
Padahal Fayra sangat tahu, jika suaminya itu tidak pernah jauh darinya. Hanya saja, karena tuntutan pendidikan mengharuskan mereka menahan rasa rindunya satu sama lain dari jarak jauh.
Fayra memesan kamar di Apartemen tersebut tepat di lantai yang berbeda, dimana Ace berada di lantai 30 sedangkan Fayra berada di lantai 29. Jadi, jarak antara mereka berdua cukup aman agar Ace tidak bisa mengetahui jika istrinya sudah berada didekatnya.
...*...
...*...
Keesokan harinya, Ace berangkat kuliah di siang hari tak lupa dia menjemput wanita yang selama ini selalu mengisi kekosongan hari-harinya ketika istrinya berada jauh.
Sementara Fayra, dia pergi meninggalkan kamarnya dan keluar ke Apartemen untuk menikmati suasana baru. Hitung-hitung dia sambil berjalan-jalan mencari kue yang akan di beli untuk merayakan hari pernikahan mereka yang ke-2.
Sementara di Indonesia, kedua orang tua Ace begitu cemas mencari keberadaan Fayra yang sampai sekarang belum memberikan kabar apakah dia sudah sampai atau belum. Sama halnua kedua orang tua Fayra, dia yang baru mengetahui kepergian anaknya malah ikut merasa cemas.
Satu sisi mereka rasanya ingin sekali menyalahkan kepada kedua orang tua Ace lantaran mereka tidak bisa menjaga anaknya, tetapi disisi lain mereka juga pham. Semua ini adalah keinginan anaknya sendiri.
Begitu juga para sahabat Fayra yang belum mengetahui tentang kabar Fayra, sekaramg malah menjadi tahu ketika kedua orang tua Fayra menanyakan apakah mereka pergi bersama Fayra atau tidak.
Saat ini kedua orang tua Fayra dan Ace sedang berkumpul di rumah kediaman keluarga Ace. Wajah mereka terlihat sangat tegang dan juga khawatir, lantaran mereka belum mendapatkan kabar dari Fayra.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dimana di Amerika pukul 10 pagi menjalang siang. Kedua orang tua Fayra terpaksa harus menginap di rumah besannya cuman untuk menunggu kabar dari Fayra.
"Apa aku langsung telepon Ace aja ya, buat nanyain apakah Fayra sudah bersamanya atau belum?" ucap Mommy Rosa menatap mereka secara bergantian.
"Apa kamu lupa, isi surat Fayra kepada kita? Bukannya dia meminta kita untuk tidak memberitahu kepada Ace, jika dia datang ke sana untuk memberikan surprise hari pernikahan mereka." ucap Daddy Gerry, mencoba mengingatkan isi surat yang Fayra tinggalkan.
"Memangnya Fayra meninggalkan surat kepada kalian?" tanya Appa Daniel.
"Kenapa kalian tidak mengatakan, bahwa anakku meninggalkan surat, hah!" ucap Amma Trysta, kesal dengan mata yang sudah terlihat sembab.
__ADS_1
Mommy Rosa yang menyadari kesalahannya telah melupakan isi surat tersebut langsung meminta maaf kepada kedua orang tua Fayra, kemudian dia pergi kearah kamarnya untuk mengambil surat itu.
Sementara Daddy Gerry menceritakan kejadian tadi pagi menjelang siang, dimana tepat di hari ini adalah hari libur jadi Daddy Gerry berada dirumah ketika istrinya berteriak menangis.
Mommy Rosa begitu mengkhawatirkan keadaan Fayra yang pergi ke Amerika seorang diri tanpa pengawasan siapa pun.
Ditambah lagi mereka melihat berita mengenai jatuhnya pesawat dari Indonesia menuju Amerika, lantaran mengalami gangguan. Berita tersebut semakin membuat mereka menjadi panik.
Untungnya mereka segera mengecek semua nama penumpang yang ada di pesawat itu, sebelum memberikan kabar ini kepada kedua orang tua Fayra. Beruntungnya ternyata tidak ada nama Fayra didalam pesawat itu membuat perasaan mereka merasa lega.
Fayra menaiki pesawat sesudah pesawat yang kecelakaan terbang lebih dulu. Seharusnya Fayra menaiki pesawat itu, hanya saja takdir masih menyalamatkannya.
Ternyata Fayra tidak jadi menaiki pesawat itu, akibat dia terlambat ke Bandara. Sehingga dia harus berangkat menggunakan pesawat lainnya, dan bersyukurnya pesawat yang ditumpangi Fayra telah sampai di Amerika dengan selamat tanpa mengalami kendala apapun.
...***Flashback****...
Pagi hari tepat pukul 8, Mommy Rosa dan Daddy Geery tidak merasa curiga jika Fayra sudah tidak ada dirumah. Akan tetapi semakin jam berputar membuat kedua orang tua Ace merasa bingung.
Tokk, tokk, tokk ...
Mommy Rosa mengetuk pintunya lebih dulu, saat tidak mendapati jawaban, dia segera masuk dalam keadaan khawatir jika menantunya kembali jatuh sakit.
"Sayang, kamu gap--- loh, ko-kok Fayra tidak ada dikamar? Apa dia ada jadwal kuliah hari ini? Tapi, tidak mungkin. Ini kan hari minggu, lagian kalau kemana-mana dia selalu bilang. Cuman, kenapa sekarang pergi tanpa pamit? Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak?"
Mommy Rosa melangkahkan kakinya memasuki kamar melihat bahwa kasur yang Fayra tempati sudah dibereskan dengan rapi.
Itulah Fayra, sebelum dia meninggalkan kamarnya selalu membereskannya lebih dulu. Kemudian mandi dan barulah keluar kamar, itu sudah menjadi kebiasan Fayra sejak dia berusia 10 tahun.
Hanya saja kedua mata Mommy Rosa tanpa sengaja melihat adanya sebuah surat yang tergeletak diatas meja kecil dengan di tindihi oleh sebuah pulpen.
__ADS_1
"Su-surat apa ini?" gumam lirih Mommy Rosa sambil memegang kertas itu, lalu membolak-balikkan karena merasa penasaran dengan isinya.
Tanpa berlama-lama Mommy Rosa duduk di tepi ranjang, kemudian membuka kertas tersebut secara perlahan sambil membacanya.
...Selamat pagi, Mommy dan Daddyku sayang. Maaf ya jika kalian datang ke kamar, sudah tidak menemukan Fayra lagi....
...Saat ini mungkin Fayra sudah berada jauh dari kalian, pasti kalian bingung ya Fayra pergi kemana. Jawabannya cuman satu, yaitu kemana pun Fayra pergi pasti hanya untuk mengejar cintanya***....
...Amerika? Ya, kalian betul. Fayra pergi ke Amerika lantaran 2 hari lagi adalah hari pernikahan kami yang ke-2. Fayra harus datang menemui Ace, agar dia tidak melupakannya....
...Mommy dan Daddy tahu kan, Ace itu selalu saja lupa dengan semuanya. Jadi sebagai istri yang baik, Fayra harus mengingatkan dia agar dia bisa selalu ingat sama Fayra....
...Cuman, Fayra mohon sama kalian jangan bilang apa-apa atau menghubungi Ace untuk menanyakan bagaimana kabar Fayra kepadanya. Fayra enggak mau semua surprise yang akan Fayra rencanakan akan berakhir sia-sia....
...Dan satu lagi, titip salah buat Amma dan Appa. Jika mereka ingin mencari atau menyusul Fayra, bilang saja Fayra akan selalu baik-baik saja dimana pun. Karena Fayra adalah anak mereka yang kuat, jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkan kondisi Fayra....
...Fayra janji kok, Fayra akan kembali pulang ke Indonesia dengan membawa kabar bahagia untuk kalian, soalnya Fayra bisa memberikan surprise untuk suami Fayra sendiri tanpa bantuan siapapun....
...Untuk itu Fayra pergi dulu ya Mom, Dad. Jaga diri kalian selama Fayra tidak ada, Fayra janji Fayra tidak akan lama kok, paling hanya sekitar 1 Minggu saja. Kemudian Fayra akan kembali lagi ke Indonesia....
...Apa lagi sebentar lagi Fayra lulus sekolah, dan disaat itu juga Fayra bisa berkumpul lagi bersama dengan Ace selamanya. Sayangnya, saking Fayra enggak kuat menahan rindu ini, Fayra memilih nekat pergi deh hehe ......
...Pokoknya kalian semua doakan Fayra terus ya, semoga surprise yang akan Fayra berikan kepada Ace bisa berhasil. Aamiin .......
...Salam peluk, kasih sayang dari anak serta menantu yang paling cantik, Fayra....
Setelah membaca surat tersebut membuat Mommy Rosa menangis sambil tersenyum, betapa manisnya isi surat ini sampai membuat hatinya begitu tersentuh.
Namun, kembali lagi Mommy Rosa tetap akan terus mengkhawatirkan menantunya itu. Bagaimana mungkin Fayra anak yang terlihat lugu dan juga polos bisa pergi seorang diri ke negara yang sangat jauh.
__ADS_1
Ace saja, ketika pergi ke Amerika pun dia dikhawal oleh orang suruhan Daddy Gerry. Sedangkan Fayra malah memilih pergi tanpa pendamping, hingga membuat Mommy Rosa bergegas lari keluar dari kamar, lalu berteriak memanggil nama suaminya yang saat ini berada di ruang keluarga.