
"O-om Daniel? Ini benarkan Om Daniel Richadzon?" ucap Kharel dengan wajah terkejut, dia tidak percaya dengan hari ini.
Sekian lama dia mencari dan mencari, pada akhirnya takdir menemukan mereka tanpa di sengaja. Appa Daniel masih terdiam dia bingung kenapa Kharel bisa mengenalinya, sementara dirinya tidak ingat siapa pria yang ada dihadapannya saat ini.
"Dari mana Tuan bisa tahu namaku, apakah kita sebelumnya saling mengenal? Dan Tuan ini siapa, ada keperluan apa Tuan datang ke sini?" tanya Appa Daniel dengan rasa penasarannya.
Amma Tryta menatap wajah Kharel dengan intens sampai akhirnya dia mulai teringat, siapa Kharel sebenarnya.
"Ka-kamu bukannya Baby Boy Xavia, kan?" ucap Amma Trysta, wajahnya begitu syok dan juga terlihat ceria.
"Astaga, kenapa Tante Trysta malah ingetnya panggilan itu sih. Kenapa bukan namaku, udah tahu panggilan itu panggilan yang sangat menyebalkan!" gerutuk Ace didalam batinya.
"Loh kok Amma tahu jika Pak Kharel ini suka dipanggil Baby Boy sama Mamahnya?" sahut Fayra baru saja datang membawa nampan berisikan minuman dan sedikit cemilan kue.
Kedua orang tua Fayra menoleh kearah anak dengan wajah bingungnya, lalu Fayra menyuruh mereka semua untuk duduk terlebih dahulu. Supaya suasana tidak menjadi kaku dan sedikit menegangkan.
Setelah mereka semua duduk, Kharel pun langsung meminum air yang sudah Fayra bawakan untuk sedikit menetralkan rasa gugup yang terus berkelanjutan.
"Ji-jika mereka Tante Trysta dan Om Daniel, ja-jadi Fayra ini ... Princes Chubby?" gumam batin Kharel dengan wajah syoknya saat melihat Fayra. Dia tidak menyangka jika pertemuan yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
Padahal Kharel sudah sangat putus asa untuk mencari keberadaan mereka semua karena pada saat itu orang tua Kharel dan Fayra adalah tetanggaan.
Kharel selalu menemani Fayra main ketika dia masih kecil sekitar usia 6 tahun. Dan Kharel pun pada saat itu sudah berusia 13 tahun, dimana Kharel selalu berusaha melindungi serta menemani kapanpun Fayra inginkan.
__ADS_1
Namun, ketika usia Fayra menginjak 8 tahun. Appa Daniel harus gulung tikar karena usahanya sempat hancur. Sampai akhirnya dia mulai kembali merintis dan merintis hingga detik ini, Appa Kharel berhasil sukses berkat usaha dan doa dari anak serta istrinya.
Akan tetapi, Kharel yang setiap hari tidak bisa tidur bahkan merengek untuk meminta bertemu dengan Fayra. Akan tetapi kepergian mereka seperti ditelan bumi, kedua orang tua Kharel tidak bisa menemukannya bahkan sosial media dan sebagainya pun tidak aktif.
Kepergian Fayra yang tidak diinginkan membawa luka tersendiri didalam lubuk hati Kharel. Ya walaupun usia Kharel terbilang masih dibawah umur, tetapi dia sudah bisa merasakan kehilangan.
Sebenarnya Kharel sudah bisa merasakan apa itu cinta, dan bagaimana rasanya. Cuman, semua itu tidak bisa di jelaskan, yang intinya Kharel hanya tau jika dia sayang banget sama Fayra.
Kesepian terus melanda hidup Kharel, berbulan bulan sampai beberapa tahun kemudian membuat sifat Kharel yang terbilang begitu ceria dan juga sangat bahagia. Semua menghilang begitu saja, karena Kharel tidak mau lagi kembali mengenal wanita.
Sebab menurut Kharel, wanita itu merupakan makhluk kecil yang sangat menyebalkan. Dia bisa meninggalkan tanpa merasakan apa yang Kharel rasakan.
Amma Trysta menjawab pertanyaan Fayra dengan sangat detail, meskipun tak semuanya. Cuman, itu sudah mewakilkan ketika masih kecil mereka sempat mengatakan sesuatu hal yang sangat mengejutkan kedua orang tua dan membuatnya tertawa.
"Be-berarti itu tandanya kalau Pak Kharel ini sebenarnya adalah, My Hero Princes Cuhubby?" celetuk batin Fayra yang mulai menyadari.
Pantesan saja setiap dia melihat wajah Kharel membuat dia seperti, melihat seseorang yang sangat menyebalkan.
Ternyata oh ternyata, dibalik semua itu ada kisah tersembunyi ketika mereka masih sangat kecil.
Wajah ngeblush mulai terlihat memerah di kedua pipi Fayra dan juga Kharel, sampai akhirnya Fayra menyudahi kisah yang membuatnya malu. Dia baru menyadari betapa polosnya dirinya pada saat itu.
Kemudian, Fayra langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti gaunnya dan memberikan jas Kharel kembali kepemiliknya.
__ADS_1
Tanpa disengaja Amma Trysta melihat punggung anaknya penuh luka yang cukup membuatnya syok tidak karuan.
Melihat wajah panik dan juga kekhawatiran di wajah kedua orang tua Fayra, membuat Kharel mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi saat Amma Trysta menanyakan semuanya.
Mereka menyimak cerita demi cerita yang Kharel sampaikan tanpa dikurangi ataupun dilebihkan, semua kisah yang diceritakan seperti kejadian yang sama persis seperti tadi.
Betapa terkejutnya kedua orang tua Fayra setelah mengetahui bahwa mantan menantunya masih tidak berubah. Emosi didalam diri Amma Trysta mulai terlepas, tetapi jangan khawatir hanya dengan sedikit sentuhan Appa Daniel sudah bisa kembali menenangkan istrinya.
"Ya sudah biarkan saja, yang penting anak kita baik-baik saja. Sebelumnya Om mau berterima kasih sama kamu, Rel. Kamu sudah mau menolong Fayra."
"Ohya, bagaimana kalian bisa bertemu? Lantas, apakah kalian tidak saling mengenal?"
Appa Daniel menatap Kharel dengan penuh senyuman, dimana Kharel sedikit gugup. Tanpa basa-basi lagi, Kharel menceritakan semua kejadian awal mula pertemuan mereka sampai detik ini.
"Ya ampun, manis sekali pertemuan kalian. Berawal dari tabrak menabrak bisa jadi jatuh hati kembali bukan, hem?" goda Amma Trysta berhasil membuat wajah Kharel memerah.
"Begitulah takdir, Sayang. Kita tidak bisa menduganya jika sebenarnya apa yang kita inginkan belum sepenuhnya yang terbaik untuk kita. Mungkin saja dibalik cobaan yang Fayra terima, Tuhan punya jalan lain agar bisa membuatnya bahagia lewat jalur-Nya."
Perkataan Appa Daniel membuat Kharel seketika ngeblank, sedangkan Amma Trysta sangat paham kemana arah ucapan suaminya. Entah mengapa mereka seperti percaya jika apa yang anaknya ucapkan di masa kecil akan segera terwujud. Hanya saja, waktu yang bisa menjawab semua itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️
__ADS_1