
Kreaakk!
Terdengar suara sobekan sesuatu yang begitu panjang, membuat semua orang menatap sesuatu pemandangan yang sangat bagus. Bahkan tak banyak yang memvideokan sambil melakukan live streaming.
"Wahh, gila sih! Ini pemandangan langka, nj*ir. Mana bentuknya bagus banget lagi si*al, punya gua kalah!"
"Sama bang*ke! Punya gua juga kalah, mana indah banget lagi!"
"Sumpah, lu lihat aja mata pria yang ada di sini mereka sampai enggak ngedip cuman karena melihat pemandangan indah itu!"
Semua Ibu-ibu dan anak muda lainnya berbisik sambil melirik satu sama lain, dimana orang yang sudah di sobek pakaiannya langsung mengamuk tidak terima dengan perlakuan orang tersebut.
"An*ying, si*alan! Bisa-bisanya lu mempermalukan gua seperti ini, dasar wanita bau tanah!"
"Gua akan bales perlakuan lu, ta*ekk! Enggak terima gua bang*sat!"
Freya merasa sangat tidak terima ketika setengah tubuhnya terlihat oleh semua pengunjung yang ada di toko tersebut. Bukannya semakin sadar malah Freya kembali berulah menarik dress dari istri sah suaminya itu. Akan tetapi, sayangnya tidak berhasil. Semua karena dihalangi oleh suaminya dengan ancaman yang membuat Freya tak bisa berkutik.
"Sekali saja kamu menyentuh istriku, bahkan ujung rambutpun. Maka, akan aku pastikan kau akan menerima 1000 cambukkan yang bisa mengukir tato di tubuh indahmu itu!" tegasnya, matanya terlihat begitu menyala penuh dendam.
Seseorang langsung menutupi tubuh indah Freya menggunakan kemejanya, karena tidak ada satu orang pun yang berani melakukan itu. Mereka semua tidak mau berurusan dengan seorang Mafia.
"Hei, apa kau sudah gila, hahh! Lihat tubuhmu ini sudah terekam dimana-mana, apa kau tidak sayang dengan aibmu sendiri!"
"Cepat pakai kemeja ini atau kau akan semakin di buat malu oleh mereka! Masih mending di sini tidak banyak seorang pria, bagaimana jika ada yang melihat tubuh indahmu ini, hahh! Dasar wanita gila!"
Seseorang berusaha melindungi Freya dari belakang. Tanpa melihat ke arah depannya, dimana terdapat dua gunung kembar menghiasi tubuh indah nan putih itu, sampai membuat semua orang merasa iri akan bentuknya.
"Berisik lu, jangan sok peduli sama gu ... O-ozzie? Lu-lu kenapa ada di sini?"
Ketika Freya berbalik badan, dia di kejutkan oleh pria yang pernah bertemu dengannya di Mall beberapa bulan lalu. Sementara Ozzie dia pun syok saat melihat Freya dalam kondisi seperti ini yang jauh dari dia lihat pertama kali.
__ADS_1
"Yakk, dasar wanita tidak waras! Cepat pakai dulu kemeja itu, aku tidak mau berbicara dalam keadaan posisimu seperti itu!" pekik Ozzie, dia segera berbalik membelakangi Freya dan menutupi wajahnya.
Istri sah dari mantan suaminya itu segera menarik suaminya dan berniat untuk pergi, karena di rasa sudah cukup baginya memberikan pelajaran pada selingkuhan suaminya yang tidak tahu malu itu.
"Ayo kita pulang, urusan kita udah selesai! Sampai dia kembali berulah, aku tak segan-segan untuk menghancurkan selingkuhanmu yang bo*doh seperti dia!" titah istrinya pada suaminya.
Sang suami yang memang sedikit penasaran dengan pria yang saat ini mengenal Freya, langsung mengurungkan niatannya karena sudah tersadar ketika mendengar panggilan dari istrinya.
Mereka berdua pergi, meninggalkan toko tersebut dalam keadaan perasaan istri sahnya sudah puas mempermalukan selingkuhannya. Meski Freya tidak memiliki malu sama sekali, setidaknya dia berhasil membuat Freya malu seumur hidupnya akibat beberapa video sudah masuk ke dalam sosial media.
Suaminya hanya bisa terdiam tersenyum ketika istrinya tersenyum puas. Padahal di hatinya dia masih bertanda tanya siapa pria itu dan ada hubungan apa mereka.
Cuman sedetik kemudian dia tersadar bahwa saat ini dia harus bisa meluapkan semua yang sudah terjadi, lalu fokus pada tujuan utamanya yaitu untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga tercinta.
Freya yang sudah memakai bajunya langsung mengancam semua orang yang ada di sana untuk menghapus video yang mereka upload.
Jika sampai tidak ada yang mau menghapusnya, maka Freya akan melaporkan semua ini ke pihak berwajib atas nama pencemaran nama baik dan juga mengupload aib seseorang.
"Kalau sampai gua tahu masih ada yang posting, maka saat itu juga gua akan seret kalian ke kantor polisi, paham!" tegas Freya membuat semuanya bersorak penuh kekecewaaan.
Mereka bergegas segera pergi meninggalkan Freya yang masih kesal dan sedikit mengamuk, akibat beberapa orang hanya bisa menontonkan nasibnya bukan menolongnya.
Seperginya mereka semua, Freya segera mencari beberapa pakaian lalu pergi ke kasir untuk membayarnya. Kemudian ke ruang ganti untuk memakainya serta memberikan kemeja itu, kembali pada Ozzie yang masih setia menunggunya.
"Nih, kemeja lu. Thanks!" ucap Freya, mengembalikan kemeja Ozzie.
Ketika Freya ingin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ozzie, tiba-tiba dia menahannya sambil memegang tangan Freya. Sehingga dia menoleh menatap Ozzie menggunakan mata merah yang penuh kesedihan.
"Tu-tunggu! Ada urusan apa kamu sama mereka? Kenapa kamu bisa dalam keadaan seperti ini?" tanya Ozzie, penasaran.
"Gapapa, gua balik dulu ya. Sekali lagi thanks!" sahut Freya, dia melepaskan tangan Ozzie dan berlari sejauh mungkin.
__ADS_1
Namun, Ozzie yang tidak tega pun segera menyusul Freya. Sepanjang jalan mereka semua banyak yang melihat Freya, semua akibat banyak yang melihat kejadian tersebut ataupun live streaming beberapa menit lalu.
Freya benar-benar terpukul dengan kejadian hari ini, awalnya dia sangat percaya bahwa mantan suaminya akan kembali padanya. Tetapi, nyatanya semua di luar dugaannya.
Freya baru saja sampai di basement Mall, kemudian dia berhenti sambil berteriak sekencang-kencangnya. "Aarrgghh, gua benci keadaan ini bang*sat!"
Mendengar teriakan itu membuat Ozzie yang melihatnya merasa kasian.
Perlahan Ozzie mulai mendekati Freya yang saat ini sedang berada di dalam dilema kehancuran yang sangat berat. Semua terlihat dari sikap Freya yang begitu berantakan.
"Ka-kamu ga-gapapa, 'kan?" tanya Ozzie, sedikit panik.
"Gua udah hancur! Hancur, Zie. Hancur, arrghh!" teriak Freya sambil menangis.
"Ha-hancur kenapa? Kamu bisa cerita sama aku, tapi enggak begini caranya. Semakin kamu menyalahkan keadaan, mah semakin membuatmu merasakan sakit!"
"Sekarang, cobalah untuk menerima keadaan walaupun sakit. Itu jauh lebih baik dari pada kamu seperti ini enggak ada gunanya juga."
Ozzie berusaha keras mencoba untuk menasehatinya, dia juga rela menjadi samsak bagi Freya yang masih dalam keadaan penuh emosi.
"Hiks, gua benci keadaan ini, Zie. Gua benci semuanya, kenapa Tuhan enggak adil sama gua! Apa yang gua dapatkan selama ini dengan semua usaha gua, malah berakhir menyakitkan. Kenapa, Zie. Kenapa! Arrghh ...."
Freya berteriak lalu dia berhambur memeluk Ozzie sambil memukul dadanya penuh kesal. Ozzie hanya terkejut, tubuhnya terdiam mematung. Baru kali ini tubuhnya bisa kembali di peluk oleh seorang wanita, selain Mamahnya dan juga Tita yang itu pun tidak di sengaja.
Beberapa menit setelah Freya mulai tenang, Ozzie menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang. Bukan karena Ozzie tertarik padanya, hanya saja Ozzie takut dalam keadaan kaya gini bisa membuat Freya nekat melakukan hal yang tidak-tidak.
Freya hanya mengikuti arahan dari Ozzie, dimana tepat saat mereka berdua ada di dalam mobil. Perlahan Freya menceritakan tentang masa lalunya yang membuat Ozzie terkejut bukan main.
Namun, semua kembali lagi. Setiap orang memiliki kendala masalah masing-masing, contohnya, keluarga, cinta ataupun teman.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Freya, Ozzie langsung berpamitan untuk segera pulang ke rumah karena hari sudah larut malam. Sementara Freya cuman bisa mengucapkan kata terima kasih, tak lupa dia minta kontak Ozzie lebih dulu untuk sekedar berbagi kisah hidupnya yang sangat berat untuk dia jalani seorang diri.