
"Astaga, udah mau suapan ke tiga dia masih terlihat baik-baik saja? Sumpah, ini mbaknya minta di getok kali ya. Apa dia lupa dengan rencanaku? Yakk, awas saja tuh pelayan. Ketemu gua pites!" gumam batin Ozzie terlihat kesal, tetapi tetap tersenyum.
Dan suapan ke tiga, Tita tersendak sesuatu yang membuatnya melototkan matanya dan langsung perlahan mengeluarkan benda kecil dari dalam mulutnya. Kemudian menunjukkannya di depan matanya.
Betapa terkejutnya Tita ketika melihat benda kecil itu, dia malah merasa bahwa pegawai Restoran sangat tidak profesional dengan pekerjaannya. Sehingga ada benda kecil yang masuk ke dalam cake tersebut.
Sebuah cincin mainan berbentuk kupu-kupu dengan permata ungu, berhasil membuat Tita terkejut bukan main.
Namun, dia terkejut bukan karena dia sudah mengerti tentang arti dari cincin itu. Hanya saja, Tita terkejut karena dia kesal. Lagi enak-enak menikmati rasa cakenya, dia malah mendapatkan ranjau di dalamnya.
"Astaga, ini apaan sih! Kenapa ada cincin mainan di dalam sini? Wahh, kacau ini!"
"Pasti ini cincin salah satu dari pegawai yang terjatuh ketika lagi membuatnya, habis itu dia tidak menyadari bahwa cincinnya terlepas dari jarinya. Ckk, ckk ckk. Dasar menjijikan!"
Tita mendumel sambil melihat cincin tersebut, sementara Ozzie dia cuman bisa menahan tawanya sambil minum. Karena jujur, ini di luar ekspetasinya.
Ozzie kira dengan simbol itu Tita susah paham, akan tetapi dia salah. Tita malah tidak paham dengan arti tersebut, kemudian tanpa sepengetahuan Tita. Ozzie mengirimkan pesan kepada salah satu pelayan, untuk bekerja sama dengannya mencapai sebuah misi besar.
[Siapkan rencana B, yang A sepertinya gagal!]
[Siap, Tuan. Rencana B, meluncur.]
Pelayan tersebut sudah menyiapkan semuanya sampai rencana C, tinggal lihat saja bagaimana reaksi Tita ketika melihat rencan B. Apakah masih gagal atau tidak?
"Udah enggak usah marah-marah nanti aku akan tegur pemilik Resto ini. Ya sudah aku mau ke toilet dulu, kamu tunggu di sini. Kalau ada apa-apa segera telpon aku!" titahnya.
"Ckk, ya ya ya. Jangan lama-lama takut makanan sudah datang. Janji ya, sehabis selesai makan kita langsung menghadap pemilik Restonya buat komplen masalah cincin ini!" ucap Tita, yang terus menatap cincinya.
"Tapi, baguskan cincinnya?" goda Ozzie sambil berdiri.
"Bagus sih, cuman ... Ehh, e-enggak. Salah, salah, salah! Mana ada cincin mainan bagus, cincin berlian tuh baru bagus, cantik nan indah."
"Ehh, yakkk! Apaan sih, kenapa jadi bahas cincin ini. Udah sana ke kamar mandi, jangan di tahan-tahan jadi kencing batu tahu rasa!"
Ozzie hanya bisa terkekeh kecil lalu meninggalkan Tita seorang diri. Sementara Freya yang masih memantau pergerakan mereka, baru saja ingin berdiri dari kursinya.
__ADS_1
Namun, tidak jadi. Dia kembali memilik duduk saat seorang pelayan mendekati Tita dengan membawakan surat beserta pesanannya.
Tita menerima surat itu, lalu membukanya dengan perlahan dan penuh dengan rasa penasaran.
Setelah terbuka. Tita benar-benar terkejut saat membaca isi surat tersebut, yang membuatnya panik dan langsung syok.
Sepucuk surat yang sangat manis, berhasil membuat Tita langsung teringat dengan satu nama yaitu, Ozzie.
Yaps, entah mengapa saat membaca surat itu Tita langsung teringat dengan Ozzie yang berada di kamar mandi.
Tak terasa mata Tita berkaca-kaca, lalu dia langsung menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing di telinganya.
1 buah lagu yang sangat romantis terdengar di Restoran itu dengan suara begitu emasnya.
Seketika lampu di dalam Restoran menjadi mati dan gelap. Hanya di gantikan oleh lampu yang menyorot ke arah seorang pria, yang saat ini sedang berdiri di sambil menyanyi dalam keadaan menunduk.
Setelah pria itu perlahan mulai mengangkat kepalanya, hampir semua wanita yang ada di sana menjerit heboh akibat keromantisan pria tersebut.
Degh!
"Ja-jangan bilang dinner ini adalah sebuah alibi untuk dia mengajakku ke sini, karena dia ingin melamarku?"
"Da-dan surat ini? A-apakah ini benar dari Ozzie? Jika be-benar i-itu tandanya?"
"Huaa, sweet banget sih dia itu. Arrrghhh, jadi meleleh 'kan hati gua!"
Tita berbicara di dalam hatinya dengan air mata yang sudah menetes, jantung berdebar tidak menentu dan juga wajahnya yang sangat merona. Rencana B yang Ozzie lakukan ternyata berhasil membuat Tita terpesona.
Langkah demi langkah Ozzie pijakkan sampai dia berdiri tepat di depan Tita, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya dan menjulurkan tangannya.
Tanpa di sangka, Tita memberikan tangan kanannya sambil berdiri perlahan didepan Ozzie dengan air mata kebahagiaan yang terus mengucur.
Ozzie meletakkan kedua tangan Tita ke lehernya, lalu tangan Ozzie dia letakkan di pinggang kecil Tita. Mereka berdansa dengan penuh keromantisan, dimana Ozzie tak henti-hentinya menyayikan lagu tersebut sampai habis.
Banyak para pengunjung yang mengabadikan momen tersebut, hingga melakukan live atau pun siaran hanya demi merekam suasana romantis yang jarang mereka temui.
__ADS_1
Sementara Freya yang berhasil melihat wajah wanita itu membuatnya benar-benar syok bukan main. Dia tidak menyangka wanita yang ada bersama Ozzie dari tadi adalah mantan sahabt kecilnya sendiri.
"Ti-tita? Se-serius itu dia? Ko-kok bisa di kenal sama Ozzie? Bu-bukannya mereka beda kampus? Yakk, dasar perusak!"
"Lagi-lagi dia terus yang menjadi penghalang gua buat mencari kebahagiaan, dasar wanita menjijikan! Bisa-bisanya dia merebut kembali apa yang menjadi milik gua!"
"Kemarin aja, Ace yang sudah dia cuci otaknya. Sekarang dia mau rebut Ozzi lagi? Wahh, tidak bisa di biarin! Gua harus melakukan sesuatu agar Tita tidak bisa lagi merebut milik gua!"
Freya bergumam di dalam hatinya dengan perasaan dendam amarah, yang kini mulai menyelimuti hati dan juga pikirannya.
Akan tetapi kejadian yang dia lihat saat ini semakin membuat kobaran api di dalam hatinya semakin membara, ketika Ozzie berlutut di hadapan Tita sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
Sebuah cincin berlian yang terlihat simple, tetapi sangat cantik ketika melekat di jari manis milik Tita.
Ozzie mengutarakan semua perasaannya menggunakan kalimat yang begitu manis penuh makna, sedangkan Tita yang tak menyangka momen ini akan terjadi di dalam kehidupan nyatanya membuat dia tidak percaya.
Biasanya momen ini selalu dia tonton di dalam drama-drama romantis atau film sinetron. Cuman kali ini malah terjadi di kehidupannya sendiri.
Tita menutup mulutnya dengan dua tangan, sambil membolakan matanya saat melihat cincin cantik itu bersinar di hadapannya.
"Apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupku sekarang, dan selamanya?"
"Apakah kamu siap menerimaku lahir dan batin, dengan semua kekuranganku?"
"Apakah kamu bisa selalu berdiri di sampingku, menggenggam tanganku meski dalam keadaan apapun itu, tanpa melepaskannya?"
"Dan apakah, kamu telah siap menjadi istri serta Ibu dari anak-anakku kelak?"
"I do all this because I want to make your name, the only one in my little heart. Will you marry me?"
..._Aku melakukan semua ini, karena aku ingin menjadikan namamu satu-satunya di hati kecilku. Apakah kamu mau menikah denganku?_...
Tita yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya bisa mengangguk antusias sambil tersenyum dan menangis bahagia. Pertanda bahwa dia mau menjadi teman hidup selamanya untuk Ozzie.
Ozzie yang terlihat bahagia cinta pertamanya langsung terbalaskan, membuatnya segera memasangkan cincin di jari manis milik Tita.
__ADS_1
Akan tetapi, sayang. Semua keromantisan itu menjadi kacau saat Freya hadir merusak acara yang sudah susah payah Ozzie buat untuk melamar Tita.