Learn to Love You

Learn to Love You
Penyebab Daddy Gerry Kritis


__ADS_3

Pagi hari, di rumah kediaman Richardzon. Suasana sedikit berbeda, mereka seperti mendapatkan anggota yang baru aja masuk di dalam keluarganya.


Mereka berempat sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, bahkan Kharel pun sudah menggunakan pakaian casual milik Appa Daniel.


Pakai itu sangat cocok untuk Kharel, karena tidak terlihat muda ataupun tua. Pokoknya apapun yang digunakan Kharel selalu terlihat perfeks.


Hanya saja, disaat mereka sedang menikmati sarapan paginya tiba-tiba Appa Daniel mendapatkan kabar dari nomor yang tidak di kenal.


Awalnya tidak mau diangkat, tetapi ponselnya selalu berdering dan berdering. Sampai akhirnya Appa Daniel pun mengangkatnya dalam keadaan terdiam, layaknya sedang memantau siapakah yang menelponnya di jam sepagi ini tepat di hari libur.


[Hallo, Tuan. Ini saya asisten dari Tuan Gerry. Sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah mengganggu waktunya di pagi hari, saya hanya mau memberikan kabar bahwa Tuan Gerry saat ini sedang berada di rumah sakit dalam kondisi kritis.]


Mendengar perkataan itu membuat Appa Daniel terkejut bukan main, padahal beberapa hari lalu dia bertemu dengan Daddy Gerry semuanya baik-baik saja.


Namun, sekarang malah mendapatkan kabar yang tidak enak membuat Appa Daniel langsung bangkit dari kursinya dan sedikit menyingkir, menjauh dari meja makan.


"Itu siapa yang nelpon Appa, Amma? Tumben banget Appa meninggalkan meja makan sebelum makanan habis." ucap Fayra dengan wajah bingungnya, sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Entahlah, Amma juga bingung. Tidak biasanya Appamu seperti ini. Apa ada masalah di kantornya? Atau ada berita penting yang mengharuskan Appa sampai meninggalkan meja makan seperti ini?"


Amma Trysta bertanya-tanya sambil menatap kepergian Appa Daniel yang mulai menghilang dari pandangan mereka.


"Mungkin Om sedang sibuk, Tan. Namanya juga pembisnis terkadang ada pasang surutnya, jadi itu sudah biasa. Nanti juga Om Daniel pasti akan cerita dengan sendirinya."


Jawaban Kharel membuat Amma Trysta dan Fayra pun mengangguk kecil dan mereka kembali meneruskan makanannya sambil menunggu Appa Daniel kembali.


[Apa? Kamu serius Gerry kritis? Kok bisa, ada apa? Apa yang terjadi dengannya? Lantas bagaimana keadaan istrinya?]

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan Appa Daniel lontarkan dengan wajah cemas penuh kekhawatiran. Meski mereka telah menusuknya dan menghancurkan dunia anaknya, tetapi Appa Daniel diam-diam memang memantau semua melalui asisten Daddy Gerry. Jadi, apapun yang terjadi pasti dia sudah lebih tahu lebih dulu.


Semua dia lakulan karena Appa Daniel sudah menganggap kalau Daddy Gerry sebagai adiknya sendiri.


Wajar jika seorang adik akan bersikap nakal pada Kakaknya, dan Kakaknya pun wajar kalau marah. Hanya saja dibalik kemarahannya masih tersimpan rasa peduli yang cukup luas untuk sang Adik.


[Kejadiannya itu semalam, Tuan. Tepat pukul 12 malam lewat kalau tidak salah, saya menghubungi Tuan Gerry untuk memberitahu jika ternyata hancurnya perusahaan itu akibat adanya tangan jahil seseorang.]


[Kok bisa? Siapa dia? Apa kalian tidak menyadari semua itu?]


[Tidak, Tuan. Karyawan itu sangat pintar dan licik, ternyata dia bisa memalsukan tanda tangan Tuan Gerry untuk mengambil semua uang Perusahaan tanpa ketahuan oleh siapapun. Dia bekerja sebagian keuangan, jadi semua pengeluaran pemasukan bisa dia menipulasi dengan sangat baik. Sehingga kami tertipu dengan kelicikan dari pria itu!]


[Sudah berapa lama dia melakukan itu? Lantas, bagaimana keadaan perusahaan saat ini?]


[Itu sudah berlangsung 1 tahun ini, Tuan. Semua benar-benar tidak bisa ditebak, karena kami tidak mendapatkan bukti apapun. Sampai akhirnya pria itu risegn beberapa hari lalu dengan alasan ini itu, dan pada akhirnya di ACC oleh Tuan Gerry.]


Appa Daniel terlihat begitu marah dengan semua cerita yang dia katakan. Bahkan pria yang bekerja sebagai bendahara di Perusahaan Daddy Gerry, sudah hilang bagaikan ditelan bumi dengan mengambil semua uang Perusahaan.


Kejadian itu diketahui secara tidak sengaja ketika asisten pribadi Daddy Gerry menemukan satu bukti yang seharusnya itu tidak ada. Karena selama 3 bulan terakhir ini Daddy Gerry tidak pernah mengotak atik tentang keuangan Perusahaan, lantaran dia tahu jika perusahaan lagi goyang.


Cuman, siapa sangka. Semua kejadian terjadi begitu cepat, sampai tanpa sengaja setelah mengetahui semua itu asistennya segera menghubungi Daddy Gerry tepat di jam yang sangat larut.


Baru saja menjelaskan beberapa kisah, asma Daddy Gerry langsung kambuh karena sudah tidak kuat lagi mendengarnya semua itu. Suara teriakan, tangisan ataupun siline ambulans terdengar saat nada sambungan ponselnya belum dimatikan.


Dari situlah asisten tersebut segera mengontrol semua keadaan keluarga Daddy Gerry, kemudian menjelaskannya kepada Appa Daniel sesuai dengan permintaannya ketika masalah besar itu terjadi.


Asisten Daddy Gerry beribu-ribu minta maaf karena dia sudah lalai dalam menjalani tugasnya, tetapi memang sepenuhnya bukan salah dia. Melainkan semua ini adalah takdir Tuhan yang tidak terduga.

__ADS_1


Perusahaan yang berada diatas Perusahaan Appa Daniel sekarang bisa berada jauh dibawah dan meninggalkan luka yang cukup mendalam.


Setelah selesai berbicara dengan asisten Daddy Gerry, Appa Daniel langsung terdiam dalam keadaan duduk. Dimana dia menatap kearah depan dengan hati yang cukup tercubit, ketika mendengar kehancuran sahabat yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.


"Malang sekali nasibmu, Ger. Maafkan aku jika aku tidak bisa membantumu, semua bukan berarti karena aku membencimu. Itu aku lakukan karena aku tidak mau hidupmu tergantung dengan bantuanku, dan aku hanya ingin sedikit memberikan efek jera untukmu karena sudah berani menusukku dari belakang."


"Tapi, jujur Ger. Bukan ini yang aku mau darimu, bukan! Aku tidak pernah berpikiran bahwa kamu akan jatuh sakit dan Perusahanmu hancur begitu saja. Padahal aku tahu, itu Perusahaan yang susah payah kamu bangun. Beberapa kali jatuh kamu selalu berusaha bangkit, cuman kenapa sekarang kumu menyerah, Ger. Kenapa?"


"Apa kamu sudah lelah? Lalu bagaimana keadaan anak dan istrimu? Sanggupkah mereka menjalani kehidupan sulit ini tanda dirimu? Aku harap kamu masih mau bertahan demi mereka, dan aku tahu kamu pria yang kuat, Ger. Jadi aku mohon bertahanlah, jangan buat mereka semakin hancur saat mengetahui semuanya dan kau memilih untuk pergi meninggalkan mereka untuk selamanya."


Air mata Appa Daniel menetes tanpa di suruh, semua karena dia merasa tidak tega melihat kehancuran keluarga mantan menantunya yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.


Segera mungkin Appa Daniel menghapus air mata tersebut, dan bersikap normal. Kemudian kembali berjalan menuju meja makan, dimana dia menceritakan semua kejadian ini membuat Fayra tanpa sadar meneteskan air mata.


Bukan karena dia kasihan pada Ace, melainkan pada Mommy Rosa yang sudah sangat baik untuknya. Hanya mendengar saja membuat Fayra tidak tega, apa lagi saat dia melihatnya pasti Fayra akan benar-benar syok dengan penampilan Mommy Rosa saat ini yang berbeda jauh dari biasanya.


Sarapan pun telah selesai, walau tidak sepenuhnya habis. Mereka segera bersiap-siap bergegas pergi ke rumah sakit untuk menengoki keadaan Daddy Gerry dan juga Mommy Rosa. Dimana Kharel yang awalnya mau pulang, dia malah menjadi tidak tega disaat keadaan seperti ini malah meninggalkan mereka semua.


Sampai akhirnya Kharel pun menawarkan diri untuk mengantar mereka semua ke rumah sakit, dan mereka tidak keberatan.


Malah itu akan semakin bagus, jadi seolah-olah orang tua Fayra seperti membuka pintu untuk Kharel mengetahui tentang masa lalu Fayra tanpa mereka harus menceritakannya sendiri. Karena dari sini Kharel bisa menilai bagaimana masa lalu Fayra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️


__ADS_1


__ADS_2