Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hilang Kendali


__ADS_3

Pramono yang melihat kehadiran istrinya hanya menatap Andini sebentar dan kembali melanjutkan permainannya dengan kepemilikannya yang sudah terbenam di tubuh Wenda.


Sedangkan Wenda yang tersenyum sinis pada Andini kembali memeluk tubuh Pramono dengan semakin jadinya. Ia sengaja membuat hati Ibunya sakit karena ketidak pedulian Andini pada Wenda tidak akan pernah terlupkan.


“Hentikan!” teriak Andini yang terus memukuli tubuh Pramono yang kini terus bergoyang di atas tubuh Wenda.


Wenda yang melihat semakin keras mendengarkan suara desahannya begitu juga dengan Pramono yang semakin kencang di atas sana.


Pernikahan Andini dengan Pramono memang sudah sangat berantakan semenjak Pramono mengetahui Andini yang suka bermain arisan pria muda di luar dengan para teman-temannya sementara Pramono bekerja keras.


 Andini terus menangis melihat perlakuan kedua orang itu sampai akhirnya ia keluar dari kamar dan menghubungi mantan suaminya.


Wenda yang tertawa puas kini kembali menikmati permainannya bersama Pramono sampai akhirnya mereka berdua sama-sama terlepaskan kepuasannya.


“Halo.” Suara pria di seberang sana.


“Hiks...hiks...hiks.” Andini yang tidak bisa bicara hanya menangis saja.


Rusli yang mendengar tangisan Andini terkejut dan terus bertanya namun Andini masih belum bisa berkata apa-apa. Setelah cukup lama akhirnya Andini mulai menghilangkan tangisnya dan melanjutkan tujuannya menelfon Rusli.


“Apa kau bisa mengambil Wenda?” tanya Andini tanpa basa basi.


Rusli yang mendengar merasa bingung apa maksud dari perkataan Andini tentang mengambil Wenda. Bagaimana mungkin ia berani mengambil Wenda dari Tuan Farhan yang sudah berjasa membesarkan putrinya.


“Ada apa ini Andini mengapa kau menyuruhku mengambil Wenda?” tanya Rusli yang tampak penasaran.


Andini yang menceritakan jika Wenda terkena penyakit dan membuat Farhan kecewa akhirnya mengembalikan Wenda pada Andini. Namun belum sempat lama Wenda tinggal di rumahnya, kini Andini sudah memergoki Wenda dan suaminya bersetub*h di dalam kamar.


Dan terlebihnya lagi saat Andini datang berusaha menghentikan justru mereka berdua semakin semangan melanjutkan hubungan itu.


Rusli yang tidak percaya dengan cerita Andi dengan segera menghubungi Farhan untuk mencari kebenarannya.


“Tuuut...tuuuut..” suara pangiilan yang sedang mencoba terhubung ke Farha.


“Halo.” Suara Farhan dari seberang sana.


“Ada apa ini sebenarnya?” tanya Rusli tanpa basa basi.


Farhan yang paham dengan sifat asli Rusli kini menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Setelah merasa siap kini ia mulai berbicara tentang kejadian yang di alami Wenda selama ini. Farhan sudah memastikan dengan menyuruh beberapa orang kepercayaannya untuk mencari tahu perilaku Wenda di luar rumah.


Awalnya Farhan memang tidak percaya karena yang ia kenal Wenda adalah gadis yang sangat baik dan penurut olehnya. Namun setelah menyelidiki tentang Wenda yang memiliki kelainan seperti hasrat yang sering kali selalu menguasai dirinya.

__ADS_1


Farhan pun percaya terlebih lagi dengan penyakit yang di derita oleh Wenda saat ini sudah terbilang cukup serius.


“Baiklah jika seperti itu aku harus mengambil Wenda dari Ibunya.” Ucap Rusli dan segera mematikan sambungan telefon.


Tubuhnya terdiam mematung seketika, matanya tanpa sadar meneteskan air mata. Jelas ini semua kesalahan mereka sebagai orang tua yang tidak bisa mendidik putrinya dan menjaga.


Apa pun yang terjadi mereka tidak bisa menyalahkan Farhan, karena Farhan sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk membesarkan putri mereka.


Rusli tersungkur ke dasar lantai dengan tatapan kosongnya kini ia bersandar di tembok teras depan rumahnya.


“Ada apa, Pah?” tanya Dayah. Dia adalah istri Rusli saat ini yang berjalan bersama merintis kesuksesan dari bawah sampai akhirnya mereka sukses bersama.


“Wenda.” Ucap Rusli sambil menangis penuh dengan penyesalan.


“Iya ada apa dengan Wenda?” tanya Dayah yang ikut panik melihat suaminya sampai menangis.


Perlahan ia mendekat dan memeluk erat lalu membenamkan kepala Rusli di lehernya. Cukup lama ia berusaha menenangkan suaminya sampai akhirnya Rusli mulai menghentikan tangisannya.


“Ayo kita pergi.” Ajak Rusli menggandeng tangan Dayah menuju mobil.


Dayah yang tidak ingin berkomentar memilih menurut saja, dia yakin nanti pasti akan mendapatkan jawabannya.


 


“Kalian sudah siap?” tanya Delon pada Zeyra dan suster Syanin.


“Iya.” Jawab Zeyra sambil tersenyum.


“Ayo kita pergi sekarang.” Ajak Delon yang mempersilahkan mereka keluar rumah menuju mobil.


Kini mereka beranjak menuju mobil namun belum sempat Delon masuk ke mobil ponselnya sudah berdering.


“Kita ada masalah besar.” Ucap Sadewa salah satu pengacara yang berada di bawah naungan Syein Biglous.


Kini Delon mendengarkan cerita dari Sadewa tentang hilangnya barang bukti yang sudah mereka serahkan di pihak kepolisian. Dengan cepat Delon mengantar Zeyra dan suster Syanin ke rumah sakit lalu meninggalkan mereka tanpa berbicara apa pun.


“Apa yang terjadi yah Syanin?” tanya Zeyra tampak penasaran.


“Entahlah, sepertinya ada masalah yang terjadi di kantor melihat wajah paninya.” Jelas suster Syanin.


Akhirnya Delon meyuruh orang kepercayaan mereka untuk menjemput Zeyra sepulang periksa nanti sementara Delon sudah melajukan mobil menuju kantor polisi.

__ADS_1


Di dalam ruang periksa kini Dokter baru saja selesai memeriksa kandungan Zeyra wajahnya terlihat tampak tenang.


“Bagaimana Dokter?” tanya Zeyra dengan antusias.


“Kandungan semuanya baik-baik saja, dan jenis kelamin bayi anda laki-laki.” Jelas Dokter.


Zeyra dan suster Syanin yang mendengarnya tersenyum bahagia mendengar kabar bayinya sudah terlihat jenis kelaminnya. Rasanya Zeyra ingin segera menghubungi Delon, namun mengingat wajah pria itu saat meninggalkan


mereka tadi Zeyra mengurungkan niatnya untuk menelfon.


“Yasudah nanti sajalah aku beritahunya, lagian bagaimana mungkin dia akan bahagia ini kan anakku bukan anaknya.” gumam Zeyra sambil melamun.


“Zey...” panggil suster Syanin yang membuyarkan lamunan Zeyra.


“Eh iya.” Jawab Zeyra terkejut.


“Ada apa?” tanya suster Syanin penasaran.


“Tidak ada apa-apa, ayo kita pulang.” Ajak Zeyra sambil tersenyum pada Dokter.


Sementara Delon yang baru saja sampai di kantor polisi segera menuju ruang tempat penyimpanan barang bukti. Wajahnya tampak kesal melihat beberapa tempat yang tampak rusak akibat pembobolan itu.


“Apa di sini tidak ada cctv?” tanya Delon pada salah satu petugas di situ.


“Maaf Tuan, kami sudah memeriksanya namun di saat yang bersamaan cctv sudah tidak berfungsi di sudut tertentu.” jelas petugas polisi itu.


Delon yang mendengar sangat kesal karena waktu untuk mengumpulkan bukti itu sudah tidak banyak lagi karena kini saatnya mereka menunggu waktu persidangan berikutnya. Dengan cepat ia menuju ke sel tahanan untuk menemui kliennya.


“Apa...barang bukti saya hilang bagaimana bisa?” teriak klien yang baru saja mendapat pemberitahuan dari Delon.


Namanya adalah Jeri, ia pemilik bar terbesar di Kota itu dan beberapa cabang lainnya juga termasuk anak dari bar miliknya. Ia di jebak saat malam kencannya dengan seorang wanita yang terlihat menarik.


 


Namun, tiba-tiba saja beberapa petugas kepolisian datang dan menggeledah semua barang miliknya dan betapa terkejutnya Jeri saat melihat salah satu polisi menemukan barang terlarang yang berada di tas koper miliknya.


Dan juga ponsel yang baru hanya berisi pesan tentang pemesanan wanita di bar miliknya yang kebetulan sudah terbaca ada beberapa list harga yang mereka bicarakan. Jeri tidak tahu lagi harus menyangkal bagaimana karena memang bukti semua mengarah padanya.


Sampai akhirnya ia di bawa oleh kepolisian untuk di periksa lebih lanjut, dan Syein Biglous adalah satu-satunya yang Jeri percaya untuk membebaskannya namun nyatanya harapan Jeri saat ini pupus pada Syein Biglous.


Bersambung...

__ADS_1


Terimakasih yah pada semua readers yang terus menunggu update dari cerita ini, dan juga auhtor ingin mengucapkan pada kalian yang sudah mengapresiasi karya ini dengan selalu memberikan like dan komen setiap


cahpter yang kalian baca. Semoga kedepannya author bisa menciptakan karya yang lebih menarik untuk kalian semua.


__ADS_2