
Degh!
Nama yang indah itu Kharel berikan beberapa hari lalu, dia memikirkan semuanya sendiri. Karena Fayra tidak mau memberikan usul nama, dia selalu percayakan apapun pada suaminya. Baginya suaminya merupakan kepala rumah tangga, jadi dia hanya ikut manut saja. Selagi jalan Kharel adalah jalan yang benar.
Semuanya langsung menyambut ke hadiran Zayn dan Zack dengan penuh kebahagiaan. Di saat mereka sedang bergantian menggendong Baby twins, tiba-tiba orang tua Fayra sudah datang dan langsung menyambut kehadiran kedua cucunya dan anaknya yang masih tertidur.
"Astaga, cucuku tampan sekali! Aarrghh, kenapa wajahnya mirip dengan anakku." ucap Amma Trysta yang langsung mengambil alih Zack, cucu keduanya.
"I-ini juga, Sayang. Dia tampan seperti menantuku, bahkan tatapan matanya pun sama persis seperti Kharel waktu kecil." sahut Appa mencoba menggendong Zayn, cucu pertamanya.
"Hihi, mereka semua memang tampan dan juga manis. Aku tidak pernah menyangka bisa mendapatkan cucu seperti mereka, aku kira salah satunya ada yang cantik. Cuman, Tuhan malah memberikan mereka semua jagoan. Tapi, tak masalah. Apapun itu, mereka tetap akan menjadi cucu kesayangan kita, yakan?"
Mamah Xavia tersenyum melihat kedua cucunya di gendong oleh kedua orang tua Fayra. Rasanya mereka begitu senang, meski tidak bisa menemani anaknya. Akan tetapi mereka tidak merasa kecewa, akibat keberangkatkannya ke Paris sangatlah telat.
Kharel yang melihat kedua orang tuanya serta mertuanya saling merebut Baby twins membuat dia merasa bahagia. Sesekali Kharel yang sedang duduk di samping bangkar, melirik istrinya sambil menggenggam tangan istrinya begitu erat.
Tak lama Fayra membuka kedua matanya membuat semuanya tersenyum menatap putri kecil mereka yang saat ini sudah berhasil menjadi seorang Ibu.
Ucapan selamat atas status Fayra yang sudah menjadi seorang Ibu begitu menggema di telinganya, membuat air mata Fayra tiba-tiba menetes bersaman dengan sebuah senyuman yang terukir jelas di bibir keringnya.
Kharel pun tak henti-hentinya memuji istrinya yang cantik, dan sangat luar biasa membuat Fayra menangis sesegukan. Dia tidak menyangka jika kebahagiaan yang selama ini hanya ada di bayangan Fayra, kini telah menjadi sebuah kenyataan yang sangat indah.
Seperti rasa sakit yang Fayra rasakan selama ini, telah di bayar tuntas oleh Tuhan. Meski beberapa kali sempat di cicil, tetapi kali ini benar-benar anugerah Tuhan yang tidak bisa Fayra ungkapkan. Ketika dia berharap bisa memiliki anak secepatnya, maka Tuhan malah memberikan 2 jagoan sekaligus tanpa mencicilnya.
Mamah Xavia menyuruh Kharel untuk memberikan minum pada istrinya, karena melihat Fayra seperti mengalami dehidrasi setelah melahirkan.
Kemudian, perlahan Baby twins di letakkan di samping kanan dan kiri Fayra. Dimana perasaan hati Fayra begitu bahagia, ketika bisa memeluk kedua anaknya sekaligus.
__ADS_1
Zayn dan Zack seakan-akan merasakan getaran sesuatu di hatinya saat merasa seseorang yang memeluknya adalah Bundanya.
Baby twins segera mencoba melirik ke atas, walaupun matanya belum bisa sepenuhnya terbuka. Tetap saja, mereka masih berusaha untuk bisa melihat wajah cantik Bundanya yang sudah berjuang demi melahirkan mereka ke duania ini.
Semua mata tertuju pada Fayra dan kedua anaknya, terlihat sekali betapa manisnya mereka ketika melepas rindu. Karena mereka selama beberapa bulan ini hanya bisa merasakan getaran satu sama lain, tanpa bisa melihat wajah masing-masing.
"Aduhh, manis banget sih mereka. Aaa, jadi pengen punya Debay lagi deh." ujar Mamah Xavia, membuat semua orang beralih menatapnya.
"Yakk, Mamah apaan sih, hahh! Udah deh, enggak usah neko-neko. Mamah itu pantesnya punya cucu bukan Debay-debay apalah itu!" pekik Kharel, wajahnya terlihat begitu kesal.
"Wahh, boleh tuh. Nanti kita bikin lagi ya, Mah. Kalau bisa yang kembar kay---"
Ucapan Papah Jerome terhenti ketika mendengar suara rengekan anaknya, seperti seorang anak kecil ketika cemburu jika kasih sayang kedua orang tuanya akan terbagi.
"Huaa, tidak, tidak, tidak!"
"Sudah berapa kali sih, Kharel bilang. Kalau Kharel itu cuman mau jadi anak satu-satunya, kenapa kalian tidak paham juga sih. Malah asyik ribut Debay-debay enggak jelas!"
"Sekarang mendingan kalian fokus pada cucu kalian sendiri, dari pada sibuk bikin anak. Dengan begitu, aku dan Fayra bisa sangat bebas untuk kembali membuatkan kalian cucu perempuan. Gimana?"
Kharel menatap tajam ke arah kedua orang tuanya, membuat mereka hanya terkekeh melihat aksi anaknya.
Sedari kecil Kharel memang tidak pernah mau memiliki adik, karena dia tidak mau sama seperti anak lainnya yang kasih sayang orang tuanya dibagi-bagi.
Sementara kedua orang tua Fayra hanya bisa menggelengkan kepalanya, mereka sangat tahu bagaimana rasanya ketika orang tua Kharel ingin menambah momongan. Cuman terhalang oleh Kharel yang sedikit egois, tetapi tak masalah. Toh kedua orang tuanya tidak keberatan.
Fayra yang sedikit kesal sama tingkah suaminya, langsung menjewer kupingnya dengan keras sampai membuatnya mengeluh.
__ADS_1
"Arrghhh, Sayang. Sakit tahu isshh, kenapa aku di jewer sih!" rengek Kharel memegangi telinganya.
"Habisnya kamu tuh ngeselin banget sih, Kak. Lihatlah istrimu ini baru saja melahirkan, bahkan jahitannya juga belum kering. Ini malah mau nambah lagi, astaga. Kak----"
Fayra terdiam ketika mata Kharel melotot ke arahnya dengan tatapan tidak biasanya. Tangan yang menjewer ke telinganya pun perlahan di lepas, niat Fayra mau memarahi suaminya. Kini, malah dialah yang dimarahin.
"Bisakan panggil aku dengan sebutan, Ayah!"
"Lihat, sekarang aku sudah punya anak. Jadi jangan pernah panggil aku Kakak lagi, bagaimana jika anak-anakku dengar. Bisa-bisa mereka bingung, menyangka jika kita ini Adik-Kakak bukan Ayah dan Bundanya."
Ucapan Kharel berhasil membuat Fayra langsung cengengesan di hadapannya sambil meminta maaf. Ya, mau bagaimana lagi. Namanya juga orang sudah terbiasa jadi dia akan lupa dengan panggilan yang sepenting itu.
Bahkan kedua orang tua mereka pun hanya bisa terkekeh saat menyaksikan anak serta menantunya yang baru saja merasakan menjadi kedua orang tua.
Suasana bahagia dan terharu menyelimuti hati mereka, sampai akhirnya sang dokter datang dan memeriksa keadaan Fayra serta Baby twins untuk memastikan semuanya akan baik-baik saja.
Yang lebih bahagianya lagi, tiba-tiba saja air susu Fayra merembas basah melalui baju yang dia gunakan.
Itulah merupakan kebahagiaan sesungguhnya seorang Ibu ketika dia bisa memberikan ASI kepada anaknya. Karena banyak banget wanita yang bisa melahirkan, tetapi tidak bisa menyusui.
Namun, jika seorang wanita bisa kedua-duanya itulah yang di sebut nikmat tiada duanya ketika menjadi seorang Ibu. Walaupun rasanya sakit, cuman dia tetap tersenyum lebar menyambut anaknya yang akan merasakan sumber makanannya melalui air susu Ibunya.
Semua pun ikut bahagia ketika Zayn dan Zack bisa menyusu pada Ibunya secara bersamaan dengan bantuan sang dokter. Sedangkan kedua orang tua mereka menunggu di ruang depan, sambil menonton televisi sampai Fayra selesai menyusui anaknya di dalam kamar yang ditemani dokter dan juga Kharel.
Tak terasa bulir-bulir ayang menetes deras ketika melihat Zayn dan Zack begitu lahap menyusu pada Ibunya, sampai membuat Fayra menikmati sensasi yang berbeda dari cara Kharel yang selalu menyusu padanya.
Disinilah kebahagia-kebahagiaan mulai berdatangan bersamaan hadirnya Baby twins. Yang mana bisnis besar Kharel, yang beberapa saat dia tinggalkan tidak membuat namanya tercoreng jelek di kalangan media dan kolega bisnis lainnya.
__ADS_1
Malah nama Kharel semakin terangkat ketika dia berhasil menjadi suami siaga dan Ayah yang terbaik buat anak serta istrinya.