Istri Seksi Milik Pengacara Tampan

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan
Cemburu Akan Di Balas Cemburu Juga


__ADS_3

Tuan Reindra yang juga merasa kehilangan tidak bisa berkata apa-apa selain menenangkan istrinya yang menangis. Rasa sedih sangat mereka rasakan bagaimana bisa Nakula secepat itu meninggalkan mereka padahal belum lama ia datang di rumah itu untuk meminta maaf dan berusaha memperbaiki dirinya.


“Ada apa, Mah...Pah?” tanya Alfy yang penasaran.


“Nakula kecelakaan baru saja, Fy. Dan kita mendengarnya dari berita.” Sahut Nyonya Flora.


Alfy dan Jee yang mendengar seketika terkejut rasanya seperti mimpi dan teleivisi yang masih menyala tampak menyiarkan berita kematian tersebut.


Semua keluarga kini bersiap untuk ke rumah sakit mengurus jenazah Nakula yang sudah di bawa ke sana sejak penyelamatan tadi. Selama perjalanan Nyonya Syein terus menangis tanpa hentinya bagaimana pun ia adalah seorang wanita yang memiliki kasih sayang begitu besar pada siapa pun yang dekat dengannya.


Setelah banyaknya air mata di ruang jenazah itu tumpah kini ambulans sudah menuju kediaman Syein bersama keluarga besar untuk mempersiapkan pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Alfy yang menatap wajah Nakula masih terbayang kemarahannya yang belum sempat ia memaafkan pria itu. Ada rasa bersalah di rasakan Alfy bagaimana bisa dia terus menanam kebencian di hatinya dengan keluarga yang saat ini sudah tiada lagi.


Jee yang melihat suaminya terdiam mematung segera memegang erat lengannya untuk memberikan semangat.


Delon dan Jac yang mengetahui kabar Nakula segera menjemput Zeyra, walau bagaimana pun ia mengandung anak dari pria itu. Setelah kedua pria itu tiba di rumah Zeyra dengan segera memberitahukan tentang kematian Nakula. Zeyra begitu terkejut ternyata firasatnya yang membuat gelisah adalah kepergian pria itu. Kini mereka bersama suster Syanin ikut menuju rumah utama untuk melayat.


Hari itu terlewatkan sangat cepat semua sesi pemakaman sudah selesai dengan baik, cuaca yang tidak begitu cerah seakan ikut mengantar kepergian Nakula ke tempat peristirahatan terakhirnya. Nyonya Syein masih terus


menangis tanpa henti.


Nakula yang memang memiliki kesalahan fatal setidaknya sudah sedikit menebusnya dengan membantu Alfy di masa terjatuhnya nama pengacara itu.


“Aku sudah memaafkanmu, Nakula.” Gumam Alfy yang menatap pemakaman baru itu.


Kini semua sudah pulang ke rumah masing-masing dengan wajah yang memiliki ekspresi berbeda. Keesokan harinya saat keluarga sedang sarapan tiba-tiba saja Tuan Reindra memecah keheningan.


“Jee, apa kau belum hamil lagi?” tanya Tuan Reindra.


Sontak semua mata terkejut mendengarnya termasuk Alfy ia seketika berhenti mengunyah makanan di mulutnya. Hatinya begitu takut untuk menuruti permintaan sang Ayah kali ini sangat teringat kejadian di mana Jee hampir meninggalkannya ketika hamil.


“Ayo, kau sudah siap kan?” ajak Alfy yang menarik tangan Jee untuk bergegas keluar menuju kampus.


Jee yang tidak mengerti dengan sikap suaminya merasa bingung selama perjalanan Alfy terus berdiam diri saja. Namun, ia ternyata belum lupa dengan misi selanjutnya untuk Jee. Di kampus saat Alfy mengantarkan Jee ke depan kelas semua wanita menggoda Alfy dengan tidak tahu malunya. Mereka sama sekali tidak menghiraukan keberadaan wanita cantik di sampingnya.

__ADS_1


“Aw...” suara Jee yang terdorong oleh mereka karena ingin dekat dengan Alfy dan berfoto.


Alfy yang tidak memperdulikan istrinya hanya tersenyum saat di ajak selfi dengan wanita-wanita itu.


“Apaan sih wanita-wanita gen*t ini.” Gerutu Jee sambil melangkah mendekat pada kerumunan.


Dengan sigap tangan Jee menyingkirkan satu persatu dari mereka dengan tenaganya yang terlihat sangat kuat. Wajahnya merah padam karena marah suaminya di ganggu.


“Kalian mau aku hajar satu-satu yah?” teriak Jee yang sudah bergemetar.


“Kan kami hanya ingin berfoto dengan pria tampan ini, siapa tau bisa jadi istrinya.” Jawab salah seorang wanita itu.


“Iya, jadi istri yang kedua dan seterusnya juga kami mau.” Lanjut wanita.


“Kaliaannnn....!” teriak Jee mendorong semua wanita itu menjauh dari Alfy.


Insiden pagi itu tampak ramai sampai akhirnya Jee yang sudah tidak bisa tenang menarik suaminya masuk ke dalam kelas.


“Sayang, untuk apa aku masuk?” tanya Alfy yang di tarik oleh Jee.


Semua mahasiswa di kelas itu tampak heran melihat kedatangan Alfy yang baru saja ikut bergabung di kelas itu. Dan melihat Jee yang biasanya sangat lembut kini berubah seperti Ibu-ibu yang cerewet.


“Ternyata wanita bisa berubah jadi monster yah ketika cemburu.” Gumam Alfy sambil memandangi Jee.


Tidak lama kemudian Dosen datang, kali ini bukan Fiky karena mata kuliah yang lainnya dan beruntunglah Alfy tidak bertemu Fiky.


Setelah perkuliahan Jee langsung menarik tangan suaminya menuju mobil sambil sesekali matanya menatap tajam ke arah wanita yang lewat berlalu lalang di hadapan mereka.


Alfy kali ini hanya diam dan mengikuti langkah istrinya saja tanpa protes sedikit pun. Ada rasa senang terbesit di fikiran pria itu rasanya seperti memenangkan lotre saja.


“Ayo pulang.” Ajak Jee sambil masuk ke mobil.


Hari yang tampak jelas begitu cepat datang menyambut malam, kini Alfy dan Jee yang berada di kamar terdengar sangat hening, tidak ada suara apa pun dari mereka.


Tiba-tiba ponsel Alfy berdering, Jee yang merasa risih dengan dering ponsel yang terus menerus bunyi kini beranjak mendekat. Saat itu Alfy sedang berada di kamar mandi.

__ADS_1


“Halo, ini Tuan Alfy.” Ucap wanita itu.


“Tuan, ini saya salah satu yang di kampus kemarin.” Lanjut wanita itu lagi.


“Hey...beraninya kau menghubungi suamiku!” bentak Jee setengah berteriak.


Dengan cepat wanita itu mematikan ponselnya, Jee benar-benar merasa geram sejak kapan Alfy memberikan nomor ponsel pribadinya pada orang lain.


Alfy yang baru saja keluar dari kamar mandi terheran melihat tatapan istrinya yang seperti ingin menerkamnya habis-habisan.


“Ada apa?” tanya Alfy.


Jee yang sudah tidak bisa menahan emosinya segera melemparkan ponsel suaminya tepat di dekat kaki Alfy.


“Ada apa ini?” tanya Alfy.


“Kau, sejak kapan memberikan nomor ponselmu pada orang lain?” bentak Jee.


“Aku tidak tahu jika itu membuatmu marah, mereka memaksaku memberikan nomor ponsel.” Jawab Alfy dengan polosnya.


Jee yang marah kini berbaring di kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Alfy perlahan mendekat ke arah istrinya.


“Aku tidak suka kau di kejar-kejar dengan wanita.” Ucap Jee yang memecahkan keheningan.


“Kau cemburu?” tanya Alfy.


“Iya aku cemburu, puas?” tanya Jee.


Alfy yang mendengar kali ini istrinya cemburu padanya tersenyum dalam hati begitu senangnya mendapat momen langka ini.


“Baiklah aku akan menikmati sebentar momen ini.” Gumam Alfy yang seketika terdiam tampak mengingat kata cemburu dari mulut istrinya.


Kemudian ia tersadar kembali dan melanjutkan misi berikutnya. Alfy sedikit bercerita tentang cemburu, sangat tidak enak jika seseorang merasakan cemburu dan pasangannya tidak menjaga dirinya untuk menghindari hal itu. Terlebih lagi jika pasangan tidak menjaga perasaan pasangannya suatu waktu keadilan akan berbalik dan menyakiti diri sendiri tentunya.


Jee yang mendengar sadar jika cemburu membuat dirinya sangat kehilangan akal kali ini. Meski pun begitu Jee masih belum sadar jika perlakuannya selama ini sangat menyakitkan suaminya.

__ADS_1


Tiap kali Alfy bersama Jee selalu mendapat pandangan dari pria di sekitar mereka dan itu membuat Alfy ingin sekali menghajar mereka.


__ADS_2