Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Hadiah


__ADS_3

Namun semua pelayan tidak ada yang mau menjawab selain tersenyum menatap ke arah Alfy yang berada di belakang Jee. Perlahan pria itu melangkah mendekat dan merangku pinggan langsing milik istrinya.


“Ganti bajumu, sayang. Kita akan ke paris hari ini.” ucap Alfy dengan tersenyum menggoda.


Jee yang tidak percaya mendengarnya melongo dan diam mematung seketika. “Apa?” tanyanya meyakinkan diri.


“Kita ke paris, sayang.” jawab Alfy memeperjelas kembali ucapannya.


“Kau bercanda, kan sayang?” tanya Jee masih tidak percaya.


“Aku tidak bercanda, ayo bersiaplah.” ucap Alfy yang terdengar serius.


Merasa yakin dengan ucapan suaminya kini Jee berloncat-loncat kegirangan sambil bertepuk tangan kebahagiaan sunggu benar-benar memihak padanya hari itu. Hal yang tidak ia duga selama ini adalah liburan ke luar negeri. Karena Tuan Indrawan selalu melarangnya jauh dari mereka. Ketakutan Tuan Indrawan melepaskan putrinya ke luar negeri kini sudah berakhir. Semenjak pernikahan Alfy dan Jee semua tentu kendali berada pada tangan Alfy sepenuhnya.


“Awas Jee!” teriak Nyonya Flora yang ketakutan saat Jee hampir menabrak Zidan yang tengah berlari mendekat ke arah Delon.


Alfy yang jauh dari Jee segera menarik tangan istrinya untuk menjauh dari Zidan, sedangkan Zidan yang sudah meraih kaki Delon terkejut mendengar teriakan itu. Seketika anak kecil itu menangis histeris karena kaget.


“Sudah-sudah jangan menangis ayah di sini.” ucap Delon yang langsung menggendong Zidan dan memeluknya. Jee yang masih merasa syok karena hampir saja membuat Zidah terjatuh merasa bersalah.


“Maafkan tante yah, Zidan.” ucap Jee yang mendekat ke arah anak kecil yang berada dalam pelukan Delon.


Zidan yang sudah berhenti menangis tertawa saat melihat Jee menghampirinya dengan wajah cemasnya.


“Tante, hehehe.” ucap Zidan yang terdengar jelas.


Jee hanya tersenyum kemudian mengelus kepala bocah kecil itu lalu beranjak naik ke kamar untuk mengganti pakaian dengan semangatnya. Alfy yang melihat tingkah istrinya tertawa kecil baru kali ini ia bisa membuat Jee benar-benar kegirangan layaknya bocah kecil mendapatkan hadiah. Setelah cukup lama mereka duduk di ruang tengah kini Jee sudah siap dengan pakaian tebalnya dan sepatu bootsnya.


Alfy yang melihat istrinya begitu terkagum dengan paras cantik Jee yang semakin hari semakin membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi.


“Fy, hati-hati yah. Jaga istrimu!” ucap Tuan Indrawan yang tampak khawatir.

__ADS_1


“Iya, Pi. Kami berangkat dulu yah semuanya.” ucap Alfy yang bergegas menggandeng tangan Jee.


“Dada Tante.” teriak Zidan yang melambaikan tangannya pada Jee.


Jee yang melihat bocah kecil itu merasa berat hati meninggalkannya, akhirnya Jee kembali mendekat ke arah Zidan. “Sayang, emmuuaah, Tante pergi duluyah.” ucap Jee yang tersenyum kemudian mengecup kening bocah itu.


Zidan yang hanya tersenyum manis menyaksikan kepergian Jee dan Alfy yang sudah tidak terlihat lagi mobilnya.


Setelah kepergian Jee da Alfy kini Zeyra yang pulang bersama Delon dan Zidan diikuti dengan suster Syanin tampak bahagian menikmati perjalanan itu.


“Sya, hari ini aku ingin berbelanja keperlua Zidan. Kau bisa bersama Zidan kan di rumah.” ucap Zeyra dengan lembutnya.


“Iya, aku akan menjaga Zidan di rumah kalian pergi saja.” jawab suster Syanin dengan tersenyum ke arah Zidah sambil mencubit pipi cabi itu.


Lama di perjalanan kini mereka akhirnya tiba juga di rumah, tanpa turun dari mobil akhirnya Zeyra dan Delon segera pergi meninggalkan Zidan dan suster Syanin.


“Idan aus.” ucap bocah kecil itu meraba tenggorokannya.


Namun beberapa kali ia memanggil masih belum ada jawaban, sampai akhirnya ia melangkah menuju dapur mencari keberadaan wanita itu namun belum juga tiba. Seperti tidak ada orang di dapur.


Di perjalanan Zeyra dan Delon yang sudah tertawa karena sukses mengerjai suster Syanin. “Untung aja aku ingat menyuruh bibi untuk cuti dua hari ini.” ucap Zeyra sambil tertawa.


“Iya sepertinya permainan kita kali ini lebih menyenangkan yah.” ucap Delon yang ikut tertawa.


“Halo, bang.” ucap Zeyra yang sudah menghubungi Jac.


“Iya, ada apa?” tanyanya bingung.


“Abang bisa tolong ke rumah jagain Zidan sebentar soalnya Zey sama Delon mau pergi belanja keperluan Zidan.” jelas Zeyra yang terdengar serius.


“Aku sendiri? Memangnya bibi kemana?” tanya Jac tidak percaya bisa menjaga ponakan yang super aktif itu.

__ADS_1


Zeyra menjelaskan jika hari ini pelayan di rumahnya sedang cuti dua hari sementara suster Syanin sedang di panggil oleh Ayahnya pulang. Akhirnya Jac yang merasa khawatir mendengar Zeyra meninggalkan ponakannya di rumah sendirian sedang tidur cepat-cepat ia berlari menuju mobil dan melajukan mobilnya.


“Bisa-bisanya mereka meninggalkan Zidan sendirian, astaga orang tua macam apa sih mereka tidak punya rasa khawatir sama sekali.” Jac yang terus mengomel sepanjang jalan. Setelah beberapa menint kemudia mobilnya sudah terparkir di depan rumah dengan cepat ia berlari masuk. Khawatirnya semakin jadi saat melihat pintu rumah itu terbuka dengan sempurna.


Di tambah lagi  Zidan yang menangis kencang, Jac begitu panik dan berlari mendekat ke sumber suara. Zidan yang sedang menangis di ruang tengah sambil menangis melihat kedatangan pamannya.


“Zidan, sini sama paman.” ucap Jac yang terdengar panik.


Sementara suster Syanin yang berlari menghampiri mereka dengan memegang botol susu Zidan terkejut melihat kedatagan Jac.


“Kau.” ucap Jac yang juga tak kalah kaget dengan suster Syanin.


“Mengapa bisa ada di sini?” lanjut Jac yang merasa penasaran.


Suster Syanin tampak bingung mendengar pertanyaannya. “Maksud anda?” tanyanya.


Jac yang menjelaskan padanya jika Zeyra meminta untuk ke rumah menjaga Zidan karena pelayan dan suster Syanin tidak ada di rumah. Suster Syanin yang mendengarnya terkejut, berarti ini jawabannya mengapa bibi sejak tadi di panggil tidak juga datang. Suster Syanin dan Jac merasa di kerjai kali ini.


Beberapa kali Jac menghubungi Zyera namun tetap tidak ada jawaban. “Kita makan dulu yah.” ucap Delon yang mengajak Zeyra singgah di salah satu restoran dalam mall.


Mereka berdua tampak semakin dekat, selama menikah Zeyra dan Delon belum pernah berjalan sedekat ini. Bergandengan tangan dengan Delon sambil tertawa menceritakan suster Syanin yang bersama Jac merawat Zidan.


“Tapi kau dulu pernah menyukai dia kan?” tanya Zeyra pada Delon.


“Tidak, dulu itu aku hanya kagum saja dengan wajah menggemaskannya itu.” jelas Delon tertawa mengingat beberapa waktu lalu ia sangat menggilai wanita manis itu.


Zeyra yang merasa kesal mendengar kejujuran Delon kini terlihat cemberut, Delon menyadari sikap Zeyra segera ia memeluk tubuh istrinya. “Jika aku menyukainya lebih darimu tidak mungkin aku meninggalkannya untuk memperhatikanmu saat hamil, Zey.” Jelas Delon yang terdengar tulus.


Zeyra seketia terdiam mengingat benar yang di katakan Delon, antar Delon dan suster Syanin dulu tidak pernah ada masalah namun Delon sendiri yang menjauh darinya dan memilih membantu Zeyra tiap kali ingin makan sesuatu sampai ia pernah meninggalkan Delon dan memilih Nakula.


Penyesalan Zeyra benar-benar terasa sakit saat mengingat betapa bodohnya dia melakukan pengkhianatan pada Abangnya demi memilih Nakula sampai rela menyakiti hati Delon yang sudah berusaha baik padanya.

__ADS_1


__ADS_2