
Setelah mendapatkan perintah dari Alfy dengan segera Jac menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta suster Syanin datang merawat Nona Jee. Mendengar perintah itu pihak rumah sakit dengan senang hati menyuruh suster Syanin untuk beranjak menuju kediaman Syein Biglous.
Beberapa menit kemudian wanita itu tiba dengan seragam putihnya perlahan ia melangkah masuk ke dalam rumah yang begitu megah terlihat tampak luas dengan di kelilingi taman yang tampak asri di sekita rumah itu.
"Silahkan masuk suster." Bi Ria menyambut kedatangan suster Syanin dan menunjukkan kamarnya selama ia tinggal di rumah itu.
"Terimakasih Bi." ucap suster Syanin tersenyum ramahnya.
"Suster sudah selesai?" tanya Bi Ria.
"Sudah Bi," jawab suster Syanin lagi.
"Mari Bibi antar ke kamar Nona Jee." Dengan bergegas meninggalkan kamarnya suster Syanin mengikuti langkah wanita di depannya itu.
Setelah mereka menaiki anak tangga kini terlihat pintu kamar yang begitu luas jika dilihat dari pintunya saja dan seketika mereka pun masuk perlahan dengan mengetuk kecil pintu kamar itu. Saat pintu terbuka terlihat sosok Nyonya Syein yang menyambutnya dengan senyuman ramah dan jelas hal itu berbanding terbaling dengan sambutan yang di berikan Dokter Adeline tampak menatap tajam ke arah wanita itu.
Suster Syanin yang melihatnya sangat terkejut lagi-lagi ia harus bertemu dengan wanita itu karena suster Syanin berfikir jika ia di minta merawat Nona Jee berarti sudah tidak ada Dokter yang menanganinya ternyata hal itu salah.
"Silahkan masuk, Sus." ucap Nyonya Syein mempersilahkan.
"Terimakasih Nyonya." jawab suster Syanin dengan melangkah ragu.
Sedangkan Dokter Adeline hanya terdiam tanpa mengeluarkan kata-kata, Jee yang melihat tatapan Dokter itu merasa aneh namun ia tidak ingin membuat Dokter Adeline merasa tidak nyaman dengan keingin tahuannya.
"Mah, Alfy belum pulang?" tanya Jee mencari keberadaan suaminya.
"Sepertinya belum sayang." jawab Nyonya Syein menoleh ke arah pintu.
"Mungkin sebentar lagi Nona," Dokter Adeline segera menjawab.
"Kok Dokter seperti tahu sih?" tanya Jee yang penasaran.
"Tentu saja Nona tadi saya baru saja menghubungi Jac," ucap Dokter Adeline sambil tersenyum.
"Oh seperti itu, tampaknya kau sudah akrab yah dengan Jac?" Sambil tersenyum ke arah Dokter Adeline.
Sementara suster Syanin yang mendengar itu seperti telah kehilangan harapan ia menyangka bahwa Jac dan Dokter Adeline sudah memiliki hubungan yang lebih dari cara Dokter Adeline menceritakan Jac pada Nona Jee tanpa rasa sungkan lagi.
Beberapa lama setelah percakapan antara Dokter Adeline dengan Nona Jee kini pria tampan yang sejak tadi di rindukan oleh Jee sudah terlihat menuju pintu kamar dan segera masuk medekati istrinya.
__ADS_1
"Kau sudah tidak apa-apa?" tanya Alfy sambil mendaratkan satu kecupan di kening istrinya.
"Aku merindukanmu." ucap Jee dengan manjanya.
"Baiklah kalau begitu semuanya bisa meninggalkan kami dong." ucap Alfy sambil tersenyum.
Mendengar hal itu semua pun bergegas meninggalkan mereka berdua begitu juga dengan Nyonya Syein yang melangkah menutup pintu sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Jee yang masih terus memeluk suaminya tanpa mau melepaskan.
"Kau mau makan apa istriku?" tanya Alfy tersenyum.
"Aku hanya ingin makan sup saja tanpa nasi," jawab Jee sambil memejamkan matanya di dada bidang suaminya.
"Baiklah aku akan menyuruh Bi Ria membuatkannya untukmu." Sambil meraih ponsel yang ada di dalam saku jasnya.
Mendengar perintah Tuan muda itu dengan segera Bi Ria membuatkannya di bantu dengan beberapa pelayan lainnya. Saat tengah asyik memasak tiba-tiba suster Syanin datang menghampiri mereka.
"Bi biar Syanin bantu yah?" tanya suster manis itu sambil meraih beberapa bumbu yang belum masuk ke dalam blender.
"Ah tidak usah sus, anda cukup melihat kami duduk di sana saja." bantah Bi Ria namun tidak di turuti oleh suster Syanin yang tengah asyik menghaluskan bumbu sup itu.
Sedangkan di kamar kini Jee sudah terlihat sangat sehat tubuhnya tidak lagi terkait dengan selang-selang oksigen dan infus ia masih terus memeluk suaminya dengan erat.
"Tentu saja, kau pergi begitu lama." ucap Jee memanyunkan mulutnya.
"Jika nanti malam aku pergi lagi bagaimana?" tanya Alfy yang sedikit ragu.
Mendengar hal itu Jee tanpa sadar meneteskan air matanya rasanya ia tidak relah untuk jauh dari suaminya meskipun hanya sebentar. Melihat istrinya yang menangis Alfy tidak tega tapi ini adalah hal yang harus ia selesaikan dengan baik.
"Aku harus bertemu seseorang untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Alfy dengan nada bicara yang begitu pelan.
"Baiklah jika kau ingin pergi aku tidak apa-apa," jawab Bee sambil tetap menangis tidak bisa merelakan suaminya pergi.
Setelah beberapa lama kemudian suster Syanin datang mengetuk pintu lalu membukanya dengan membawakan sup yang di inginkan Jee. Ketika berada di depan Nona wajah suster itu tampak terkejut melihat wanita cantik di hadapannya yang sedang menangi.
"Nona mengapa menangis? bukankah itu tidak baik untuk kesehatan anda." ucap suster Syanin yang sukses membuat Alfy jadi terlihat gelisah lagi.
"Terimakasih yah sus," ucap Alfy mengambil mangkuk berisi sup itu.
"Sama-sama Tuan." jawab suster Syanin dan bergegas pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Kini Alfy yang sedang menyuapi istrinya sambil menatap dalam wajah istrinya ayng masih bersedih sesekali ia membayangkan tingkah Nona Friska yang membuatnya sangat muak. Akhirnya setelah memikirkan keduanya kini Alfy bisa memutuskan tetapi harus mendapat persetujuan Dokter Adeline dulu tentunya.
Meraih telefon genggan di kamar itu dan menyuruh Bi Ria memanggilkan Dokter Adeline di kamarnya mendengar itu Bi Ria dengan segera menuju kamar Dokter Adeline.
"Ada apa Bi?" tanya Dokter Adeline saat membuka pintu kamarnya yang tadi di ketuk-ketuk.
"Tuan Alfy memanggil anda Dok." jawab Bi Ria dengan menunduk sopan.
"Baiklah, terimakasih yah Bi." Sambil tersenyum Dokter Adeline bergegas menaiki anak tangga dan masuk ke kamar Alfy dan Jee.
Saat di dalam kamar Jee tampak heran karena Dokter Adeline datang.
"Tuan memanggil saya?" tanya Dokter Adeline.
"Dok, apa saya bisa membawa istri saya keluar malam ini?" tanya balik Alfy.
"Jika memang itu membuat Nona merasa tenang tentu saja boleh Tuan." jelas Dokter Adeline menyetujui.
"Baiklah kau ikut denganku saja malam ini," ucap Alfy tersenyum sambil menyeka air mata istrinya yang masih terlihat di pipinya.
"Tapi jangan sampai membuat Nona lelah yah Tuan," Dengan nada memperingati Dokter Adeline mengatakan.
"Baik Dok," jawab Alfy setuju.
Setelah mendengar hal itu Jee tampak tersenyum senang akhirnya ia bisa ikut dengan suaminya tentang urusan pekerjaan kali ini karena selama ia menikah sepertinya belum pernah mengetahui kegiatan suaminya saat bekerja.
Sesi makan Jee yang di suap oleh suaminya telah selesai kini mereka memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum bersiap keluar nanti malam, akhirnya Alfy mengambil langkah yang tepat kali ini mungkin dengan ia memperkenalkan istrinya pada Nona Friska membuatnya jauh lebih aman.
Jee yang sudah tampak tertidur dengan nyenyak membuat Alfy mengurungkan niatnya memejamkan mata kali ini ia hanya menatap wajah cantik istrinya. Matanya terlihat sangat hangat ketika tertutup membuat Alfy beberapa kali mendaratkan kecupan di kedua mata indah istrinya yang masih tertutup.
Ia tersenyum memandangi wajah istrinya betapa beruntungnya kali ini memiliki istri yang begitu sempurna jika di bandingkan dengan diri Alfy jauh dari kata sempurna.
"Aku akan melindungimu sampai akhir nafasku," ucap Alfy yang tanpa sadar keluar dari mulutnya.
Pria itu kali ini benar-benar menjalankan janjinya pada Tuan Indrawan ketika sebelum mereka menikah itulah yang Alfy katakan bahwa ia akan menjaga wanita yang ada di foto itu.
Wah sepertinya jalan Nona Friska kali ini gagal untuk mendekati Tuan Alfy yuk nantikan terus kelanjutannya yah jangan bosan menunggu update episodenya. Terimakasih telah setia membaca karya author semoga kalian di beri kesehatan untuk menyaksikan kelanjutan kisah pengacara tampan ini.
Jangan lupa like dan komen setiap episode yang sudah kalian baca yah Assalamualaikum Wr. Wb
__ADS_1