Learn to Love You

Learn to Love You
Nyamuk Nakal


__ADS_3

Setelah Fayra tertidur dalam keadaan lurus dengan selimut di tubuhnya, Ace pun mengusap kepalanya sambil mengecup keningnya beberapa kali. Bahkan bibirnya pun tidak terlewat, itu yang paling utama untuk Ace sebagai vitamin setiap saat. Kemudian Ace kembali ke kamarnya.


...*...


...*...


1 minggu telah berlalu, saat pagi hari Fayra kembali dibuat bingung dengan keadaan tubuhnya ketika bangun tidur. Dimana tepat udah 3 hari Fayra selalu menemukan hal yang janggal.


Seperti contohnya, ketika Fayra terbangun dari tidurnya hal yang pertama dia lihat adalah kancing piyamanya yang selalu terbuka.


Awalnya hanya 1, kemudian 2 dan yang terakhir 3 kancing terlepas begitu saja. Sehingga buah dadanya terekspore sangat jelas.


Ditambah hari ini ada beberapa bercak merah di dada hingga lehernya. Membuat Fayra semakin curiga, jika memang ini nyamuk, kenapa sampai seperti ini. Dan kenapa nyamuk bisa membuka kancing?


Entahlah, dari sini Fayra harus mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi pada dirinya sendiri. Apa lagi ketika pintu di kunci keadaan Fayra terbangun malah baik-baik saja, seolah tidak ada nyamuk dikamarnya.


Berbeda halnya, saat pintu kamar Fayra lupa tidak dikunci, maka semua tanda-tanda itu akan kembali muncul ketika Sasya terbangun.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dimana Fayra merencanakan sesuatu. Untungnya Fayra tidur siang cukup lama, jadi dia bisa berpura-pura tertidur untuk melakukan penjebakan.


Dan benar saja, tepat pukul 1 malam seekor nyamuk besar tiba-tiba masuk kedalam kamar Fayra. Dia mengendap-endap bagaikan seorang maling yang akan mengambil apa yang dia inginkan.


"Hem, sekarang aku paham yang selama ini aku kira nyamuk, ternyata dia!" gumam batin Fayra, kembali berpura-pura tertidur.


"Akhirnya kamu tertidur juga, Honey. Rasanya aku benar-benar merindukan mainanku, sudah beberapa hari aku tidak memainkannya." ucap kecil, Ace sambil menaiki ranjang istrinya dengan perlahan.


"Pe-permainan? A-apa jangan-jangan selama ini Kak Ace su-sudah ...."


"Yakk! Dasar suami me*sum! Lihat aja kamu, Kak. Aku akan mengerjaimu, biar tahu rasa!"


Fayra bergumam di dalam hatinya, sesekali mengintip perlakuan suaminya yang sedang tersenyum mengelus wajahnya, mencium kening dan bibirnya sekilas.


"Nj*ir! Ternyata nyamuk nakal ini yang selama ini menyentuhku. Wah, tidak bisa dibiarkan! Lihat saja nanti, aksimu hari ini akan berakhir. Nyamuk nakal!" gumam Fayra didalam hatinya.

__ADS_1


"Hihi, kamu lucu ya Honey kalau lagi tidur. Matanya merem nyipit-nyipit gitu ditambah bibirnya kaya senyum-senyum. Pasti saat ini kamu sedang mimpi indah ya?" ucap Ace sambil tersenyum.


"Ya, aku mimpi digigit nyamuk besar yang sangat nakal seperti kamu! Dasar suami menyebalkan, bisa-bisanya aku kecolongan!" sahut Fayra didalam hatinya.


"Andai saja kamu tahu, Honey." ucap Ace, membelai sayang kepala istrinya.


"Bukan andai lagi, aku memang sudah tahu semuanya bo*doh!" jawab Fayra didalam hatinya, disertai rasa kesal.


"Beberapa hari lalu aku baru menemukan mainan baru yang tidak pernah aku temui. Untuk pertama kali di kamarku, aku telah menemukannya. Ternyata ada bagian tubuhmu yang membuatku candu. Selain bibir ranummu ini." Ace mengusap jarinya perlahan dibibir istrinya.


"Oh ternyata bibirku ini membuatmu candu ya, Bunny. Baiklah, aku akan membuatmu menjadi trauma akan bibir ini!" ucap Fayra di dalam hatinya, aksi kejahilannya kini mulai melekat didalam pikirannya.


Disaat Ace sedang asyik mengusap bibir istrinya, tiba-tiba dia memekik keras sambil menutup mulutnya. Fayra dengan santainya menggigit jari telunjuknya berhasil menjadi permen untuk istrinya.


Dimana Fayra menggigit serta menge*mutnya perlahan. "Haha, rasain! Makannya jadi laki jangan suka usil. Bini lagi tidur main digrayap aja!"


Fayra terkekeh ketika mendengar suara suaminya meringis sambil membungkam mulutnya sendiri.


"Mau sampai kapan kamu bertahan, Bunny. Ayolah teriak biar aku bisa bangun, dan mengetahui jika ternyata semua ini ulahmu!" sahut Fayra kembali didalam mulutnya.


"Bener-bener ini orang! Masih aja bertahan, padahal aku udah menggigitnya cukup keras! Masa iya aku harus gigit lagi, yang ada putus. Huh, kali ini kau selamat, Bunny." sahut, Fayra didalam hatinya.


Fayra melepaskan jari suaminya. Sedangkan Ace, dia meniup-niupkan jarinya yang sedikit memerah.


Rasa kasian memang ada didalam diri Fayra, hanya saja dia masih merasa kesal akibat Ace menyentuh tubuhnya tanpa permisi.


"Honey, aku sudah tidak kuat. Aku boleh kan bermain sama si kembar?" ucap Ace.


"Ya, Bunny. Mainlah sepuasnya, setelah selesai kembalilah ke kamarmu sebelum ada singa betina yang mengamuk." sahut Ace, mengikuti suara wanita.


"Hihi, siap Bunny. Kamu memang istri yang terbaik. I love you, Bunny."


Ace begitu antusias untuk bertemu dengan mainannya, wajahnya berseri memerah. Rasanya Ace sudah tidak kuat lagi jika harus menunggu, karena sudah beberapa hari ini dia tidak menyentuh buah dada istrinya.

__ADS_1


"Yak, dasar laki lucknut! Bisa-bisanya dia menanyakan sesuatu padaku, tetapi dia pula yang jawab!" gumam batin Fayra, kesal.


Perlahan kedua tangan Ace sudah berada diatas baju piyama Fayra dan berhasil membuka 1 kancing bajunya. Fayra benar-benar syok melihat perlakuan gila suaminya, yang sangat nekat.


"Nj*ir! Ini orang nekat banget sumpah, eh tu-tunggu deh. Ta-tapi kenapa aku malah diam aja pas dia membuka bajuku, huaa ... Dasar Fayra o*on! Ayo bangunlah, bangun sebelum dia berhasil menyentuhmu lagi!" jawab Fayra di dalam hatinya.


"Aku sudah tidak sabar ingin memainkannya. Pasti kamu senang kan Honey, setiap aku meminkannya hihi ...." ucap Ace terkekeh, kembali ingin membuka kancing nomor 2 dari atas.


"Yak! Enggak, kata siapa aku suka. Eh--" Fayra menghentikan ucapannya saat menyadari bahwa dia masih memejamkan kedua matanya sambil mengoceh.


"Ho-honey? Ka-kamu?" Ace terkejut bukan main. Bahkan dia sedikit menjauhi Fayra.


"I-iya, a-aku cuman pura-pura tertidur. Jadi selama ini, misteri noda bercak merah dan juga kancing terbuka itu karena ulah Kakak?"


Fayra bangkit sambil duduk menatap tajam kearah suaminya, dimana Ace menundukkan kepalanya. Dia begitu syok saat istrinya sudah mengetahui rahasia terbesarnya.


"Bu-bukan! I-itu ka-karena nyamuk kali, o-orang ta-tadi aku ma-mau membetulkan kancingmu yang terbuka kok. Be-bener!" jawab Ace, terbata-bata penuh kebohongan.


"Ya memang karena ulah nyamuk, lebih tepatnya nyamuk besar yang sangat menyebalkan seperti dirimu!" tegas Fayra.


"Be-beneran Honey, Bu-bunny enggak nga-ngapa-ngapain kok, se-serius."


Ace tetap mengelak dengan semua yang sudah dia lakukan pada istrinya, sehingga saat aksinya sudah selesai. Dia lupa kembali menghapus jejaknya.


Namun, ketika Ace kekeh pada pendiriannya. Fayra memiliki satu cara yang akan membuat Ace mengakui semuanya, tanpa berbelit-belit.


"Huh, padahal jika Bunny mau jujur. Honey akan memberikan ini setiap hari, tapi sayangnya Bunny malah memilih berbohong. Jadi tidak akan pernah mendapatkannya kembali."


Fayra berbicara sedikit melirik kearah buah dadanya, membuat mata Ace refleks mengikuti matanya. Hingga akhirnya Ace menji*lat bibirnya sendiri layaknya seseorang yang sedang tergiur akan sesuatu hal.


"Huaa, enggak mau Honey. Baiklah, Bunny akan ceritakan semuanya. Tapi sehabis cerita, Bunny boleh kan nen sama Honey? Bunny kangen, please." ucap lirih, Ace.


"Ceritakan saja dulu, apa yang sudah terjadi beberapa hari ini!" titah Fayra, membuat Ace mengangguk kecil.

__ADS_1


Kemudian Ace, menarik nafasnya kembali sambil mengingat kejadian 3 hari ini yang membuat Fayra gelisah tidak tenang.


Noda bercak merah dan kancing piyama, berhasil membuat Fayra selalu dihantui setiap malamnya. Perlahan semua misteri telah terjawab seiring Ace menceritakan semuanya.


__ADS_2