Learn to Love You

Learn to Love You
Gombalan Manis


__ADS_3

Belum juga Tita mengatakan untuk tidak usah repot-repot memperlakukannya seperti ini, tetapi pria itu malah sudah keluar dari mobilnya dan membayar serta mengambil tas miliknya.


Kemudian pria itu kembali ke dalam mobil sambil menyerahkan tas milik Tita sambil tersenyum. Bersamaan dengan itu, dia menjulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya.


"Aku Ozzie, kamu siapa?" ucapnya, tersenyum.


...Ozzie? Masih ingakah kalian dengan nama ini? Mungkin ada yang sedikit lupa kali ya. Jika mau tahu kisah sedikit ada di bab 134 atau 135 gitu, kemunculan Ozzie ketika bersama Freya....


Ozzie Lucian Theophilus, adalah seorang mahasiswa tampan dengan usia 21 tahun. Ozzie juga merupakan ketua organisasi di Kampusnya, yang berperan penting sebagai ketua pelaksana semua acara di Kampus.


Ozzie juga merupakan pria yang pernah bertemu dengan Freya, bahkan sempat dekat ketika Freya dan Ace baru saja melakukan pendekatan.


Entah ketika Ozzie ketemu dengan Freya apakah dia masih ingat dengannya atau tidak, yang jelas saat ini Ozzie hanya sedikit merasa nyaman dengan pertemuan pertamanya sama Tita. Berbeda jika dia bertemu dengan Freya pada waktu itu.


"A-aku, Tita." jawabnya.


Tita sedikit gemeteran saat dia beru pertama kali bersentuhan dengan seorang pria yang sama sekali tidak dia kenal.


"Kamu kenapa kok gemeteran? Jangan bilang kamu nervous ya pegangan tangan sama aku, hem?" ledek Ozzie, matanya kedap-kedip membuat Tita merasa aneh.


Secepat mungkin Tita melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ozzie yang sedikit menyebalkan.


"Kenapa kedip-kedip? Sakit mata?" tanya Tita, cuek.


Ozzie cuman menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatapnya.


"Terus apa? Kelilipan?" tanya Tita kembali.


Ozzie langsung mengangguk antusias dengan mengukir senyuman 3 jari menatap Tita yang sedikit merinding.


"Ya aku kelilipan!"


"Kelilipan akan cintamu yang hadir secara tiba-tiba, sehingga membuat hatiku kembang kempis merasakan perasaan yang sangat berbeda dari biasanya." jawab Ozzie, spontan.


Deer!


Hati Tita seketika meleyot saat dia pertama kali mendapatkan gombalan manis dari seorang pria yang tidak di kenalnya.


Sementara Ozzie, dia sendiri pun merasa aneh sama dirinya sendiri, yang secara tiba-tiba bisa mengatakan hal yang tidak pernah dia katakan oleh wanita manapun.

__ADS_1


Ya beginilah jika seseorang sudah menemukan dambaan hatinya. Pasti sikapnya yang awalnya begitu polos dan juga sedikit lemot ataupun bisa dikatakan jauh dari pria pada umumnya. Bisa juga melelehkan seorang wanita yang ada di hadapannya.


"Ciee, awas tuh muka jadi mateng kaya kepiting yang di rebus. Merah-merah bikin gemes gimana gitu, huaa ... Aku jadi pengen nyubit pipimu, boleh?"


"Yaa, tidak! Aku tidak mau, kamu kira pipiku ini adonan kue yang bisa di cubit-cubit sesuka hatimu!"


"Ya memang adonan kue, cuman lebih tepatnya adonan kue cintaku padamu yang tidak akan pernah gosong, hihi ...."


Tita yang sudah tidak bisa mengontrol dirinya ketika sedang malu, hanya bisa menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan. Kemudian mengalihkan wajahnya seperti membelakangi Ozzie.


"Isshh, stop menggodaku Ozzie. Atau aku akan---"


"Akan apa, hem? Akan menjadikanku sebagai kekasihmu?"


"Huaa, aku mau dong. Maklum aku belum pernah merasakan bagaimana sih punya pasangan, jadi kalau kamu sama aku pasti beruntung. Karena kamu merupakan cinta pertamaku, gimana?"


Lagi dan lagi perkataan Ozzie berhasil membuat jantung Tita seakan ingin melompat dan berlari sekencang mungkin meninggalkan keadaan yang sudah tidak bisa dijelaskan. Betapa Tita salah tingkahnya ketika Ozzie tak henti-hentinya terus menggodanya.


Semain melihat Tita salah tingkah, Ozzie malah tertawa begitu puas membuat Tita sedikit meliriknya dari sela-sela jarinya.


"Aduh, perutku sakit haha ... Baru kali ini aku bisa menggombali seorang wanita, padahal aku paling tidak bisa berdekatan dengan wanita."


Tawa Ozzie begitu nyaring, sehingga Tita yang melihatnya pun menjadi kesal, akibat dia seperti sedang di permainkan oleh Ozzie.


Tanpa basa basi lagi, Tita langsung memukuli Ozzie cukup keras membuat dia seperti seorang kekasih yang ngambek dan mencoba untuk memberontak.


Namun sayangnya. Ozzie yang sedang berusaha mengendalikan kekesalan Tita, tanpa di sengaja Tita malah sedikit kehilangan keseimbangnya dan terjatuh di dalam pelukan Ozzie.


Dag dig dug!


Suara getaran jantung terdengar secara bersamaan, mereka terdiam satu sama lain disaat mata mereka saling menatap. Bahkan sedikit saja Tita bergerak sudah di pastikan hidung mereka bisa saling bersentuhan satu sama lain.


Posisi ini bertahan hingga 2 menit lamanya, dan Tita segera membenarkan posisinya kembali, duduk dengan sempurna sambil sedikit merapikan badannya. Terlihat jelas bahwa sikap mereka berdua sangat salah tingkah.


Ozzie pun yang awalnya senang menggoda Tita, sekarang juga ikut terbawa suasana, wajahnya sedikit memerah, serta bibir dan tangannya mulai bergetar.


"Ekhem, ekhem ...." deheman Ozzie, berhasil membuat Tita menolehnya dengan tatapan sedikit malu-malu.


"Ke-kenapa, haus?" tanya Tita, spontan.

__ADS_1


"E-enggak, kok hehe ... Ohya i-ini rumahmu dimana biar aku langsung---"


Hachim, hachim!


Tita bersin beberapa kali, hidungnya sedikit memerah sepertinya dia terkena flu akibat hujan-hujanan dan masih menggunakan baju yang basah.


"Ka-kamu sakit? Ki-kita ke rumah sakit ya, nanti sakitnya tambah parah loh. Kasihan!" titahnya.


Wajah Ozzie terlihat begitu khawatir saat melihat keadaan Tita yang sedikit lesu.


"Enggak perlu, aku cuman butuh istirahat saja. Mungkin karena aku hujan-hujanan dan bajuku masih basah, jadi aku langsung flu. Mending kamu langsung anter aku ke rumah aja ya, enggak jauh kok dari sini hanya tinggal 300 meteran lagi." jawabnya.


Hachim, hachim!


"Baiklah, aku segera antar kamu pulang biar bisa langsung mengganti bajumu dan beristirahat." ucap Ozzie.


Dia segera melajukan mobilnya menuju alamat rumah Tita, dengan arahan yang ditunjukan oleh Tita.


Sepanjang perjalanan mereka terdiam, meski beberapa kali Tita selalu bersin-bersin membuat Ozzie semakin tidak tega.


Padahal semua Ace mobil sudah dia matikan, walau tidak bisa mati secara total yang penting sedikit mengurangi rasa dingin di dalam mobilnya.


Kurang lebih sekitar 15 menit lamanya, akhirnya mobil Ozzie sampai di depan gerbang rumah Tita.


Dimana Tita langsung berterima kasih pada Ozzie dan secepatnya masuk ke dalam gerbang rumahnya meninggalkan Ozzie yang masih berada di sekitar rumahnya.


Ketika Ozzie melihat dari jauh Tita sudah masuk ke dalam rumahnya, Ozzie segera tersadar bahwa dia belum meminta kontak Tita untuk dia save di ponselnya.


"Astaga, bo*dohnya kau Ozzie! Kenapa tadi enggak minta kontakkan coba, kalau begini bagaimana bisa aku menghubungi Tita dan menanyakan kabarnya."


"Ckk, arrrghh dasar Ozzie, Ozzie. Baru juga kenal cewek aja udah bisa lupa minta kontaknya, alamat bau-bau aroma jomblo akut ya beginilah!"


Ozzie mendumel sendiri di dalam mobilnya saat dia melupakan kontak Tita yang sebenarnya sangatlah penting baginya.


Entah kenapa baru kali ini Ozzie bisa merasakan begitu berbeda saat mengenal seorang wanita, tidak seperti bisanya yang hanya sekedar berkenalan dan besoknya lupa.


Cuman saat bertemu dengan Tita auranya sangatlah berbeda, sehingga Ozzie kembali melajukan mobilnya. Setidaknya dia sudah tahu dimana Tita tinggal, jadi besok pun dia bisa kembali berkunjung dengan alasan ingin menengoki keadaan Tita.


Nyatanya dibalik itu semua ada tujuan tertentu bagi Ozzie sendiri, supaya dia bisa semakin dekat dengannya dan siapa tahu kalau mereka berdua ini adalah jodoh yang baru saja di pertemukan.

__ADS_1


__ADS_2