Learn to Love You

Learn to Love You
Bagi-bagi Uang Kaget


__ADS_3

Seperginya Alena, Fayra yang tidak merasa melakukan kesalahan apapun malah terkena sidang oleh semua sahabatnya.


Awalnya Fayra terkejut saat Sheila menggebrak meja, karena terlihat jelas kekecewaan di wajah Sheila terhadap Fayra.


Brak!


"Lu itu bod*doh apa lugu sih, Raa! Apa lu lupa bagaimana sikap mereka sama lu sebelumnya?"


"Kenapa sih, Raa. Kenapa! Kenapa Tuhan menciptakan manusia sebaik lu, yang masih mau bersikap lembut sama mereka. Bahkan lu rela ngehadiri acara mereka yang jelas-jelas enggak masuk akal!"


"Kalau mereka mau minta maaf, ya udah minta maaf yang tulus enggak harus maksa lu buat hadirin acara mereka. Itu kesannya kek ada sesuatu yang mereka rencanakan buat lu!"


Sheila terlihat begitu marah kepada Fayra, disaat Fayra mau mencoba menenangkan Sheila dan membuka mulutnya untuk menjawab semua pertanyaan Sheila.


Tiba-tiba saja semuanya malah ikut menyalahkan Fayra, termasuk Ace. Disitu Fayra terdiam mendengar semua pendapat mereka yang memang sama sekali tidak menyetujui apa yang dia lakukan barusan.


"Apa yang dikatakan Sheila itu benar, Honey. Kenapa kamu menentukan jawaban sendiri, sedangkan kita semua mau menolak penawaran itu!" tegas Ace.


"Gua tahu, Raa. Lu itu orang baik, lu pasti ngerasa enggak enak kan mau menolak tawaran mereka. Tapi balik lagi, Raa."


"Kita semua kenal siapa Alena, bisa aja sikap dia sekarang terkesan manis di depan kita, tapi kita enggak tahu dibelakangnya akan ada badai apa yang akan kita hadapi. Jadi lebih baik batalin aja deh, gua enggak mau kalau ada apa-apa sama lu."


"Bener tuh yang dibilang Arsyi, gua juga ogah kali dateng ke sana. Siapa tahu mereka mau menjebak kita agar bisa masuk ke perangkapnya, jadi mendingan kita jauh-jauh deh. Sumpah gua jadi merinding!"


"Udahlah Honey, enggak usah ke sana. Kita buat acara aja sendiri, kan kita mau liburan ke puncak. Nanti aku bilang Daddy buat pinjam Villanya."


"Nah, kalau itu gua setuju. Tapi, kalau tadi sorry aja, gua enggak setuju. Lebih baik gua tidur di rumah dari pada dateng ke acara enggak jelas itu!"


"Ya, Ric. Gua juga males mendingan gua nginep di rumah lu kita bergadang sampai pagi main PS, itu jauh lebih seru kan haha ...."


"Udah, Raa. Lu batalin aja semuanya, gua enggak mau sampai ada hal buruk terjadi sama lu. Lu itu udah gua anggap sebagai adik gua sendiri, jadi gua enggak mau ngelihat lu menderita karena ulah ular itu!"


Fayra terdiam mendengar semua perkataan para sahabatnya yang memberikan pendapat buruk tentang acara tersebut.


Namun, Fayra tetap sama pendiriannya. Dia akan menghadiri acara tersebut tanpa atau adanya mereka,


Menurut Fayra, kemungkinan besar diacara ini bisa membuat hubungan Alena dan Fayra semakin membaik.


Berbeda halnya dengan semuanya, yang masih kekeh jika acara tersebut bukanlah acara biasa. Melainkan seperti sebuah jebakan yang mengatas namakan tanda maaf Alena kepada Fayra.


"Aku percaya kali ini Kak Alena benar-benar serius mau baikan. Buktinya kalian lihat kan, tadi sikapnya tidak seperti biasanya." jawab Fayra.


"Astaga, Raa! Lu tahu Alena wanita kaya gimana, seorang Alena mau meminta maaf? Haha, mustahil! Gua tahu, pasti ada rencana dibalik senyumannya itu." tegas, Sheila.

__ADS_1


"Ya udalah, kalau kalian enggak mau dateng. Biar aku aja sendiri yang dateng, toh apa salahnya kita kasih kesempatan buat mereka untuk jadi orang baik." sahut Fayra.


"Lu tuh ya, Raa. Bener-bener! Arrghhh ...." geram Sheila, dia terlihat begitu gereget saat sahabatnya sudah kemakan dengan sikap Alena yang sok baik.


"Please, Honey. Aku mohon jangan dateng ke sana, perasaanku enggak enak!" rengek Ace, memegang tangan Fayra.


"Enggak bisa, Bunny. Aku udah janji sama Kak Alena, lagi pula dengan kita datang ke sana itu pasti akan membuat Kak Alena senang." ucap Fayra menatap wajah Ace, yang sedikit sedih.


"Bagaimana jika hal buruk terjadi sama kamu?" tanya Ace, membuat Fayra terdiam sejanak dan kembali tersenyum.


"Setidaknya aku sudah berusaha jadi orang baik, Bunny. Jika mereka membalas kebaikanku dengan hal buruk, itu urusan mereka. Yang penting aku sudah memberikan kesempatan buat Kak Alena."


Semuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat reaksi Fayra begitu tenang. Mereka tidak percaya, jika ada orang yang berhati sebaik Fayra.


Sheila melihat ketulusan di hati Fayra, membuatnya begitu minder. Sheila merasa sangat jauh dari Fayra, belum lagi sampai detik ini saja Sheila susah untuk memaafkan masa lalunya.


*


*


2 hari berlalu, tepat di hari ini Ace dan Fayra sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara Alena. Mereka mendapatkan sebuah alamat yang sudah Alena share ke ponsel masing-masing.


"Honey, udah belum ganti bajunya. Kenapa lama banget!" rengek Ace yang sudah siap dengan semuanya.



"Sebenarnya kamu itu tidur apa ganti baju sih! Ingat, jangan cantik-cantik! Kecantikanmu cuman buat aku, paham!" teriak Ace, kesal.


"Ya, bawel banget sih!" sahut Fayra, ikutan kesal.


5 menit berlalu, pintu ruang ganti pun terbuka bersamaan dengan munculnya Fayra yang terlihat begitu cantik.


"Gimana, Bunny? Aku cantikkan pakai dress ini, hihi ...." ucap Fayra sambil terkekeh melihat kecantikan dirinya sendiri.



Ace menoleh menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut, dimana penampilan Fayra kali ini benar-benar sangat berlebihan.


"Can--, yak! Ngapain kamu pakai baju itu, sih! Apa kamu berniat ingin memamerkan belahan Cerrymu yang sudah menjadi milikku, iya?"


Ace terkejut, lalu berdiri menatap penampilan istrinya yang saat ini benar-benar menggoda. Akan tetapi, ini bukanlah waktu yang pas untuk Ace memuji kecantikan istrinya.


"Emangnya pakaianku terlalu terbuka? Perasaan enggak deh, ini juga bajunya aku beli sama Mommy kemarin loh." jawab Fayra.

__ADS_1


"Bodo amat! Aku enggak mau tahu, cepat ganti baju yang lain. Kan kemarin kamu beli banyak gaun sama Mommy." tegas, Ace. Matanya terus menatap tubuh mulus istrinya yang terpampang jelas.


"Tap---"


"Aku bilang ganti, ya ganti!" pekik Ace, begitu kesal.


"Ckk, iya-iya bawel banget sih, udah kek ibu-ibu!" gumam kecil Fayra, sambil berjalan ke arah ruang ganti.


Ace melihat Fayra kembali masuk kedalam, membuat dia langsung duduk di tepi ranjang dalam keadaan gusar.


"Huhh, selamat! Andai aja dia sampai nekat pakai baju itu, bisa-bisa jantan langsung klepek-klepek! Ya kali, aset berharga gua di umbar, udah kek bagi-bagi uang kaget aja!" gumam Ace.


"Eh, ta-tapi kalau dia pakai baju itu kenapa auranya beda ya hihi ... Kek ada manis-manisnya gimana gitu. Yak, apaan sih Ace! Jangan ngadi-ngadi deh, ingat lu mau pergi jadi jangan aneh-aneh dah!" sambung Ace, pikirannya sudah melambung tinggi.


5 menit, Fayra kembali keluar dari ruangan dalam keadaan baju yang dia gunakan sudah berganti.


"Kalau ini gimana, Bunny? Sudah pas kan, pasti lebih cantik dari tadi ya hehe ...." ucap Fayra berdiri di sambil Ace.



Perlahan Ace menoleh menatap kaki Fayra lalu naik dan menatap tubuhnya yang sangat indah. Kedua mata Ace membola besar, sambil kembali menelan air liurnya sendiri.


"Gak! Gak ada yang cantik, itu jelek! Cepat ganti lagi!" titah Ace, berusaha mengendalikan detak jantungnya.


"Hah? Je-jelek? Dari mana jeleknya sih, Bunny." jawab Fayra, kesal.


"Pokoknya aku bilang jelek ya jelek! Udah sana masuk lagi. Terus ganti baju yang tertutup, aku enggak mau asetku di lihat oleh pria lain!" tegas Ace, wajahnya mulai memerah.


"Jadi ini jelek gitu?" tanya Fayra, meyakinkan Ace.


"Ya, jelek! Jelek banget malahan. Udah cepatan ganti, enggak pakai lama!" sahut Ace, kembali menatap layar ponselnya untuk mengalihkan kegugupan hatinya.


"Ckk, menyebalkan!" gumam lirih Fayra, langsung dan kembali berbalik berjalan ke ruang ganti.


Mendengar suara pintu tertutup, Ace segera meliriknya dalam keadaan perasaan jauh lebih tenang.


"Sumpah, punya bini ngeselin banget! Sebenarnya dia itu mau ke acara atau mau nguji iman gua sih! Dari tadi gua lihat-lihat pakaiannya terbuka semua, coba aja enggak ada acara udah gua terkam tuh anak!"


Ace mengoceh sendiri, ketika melihat istrinya seperti sedang mempermaikan hasratnya yang saat ini mulai bangkit.


Ace kembali menunggu, hingga beberapa menit kedepan. Fayra kembali keluar, kali ini penampilan sesuai sama apa yang Ace ucapkan.


"Maksudnya tertutup seperti ini, Bunny?" Fayra berdiri di samping suaminya.

__ADS_1


Ace kembali menatap Fayra, melihat semua penampilan Fayra memang benar-benar mirip seperti apa yang dia ucapkan.


Namun, Fayra yang melihat reaksi suaminya tidak seperti tadi malaj semakin bingung. Apa lagi yang salah sama penampilannya? Padahal dia sudah menuruti semua permintaan suaminya.


__ADS_2