
Alfy yang masih belum paham dengan penjelasan Jee terus menatap istrinya penuh tanya, ia berharap akan ada penjelasan yang lebih detail lagi.
Akhirnya Jee meraih ponselnya dan mencari di google tentang proses menstruasi wanita sampai proses kehamilan. Setelah Jee menemukan ia perlahan menunjukkan pada suaminya lalu menjelaskan perlahan.
Alfy yang sudah paham kini hanya tertunduk diam meratapi kebodohannya yang dengan sengaja ia perlihatkan pada Dokter Adeline barusan.
"Sudahlah jangan malu seperti itu, aku mengerti kau tidak tahu hal itu." ucap Jee sambil memeluk tubuh Alfy.
Alfy yang mendengarnya segera membalas pelukan Jee lalu kembali tersenyum menatap istri cantiknya itu.
Di pantai tampak Dokter Adeline yang sedang melempar-lempar pasir dengan kesal sambil terus berbicara sendiri seperti orang sedang marah.
"Hey apa yang kau lakukan?" tanya Dokter Richard yang selalu datang seperti hantu tiba-tiba.
"Kau, mengejutkanku saja." jawab Dokter Adeline.
Dotker Richard pun duduk di pantai bersama Dokter Adeline tanpa alas, mereka menikmati suasana pantai itu.
"Apa iya tidak semua pria mengerti tentang masa haid wanita?" tanya Dokter Adeline.
"Hah? memangnya ada?" tanya Dokter Richard balik.
Dokter Adeline yang mendapat pertanyaan balik merasa semakin kesal dan kini tidak menjawab Dokter Richard ia hanya menghela nafas kasar.
"Astaga, mengapa kau sangat pemarahan sekali sekarang?" tanya Dokter Richard sambil tertawa.
"Jangan memmbuatku kesal." jawab Dokter Adeline.
"Baiklah aku akan memberitahumu menurut pandanganku," ucap Dokter Richard.
Kini Dokter Adeline mendengarkan penjelasan Dokter Richard bagi seorang pria yang memang jarang berkomunikasi dengan wanita dan tidak memiliki pengetahuan dalam belajar tentu tidak akan mengerti masa pertumbuhan wanita.
Sedangkan wanita saja yang masih kecil terkadang takut ketika pertama kali mengalami masa haid karena selama ini ia belum tahu jika akan mengalaminya. Semua sangat mungkin terjadi jika mereka kurang pengetahuan tentang hal itu.
Mendengar penjelasan Dokter Richar kini Dokter Adeline tampak mengerti tentu ia sangat tahu jika Tuan Alfy adalah orang yang sangat sibuk dan jarang berkomunikasi dengan wanita.
Jika di lihat pria itu sebenarnya seperti seorang homo karena selalu dingin terhadap wanita dan beruntungnya ia sudah menikah jika belum mungkin saja kebanyakan orang menyangkanya tidak suka dengan lawan jenis.
"Memangnya siapa yang seperti itu?" tanya Dokter Richard tampak penasaran.
"Suami dari pasien yang aku jaga saat ini." jawab Dokter Adeline dengan rasa malasnya.
__ADS_1
"Seorang pengacara terkenal kau bilang saat itu dan ternyata ia tidak mengerti tentang masa haid wanita?" tanya Dokter Richard tampak syok.
"Ehem." jawab Dokter Adeline.
Menatap heran pada Dokter Adeline tanpa kata ia merasa bingung dan tidak habis fikir ternyata masih ada pria seperti itu.
"Kenalkan dia padaku." ucap Dokter Richard membuat Dokter Adeline terkejut.
"Apa katamu?" tanya Dokter Adeline yang merasa salah pendengaran.
"Iya kenalkan dia padaku, aku ingin meledeknya bisa saja aku menggodanya jika istrinya berdarah karena masih peraw*n hahaha." ucap Dokter Richard yang menertawakan kepolosan Alfy.
Dokter Adeline yang mendengarnya semakin malas berbicara dengan Dokter Richard ia memilih masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Dokter Richard tetap duduk di pinggir pantai sambil tersenyum membayangkan wajah kesal Dokter Adeline saat meninggalkannya tadi.
"Aku ingin keluar." ucap Jee yang memaksa Alfy.
"Tapi-" (ucap Alfy terpotong oleh Jee).
"Aku hanya mendapat tamu bulanan berhenti menganggapnya sebagai penyakit yang berlebihan." jelas Jee menegaskan.
"Baiklah." jawab Alfy dengan wajah penuh kekalahan.
Dengan cepat ia menggendong tubuh istrinya ke kursi roda kemudian membawa Jee menelusuri pantai di pulau itu mereka tampak menikmati suasana sejuknya pantai.
Setelah berkeliling tidak jauh tiba-tiba Alfy dan Jee di kejutkan dengan teriakan seorang pria yang berada dekat dari mereka.
Alfy yang mendengarnya pun segera menoleh ke samping ia melihat sosok pria tampan bertubuh tinggi setara dengannya, dan penampilan yang sangat rapi berkulit putih bersih wajah blasteran namun tubuhnya tidak sekekar Alfy.
Alfy yang sedang mencerna penglihatannya terdiam mematung seperti sangat kenal dengan pria itu namun sepertinya kali ini Alfy sedang bermimpi.
"Hey, kau tidak mengenaliku?" tanya Dokter Rincard membuyarkan lamunan Alfy.
"Kau..." ucap Alfy dengan ragu dan terhenti.
"Iya ini aku Richard, kau lupa padaku yah?" tanya Dokter Richard.
"Astaga bagaimana bisa kau di sini?" tanya Alfy.
Ricahrd yang baru saja ingin memeluk tubuh Alfy dengan cepat di dorong oleh Alfy memberi isyarat jika ia tidak ingin.
"Astaga kau tida merindukan sahabatmu ini yah?" tanya Dokter Richard.
Alfy yang enggan menjawab hanya melirik ke arah Jee yang memandangi mereka dengan tatapan datarnya sambil mencerna percakapan mereka.
"Siapa dia?" tanya Dokter Richard.
"Halo Nona, kau cantik sekali apa kau kekasih Alfy?" tanya Dokter Richard sambil mengulurkan tangannya ada Jee.
"Jauhkan tanganmu!" ucap Alfy dengan tegasnya.
__ADS_1
Jee yang melihatnya hanya tertawa geli tanpa berani menjawab apa pun pada Richard tentu ia tahu jika Alfy tidak ingin Jee berbicara pada pria mana pun.
"Wah kau benar-benar Fy, jadi selama ini kau tidak ingin berkencan dengan wanita karena ingin mendapatkan bidadari cantik ini?" tanya Dokter Richard tanpa berhenti menggoda sahabatnya.
"Kau mau mati yah!" bentak Alfy.
"Lalu aku harus berkata apa? kau dari tadi tidak ingin menjawabku." ucap Dokter Richard merasa serba salah.
"Dia istriku." jawab Alfy sambil membalikkan kursi roda istrinya.
Alfy berniat ingin mengantar Jee ke kamar dan menyuruh Dokter Adeline menjaga Jee sementara Alfy akan berbicara dulu pada sahabatnya.
Namun sepertinya tidak berhasil karena Dokter Richard terus mengikutinya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pernikahan mereka yang tidak ia ketahui.
Sedangkan Alfy tidak menjawab sedikit pun kini ia meraih ponsel di saku celana pendeknya lalu menelfon Dokter Adeline.
"Kemari jaga istriku." ucap Alfy dengan langsung mematikan sambungan ponselnya.
Dokter Adeline hanya menghela nafas dengan kasar karena lagi-lagi ia harus bertemu dengan pria datar itu. Saat Dokter Adeline tiba di depan kamar Jee matanya terkejut melihat Afly dan Jee sedang bersama Dokter Richar dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.
"Astaga Ricard sepertinya membuat masalah dengan Tuan dan Nyonya," gumam Dokter Adeline tampak panik.
Dengan cepat ia berlari sambil membayangkan jika Dokter Richard benar-benarr mengejek Alfy seperti yang ia katakan pada Dokter Adeline jika darah itu adalah darah keperaw*nan istrinya.
"Tuan, ada apa?" tanya Dokter Adeline sambil memandang wajah Alfy takut.
"Aline, kau mengenalnya?" tanya Dokter Richard yang tak menyangka.
"Kalian saling kenal?" Alfy yang bertanya lagi.
Semua tampak heran melihat hal yang seperti kebetulan ini terjadi pada mereka.
"Tentu saja, dia wanitaku." jawab Dokter Richard dengan tanpa dosanya.
"Hah, kekasih?" suara Dokter Adeline tampak terkejut.
"Terserah kalian lah. Dok, sekarang jaga istriku aku akan berbicara dengannya." ucap Alfy pada Dokter Adeline.
Kini Dokter Richard sudah mengerti jika yang Dokter Adeline bicarakan tentu Alfy Syein sahabatnya sendiri, Dokter Ricahrd hanya tertawa sambil menggelengkan kepala membayangkan ternyata pria polos itu adalah Alfy.
Alfy sudah pergi dari hadapan Jee dan Dokter Adeline, kini tinggal mereka berdua yang memandangi jauh kedua pria itu.
"Nyonya, maaf apakah mereka saling kenal?" tanya Dokter Adeline yang penasaran.
"Entahlah Dok, yang jelas aku dengar mereka adalah sahabat." jawab acuh Jee.
Kini Dokter Adeline mengantar Jee ke dalam kamar dengan wajah penuh pertanyaan ia sangat takut jika Dokter Richard memberi tahu semua kekesalannya pada Alfy.
Selamat membaca yah jangan lupa berikan komen dan like kalian terimakasih
__ADS_1