Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Ngidam


__ADS_3

Sementara semua menangis namun tidak ada mendapat respon apapun dari Tuan Reindra yang masih terbaring tak berdaya di kasur itu seketika Nyonya Syein pun mendadak pingsan melihat itu semua terkejut Alfy dengan cepat kembali medekat ke arah Nyonya Syein.


"Mah jangan seperti ini Alfy tidak kuat Mah!" Teriak Alfy memenuhi ruangan itu dengan suara tangisan kini jiwa kepemimpinannya runtuh seketika menjelma menjadi anak ingusan yang menangisi kedua orangtuanya dengan sejadi-jadinya.


"Alfy kuat, Nak," ucap Tuan Indrawan menyemangati menantunya.


Kini mereka berpelukan dengan kesedihan yang membuat ruangan itu kini penuh dengan suara tangisan karena tidak ada yang bisa menahannya lagi mereka benar-benar keluarga yang penuh dengan kasih sayang satu sama lain.


Di sisi lain Jacobie sudah mengurus kasus Paman Alfy dan sudah di atasi oleh kepolisian dengan ketat kini Paman Alfy sudah mendekam di penjara dengan tawa yang penuh kepuasan di wajahnya. Jacobie sudah memastikan penjagaan di perketat selain penjagaan kini yang mengurus kasus itu bukan polisi biasa ia adalah polisi dari petinggi yang di utus jac karena hanya dialah yang selalu mengatasi kasus apapun mengenai keluarga Syein kesetiaannya tidak dapat di ragukan lagi. Sudah turun temurun mereka mengabdikan pada keluarga Syein Biglous.


Di rumah sakit Alfy sudah mulai bisa mengendalikan dirinya sementara belum pada Jee yang masih menangisi rasa bersalahnya pada Papah mertuanya karena sempat berfikir ingin menunda kehamilannya karena merasa belum siap betapa egois sekali wanita itu tidak memikirkan umur mertuanya yang sudah sakit-sakitan. Itulah yang ada di dalam fikiran Jee sampai akhirnya ia jatuh pingsan karena menahan rasa sakitnya berhubung kesehatannya juga memang tidak begitu baik selama hamil mudanya itu. Melihat Jee pingsan Alfy dengan cepat berlari melangkah ke arah istrinya yang terbaring di pinggir kasur Papah mertuanya.


"Jee bangun," ucap Alfy yang panik dengan segera ia membawa ke ruangan untuk di periksa. Dengan cepat dokter datang memeriksa keadaan wanita itu.


"Bagaimana Dok?" tanya Alfy.


"Nona muda sangat kelelahan Tuan," jawab Dokter itu.


"Lalu apa yang harus saya lakukan Dok?" tanya Alfy sedikit cemas.


"Tidak ada Tuan Nona akan saya infus untuk menambah kekuatannya karena di usia kehamilan awal pasti ia sangat sulit makan," jelas Dokter itu dengan tenang.


"Lakukan yang terbaik Dok," ucap Alfy yang sudah tidak sabaran.


Kini Alfy duduk di pinggir kasur dimana istrinya di rawat fikirannya terpecah belah sambil memegang kepalanya menunduk ia menangis mengapa semua bersamaan seperti ini berat sekali perjalanannya saat ini ditambah lagi istrinya yang sangat lemah fisiknya.

__ADS_1


"Nak jangan khawatir kami di sini," Dengan menyemangati menantunya Nyonya Flora tersenyum dan memegang pundak pria tampan itu yang meskipun terlihat kusut masih tetap saja tampannya sangat abadi.


"Terimakasih Mi," ucap Alfy yang memeluk tubuh Ibu mertuanya itu dan melampiaskan rasa sedihnya.


Rasanya ketika berada di pelukan Ibu itu ia sama seperti sedang memeluk Mamahnya yah perlakuan Mami Flora tidak ada bedanya pada anak dan menantunya sekalipun, sikap penyayangnya membuat siapa pun yang dekat dengannya ikut merasakan kasih sayang yang tulus di berikan.


Tidak lama kemudian Jee sudah sadarkan diri dan membuka matanya.


"Istriku kau sudah sadar ? apa ada yang sakit menurutmu apa yang aku harus lakukan?" Pertanyaan demi pertanyaan Alfy lontarkan pada istrinya itu.


"Aku baik-baik suamiku," ucap Jee tersenyum dan memegang pipi suaminya lembut.


"Benarkah?" tanya Alfy meyakinkan.


"Tentu saja suamiku aku hanya merindukanmu," ucap Jee ingin memeluk suaminya dengan merentangkan kedua tangannya.


"Ada apa istriku?" tanya Alfy terkejut dengan perlakuan kasar istrinya.


"Aku tidak bisa mencium aroma tubuhmu suamiku," ucap Jee menutup mulut dan hidungnya.


"Apa aku bau?" tanya Alfy sambil mencium beberapa bagian bajunya bergantian namun wajahnya bingung rasanya masih sangat wangi tidak ada aroma bau sama sekali.


"Tidak tahu rasanya aku tidak kuat saat kau mendekat mual sekali suamiku," jawab Jee merasa bersalah.


"Yasudah aku akan membersihkan badan dulu yah," ucap Alfy yang mau beranjak pergi ke kakamar mandi di ruangan rumah sakit pribadi mereka. Namun segera di tahan oleh Mami Flora.

__ADS_1


"Tidak perlu, Nak." ucapnya tersenyum.


"Ada apa Mi?" tanya Alfy bingung.


"Itu hanya bawaan anak kalian saja," Dengan tersenyum lucu melihat tingkah kedua orangtua yang masih mudah itu.


"Benarkah Mi?" tanya Alfy yang masih belum mengerti.


"Iya itu hanya bawaan bayi nanti akan hilang sendirinya tapi untuk saat ini kalau bisa kalian jauhan dulu kasihan Jee jika mual terus," jelas Mami Flora.


Mendengar hal itu mata Alfy melotot kaget bagaimana bisa jika ia harus jaga jarak pada istrinya semenit saja berjauhan rasanya tidak sanggup dan apa ini harus berjauhan dulu.


"Berapa jam Mi," ucap Alfy dengan polosnya.


Mendengar pertanyaan Alfy sontak membuat Mami Flora tertawa geli bagaimana bisa ngidam seseorang hanya hitungan jam.


"Fy bukan jam tapi minggu tepatnya," ucap Mami Flora tertawa.


"Apa Mi minggu?" tanya Alfy terkejut setengah berteriak kaget.


"Istriku ku mohon jangan menghukumku dengan hal yang satu ini," ucap Alfy memohon.


"Aku tidak mengerti suamiku," ucap Jee tertawa kecil melihat tingkah lucu suaminya.


"Bagaimana aku bisa tidur tanpa memelukmu setiap malam?" tanya Alfy dengan wajah penuh kekecewaan.

__ADS_1


"Mengalah lah untuk anak kita suamiku," jawab Jee dengan wajah menahan tawanya. Rasanya baby di dalam perutnya bahagia ketika menyiksa papahnya yang menggemaskan itu.


Hai reader semoga kalian suka yah dengan alur yang author buat dan bisa menjadi hiburan untuk kalian. Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak baca kalian yah like dan koment kalian sangat author butuhkan untuk bentuk dukungan. Terimakasih atas kesetiaan kalian Assalamualaikum Wr. Wb.


__ADS_2