirkan kedua tangan istrinya lalu mengecup dua benda yang terpampang nyata di hadapannya itu.
"Tenanglah Han, kau lelah aku tidak akan memintanya." ucap Alfy yang tersenyum.
Walaupun sebenarnya Alfy sangat menginginkan hal itu namun mau bagaimana lagi kali ini ia harus bisa menahan hasratnya demi kesehatan istrinya dan calon bayinya.
Wajah Jee seketika memerah menahan malunya namun tanpa ia katakan sebenarnya wanita itu juga menginginkan sentuhan suaminya tapi mau bagaimana lagi ia malu mengatakannya.
Akhirnya Alfy menggendongnya ke dalam bethup dan kini mereka mandi berdua Jee hanya diam saja di dalam bethup itu.
__ADS_1
Sementara Alfy yang aktif membersihkan tubuh istrinya dengan menyentuh setiap bagian sensitif istrinya sesekali mata Jee terpejam ia menikmati sentuhan yang di berikan suaminya.
Cukup lama mereka mandi berdua sampai akhirnya Jee tertidur di sandaran dada suaminya begitu nyamannya kah sentuhan Alfy sampai ia bisa tertidur seperti itu.
"Ayo kita sudah selesai, Han." ucap Alfy menggerakkan tubuh istrinya.
Ia tidak sadar jika Jee sudah tertidur di sandaran dada bidangnya setelah melirik wajah istrinya Alfy terkejut mendapati Jee yang sudah memejamkan kedua mata indahnya.
Perlahan Alfy menggendong tubuh padat Jee dengan di balut handuk layaknya anak bayi yang baru saja di mandikan dan di balut handuk.
Alfy tersenyum menatap istrinya begitu rindunya ia menatap wajah cantik itu dengan lembut ia mendaratkan tubuh Jee ke atas kasur.
Setelah memastikan tubuh istrinya telah kering dengan handuk Alfy mulai mencarikan baju di lemari istrinya setelah mendapatkan satu set yang ia rasa lengkap kini kembali ke atas kasur.
Pertama ia memasangkan dalaman bawah pada Jee kali itu ia melakukannya dengan benar, namun saat melihat benda yang berbentuk kap di lengkapi dengan tali-tali wajah pria itu tampak bingung.
"Ini talinya bagaimana yah?" gumam Alfy.
Sambil terus memandangi benda itu yang membuatnya sangat kesulita sesekali pria itu menempelkan kedua kap itu pada benda menonjol Jee.
"Iya ini benar tutupnya tapi talinya bagaimana?" tanya Alfy yang tampak memisahkan tali satu persatu itu..
Karena memang b*a istrinya semua bentuknya sama tidak ada yang langsung model tali di kaitkan wanita itu sangat menyukai b*a yang di hiasi dengan tali yang melingkar di leher dan di lingkaran perut atas.
Astaga bagaimana bentuk b*a Jee jika semua talinya di lingkarkan pada lehernya Alfy benar-benar ceroboh tentu saja hal itu bisa membuat penutup benda itu terangkat ke atas nantinya.
Alfy berfikir tidak apa-apa karena mereka mungkin akan di kamar saja seharian ini sambil beristirahat akhirnya ia memasangkan rok dan baju kaos pada istrinya.
Untuk jenis pakaian Alfy memilih yang simpel meskipun agak sulit karena semua baju istrinya begitu terasa kecil jika Alfy lihat.
Jee sangat tidak suka memakai baju yang longgar-longgar tentunya karena ia sangat takut jika bodynya melar ketika tidak terlihat dengan baju yang longgar akan membuatnya sulit mengontrol bentuk tubuhnya.
"Tok...tok...tok." Suara pintu pun terdengar dari luar kamar.
Dengan cepat Alfy memakai bajunya lalu mempersilahkan orang itu masuk.
"Do...kter." ucap Alfy terkejut.
"Saya permisi Tuan mau memeriksa Nona Jee," jawab Dokter Adeline.
"Silahkan Dok," Alfy mempersilahkan Dokter Adeline untuk masuk.
__ADS_1
Sementara Alfy turun menyuruh Bi Ria membawakan makan untuk mereka berdua ke kamar sedangkan yang lainnya sedang berkumpul di ruang tengah.
"Fy, di mana Jee?" tanya Nyonya Syein.
"Di kamar lagi tidur Mah." jawab Alfy yang sudah sambil bergegas kembali ke kamar.
Sedangkan Dokter Adeline begitu terkejut melihat tumpukan tali yang terikat tidak beraturan di leher samping Nona Jee.
Tampaknya Alfy mengikatnya tidak di belakang namun di samping sehingga Dokter Adeline pun bisa melihat.
"Astaga Tuan kah ini yang melakukannya," gumam Dokter Adeline yang menggelengkan kepalanya sedikit tertawa.
Sungguh lucu pria itu meskipun tidak tahu ia tetap berusaha mmebuatnya demi istrinya semoga kelak Dokter Adeline bisa menemukan pria yang sebaik Tuan Alfy yah.
Setelah lama memeriksa keadaan Nona Jee kini Alfy sudah kembali ke kamar dengan wajah datarnya ia kini sudah tidak terlihat letih lagi setelah bertemu dengan istrinya padahal semalaman tidak tidur.
"Permisi Tuan saya keluar dulu." ucap Dokter Adeline dengan menunduk.
"Hem." jawab Alfy dingin.
Sungguh tidak bisakah dia lebih baik dari itu pada wanita lain tentu saja jawabannya tidak!
Alfy sangat tidak suka begitu banyak bicara pada wanita lain karena khawatir jika Jee cemburu padanya dan meninggalkannya sewaktu-waktu atau akan membalasnya dengan seperti itu juga pada pria lain.
Benar-benar tidak rela rasanya jika ia harus melihat istrinya membalas itu semua terlebih lagi di luar sana begitu banyak yang mengagumi ketampanan pria itu selain ia anak muda yang sukses wajahnya sangatlah menjadi dambaan para wanita.
Beberapa lama kemudian Alfy mendekat pada wajah istrinya ia mengecup kening, mata, hidung, dan terakhir bibir merah itu.
Sedikit lama ia menge*upnya penuh dengan rasa cinta pria itu berikan wajahnya tersenyum memandangi wajah cantik itu.
Ia membayangkan semalam saja tidak bersama istrinya hidupnya seketika hancur rasanya tidak akan mungkin jika mereka berpisah mungkin Alfy akan gila karenanya.
Perlahan ia mendaratkan tubuhnya ke atas kasur tepat di samping istrinya juga ia memeluk tubuh istrinya sambil terlelap bersama.
Sedangkan Bi Ria yang sudah mengetuk-ngetuk pintu dari tadi tidak ada jawaban memberanikan diri membuka dengan pelan.
Ia tersenyum melihat pasangan itu kini sudah terlihat hangat lagi perasaannya juga ikut tenang melihat Tuan dan Nona mudanya bahagia.
Melangkah pelan dengan sangat hati-hati Bi Ria meletakkan makanan itu di atas meja lengkap dengan minuman dan jus Nona Jee beserta obat yang harus di minum.
"Semoga kalian berdua terus seperti ini sampai selamanya Tuan, Nona." gumam Bi Ria yang menatap dengan senyuman lalu bergegas pergi dari kamar itu.
__ADS_1
Halo semuanya mohon maafyah jika kalian kesal menunggu author tetap usahain setiap hari update minimal dua episode. Mohon kesabarannya yah sayang author juga sedang menulis novel yang satunya jika kalian berkenan mampir berjejak yah judulnya "Ayah Peluk Aku". Terimakasih salam hangat dari Marina Monalisa.