Learn to Love You

Learn to Love You
Kejadian Tidak Senonoh


__ADS_3

Kini hanya tinggal pasangan Louis dan juga Ace, sedangkan Fayra yang benar-benar sudah merasa jenuh langsung mengajak Nata untuk pergi ke tempat dansa.


"Honey!" pekik Ace berdiri, melihat Fayra dan Nata sudah berlari ke arah tempat tersebut.


"Kalau dia bukan cewek lu udah gua buang ke laut!" gumam Louis, kesal.


"Berisik lu, mending kita samperin mereka! Gua enggak mau sampai Fayra kenapa-kenapa!" ucap Ace, bergegas lari diikuti oleh Louis.


Mereka berdua berusaha menerobos semua orang yang sedang asyik berjoget ria. Sampai akhirnya mereka menemukan Fayra dan Nata, mereka berdua tertawa bersama menikmati alunan musik sambil menggerakan badannya.


"Astaga, Honey! Kamu itu ngeselin banget sih, bagaimana jika ada hal buruk terjadi sama kamu!" tegas Ace, mengencangkan suaranya.


"Hehe, maaf. Lagian kalian kaku banget sih, ya sudah kita tinggal aja ya, Nat. Kapan lagi kan kita bisa senang-senang hihi ...." Fayra terkekeh, sambil berjoget kecil bersama Nata.


"Ya bener, sumpah ini enak banget musiknya. Enggak ada Sheila sama Arsyi, jadi kita bebas joget ya, Raa. Haha ...." sahut Nata, yang juga ikut tertawa bersama Fayra.


"Kamu itu bisa kan Ci, jangan buat aku panik!" ucap Louis.


"Hehe, maaf Ko. Lagian kalian berdua terlalu kaku sih, jadi ya kita tinggal aja. Maaf ya, Kokoku sayang hihi ...." jawab Nata, terkekeh.


Louis dan Ace yang melihat wanita dia cintai merasa begitu senang menikmati alunan musik tersebut, membuat mereka hanya bisa terdiam menggelengkan kepalanya.


5 menit berlalu, Ace merasa ingin pergi ke toilet lantaran kantung kemihnya sudah mulai penuh. Hanya saja, dia berusaha menahannya agar bisa terus menjaga Fayra.


Louis yang melihat wajah Ace begitu pucat, langsung melontarkan pertanyaan. "Lu kenapa? Sakit?"


"Enggak, gua cuman kebelet doang." sahut Ace.


"Ya udah sana ke toilet, urusan Fayra gua yang jagain. Yang penting lu jangan lama-lama, dan ingat jaga diri lu!" ucap Louis.


"Gua enggak bisa ninggalin Fayra, gua takut!" ujar Ace, menatap Fayra.


"Tenang aja, lu percayain Fayra sama gua! Gua janji gua akan jagain dia, kaya gua jagain Nata." tegas, Louis.


"Lu serius?" tanya Ace, disaat dia sudah enggak kuat menahannya lagi.


"Udah sana, buruan. Jangan di tahan, takut jadi penyakit!" titah Louis, langsung diangguki oleh Ace.


Tanpa berlama-lama, Ace segera memberitahu istrinya jika dia harus pergi ke toilet sebentar akibat urusan alam.


Fayra hanya menganggukan kepalanya mendengar nasihat Ace, jika dia tidak boleh jauh-jauh dari Nata maupun Louis.


Seperginya Ace, hanya berselang beberapa menit Nata mendapati senggolan dari seorang pria berjoget di sampingnya.

__ADS_1


Pria tersebut sengaja memegang bokong Nata, membuatnya langsung berbalik sambil berkata. "Bang*ke! Ngapain lu megang bokong gua hahh!"


Mendengar perkataan Nata, membuat Louis langsung refleks menonjok wajah pria tersebut dan berkata. "Bang*sat lu! Ngapain lu sentuh cewek gua, hah! Cari mati lu sama gua!"


Bugh


Louis menonjok pria tersebut beberapa kali, sampai dia tidak berdaya tergeletak di lantai. Nata dan Fayra berusaha untuk memisahkan Louis, yang terkesan seperti seorang monster.


"Ada apa ini?" tanya orang pria yang membuat Fayra langsung menoleh dan meminta pertolongan.


"Kak, tolong ban---"


"Loh, Ka-kak An-andrew?"


Fayra begitu terkejut saat melihat Andrew berada di antara mereka semua, karena yang Fayra tahu jika ini merupakan acara khusus untuk sekolahnya. Sedangkan Andrew bukanlah siswa dari SMA 01 Cempaka Putih.


"Kak Andrew kok ada di sini? Bukannya ini acara anak Cempaka Putih?" tanya Fayra, bingung.


"Ya memang, tapi---"


"Kalian udah saling kenal?" sambung Alena yang tiba-tiba muncul entah darimana.


"Kak Alena, a-apa Kak Andrew ini ...." Fayra menghentikan perkataannya, sambil menatap keduanya sambil menerka-nerka.


Alena menatap segerombolan orang yang mengerubungi sesuatu, wajah Alena terlihat begitu cemas.


"Tolong, Kak. Itu ada Kak Louis lagi bertengkar karena membela Nata." ucap Fayra, wajahnya terlihat khawatir.


"Oke-oke, aku panggil security dulu. Drew, gua titip Fayra ya. Sebentar!" ucap Alena langsung pergi begitu saja.


"Kamu tenang aja, bentar lagi ada security. Terus dimana sahabatmu?" tanya Andrew.


"Pasti dia ada di dalam kerubungan itu Kak, kasihan Nata. Pasti dia lagi nangis melihat Kak Louis bertengkar." jawab Fayra.


"Sudah tenang dulu, itu ada security. Mendingan kamu minum dulu ya, bentar aku ambilin." Andrew memanggil pelayan, dan memberikan gelas tersebut kepada Fayra.


"Ma-makasih, Kak." Fayra menerimanya dan langsung meminumnya perlahan, disaat pertengkaran Louis sudah ditangani oleh security.


"Kak, itu Kak Louis mau di bawa kemana sama Nata?" tanya Fayra tambah cemas, melihat mereka bertiga di bawa oleh security.


"Biasa di bawa ke tempat jaga di depan, palingan mereka akan di tanya-tanya ada masalah apa." ucap Andrew, meyakinkan.


"Tapi, mereka enggak akan bermasalah kan?" tanya Fayra.

__ADS_1


"Tidak, tenang aja. Semua aman kok." jawab Andrew tersenyum.


"Astaga, Kak Ace! Dimana dia? Kenapa ke toiletnya lama banget?" gumam Fayra, menolah-noleh mencari keberadaan suaminya yang sampai detik ini belum kembali.


"Mau aku antar ke toilet, biar kamu bisa bertemu sama Ace?" ucap Andrew, tersenyum.


"Boleh, Kak. Aku juga mau ke toilet." ucap Fayra.,


Andrew berjalan perlahan beriringan bersama Fayra menelusuri sebuah lorong yang sangat sepi. Sepanjang perjalanan Andrew hanya bisa tersenyum kecil melihat kecantikan Fayra.


Namun saat sampai di sebuat lorong yang terdapt 1 kamar bersembunyi, Andrew langsung menarik tangan Fayra dan membawanya masuk.


Debugh!


Tubuh mungkil Fayra terbanting diatas ranjang, membuatnya sangat terkejut ketika melihat Andrew mengunci pintu tersebut.


"Ka-kak A-andrew, ma-mau a-apa? Ke-kenapa Kakak me-membawaku ke sini?"


Wajah Fayra terlihat begitu pucat, badan gemetar menatap senyum devil Andrew yang berusaha mendekati ranjang.


Perlahan Fayra memundurkan bokongnya sampai akhirnya tubuhnya mentok di sandaran ranjang.


"Ka-kak, ja-jangan ma-macam macam ya. A-atau a-aku akan te-teriak!" ancam Fayra, sudah berkeringat.


"Apa sih Sayang, hem? Kamu mau teriak? Ya sudah teriak aja, toh enggak akan ada yang dengar. Karena kamar ini terdapat kedap suara." jawab Andrew berjalan maju.


Degh!


Jantung Fayra seakan-akan berhenti secara mendadak untuk beberapa detik. Dan kembali berdetak saat Andrew sudah berada di dekat Fayra, langsung menarik kedua kakinya.


"Hap, haha ... Mau kemana, Sayangku? Jangan ngehindar dong, aku begini juga kan semua karena kamu." ucap Andrew memejang kedua kaki Fayra.


"Arrghh, le-lepasin kakiku Kak. Lepas! A-apa maksud Kakak berbicara semua ini karena aku?" pekik Fayra menendang-nendang kakinya agar bisa terlepas dari genggaman Andrew.


"Ya memang karena kamu. Kecantikan dan kelembutan hatimu membuat aku menjadi gila, ini untuk yang pertama kalinya aku bisa merasakan jatuh cinta. "


"Namun, sayangnya. Pria breng*sek dan penge*cut itu telah merebutmu dariku!"


"Maafkan aku, jika aku harus mengambil jalan pintas. Dengan begini kamu bisa sepenuhnya menjadi milikku untuk selamanya!"


Andrew tersenyum lebar menatap Fayra yang saat ini sudah ketakutan sambil menangis.


Fayra berusaha memukul lengan Andrew agar mau melepaskan kakinya, tetapi naas. Andrew langsung menindihi tubuh Fayra, sehingga kini posisi Fayra benar-benar terkunci rapat didalam kungkuhan Andrew.

__ADS_1


__ADS_2