Learn to Love You

Learn to Love You
Kepincut?


__ADS_3

Di saat ingin menyentuh Fayra, Ace benar-benar harus berusaha keras supaya bisa menyadarkan istrinya jika dia adalah suaminya, bukan pria lain.


Dari sini Ace merasa sangat menyesal atas kecerobohannya, istrinya hampir menjadi korban. Ace yang tidak terima, akan membalaskan dendam istrinya kepada Andrew.


...*...


...*...


1 Minggu kemudian, dimana hari ini adalah acara kelulusan anak kelas 3 di SMA 01 Cempaka Putih. Acara di adakan di sekolah dan di hadiri oleh semua orang tuanya.


Pakaian jas yang terkesan menambah ketampanan untuk para siswa. Kemudian dipadukan oleh kebaya yang melambangkan keanggunan setiap siswi, kini telah meramaikan halaman sekolah yang luasnya hampir kurang lebih 500 meter.


Hiasan serta dekorasi acara yang di desain sebaik mungkin kini terlihat benar-benar indah. Berbagai susunan acara telah di lewati satu persatu dengan perasaan bahagia.


Sampai diakhir pengujung acara, semua orang menangis melihat beberapa prestasi yang mereka dapatkan, berhasil membuat beberapa orang tua sangat terharu.


Salah satunya Ace, dia berhasil meraih semua lomba basket dengan juara Internasional. Di tambah nilai-nilai Ace pun tidak ada yang mengecewakan kedua orang tuanya.


Dibalik sifatnya yang terbilang menguras emosi keluarganya, tetapi Ace telah menunjukkan bahwa dia juga bisa menjadi anak kebanggaan mereka. Terutama istrinya, yang saat ini selalu berada di sampingnya.


...*...


...*...


Beberapa hari ini Fayra dan Ace hanya bisa duduk manis di rumah, menikmati hari libur panjangnya setelah kelulusan sekolah.


Dimana bulan depan, Ace harus meninggalkan istrinya selama kurang lebih 1 tahun, sambil menunggu Fayra yang akan menyusul kesana dan meneruskan pendidikannya bersama Ace.


Di dalam kamar Ace dan Fayra


"Bunny, apakah setelah tinggal di Amerika nanti, kamu akan kepincut sama wanita yang ada sana?" tanya Fayra, sambil mengelus kepada suaminya.

__ADS_1


Saat ini Ace tiduran di paha istrinya sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Fayra, dia sudah mulai kembali menjalani keseharian tanpa bayangan kejadian yang 1 minggu lalu hampir merenggut masa depannya.


"Kepincut? Ya, enggaklah Honey. Buat apa aku kepincut sama mereka, kan aku sudah memiliki istri yang sangat cantik dan juga baik. Jadi, ngapain aku mencari lagi."


"Ingat, Honey aku ke sana untuk menuntut ilmu agar bisa mengambil alih perusahaan Daddy. Jika bukan karena perintah Daddy, aku juga enggak akan mau pergi jauh-jauh dari kamu."


Ace berbicara sambil terus mengscroll beranda sosial medianya, tanpa menoleh menatap wajah istrinya yang saat ini seperti merasakan ketakutan yang termat mendalam.


"Kalau wanita itu lebih cantik dari aku, terus dia lebih sek*si dari aku, bahkan lebih segala-galanya dari aku. Apakah kamu tetap akan bersamaku atau memilih berpaling?" ucap Fayra, yang pembicaraannya sudah mulai melebar kemana-mana.


Mendengar perkataan istrinya, Ace pun terdiam sejenak lalu dia melirik menatap wajah istrinya yang terlihat begitu menyedihkan.


"Kamu kenapa, Honey? Kok matanya berkaca-kaca?" Ace langsung bangkit, terus duduk menatap wajah istrinya.


"Hehe, gapapa Bunny. Aku cuman takut aja, jika suatu saat nanti kamu kembali mengkhianati cinta kita." ucap Fayra tersenyum.


"Apaan sih, Honey! Cukup deh, jangan berbicara seperti itu. Aku enggak suka, dari kemarin-kemarin kamu tuh selalu mengucapkan kata-kata seperti itu!"


"Asal kamu tahu ya, mau secantik bahkan sesek*si apa pun wanita yang ada di Amerika nanti, maka aku akan tetap memilihmu dan tidak akan mengkhianatimu, paham!"


"Jika sampai itu terjadi, apakah Bunny siap untuk kehilanganku?" ucap Fayra, spontan berhasil membuat kedua mata Ace membola besar penuh keterkejutan.


"Ke-kenapa kamu berbicara seperti itu, Honey? Apakah kamu berniat mau meninggalkanku?" tanya balik, Ace.


Fayra tersenyum mengusap rahang suaminya perlahan dan berkata. "Aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku, jika dia tidak akan melakukan kesalahan yang fatal untuk kedua kalinya."


"Mungkin pada saat itu aku bisa memafkan perselingkuhan Bunny dengan Kak Alena, lantaran kejadian itu terjadi sebelum kita saling mencintai."


"Namun, jika sekarang Bunny mengulangi kesalahan itu. Aku tidak bisa mentoleransinya lagi. Lebih baik aku pergi, dari pada bertahan dengan suami yang sudah berkali-kali mengkhianati pernikahannya!"


Tangan Ace terarah memegang tangan istrinya, lalu menciumnya beberapa kali sambil menatap Fayra dan berkata. "Aku janji, Honey. Aku tidak akan mengulanginya lagi, tapi kamu juga harus janji sama aku,"

__ADS_1


"Selama tidak ada aku jangan pernah aneh-aneh apa lagi sampai dekat dengan pria lain. Paham, kan!"


"Dan satu lagi, cepatlah lulus agar kamu bisa menemaniku di sana. Aku tidak kuat lama-lama berjauhan sama kamu."


"Aku janji Bunny, aku tidak akan mengkhianati cinta kita. Lagian juga hati aku sudah penuh sama nama kamu Bunny, jadi mana mungkin ada pria lain lagi. Bisa-bisa hatiku jadi luber nanti haha ...."


Fayra terkekeh kecil, berusaha memetralkan suasana yang sedikit menegang. Merasa digombali oleh istrinya, Ace langsung menggelitiki Fayra sampai mereka tertawa bersama.


Wajah bahagia kembali terukir di keduanya, pada akhirnya entah bagaimana caranya kini bibir mereka sudah saling menyatu satu sama lain.


Tak terasa, kini Ace sudah kembali menikmati buah Cerry kesukaannya, yang nantinya 1 tahun kedepan tidak akan prnah dia sentuh.


Fayra cuman bisa terkekeh dan tersenyum ketika melihat wajah suaminya begitu menggemaskan.


Wajah inilah yang nantinya akan Fayra rindukan setiap malam, ketika Ace sudah berangkat ke Amerika untuk meneruskan pendidikannya.


...*...


...*...


Selang beberapa hari, Ace telah berbicara kepada Daddy Gerry supaya mau meminjamkan Villanya kepadanya agar bisa berlibur bersama sahabatnya.


Setelah menyetujuinya, Ace segera menghubungi semua sahabatnya untuk berkumpul di tempat biasa mereka nongkrong. Termasuk sahabat Fayra pun juga ikut diundang.


Mendengar berita baik tersebut, semuanya langsung antusias untuk menentukan keberangkat mereka ke Puncak. Hitung-hitung menghabiskan waktu sebelum Ace pergi ke Amerika.


Hari Sabtu, adalah hari yang mereka pilih untuk pergi ke Puncak sekalian menikmati malam Minggu di jalan bersama pasangannya.


Mereka pergi menggunakan mobilnya masing-masing, sayangnya Tian serta Chelsea tidak bisa ikut ke Puncak, akibat mereka berdua ada urusan pribadi.


Entah itu kebetulan atau ada sesuatu diantara mereka, yang jelas mereka berdua tidak bisa ikut bersenang-senang.

__ADS_1


Mereka berangkat pukul 1 siang, meskipun macat tetapi mereka tidak masalah.


Bagi mereka, yang terpenting bisa mampir terlebih dahulu di tempat-tempat yang berkesan, lalu mereka bisa menikmati suasana dinginnya Puncak sebelum sampai ke Vila milik Daddy Gerry.


__ADS_2