Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Tiba-Tiba Datang


__ADS_3

Jee yang sudah membantu Alfy mengganti pakaian akhirnya turun sendiri untuk menemui Sisil yang entah sejak kapan menunggunya tanpa memberi tahunya.


"Han, aku turun dulu yah bertemu Sisil," ucap Jee pada Alfy.


"Iya jangan capek-capek yah," jawab Alfy yang sudah membuka laptopnya di meja kamar itu.


Jee yang melangkah keluar berfikir tidak mungkin ia capek jika hanya bersama Sisil justru mungkin Jee akan kelelahan kalau harus bersama Alfy di kamar tentu ia sudah tahu apa yang akan terjadi.


Setelah Jee sampai di lantai bawah ia segera bergabung dengan ketiga wanita itu yang tengah asyik berbicara sambil tertawa lucu menggoda Sisil.


"Ada apa in?" tanya Jee yang segera duduk di selai-sela Nyonya Syein dan Nyonya Flora.


"Ini kita nanya Sisil kapan nikahnya Jee," jawab Nyonya Flora tertawa tanpa henti.


Jee yang mendengar pun ikut menertawakan Sisil kini wajah wanita itu memerah lalu menunduk merasa kalah jika harus melawan ketiga wanita itu.


"Yasudah kita tinggal duluyah sayang," ucap Nyonya Flora mengajak Nyonya Syein untuk menyusul suaminya di lapangan golf belakang rumah.


Setelah kepergian kedua wanita itu Jee yang mulai menghilangkan tawanya membuat Sisil mulai berani menatapnya dengan tatapan seperti akan meminta bantuan.


"Jee," ucap Sisil dengan ragu.


"Iya, ada apa Sil?" tanya Jee dengan santainya.


Wajah Sisil tampak ragu untuk mengatakannya melihat Sisil seperti ittu Jee dengan cepat memegang tangan wanita itu dengan eratnya.


"Ada apa? katakan saja," ucap Jee dengan pelannya.


"Em aku boleh bertanya?" tanya Sisil lagi.


"Tentu saja, apa?" Dengan penasarannya Jee menatap Sisil.


Setelah beberapa lama Sisil berdiam diri untuk memikrikan ucapan yang pertama kali harus ia keluarkan.


"Kak Fiky," Dengan berhenti Sisil mengatakannya.


"Ada apa dengan Kak Fiky?" tanya Jee yang terkejut.


"Apa dia memiliki kekasih?" Dengan suara ragunya Sisil bertanya lagi.


Jee yang mendengar itu langsung tersenyum menatap wanita di hadapannya itu.


"Apa kau menyukainya?" tanya Jee tanpa ragu.


"Bukan begitu Jee," Sisil berusaha membantah.


"Lalu mengapa menanyakan hal itu?" lanjut Jee.

__ADS_1


Melihat tingkah Sisil yang semakin salah tingkah Jee merasa tidak tega akhirnya ia memecahkan suasana saat itu juga.


"Sudahlah kau tidak perlu menjawabku." ucap Jee dengan senyumannya.


Sisil yang masih terus tetap diam merasa tidak tahu harus mengatakan apa lagi pada sahabatnya itu.


"Kak Fiky, tidak memiliki kekasih Sil," jelas Jee dengan yakin.


Mendengar hal itu Sisil dengan cepat merubah ekspresi gugupnya dengan senyuman bahagia dengan cepat ia mendekatkan diri pada Jee.


"Benarkah?" tanya Sisil mencari keyakinan.


"Iya benar dia tidak pernah dekat dengan wanita, Kak Fiky sangat sulit untuk akrab dengan wanita ia memiliki kesenangan dengan kesendiriannya." jelas Jee yang terdengar tampak mengetahui pribadi Fiky begitu dalam.


Dalam hati Sisi sudah terasa begitu lega akhirnya ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Fiky.


Sementara Jee dengan Sisil tengah Asyik berbicara Dokter Adeline tiba-tiba datang membawa beberapa alat medis untuk memeriksa keadaan Jee.


"Permisi Nona, saya akan memeriksa keadaan anda," ucap Dokter Adeline.


"Iya Dokter silahkan," jawab Jee sambil senyum.


Setelah Dokter Adeline memeriksa keadaan wanita itu ia membereskan alat medis yang barusan ia bawa.


"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Sisil yang tidak sabaran.


"Kau harus menjaga kesehatan yah," ucap Sisil pada Jee.


Jee yang mendengar ucapan Sisil tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau seperti sedang bicara pada anak kecil saja," ucap Jee.


"Bagiku kau tetap anak manja yang sama seperti dulu," Sisil dengan beraninya menghakimi Jee.


"Iya...iya dulu memang aku seperti itu tidak usah menyindirku dong," Kesal Jee mengingat hidupnya yang selalu di kelilingi para sahabatnya yang lebih dewasa darinya.


Begitu lama Jee menghabiskan waktu bercerita dengan Sisil sementara Jacobie yang berada di ruang kerja bersama Delon hanya sibuk dengan laptop di hadapannya namun perasaannya tidak begitu semangat seperti biasanya.


Sampai akhirnya malam pun tiba Sisil yang sudah sejak tadi ingin pulang di larang oleh Jee sampai makan malam bersama. Ia sangat merindukan para sahabatnya namun sayangnya saat ini hanya Sisil yang ada bersamanya untuk makan malam.


Setelah semuanya selesai makan malam Alfy segera kembali ke kamarnya melanjutkan pekerjaannya kali ini ia tidak bekerja di ruang kerja karena merasa lelah dan ingin di kamar saja.


Sedangkan Jee meminta waktu untuk bersama Sisil sebentar lagi sebelum wanita itu pulang.


Di ruang kerja kedua pria itu masih sama-sama serius dengan laptop di hadapannya sampai lupa untuk makan malam. Tadinya Bi Ria sudah memanggil mereka untuk ikut makan malam bersama namun kedua pria itu merasa pekerjaannya sedikit lagi selesai dan memutuskan untuk makan setelah selesai semua.


Delon yang sudah lebih dulu selesai di ruangan itu segera turun ke lantai bawah ia melihat kedua wanita yang tampak ceria sambil bercerita.

__ADS_1


"Delon, kau mau kemana?" tanya Jee penasaran.


"Saya ada perlu sebentar Nona," jawab Delon berhenti melangkah ketika mendengar Jee bertanya.


"Oh baiklah silahkan kau pergi," Jee yang kembali berbicara lagi pada Sisil.


Di perjalanan Delon mengirim pesan.


"Aku akan menuju rumahmu," Isi pesan itu.


Wanita yang kebetulan saat itu sedang membersihkan rumahnya tidak mengetahui bahwa ada pesan masuk karena memang ponselnya di letakkan di kamarnya.


Suster Syanin yang mengingat esok ia harus kembali bekerja di rumah sakit memutuskan untuk membersihkan rumah pada malam hari karena hanya waktu itu yang ia miliki.


Celana pendek selutut dengan baju kaos yang mengikuti bentuk tubuhnya membuat wanita itu tampak imut dengan tubuhnya yang tidak begitu tinggi. Rambutnya yang ia gulung tinggi dan di ikat membuat wajahnya terlihat begitu menggemaskan.


Setelah lama menempuh perjalanan Delon akhirnya tiba di depan rumah wanita itu ia dengan pelan ia mengetuk pintu rumah yang terbuka matanya menatap terkejut melihat pemandangan di hadapannya.


Suster Syanin yang tengah asyik bernyanyi sambil menggoyangkan badannya tidak mendengarkan suara ketukan pintu Delon.


Wajah Delon tertawa melihat tingkah suster Syanin yang sangat langkah untuk di dapatkan akhirnya pria itu berinisiatif mengambil ponselnya. Dengan segera Delon membuat video suster Syanin yang masih asyik berjoget dengan memegang pel yang ia gunakan saat itu.


Saat asyik berjoget tiba-tiba suster Syanin terpeleset ketika tanpa sengaja menginjak lantai yang sudah basah dengan cepat Delon berlari masuk menangkap wanita itu.


Kini tubuh kecil wanita itu tertahan dengan tangan sebelah Delon yag sukses membuat wajah pria itu menunduk ke wajah suster Syanin. Saling melempar tatapan dalam sementara suster Syanin tampak terkejut melihat kehadiran pria itu di rumahnya.


Dengan cepat wanita itu melepaskan diri dari Delon dan seketika pria itu sadar dari lamunannya.


"Ada apa anda kemari Delon?" tanya suster Syanin yang sedikit gugup menyadari penampilannya yang begitu kumalnya sedangkan Delon berpakaian rapi lengkap dengan jasnya.


"Bukankah tadi aku sudah mengirim pesan padamu Sya?" tanya balik Delon.


Mendengar itu suster Syanin menepuk jidatnya ia sadar sudah berapa lama tidak memeriksa ponselnya karena terlalu semangat membersihkan rumahnya.


"Ponselku aku taruh di kamar tadi," ucap suster Syanin pelan.


"Yasudah tidak apa-apa, oia apa ini masih lama?" tanya Delon melihat kerjaan suster Syanin.


"Tidak, sebentar lagi selesai kok," jawab suster Syanin.


"Kau selesaikan dulu aku akan menunggumu di mobil kita akan pergi makan." Delon melangkah keluar tanpa menunggu jawaban dari suster Syanin.


Sementara suster Syanin yang terkejut masih diam mematung tidak percaya kejadian barusan begitu tiba-tiba dan sekarang sudah memintanya untuk makan bersama.


Dengan cepat wanita itu membereskan pekerjaannya lalu bergegas membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi ke mobil Delon.


Halo readers selamat membaca yah jangan lupa like dan komennya author tunggu loh. Oia author mau kasih tahu juga jangan lupa mampir di karya author yang baru yah judulnya "Ayah Peluk Aku" novel yang satu ini author tulis benar akan menjadi pembelajaran setiap orang dalam hidupnya akan banyak kisah-kisah yang berakhir hal yang baik dari novel ini. Terimakasih Assalamualaikum Wr. Wb.

__ADS_1


__ADS_2