Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Ancaman


__ADS_3

Setelah dua jam berlalu kini Jee sudah pergi menuju kelas berikutnya Alfy melepaskan istrinya dan tetap menyuruh salah seorang kepercayaannya yang di pilih oleh Jacobie untuk mengawasi Nona mudanya selama berada di kampus. Alfy yang kini berada di perjalanan menuju kantornya tidak berkata apa-apa selama di perjalanan Jacobie yang melihat tingkah Tuannya hanya bergeleng kepala dalam hati karena baru kali ini ia melihat tingkah pria itu seperti orang yang baru mengenal wanita sampai semua pekerjaan yang sudah di susun oleh Jacobie berhambur dari waktu yang sudah di susun kini ia harus menyusun ulang untuk bisa selesai tepat waktu.


Sementara Tuan Frans yang kini telah mendapat informasi jika Pengacara muda itu memegang salah seorang saksi merasa sangat murka.


"Bisa-bisanya wanita tua itu berani bermain-main padaku!" Kekesalan terpancar di wajah yang penuh tatapan kebencian itu.


"Sepertinya mereka benar-benar akan memenangkan kasus ini Tuan," jawab salah seorang kepercayaan Tua Frans dengan wajah ketakutan.


"Baiklah jika mereka menginginkan itu kita akan membuat suatu permainan kali ini dan ini harus berjalan cepat," ucap Frans dengan menggoyang-goyangkan wine di gelas yang ia genggam saat itu.


"Bagaimana maksud Tuan?" tanya pria di depannya yang masih belum mengerti maksud perkataan Frans.


"Kau tau wanita yang kau celakai itu?" tanya balik Frans padanya.


"Iya tuan saya tahu," jawab ragu pria itu.


"Dia adalah sumber kekuatan kita saat ini," Frans berkata dengan tersenyum licik karena sudah mengetahui kelemahan Alfy berada pada istrinya itu.


Disisi lain. "Jac pastikan Ibu beserta cucunya baik-baik saja!" Perintah Alfy pada orang keeprcayaannya itu.


"Baik Tuan semuanya sudah saya urus," jawab Jacobie.


"Bagus dan untuk wanita itu saat ini kita berpura-pura saja tidak tahu tentang semuanya," Alfy meminta Jacobie untuk merahasiakan sesuatu sampai waktu yang Alfy tunggu.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab tegas Jacobie sambil melirik spion mobil yang menunjukkan wajah tampan Tua mudanya itu.


Saat Alfy dan Jac telah tiba di kantor Syein Biglous mereka bergerak cepat memasuki ruangan dengan tatapan angkuhnya semua karyawan hanya mampu menundukkan kepala tidak ada yang berani menaikkan kepalanya untuk menatap Alfy yang terkenal sangat dingin dan tidak suka jika di ajak berbicara hal yang tidak penting. Setibanya di dalam ruangan Alfy menyusun siasat dengan Jacobie tentang istrinya yang kemungkinan akan menjadi mangsa pria yang haus kekayaan itu. Karena Alfy sudah bisa membaca fikiran orang seperti itu akhirnya dengan cepat Jacobie menelfon beberapa orang kepercayaannya untuk mengikuti permainan Tuan Frans yang terlihat kurang pandai untuk melawan Pengara cerdas seperti Alfy.


"Jee kau benar tidak ingin kami antar bagaimana jika Paman Indrawan mengetahui habis kita," ucap Sisil ragu melepaskan kepulangan wanita cantik anak dari sahabat ayahnya.


"Tidak apa-apa kan sekarang aku bukan Jee yang masih kecil seperti dulu aku sudah memiliki suami dan supir juga," ucap Jee tersenyum mengejek.


"Ih dasar kau mentang-mentang sudah memiliki pria tampan di sampingmu lupa dengan kami," celoteh Mira yang tersenyum bahagia melihat sahabatnya juga tertawa ceria.


"Jee tidak ingin pulang bersamaku?" tanya Fiky yang datang menghampiri mereka.


Seketika Jee tersadar ancaman Alfy. "Jika kau berani dekat dengan pria lain lagi selain aku kau akan ku buat tidak bisa melangkah," Ancam Alfy saat bersama istrinya di mobil tadi.


"Baiklah aku duluan yah," ucap Fiky yang dengan wajah lesunya karena tidak bisa bersama Jee meskipun hanya sebentar saja.


Kini Jee sudah berada di dalam mobil bersama supir setianya itu, Pak Deni.


"Pak pelan-pelan saja yah Jee takut soal yang waktu itu terulang lagi," ucap Jee dengan wajah yang menunjukkan rasa trauma setelah kecelakaan waktu itu.


"Iya Nona saya pelan-pelan saja mana pernah laju Non," ucap Pak Deni dengan nada bercanda.


"Iya sih pak tapi mereka benar-benar nekat bagaimana kalau kemarin malah justru mereka yang terluka kan kasihan," ucap Jee dengan nada polosnya.

__ADS_1


"Astaga apa-apaan Nona Jee ini bukannya nyumpahin pelakunya malah kasihan," gumam Pak Deni yang menggeleng heran.


"Nona tidak perlu mengkhawatirkan mereka semua sudah mereka tukar dengan uang yang banyak pastinya," jelas Pak Deni dengan tegas.


"Apa Pak Deni bilang...uang?" tanya Jee yang terkejut.


"Iya Nona mereka itu di bayar oleh musuh Tuan Muda karena saat ini Tuan muda sedang menghadapi kasus besar," Pak Deni dengan sabar menceritakan pada istri cantik Alfy itu.


"Berarti saat ini Alfy sedang berada dalam masalah tidak seharusnya aku membuatnya tambah fikiran," gumam Jee yang merasa bersalah pada suaminya karena ulahnya yang tidak bisa menjauh dari Fiky karena memang biar bagaimana pun Jee dulu pernah menyimpan rasa yang sampai saat ini Fiky belum ketahui.


Setelah diperjalanan tiba-tiba saja mobil terhenti. "Ada apa Pak? tanya Jee bingung.


"Itu di depan ada mobil yang menghadang kita Non," ucap Pak Deni tegang.


Jee yang melihat ke arah depan terkejut namun Pak Deni menyuruh Jee untuk tetap di mobil sementara Pak Deni akan turun melawan mereka selain profesinya sebagai supir Pak Deni memiliki kemampuan berkelahi karena ia di utus Jac yang memang berasal dari kelompok anggota mafia di Jerman saat itu.


Kemampuannya yang begitu hebat mampu membuat Alfy percaya selain Jacobei dan Delon ada Pak Deni yang bisa di andalkan. Namun saat Pak Deni melawan beberapa orang di depan sana tanpa ia sadari ada beberapa orang yang menyelinap ke mobil Nona mudanya dan menculik Jee.


Setelah semua mampu di kalahkan oleh Pak Deni ia kembali ke dalam mobil namun betapa terkejutnya ketika membuka pintu mobil karena tidak ada sosok wanita cantik di mobil itu.


Dan sangat di sayangkan kali itu pengawal bayangan Jee tidak mengikuti mereka sampai di perjalanan. Karena tugasnya hanya berada di masa Jee kuliah. Di perjalanan tugas itu akan kembali di ambil alih oleh Pak Deni.


"Astaga Nona Jee!" Pak Deni berteriak bingung lalu melihat ke arah luar tidak ada satu orang pun yang ia lihat di sekitar sana.

__ADS_1


Selamat membaca terimakasih telah mendukung author semoga suka dengan jalan ceritanya dan jangan lupa untuk meninggalkan like dan coment yah.


__ADS_2