
Malam telah berlalu kini udara di sekitar rumah besar kediaman Syein Biglous tampak terasa begitu sejuk matahari yang masih malu-malu menunjukkan sinarnya membuat suasana subuh itu sangat damai,
Dokter Adeline yang sudah bersiap menunggu Nona Jee keluar untuk terapi di halaman rumah itu pun sedang asyik berlari kecil memutari taman di rumah itu. Beberapa lama kemudian tampak hadir seorang wanita memakai kostum olahraga dengan sedikit terbuka yah wanita itu adalah istri dari pengara tampan.
"Nona sudah siap?" tanya Dokter Adeline yang berlari menghampiri Jee.
"Iya Dokter." jawab Jee dengan memulai pemanasan seperti hari-hari biasanya.
Sedangkan di dapur para pelayan sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing kini pelayan di rumah itu semakin banyak karena Tuan Indrawan membawa ke rumah itu juga.
Ada yang sudah sibuk di dapur, ada yang sibuk di taman, dan ada juga yang sibuk di berbagai sudut rumah besar itu masing-masing dari mereka sudah memiliki tugas sendiri.
Sementara Tuan dan Nyonya Syein yang baru bangun dan melangkah ke depan rumah tampak asyik melihat menantunya yang berolahraga dengan Dokter Adeline.
"Mamah boleh ikutan nggak?" tanya Nyonya Syein pada kedua wanita itu.
"Eh Mamah, Papah ayo," ajak Jee sambil terus melanjutkan gerakannya.
Kini mereka berempat sudah sangat serius mengikuti gerakan-gerakan yang di praktekkan oleh Dokter Adeline.
Setelah terasa lama mereka pun telah usai beraktifitas di depan rumah itu dengan nafas yang masih terengah-engah semua melangkah masuk menuju ruang tengah untuk beristirahat sambil meminum jus yang sudah di siapkan.
Sebenarnya jus itu untuk obat Jee namun berhubung di siapkan agak banyak akhirnya Nyonya dan Tuan Syein ikut meminum toh itu juga baik untuk kesehatan pastinya.
"Mah...Pah... Jee ke kamar dulu yah bangunin Alfy." Sambil berdiri melangkah menuju kamarnya wanita itu berlari kecil tampak begitu semangat sekali hari ini.
Iya memang semangatnya ada alasan kali ini yaitu memulai kuliah lagi seperti biasanya dan Jee haru bisa meyakinkan orang rumahnya bahwa dia saat ini sehat-sehat saja.
Sesampainya di kamar dengan segera ia meloncat ke atas kasur.
"Hon, bangun dong." ucap Jee menarik-narik hidung mancung milik Alfy.
"Aku masih ngantuk." jawab Alfy dengan suara serak yang masih terdengar parau.
"Nanti kesiangan loh." lanjut Jee lagi.
__ADS_1
Membuka sedikit matanya pria itu melihat wajah istrinya yang semakin hari terlihat semakin cantik dan segar mungkin pengaruh bayi wajah wanita itu tampak lebih cuby.
"Cium." ucap Alfy dengan manjanya.
"Hon, nanti aja yah kan belum cuci muka." ucap Jee memberi peringatan pada Alfy yang wajahnya masih sangat kusut.
Mendengar Jee yang tampak ogah mencium suaminya membuat kejahilan Alfy seketika muncul dengan segera ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya hal itu sontak membuat wanita di hadapannya terjatuh ke dalam pelukannya.
Kini posisi Jee yang menindih tubuh suaminya sukses membuat Alfy merasakan sesuatu yang mengalir di sekujur tubuhnya. Tatapan Alfy kini terlihat penuh dengan makna yang tentu jika Jee melihatnya sudah mengerti maksud dari tatapan suaminya itu.
"Hon, ayo mandi." ajak Jee yang berusaha memecahkan tatapan Alfy yang sedang menatap begitu dalam.
Mendengar ucapan istrinya yang tidak bisa berhenti dengan segera Alfy mendaratnya bibirnya pada Jee.
"Emm..." suara Jee yang ingin berkata sesuatu namun tidak sampai karena Alfy sudah lebih dulu ******* bibir istrinya itu.
Pagi itu tampaknya Alfy sangat penuh dengan semangat begitu juga dengan Jee yang mulai menikmati permainan suaminya yang tampak liar.
Beberapa lama terlewati dengan permainan kedua orang itu di dalam kamar, ruangan yang luas itu menjadi saksi pertunjukan di pagi hari. Alfy benar-benar sangat bisa di akui oleh Jee jika dalam hal memanjakannya tentu sangat pandai tak heran jika wanita itu sepertinya sudah tampak lebih dewasa dari sebelumnya saat baru menikah dengan Alfy.
Permainan pun telah usai kini mereka berdua bergegas ke kamar mandi Alfy yang melihat tubuh istrinya hanya menatap dengan penuh makna kepalanya sesekali menggeleng karena kagum dengan bentuk tubuh istrinya. Tanpa sadar Jee terkejut saat melihat Alfy berada sangat dekat tanpa jarak sedikitpun darinya di bawah shower sepertinya Alfy ingin mandi berdua dengan Jee.
Alfy mendengar pertanyaan istrinya hanya terdiam dengan senyuman lirih saja tampaknya wanita itu kini sudah mengerti dan yang ia perlu lakukan saat ini cukup diam saja.
Adegan mandi pun telah selesai kini mereka bergegas untu siap-siap memulai aktifitasnya masing-masing, Jee pergi kuliah dan Alfy pergi ke kantor. Saat semua sedang berkumpul sarapan tiba-tiba suster Syanin membuka pembicaraan di meja makan.
"Tuan, Nyonya apakah saya boleh berbicara?" tanya suster Syanin dengan ragu.
"Tentu saja Sus, silahkan." jawab Jee yang tersenyum bahagia.
"Em begini Nona saya mau mengundurkan diri dari sini." Suster Syanin sukses membuat semua orang terkejut saat itu.
Jee yang merasa tidak enak karena ia berfikir wanita itu bekerja untuk dia di rumah ini namun apakah karena ia membuatnya tidak nyaman sehingga suster Syanin mengundurkan diri itulah yang ada di dalam fikiran Jee.
"Apa saya membuat Suster tidak nyaman?" tanya Jee yang merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak Nona, anda sangat baik namun keluarga saya sedang sakit jadi saya haru pulang dulu." jelas suster itu dengan menunduk.
"Oh karena itu yasudah Sus, jika karena itu baiklah tidak ada masalah lagian saya sudah lebih baik kok." jawab Jee yang sudah paham alasan suster Syanin.
Setelah sarapan selesai Alfy memerintahkan Delon untuk mengantar suster Syanin ke tujuannya sedangkan Jacobie pergi sendiri ke kantor karena Alfy akan pergi menemani Pak Deni mengantar Jee kuliah.
"Delon, nanti setelah mengantarnya kau kembali ke kampus pastikan sebelum kau tiba ada yang menjaga Jee di kampus." perintah Alfy dengan tegas.
"Baik Tuan." jawab Delon menunduk hormat lalu menuju mobil bersama suster Syanin.
Jacobie menatap kepergian wanita itu dengan tatapan kosong entah apa yang ada di dalam fikiran pria itu saat ini jangankan kita dia sendiri saja masih tidak tahu. Sepertinya Jacobie akan menikmati kesendiriannya lebih lama nanti jika masih tetap lelet seperti itu fikirannya.
Mobil yang di kendarai Jee dan Alfy melaju menuju kampus sedangkan Jacobie mengikuti dari belakang karena setelah Alfy tiba di kampus ia akan melanjutkan dengan mobilnya bersama Jacobie.
"Aku masuk duluyah, Hon?" tanya Jee yang mau beranjak dari dalam mobil itu.
"Tunggu dulu." ucap Alfy mengenggam tangan istrinya.
"Ada apa?" tanya Jee bingung.
"Cium dulu." jawab Alfy dengan wajah datarnya sambil menunjuk bibirnya yang merah itu.
Jee tampak diam melihat keadaan di sekitar mobil itu ia malu dengan Pak Deni jika terlihat nantinya mau di taruh di mana wajah cantik wanita itu.
"Kau tidak mau, Hon?" tanya Alfy yang tampak mengancam dengan tatapan seperti akan menerkam.
"Em aku malu." ucap Jee dengan pelannya.
Dengan cepat tangan Alfy melingkar pada pinggang istrinya dan membuat badan Jee mendekat pada suaminya itu sepertinya Jee tahu apa yang akan terjadi jika ia menolak untuk mencium Alfy.
Dengan cepat Jee mendaratkan bibirnya pada suaminya namun saat ia akan melepaskan Alfy dengan cepat menahan tubuh istrinya sehingga Jee tidak bisa melepaskan ******* itu.
Tangan Jee berusaha memberontak karena takut terlihat oleh Pak Deni namun Alfy mengabaikannya setelah cukup lama Alfy bermain di dalam sana akhirnya ia menyudahi permainan itu. Dengan cepat Jee bergegas keluar dari mobil ia takut jika berlama-lama akan ada yang terjadi di dalam mobil itu lagi.
Sepertinya saat ini wanita itu harus lebih pandai membaca situasi karena mengingat suaminya yang semakin ke sini semakin gila padanya.
__ADS_1
Dengan melangkah keluar mobil Alfy berpindah ke mobil yang terparkir di belakang mobil Jee tadi. Tanpa menunggu perintah Jac dengan segera melajukan kendaraan itu menuju gedung Syein Biglous.
Halo lovers selamat membaca yah semoga kalian tidak emosi maafkan author yah jika ceritanya mungkin belum begitu sempurna karena memang masih dalam proses belajar. Jika kalian ada masukan akan lebih baik untuk author pertimbangkan nantinya. Mohon kerja samanya yah untuk dukung terus karya author terimakasih telah setia menunggu update cerita ini. Assalamualaikum Wr. Wb.