Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Berdamai


__ADS_3

Masih suasana di pulau White tampak sepasang suami istri yang tengah asyik menikmati sarapannya di pinggir pantai di temani dengan desiran ombak yang membuat suasana semakin tenang.


Alfy yang melihat Jee sambil menyuapi sarapan tampak menghayati suapan demi suapan yang ia berikan. Sementara Jee yang menerima suapan dari suaminya berusaha kuat untuk tidak terbawa suasana saat itu namun apalah daya hati tentu lebih kuat dari fikiran.


Perlahan Alfy memeluk tubuh Jee dengan erat lalu menurunkan kepalanya yang berada di atas kepala Jee. Jee yang masih duduk di kursi roda mendapat pelukan dari tubuh suaminya yang membungkuk dan kini Alfy tepat menaruh wajahnya di wajah istrinya.


Tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua hanya kedua hidung mancung yang saling bersentuhan perlahan wajah Alfy mengarahkan kepalanya ke samping dan mel*mat habis bibir Jee yang baru saja menelan makanan dengan kasarnya.


Kini kedua pasangan itu tampak menikmati permainan yang Alfy lakukan tanpa mempehatikan tempat sekitar mereka.


"Sudah," ucap Jee yang memalingkan wajahnya karena merasa Alfy sepertinya akan melakukan hal yang lebih jauh lagi.


"Aku mencintaimu, Han. Berikan aku kesempatan untuk membuktikan semuanya." ucap Alfy yang terdengar lirih sambil berjongkok di hadapan istrinya.


"Apa yang kau lakukan? bangunlah." perintah Jee yang terkejut melihat Alfy di hadapannya.


Perlahan tangan Alfy meraih tangan mungil milik Jee lalu menggenggamnya dengan erat.


"Aku hanya ingin terus berada di sampingmu." ucap Alfy lagi.


Jee yang merasa semakin tidak sanggup menahan diri akhirnya jatuh dalam pelukan suaminya dan menangis tanpa tertahan lagi.


"Hiks...hiks...hiks." Suara tangis Jee pecah saat berada di pelukan Alfy.


Kini Alfy yang melihat respon dari istrinya juga ikut menangis sambil memeluk erat tubuh Jee, air mata di kedua pipi mereka terus berjatuhan entah kali ini mungkin Tuhan sedang memberikan jalan untuk langkah mereka lebih cepat.


"Ku mohon jangan membuatku terpaksa jauh darimu lagi, Han." ucap Alfy sambil menangis dan sesekali ia mengecup kepala Jee.


Jee yang tidak bisa menjawab hanya terus menangis memeluk tubuh suaminya yang begitu ia rindukan. Seluruh pelayan yang menyaksikan pemandangan haru itu tanpa sadar juga ikut menangis.


Sungguh kali ini mereka bisa melihat perjuangan Alfy yang begitu keras memperjuangkan hati istrinya yang sedang tidak stabil.


Tentu semua orang mengerti dengan keadaan Jee yang selalu memikirkan kebahagiaan orang di sekitarnya sampai ia lupa memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri.


"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu sedetik pun." gumam Alfy yang masih memeluk istrinya.


Pagi itu sepertinya semua berjalan dengan baik, wajah Alfy dan Jee yang sudah muali terlihat cerah membuat langit juga tampak menyambut kebahagiaan mereka.


Angin di pantai begitu terasa sejuk begitu juga dengan wajah penghuni pulau mereka ikut merasakan kesejukan hari itu.

__ADS_1


Setelah cukup lama Alfy dan Jee berada di pinggir pantai kini waktunya Alfy membawa Jee untuk beristirahat ke dalam kamar.


Di sudut pulau tampak Dokter Adeline yang sedang memperhatikan gerakan Alfy dan Jee yang tengah terlihat bahagia.


Dengan cepat Dokter Adeline meraih ponsel di saku celananya dan mengetikkan pesan singkat sambil tersenyum lalu mengirimnya.


"Tring...tring." suara ponsel Alfy berdering tanda pesan masuk.


"Tuan, saya harap anda bisa menahan diri." isi pesan singkat dari Dokter Adeline.


Alfy yang membacanya hanya bisa menghela nafas dengan kasar lalu menggaruk kasar kepalanya rasanya sungguh menyebalkan.


Seharunya setelah mereka terpisah lama kini sudah waktunya Alfy melepaskan kerinduannya pada Jee namun lagi-lagi ia merasa kecewa mengingat keadaan fisik Jee yang masih lemah.


Tanpa membalas pesan dari Dokter Adeline, Alfy yang melihat Jee sedang berbaring di kasur sambil memainkan ponselnya pun kembali tersenyum setidaknya hari ini ia merasa legah dengan Jee yang sudah menerimanya lagi.


"Tuan, anda jangan sampai menyesal." Isi pesan kedua dari Dokter Adeline yang baru saja di kirim karena pesan pertamanya tidak di balas oleh Alfy.


Alfy yang membaca pesan itu mengerutkan alisnya kesal melihat tingkah Dokter Adeline yang sangat sok tahu itu.


"Cih apa-apaan sih wanita ini memangnya aku sejahat itu pada istriku?" gumam Alfy sambil menaruh ponselnya tanpa membalas lagi.


Dan kini Alfy yang merasa gerah segera melepaskan bajunya lalu menyusul Jee yang sudah berbaring santai di kasur.


"Apa ada yang sakit?" tanya Alfy pada Jee.


"Tidak ada." jawab Jee.


Alfy yang merasa ingin terus memandangi wajah istrinya merubah posisi tidurnya dengan menyamping mengahadap Jee.


Tangannya terus mengelus pelan tubuh istrinya untuk memastikan jika tubuh Jee saat ini sedang tidak sakit. Jee yang merasa sedikit heran karena biasanya tubuhnya memang selalu sakit namun hari itu ia tidak merasakan apa-apa.


Sampai akhirnya Jee yang merasa nyaman dengan sentuhan tangan suaminya pun tertidur dengan lelap sementara Alfy yang melihat Jee tertidur hanya tersenyum legah.


"Ya Tuhan terimakasih kali ini Engkau menolong hamba untuk kembali dengan istri hamba." gumam Alfy sambil memejamkan matanya.


Kali ini Afly sudah bisa tertidur dengan lelap sepertinya setelah usahanya yang mendapatkan hasil terbaik di antara usaha-usahanya sebelumnya.


Hari tampak terasa singkat sampai mereka berdua tanpa sadar telah melewati siang dengan tiduran saja, sedangkan Dokter Adeline yang sedang duduk sendiri di depan resort itu di kejutkan oleh kedatangan Dokter Richard yang tiba-tiba lagi.

__ADS_1


"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Dokter Richard.


"Tidak ada." jawab Dokter Adeline.


"Oiya siapa yang mempekerjakanmu di sini hanya bersantai saja?" tanya Dokter Richard yang penasaran.


Dokter Adeline yang mendengarnya tampak terkejut, bagaimana bisa ia di anggap bersantai saja sedangkan matanya harus dua puluh empat jam terbuka untuk memastikan keadaan pasien dan suaminya baik-baik saja.


"Sudahlah kau tidak perlu tahu kerjaku." ucap Dokter Adeline yang tampak kesal.


"Astaga come on Aline, aku hanya bercanda saja. Mengapa kau begitu menyebalkan sekarang?" goda Dokter Richard.


"Bukankah kau yang menyebalkan?" bantah Dokter Adeline yang tampak cemberut.


Dokter Richard kini hanya tertawa melihat ekspresi Dokter Adeline yang menggemaskan layaknya anak kecil buka seorang Dokter yang berwajah serius.


Dokter Adeline dan Dokter Richard tampak sedang menikmati suasana sore di pantai tanpa beranjak masuk untuk beristirahat. Rasanya hari itu begitu singkat tanpa ada yang merasakan jika hari sudah berganti dari siang menjadi sore.


Alfy yang sudah merasa cukup lama tertidur pun perlahan membuka matanya mengusap dengan pelan lalu melihat ke arah Jee.


"I love you, Honey." ucap Alfy yang memegang pipi istrinya.


Jee kali ini tampak sangat lelap tertidur sampai ia tidak sadar jika mulutnya terbuka lebar, Alfy yang melihatnya merasa gemas dan tanpa sadar sudah mel*mat habis bibir Jee.


"Emmmpp." ucap Jee yang tersadar ada yang menyentuk mulutnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jee terkejut saat membuka matanya.


"Hehehe kau menggemaskan sekali, sampai aku tidak bisa menahannya." ucap Alfy sambil tertawa.


Merasa begitu tiba-tiba mendapat serangan Jee masih tampak syok melihat tingkah suaminya yang entah kemasukan setan apa saat tidur.


Belum sempat Alfy beranjak turun dari tempat tidur matanya tiba-tiba terbelalak saat melihat di kasur cairan merah yang sudah bertebaran di spray putih itu.


"Astaga!" teriak Alfy begitu panik.


Halo readersku sayang maafyah jika kalian kurang puas dengan update perharinya novel ini, karena author juga butuh konsentrasi untuk bisa merangkai cerita yang tentunya tidak ingin mengecewakan kalian.


Dan terimakasih untuk kalian yang sudah mendukung author dengan komentar-komentar terbaik kalian yang membuat auhtor semakin gelisah kalau tidak update hehehe. Selamat membacayah semoga kalian senang.

__ADS_1


__ADS_2