
Hari sudah menunjukkan semakin sore di ikuti dengan sinar mentari yang sudah mulai padam kini warna yang tadi begitu menyilaukan sudah menjadi sangat indah berwarna orange yang terlihat sedikit demi sedikit semakin mengecil.
Tampak seorang pria melajukan kendaraannya ke rumah matanya begitu menatap sangat tajam amarahnya benar-benar tidak bisa ia kendalikan hari itu.
Di tambah lagi dengan kabar bahwa istrinya lepas dari pengawasan seakan jantunya tiba-tiba berhenti berdetak bagaimana mungkin ia bisa melewati ini semua tanpa dukungan istrinta itu.
Tapi semua memang tidak bisa di salahkan keadaan sudah terbalik yang seharunya dari awal ia tidak tertutup oleh Jee mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.
Sementara Jacobie yang benar-benar merasa bersalah meraih dengan cepat ponselnya yang berada di saku jasnya wajahnya tampak berkeringat karena panik.
"Cari Nona muda!" ucap Jac dengan menelfon pasukan kepercayaannya itu.
"Baik Tuan." ucap pria itu.
Dengan segera mereka berpencar di segala arah untuk mencari keberadaan Jee yang menghilang sejak tadi siang itu.
Sesampai di kediaman Syein Biglous Alfy tampak berlari cepat memasuki rumah menatap seisi rumah itu dengan cepat berlari lagi menaiki anak tangga.
"Ada apa Fy?" tanya Nyonya Syein yang bingung melihat putranya.
Mendengar itu Alfy sama sekali tidak menjawab ia hanya terus berlari menuju kamar mencari istrinya mungkin Jee berada di kamar sedang menangis.
Saat ia membuka pintu rumah sama sekali tidak ada terlihat jika ada penghuni kamar itu dengan kembali melangkah keluar ia mendekati wanita yang dari tadi sudah teriak-teriak padanya.
"Mah, apakah Jee tidak pulang?" tanya Alfy dengan buru-buru.
"Belum ada pulang Fy," jawab Nyonya Syei dengan pelan dan memegang kedua bahu putranya itu.
Menatap wajah Alfy yang tampak menyembunyikan kesedihan di wajahnya namun lebih terlihat kekhawatirannya.
"Ada apa dengannya?" tanya Nyonya Syein yang berusaha menenangkan Alfy.
Merasa tidak sabaran akhirnya Alfy berlari mengetuk kamar Nyonya Flora hari sudah sore mereka saat ini sedang berganti pakaian baru saja selesai mandi.
"Tok...tok...tok." Suara ketukan pintu terdengar cepat dan keras.
Mendengar ketukan itu Nyoya Floran dan Tua Indrawan saling menatap satu sama lain tidak biasanya ada yang mengetuk pintu sekencang itu.
Apakah itu Jee putrinya yang tadi pagi numpang mandi di kamar mereka apa mungkin kali ini bocah itu mau mandi lagi di kamar orangtuanya.
Akhirnya dengan cepat Nyonya Flora beranjak dari depan kaca membuka pintu kamar itu ia melihat sosok pria tampan yang terlihat sangat kusut wajahnya penuh keringat matanya sembab entah kapan ia menangis.
"Ada apa Fy?" tanya Nyonya Flora bingung.
"Mami tau tempat Jee biasanya menenangkan diri di mana?" tanya Alfy tanpa basa basi lagi.
__ADS_1
"Biasanya sih Jee pergi ke danau di belakang rumah, memangnya ada apa?" tanya Nyonya Flora yang merasa heran.
Tanpa menjawab Alfy dengan cepat berlari menuju rumah Nyonya Flora yang saat ini hanya di huni oleh sepasang pelayan yang sejak lama bekerja dengan Nyonya Flora.
Mobilnya melaju dengan cepat rasanya begitu tidak sabaran untuk memeluk tubuh istrinya dan mengatakan bahwa semua ia lihat bukanlah yang sebenarnya terjadi.
Iyah memang tadi siang Jee berlari ingin menuju ke rumahnya namun keadaan fisiknya yang melemah itu tidak mampu membawa dirinya sampai di tujuan itu akhirnya Nakula berhasil menyelamatkannya.
Di kediaman Narendra tampak terlihat di dalam ruangan dua wanita dan satu pria yang berdiri di dekat kasur luas itu yang menatap ke arah wanita cantik sedang terbaring perlahan tangannya bergerak.
"Aduh pusing sekali," ucap Jee yang memegang kepalanya memijit kecil keningnya.
Dengan cepat Narendra mendekat ke samping kasur itu ia duduk tepat di sebelaj Jee dengan ekspresi penuh antusias terlihat di matanya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Narendra dengan menatap Jee.
Sunggu jantungnya berdebar begitu kencang melihat bola mata wanita itu yang sangat indah ketika baru di buka wajahnya penuh tanda tanya.
"Ka...u siapa?" tanya Jee yang dengan cepat bergerak mundur dari Narendra.
Melihat respon Jee yang panik dengan sabar Narendra mendekatkan diri lagi dan menggenggam tangan wanita itu.
"Kau jangan takut aku tidak akan melukaimu." ucap Narendra.
Narendra menjelaskan ia menemukan Jee yang sudah terjatuh pingsan tepat di sebelah mobilnya saat perjalanan sedang macet.
Jee yang berusaha mengingat kejadian terkahir tampak merasa sedih lagi dan ia ingat sebelum tak sadarkan diri memang ia berlari di pinggir jalan.
Merasa merepotkan akhirnya Jee meminta maaf karena sudah membuat pria di hadapannya jadi ikut merasakan kesulitan merawat dirinya.
"Maafkan aku merepotkan anda." ucap Jee yang dengan wajah datarnya
"Iya tidak apa-apa kau sama sekali tidak merepotkan ku," jawab Nakula tersenyum dengan terus memandangi wajah cantik wanita itu.
Sungguh Tuhan mengirimkan malaikat yang sangat sempurna di hidupnya mungkin ia tidak akan rela begitu saja melepaskan wanita di hadapannya sejak pandangan pertama ia sudah jatuh hati.
Melihat keadaan wanita itu sudah semakin kuat akhirnya Dokter Risya dengan cepat mendekat pada Jee ia tersenyum.
"Nona, apa saya boleh menanyakan sesuatu pada anda?" tanya Dokter Risya.
"Iya Dokter tentu saja boleh." jawab Jee dengan lembutnya.
"Selama anda sakit perawatan apa yang anda dapatkan?" tanya Dokter Risya pelan.
"Saya menjalani terapi Dok," ucap Jee.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu Dokter Risya tampak mengerti memang tidak semua Dokter bisa melakukan hal itu hanya orang-orang tertentu saja yang bisa.
Perut Jee kini sudah semakin kelihatan dengan usia kandungan yang sudah menginjak hampir tiga bulan fisiknya memang terbilang masih sangat lemah karena masa ngidamnya belum berakhir juga dan kali ini Alfy yang merasakan tidak bisa jauh dari istrinya.
Entah sebenarnya itu adalah faktor ngidam atau memang Alfy saja yang sudah ketergantungan dengan kehadiran sosok wanita kesayangannya itu.
Akhirnya Jee yag sudah terlihat tidak begitu mengkhawatirkan dengan cepat di suruh istirahat kembali oleh Dokter Risya.
Narendra yang tadinya tidak ingin meninggalkan wanita itu sednirian di kamarnya terpaksa beranjak keluar karena Dokter Risya memanggilnya.
"Ada apa Dokter?" tanya Narendra.
"Sebaiknya ia kembali melakukan pengobatan terapi itu Tuan," ucap Dokter Risya yang mengkhawatirkan penyakit Jee.
Mendengar hal itu Narendra merasa tidak terima ia sangat berat hati jika mengantarkan wanita itu untuk pulang jika boleh ia tentu ingin Jee selalu berada di rumahnya menyambutnya ketika pulang kerja dan mengantarkannya ke depan pintu saat berangkat kerja.
"Apa tidak ada cara lain Dok?" tanya Narendra lagi.
"Tidak ada Tuan, kecuali..." ucapan Dokter Risya menggantung dengan ragu.
"Kecuali apa Dok?" Narendra yang begitu tidak sabarannya mendengar jalan keluarnya.
"Jika anda menemukan dokter yang baik untuk Nona," jawab Dokter Risya tidak yakin.
Mendengar ucapan Dokter Risya membuat Narendra berfikir keras di mana ia harus menemukan Dokter yang luar biasa untuk wanita itu.
"Baiklah akan aku usahakan," ucap Narendra dengan yakin.
"Anda yakin Tuan?" tanya Dokter Risya tampak khawatir karena tidak mudah mencari Dokter yang ahli seperti itu.
Mau tidak mau Narendra harus mencarikan Dokter terbaik untuk Jee jika ia mengantarkan wanita itu kembali ke rumahnya mungkin tidak akan ada peluang untuknya bertemu lagi.
Setelah lama berbicara akhirnya Narendra pergi ke ruang kerjanya ia duduk sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi itu menatap ke arah langit-langit ruangan itu memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Setelah mencoba membuka ponselnya ia terkejut melihat berita tentang seorang pengacara muda yang terjerat kasus pencemaran nama baik.
Matanya terbelalak dengan rasa penasaran akhirnya ia mencari berita lainnya tentang pria itu yah berita siapakah wanita yang ia persunting.
Benar-benar tepat sasaran wanita yang berada di dalam kamarnya saat ini adalah istri dari pengacara muda yang selama ini menjadi saingannya itu.
Wajahnya tampak tersenyum licik menatap ponsel yang ia genggam saat ini fikirannya penuh dengan kemenangan kali ini.
Mungkin tidak bisa merebut nama pengacara darinya namun mendapat wanita milik pria itu akan lebih menyenangkan bagi Narendra saat ini.
Halo semuanya terimakasih yah sudah setia menunggu update episode ini semoga kalian suka dengan alurnya dukung terus author yah. Jangan lupa untuk rate bintang limanya Assalamualakum Wr. Wb
__ADS_1