
Appa Daniel berbicara dengan sangat lantang sambil merangkul Fayra yang hanya bisa menatap keluarga Ace dengan senyuman. Sementara Amma Trysta terus menggenggam tangan anaknya tanpa melepaskannya, karena tahu jika tangan Fayra sudah mulai dingin.
Berbeda dengan kedua orang tua Ace, mereka sudah sangat malu atas sikap anaknya. Jadi sudah tidak bisa berkata apa-apa selain, mereka merelakan semua yang sudah terjadi menjadi sebuah kenangan.
...*...
...*...
1 bulan pasca perpisahan, Fayra sudah kembali meneruskan kehidupannya dengan perasaan yang sangat lega.
Hatinya seakan-akan sudah terbebas dari semua rasa sakit yang selama ini menahannya untuk melangkah maju, bahkan tanpa disadari setiap Fayra mengingat nama Ace dia sudah tidak lagi merasakan perasaan yang seperti sebelumnya.
Hari demi hari, Fayra lewati dengan senyuman yang tidak seperti biasanya. Kali ini benar-benar lepas dan tidak ada lagi beban kesedihan didalam hidupnya.
Namun, dibalik kesenangan hatinya ada masalah baru yang timbul akibat sandiwara yang telah di perbuat. Sampai akhirnya Fayra terjebak dengan sendirinya di permainan yang telah di perbuat.
...Di University Paris...
Kharel sedang fokus mengajar, tetapi ada satu mahasiswi yang tertidur dalam keadaan begitu lelah. Semua akibat semalaman dia menonton drakor kesukaannya, yang hanya tayang seminggu sekali.
Mata Kharel melirik ke arah mahasiswinya, lalu dia menaruh bukunya diatas meja. Kemudian berjalan perlahan mendekati meja tersebut.
"Ekhem, ekhem ...." Kharel berdehem sambil melipat kedua tangannya di dada serta menatap datar kearah mahasiswinya sendiri.
"Ssttt, jangan berisik nanti ketahuan sama Dosen Killer kalau aku tidur." ucap mahasiswi menoleh ke arah Kharel tanpa membuka kedua matanya, lalu menyatukan jari telunjuk dibibirnya sendiri.
"Dosen Killer?" tanya Kharel mengangkat sebelah alisnya. Sementara semua mahasiswa/i yang melihat adegan itu hanya bisa menahan tawa sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar.
"Ya, dia itu dosen Killer. Sifatnya yang sangat menyebalkan dan juga ngeselin membuatku rasanya ingin sekali mendorongnya kedasar laut biar dilahap ikan hiu sekalian!" sahut Fayra masih dalam keadaan belum sadar, akibat matanya masih tertutup rapat.
"Hem, begitu. Jadi saya ini dosen Killer yang sangat menyebalkan dan juga ngeselin, bukan begitu Tuan Putri yang cantik jelita?"
Degh!
__ADS_1
"Se-sepertinya su-suara itu mirip-, Ja-jangan bilang kalau itu suara---"
Fayra menghentikan ucapannya dari dalam hati, tanpa menunggu lama dia langsung membuka matanya secara terkejut. Dimana kedua bola matanya hampir saja copot saat dia melihat orang yang dari tadi dia hindari ternyata sudah berada di hadapannya.
"Pa-pak Kharel?" ucap Fayra yang langsung berdiri sambil mengusap mulut serta mengucek matanya. Benar-benar terlihat ciri khas orang baru bangun tidur.
"Sejak kapan saya memperbolehkan kalian, tertidur di jam kelas saya?" ucap Kharel dengan tegas menatap Fayra dan semuanya secara bergantian.
Tidak ada satu orang pun yang berani menatap Kharel serta menjawab pertanyaan, termasuk Fayra. Dia juga hanya bisa menundukkan kepalanya ketika nada Kharel terlihat meninggi.
"Kenapa diam? Apa kalian bisu, tuli? Dan kamu juga, sejak kapan kamu tertidur di jam pelajaran seperti ini? Apa kamu mau memberi contoh tidak baik kepada semua anak didikku. Iya!" tegas Kharel membuat Fayra langsung menggeleng dengan cepat.
"Ti-tidak, Pak. Ma-maaf soalnya mata saya ngantuk banget, semalaman saya enggak tidur gara-gara nonton drakor X yang hanya tayang seminggu sekali." jawab Fayra sambil matanya berkaca-kaca.
"Sehabis pelajaran saya selesai langsung ke ruangan saya, bawa semua tas buku dan segala macamnya. Paham!" tegas Kharel kembali berjalan kearah mejanya.
Kemudian duduk sambil membuka bukunya kembali, lalu meneruskan pelajaran yang sempat tertunda. Semua hanya bisa menunduk, menyimak dan mendengarkan setiap penjelasan yang Kharel berikan.
Jika Kharel sudah mengeluarkan raungannya, maka tidak ada satu pun yang berkutik. Apa lagi mereka belum tahu jika Kharel dan Fayra memiliki kedekatan lebih dari sekedar guru serta murid. Bahkan orang tua Kharel juga belum mengetahui semua itu, lantaran Papah Jerome belum kembali ke University.
...*...
...*...
"Baiklah, pelajaran saya tutup. Dan kamu Fayra, cepat susuk saya di ruangan. Selamat siang!" Kharel bangkit dari kursinya lalu berjalan meninggalkan kelas menuju rungannya Papah Jerome.
"Siang, Pak." ucap semuany secar serentak sambil membereskan alat tulisnya memasukannya ke dalam tas. Lalu mereka berhambura pergi meninggalkan kelas menuju kantin, sementara Fayra dia berjalan menuju ruangan Kharel dengan kondisi sudah sangat lemas ngantuk.
Rasanya Fayra ingin sekali segera pulang ke rumah dan merebahkan tubuhnya di kasur, lalu memeluk guling dan terlelap bersama dengan mimpinya.
Namun, sayang. Dia harus menghadapi kekasih pura-puranya yang pada waktu itu Fayra mengatakan jika dia adalah kekasih Kharel tepat di deoan kedua orang tuanya.
Kharel yang syok tak percaya hanya bisa mengikuti apa yang Fayra katakan, apapun alasan berkat Fayra Kharel tidak lagi dijodohkan. Sekarang dia bisa meneruskan sandiwara inti sambil mencari kekasih sesungguhnya yang akan dia bawa ke plaminan.
Sesampainya didepan pintu ruangan Kharel, Fayra pun mengetuk pintunya perlahan sambil menutup mulutnya yang sedari tadi menguap tanpa henti, hingga matanya beberapa kali berair.
__ADS_1
"Pak, ini saya Fayra. Apa saya boleh masuk atau pulang?" ucap Fayra dengan suara yang begitu lemas.
"Masuk!" sahut Kharel yang sedang duduk di sofa panjang sambil meminum kopinya dengan santai.
Bagaimana bisa Kharel meminum kopi sedangkan tadi dia baru saja selesai mengajar? Jawabannya simple, karena Kharel sudah sampai beberapa menit yang lalu berkat langkah kakinya yang panjang. Beda sama Fayra, akibat rasa ngantuknya membuat dia malas sekali berjalan.
Ceklek!
Pintu terbuka bersamaan dengan Fayra yang masuk sambil menguap. Matanya pun sudah terlihat bagaikan mata Panda yang sedikit berair.
"Hoaam, ada apa Bapak memanggil saya." Fayra langsung duduk di kursi tunggal tanpa menunggu Kharel mempersilakan duduk.
"Ckk, sebegitu sopannya kamu kepada dosenmu ini? Belum disuruh duduk malah langsung duduk tanpa permisi." ucp Kharel, sedikit kesal.
"Ssstt, jangan berisik Pak. Ini kan kita lagi berdua, jadi enggak usah terlalu formal." ucap Fayra berhasil membuat Kharel menggelengkan kepalanya melihat sikapnya yang benar-benar diluar ekspetasinya.
"Kenapa kamu bergadang sampai seperti ini? Apa kamu tidak sayang dengan kesehatanmu sendiri?" tanya Kharel sedikit cemas melihat Fayra duduk menyender di sofa, dalam keadaan mata melek-merem.
"Sssttt, diamlah Pak. Palaku pusing tahu denger ocehan Bapak yang tiap hari bagaikan emak-emak kurang jatah. Bapak enggak lihat aku ini ngantuk banget, seharusnya Bapak suruh pulang atau tidur kan enak. Dari pada ngomel-ngomel percuma!"
"Bagiku drakor itu segalanya. Aku bisa kehilangan cintaku, tetapi aku tidak akan bisa kehilangan film drakorku. Apa lagi film ini munculnya seminggu sekali, terlewat sedikit saja aku harus menunggu minggu depannya dan itu pun aku harus merelakan 1 episode melayang begitu saja."
Fayra mengoceh sambil memijit pelipisnya sendiri, akibat rasa ngantuk yang dia tahan sedari tadi berhasil memicu rasa pusingnya. Sampai akhirnya Kharel yang awalnya mau menghukum Fayra, tetapi dia urungkan lantaran tidak tega melihat kondisinya seperti ini.
Perlahan Fayra sudah tidak kuat lagi membuka matanya, kemudian tanpa sadar di tertidur layaknya orang pingsan. Kharel yang melihat itu pun cuman bisa menggelengkan kepalanya.
Tingkah Fayra memang sangat menguras emosinya, cuman saat melihat wajah polos Fayra ketika tertidur membuat hatinya begitu tenang.
Semakin kuat untuk merasakan rasa tidak tega, malah semakin berhasil menarik perasaan Kharel untuk menggendong Fayra kedalam pelukannya. Kemudian membawanya ke dalam kamar yang berada di ruangan Papahnya.
Dengan begitu Fayra bisa tertidur nyenyak tanpa merasakan tubuhnya sakit-sakitan akibat tertidur dalam posis yang salah.
Melihat Fayra sudah tertidur nyaman, Kharel pun tersenyum kecil kemudian pergi meninggalkan kamar dan menutupnya. Kharel duduk di kursi kebesaran Papahnya, untuk kembali mengerjakan semuanya pekerjaan dengan sangat fokus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️