
Meski sebentar lagi Ace akan menghadapi badai besar, dia tetap tersenyum menyapa semuanya sambil melewatinya dan duduk di kursi tunggal depan hakim.
Tanpa di sadari Ace berkaca-kaca saat melihat kondisi Mommynya yang sudah mulai membaik dan juga sehat. Walau tubuhnya menyusut, tetapi Ace tetap senang melihat Mommynya tidak seperti saat kehilangan Daddynya.
Sementara Mommy Rosa malah meneteskan air mata melihat kondisi putra semata wayangnya saat ini yang sangat menyedihkan.
"Kenapa kamu bisa seperti ini, Sayang? Mommy tahu, kamu sudah sadar kalau kamu sangat mencintai Fayra. Akan tetapi, caramu ini salah Nak!"
"Cuman, ya sudahlah mau bagimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur, mungkin dengan begini kamu bisa belajar untuk menjadi pria yang lebih baik lagi."
"Mommy tahu, sebenarnya kamu adalah anak baik. Hanya saja, opsesimu membuatmu hilang akal dan memilih jalan yang sesat. Mommy cuman bisa berharap, semoga hukumanmu tidak lebih berat dari perbuatanmu itu!"
Mommy Rosa berbicara di dalam hatinya sambil melihat punggung anaknya. Dimana Ace sedang mendengarkan hakim membacakan tuntutan demi tuntutan, yang akan membuat ketua hakim memutuskan hukuman yang pantas bagi Ace.
"Kamu harus kuat, Ros. Aku yakin kalian akan menjalani kehidupan ini dengan baik, aku dan suamiku sudah berkali-kali memaafkan tingkah anakmu. Cuman, kali ini maaf. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini jatuhnya sudah tindak kriminal."
Amma Trysta menggenggam tangan Mommy Rosa yang berusaha senyum diatas kesedihannya serta menganggukkan kepalanya.
"Tak masalah, Kak. Aku yang seharusnya berterimakasih, di balik semua kesalahan anakku. Kalian tidak memiliki dendam pada kami. Sekali lagi, terima kasih. Kak!" ucap Mommy Rosa, diangguki oelh Amma Trysta.
Tak lama Kharel di panggil hakim untuk menjadi saksi yang akan menjelaskan kejadian tersebut, kemudian bergantian dengan Fayra. Bahkan keduanya pun terlihat sangat lantang telah memaafkan perbuatan Ace, malah Kharel berterima kasih pada Ace.
Kebesaran hati merekalah yang langsung mengetuk pintu hati Ace, bahwasanya dia sangat menyesal telah membuat mereka hubungan mereka hampir saja hancur.
Akan tetapi, mereka berdua tetap menyerahkan semua hukuman pada ketu hakim. Yang terpenting mereka sudah memaafkan Ace, dan berharap semoga hakim menjatuhkan hukuman yang setimpal padanya serta tidak akan memberatkan sebelah pihak.
Kurang lebih 1 jam setengah lamanya persidangan berlangsung. Kini sudah saatnya mereka semua memasang telinga lebar-lebar untuk mempersiapkan mental agar bisa menerima semua kenyataan yang sebentar lagi akan disampaikan oleh ketua hakim.
"Semangat, Ace! Lu pasti bisa, ingat lu seperti ini atas perbuatan lu sendiri. Jadi lu enggak boleh ngeluh, setidaknya lu sudah mendapatkan maaf dari semuanya!"
__ADS_1
"Gua enggak nyangka, kalau mereka semua memiliki hati yang baik. Walaupun gua udah jahat sama mereka, tetap saja mereka masih baik sama gua, sumpah gua nyesel banget udah melakukan semua ini!"
"Maafkan gua ya, Raa. Selama ini gua belum bisa jadi suami yang baik buat lu, semoga Kharel bisa menggantikan gua. Dan kalau sampai dia menyakiti lu, gua janji. Gua akan membuatnya menderita seumur hidupnya!"
Ace berbicara di dalam hatinya, dengan semua kesiapan mentalnya untuk menghadapi hukuman yang akan dia terima beberapa detik lagi.
Dan, benar saja. Ketua hakim mempersilakan Ace untuk berdiri di hadapannya karena dia akan menerima hukuman atas perbuatannya sendiri.
"Dengan demikian, kami telah bermusyawarah dan memutuskan bahwa terdakwah telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap saksi sesuai dengan pasal 340 KUHP yang berisikan 'Barang siapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun' hukuman dikurangi oleh masa tahanan dan juga keringanan hukuman dari saksi yang telah memaafkan kesalahan terdakwah. Maka terdakwah Ace Renaldo Rodriguez menerima hukuman kurang lebih 15 tahun di penjara!"
Tok!
Tok!
Tok!
3 ketukan palu bergema di ruangan tersebut, bahwa ketua hakim telah menjatuhkan hukuman yang sangat setimpal untuk Ace. Meski, begitu mereka sedikit tenang akibat Ace tidak mendapatkan hukuman mati atau pun seumur dihidup di dalam penjara.
Namun, apa daya. Hakim sudah menjatuhkan hukuman tersebut sesuai dengan persetujuan semua hakim dan juga jaksa lainnya atas perbuatan yang Ace lakukan.
Kemudian hakim mempersilakan Ace untuk duduk kembali, lalu sedikit meneruskan ucapannya sampai akhirnya persidangan telah selesai dan di tutup dengan 3 ketukan palu kembali.
Semua orang berdiri menghormati para hakim yang akan meninggalkan ruangan persidangan.
Setelah kepergian hakim, Mommy Rosa yang sudah tidak bisa menahannya langsung memeluk anaknya.
Hup!
Pecahlah isang tangis mereka berdua, apa lagi Mommy Rosa sangat hancur ketika menyaksikan hukuman yang diterima anak semata wayangnya sangatlah berat.
__ADS_1
15 tahun, bukanlah hukuman yang ringan. Di tambah usia Ace masih sangat muda, dia harus menjalani hukuman berat itu akibat kecerobohannya yang tidak pernah sadar bahwa itu merupakan kesalahan terbesarnya.
"Hiks, ma-maafkan Ace Mom. Ace tidak bisa menjaga Mommy untuk 15 tahun mendatang, Ace juga tidak bisa menemani Mommy setiap hari untuk menghadapi semua kesulitan hidup yang sedang kita jalani sekaranh!"
"Sekali lagi maafkan Ace, Mom. Maaf Ace belum bisa menjadi anak yang baik untuk Mommy dan almarhum Daddy, Ace menyesal Mom. Nyesal telah melakukan semua ini hiks ...."
"Ace cuman bisa berharap semoga Mommy baik-baik aja ya, Mommy harus semangat untuk meneruskan hidup. Jangan pikirkan Ace, karena Ace akan baik-baik saja di dalam penjara."
"Ace akan mencoba untuk menerima semua kenyataan ini. Yang terpenting, Mommy harus janji untuk tetap selalu sehat. Jika ada waktu, tolong kunjungi Ace ya Mom. Supaya Ace bisa lebih kuat lagi menjalani hukuman ini saat melihat senyuman Mommy."
Tangisan mereka menular kepada Fayra dan juga Amma Trysta, mereka tidak menyangka semua ini terjadi di dalam kehidupan Ace dan keluarganya yang selama ini terlihat adem ayem.
Sejetika Fayra malah menyalahkan dirinya sendiri, karena setelah kehadiran dirinya kehidupan mereka semuanya berubah menjadi tragis dan menyedihkan.
Namun, Kharel tetap berusaha menyadarkan istrinya jika ini bukanlah merupakan kesalahannya. Melainkan sebuah takdir yang sebenarnya bisa mereka hindarkan, tetapi mereka seperti menutup mata hatinya dan memilih mengikuti ego yang pada akhirnya membuat mereka menyesal.
Setelah selesai berbincang dengan Mommy Rosa, Kharel berpelukan pada Appa Daniel serta Amma Trysta dengan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada mereka.
Sampai seketika Ace yang ragu untuk memeluk Kharel saat meminta maaf, hanya bisa terdiam. Cuman, siapa sangka. Ace terkejut saat tiba-tiba Kharel memeluk dan menguatkan serta menjabat tangannya bagaikan seorang sahabat.
Sedikit pun tidak ada rasa dendam di antara Fayra, Kharel dan juga keluarganya. Mereka malah terlihat sangat sedih atas hukuman yang Ace terima diusia mudanya.
Disini yang menegangkan adalah ketika Ace berbicara pada Fayra dengan rasa canggung, bagaikan kedua insan yang sudah lama tidak pertemu kembali di pertemukan dalam kondisi seperti ini.
Ace meminta maaf serta mendoakan untuk hubungan rumah tangga mereka supaya baik-baik saja dan tidak ada hama yang akan merusaknya seperti dirinya.
Belum puas berbincang, beberapa rekan polisi segera mengamani Ace dan membawanya untuk kembali ke tahanan. Hanya saja, bukan ke kantor polisi melainkan ke Rutan yang ada di Jakarta.
Amma Trysta langsung memeluk Mommy Rosa untuk menenangkan dan memberikan semangat padanya. Kemudian mereka pun pulang dalam keadaan yang tidak bisa di jelaskan. Betapa hancurnya hati seorang Ibu setelah menyaksikan anaknya mendekam di penjara selama itu.
__ADS_1
Tak lupa Mommy Rosa pun ikut bersama mereka dan tinggal beberapa hari di rumah keluarga Fayra, sampai keadaan hatinserta mentalnya mulai membaik.
Begitu juga Fayra dan Kharel, mereka masih berada di Indonesia untuk beberapa hari kedepan karena mereka ada acara untuk bertemu dengan para sahabatnya yang jarang sekali bertemu.