
Disana Meera duduk dengan bodyguardnya di meja yang peling pojok dan segera memesan beberapa makanan serta minuman. Dimana Anna selalu memberikan laporan berupa foto Fayra kepada Kharel, bahwa dia sudah melaksanakan perintahnya.
Sementara Fayra hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat perlakuan Anna, Fayra hanya bingung aja Kharel semakin ke sini semakin posesif terhadapnya.
Namun, Fayra senang. Dengan begini dia bisa tahu jika suaminya sangat peduli serta mencintainya melebihi Kharel mencintai dirinya sendiri.
...*...
...*...
Selang 1 Minggu, Fayra dan Kharel sudah berada di Indonesia dengan dikhawal oleh beberapa bodyguard laki-laki bertubuh kekar dan juga satu bodyguard cantik bernama Anna.
Saat ini semua orang sedang bersiap-siap untuk datang ke pengadilan, karena tepat di jam 10 nanti. Hakim akan memutuskan hukuman apa yang layak untuk Ace terima.
Sementara Mommy Rosa keadaannya sudah lumayan stabil dan dia sudah keluar dari rumah sakit, serta tinggal seorang diri akibat anaknya berada di dalam penjara.
Untuk melanjutkan kehidupannya, Mommy Rosa berjualan nasi untuk sekedar mencari pemasukan untuk hidupnya yang tidak memegang uang sepersen pun.
Warung kecil-kecilan yang di buat di dalam pagar rumahnya yang sederhana itu, adalah warung yang di berikan dari keluarga Fayra untuk menolongnya agar bisa kembali meneruskan hidupnya tanpa memikirkan anaknya yang entah kapan dia akan kembali ke rumah.
Mommy Rosa berkali-kali mengucapkan permintaan maaf, ketika dia mengetahui kelakuan anaknya yang sangat mengecewakan. Meski begitu Ace tetaplah anaknya, walau terkadang dia salah jalan. Akan tetapi, setelah berada di jeruji besi, perlahan Ace mulai tersadar dengan perbuatannya dan menyesali semuanya.
...Di rumah kediaman keluarga Richardzon...
Fayra, Kharel dan juga kedua orang tuanya sedang sarapan pagi dengan menu nasi goreng, ayam cryspy dan juga susu ataupun air putih.
__ADS_1
Semua itu Fayra yang masak, berkat dia belajar dari mertuanya pada akhirnya sekarang Fayra sudah bisa memasakan suaminya masakan. Meski terkadang rasanya suka tidak karuan, Kharel tetap memakannya tanpa melepeh atau membuangnya sedikitpun.
Bagi Kharel apapun masakan yang Fara buat, mau bagaimanapun rasanya. Tetap semua terasa nikmat ketika Fayra memasaknya menggunakan cinta serta tekat yang kuat demi menyenangkan hati suaminya.
Bahkan beberapa kali sempat Fayra sengaja membuatkan sebuah nasi goreng yang sangat asin, hanya untuk melihat respon suaminya ketika memakannya.
Dan, jrengg!
Fayra terkejut saat Kharel bisa menghabiskan nasi goreng tersebut tanpa keluhan sedikitpun, dia hanya meminta Fayra untuk menambahkan kecap tepat diatas nasinya serta telornya dengan tujuan karena Kharel sangat menyukai kecap.
Padahal Kharel menutupi semua rasa asin itu dengan kecap, supaya tidak membuatnya sedikit enek. Untungnya Kharel pandai dalam menyembunyikan ekspresi wajahnya.
Disini membuktikan bahwa adanya perbedaan yang cukup jauh antara Ace dan Kharel. Antara mencintai atau tidak, antara cinta menggunakan hati atau perkataan.
Semua terlihat jelas, ketika apa yang sudah ditakdirkan untuk menjadi miliknya selamanya memang sangatlah berbeda dengan takdir yang hanya sekedar ditakdirkan cuman untuk mampir.
Fayra yang baru saja menyendokkan sesuap nasi goreng ke mulutnya, cuman bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sumpah demi apa, Sayang? Ini rasanya enak loh, Amma tidak menyangka kalau kamu sudah bisa masak. Ya 'kan, Appa?" ucapnya kembali, dengan senyuman lebar.
"Ya, ini enak banget Sayang. Appa tidak menyangka kamu sekarang sudah pandai memasak, padahal baru sebulan menjadi istri dari Nak, Kharel. Kamu sudah terlihat banyak kemajuan. Dari mulai ada bodyguard sendiri, dan sekarang kamu telah membuktikan ucapanmu pada waktu itu."
"Apa kamu masih ingat? Jika masih, bisakah Appa mau mendengar perkataan itu lagi?"
Fayra tersenyum malu ketika menatap Appanya dan Ammanya, lalu melirik ke arah Kharel yang tersenyum kecil ke arahnya.
__ADS_1
Fayra mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika Fayra baru saja duduk di kelas 1 SMA. Dia terlalu cuek dengan pekerjaan wanita yang sangatlah penting sebagai bekalnya di kemudian hari.
Saat itu Fayra dan kedua orang tuanya sedang duduk di kursi ketika mereka sedang melakukan makan malam.
"Nak, lain kali kamu belajar masak sama Amma ya!" titah Appa Daniel.
"Apa yang Appa bilang itu benar, Sayang. Usiamu sudah semakin bertambah, masa iya kamu begini trus. Suatu saat nanti kamu akan memiliki suami loh, kalau kamu masih manja dan juga tidak bisa apa-apa. Bagaimana kamu bisa membuat senang suamimu, hem?" sahut Amma Trysta.
"Amma, Appa. Kalian tidak usah khawatir masalah itu, jika Fayra Tuhan sudah memberikan jodoh itu tidak nanggung-nanggung. Dia pasti akan mengirimkan seseorang yang terbaik untuk menutupi semua kekuranganku."
"Jika aku tidak bisa memasak, dia tidak akan mempermasalahkan itu. Masih bisa menyewa pembantu, bukan? Lantas jika aku tidak bisa mengurus anak pun masih ada baby sister dan kalau aku tidak bisa bela diri pun, dia akan memberikan seorang bodyguard yang bisa selalu menjagaku 24 jam. Simple, 'kan?"
"Itulah cinta, dia akan menerima semua kekurangan pasangannya menjadi kelebihan sangat mencintai pasangannya dia akan menjadikan wanita itu sebagai Ratu di dalam hatinya. Baik buruk wanita itu akan tetap di jadikan seorang Ratu oleh pria yang tepat!"
Apa yang diucapkan oleh Fayra memang tidak semuanya ke rekam atau ada beberapa kata yang di tambahkan. Akan tetapi, apa yang Fayra jelaskan sekarang ini memiliki arti yang sama dengan apa yang dia jelaskan dulu.
Kharel yang melihat serta mendengar kisah kecil Fayra membuatnya tersenyum kecil. Apa lagi Kharel tidak tahu bahwa Fayra kecil sangatlah malas.
Namun apa daya, cinta membuat Kharel buta dan tulis. Selagi dia punya uang, semua bisa dia lakukan demi membuat istrinya bahagia. Bahkan Fayra saja tidak di perbolehkan kecapekan sedikitpun olehnya.
Sweet 'kan? Ya begitulah kisah cinta mereka, meski kekhawatiran Kharel ada, akan tetapi Kharel tidak memperdulikan itu semua. Dia menikah dengan tujuan untuk menyempurnakan cintanya bukan untuk menjadikan Fayra sebagai pembantu atau sebagainya.
Rasa haru dan tak percaya menyelimuti kedua orang tua Fayra, mereka tidak menyangka omongan yang dianggapnya hanya sekedar ucapan ternyata sekarang menjadi kenyataan.
Anak semata wayangnya yang selama ini mengalami rasa sakit ketika menjalankan perjodohan kedua orang tuanya, membuat orang tuanya merasa bersalah. Cuman hadirkan Kharel membuat mereka tersadar, jika tidak selamanya yang namanya perjodohan akan berjalan mulus dan bahagia.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan mereka segera bersiap-siap, lalu pergi bersama dengan 1 mobil yang di setirin oleh Kharel menuju tempat persidangan.
Di dalam mobil tanpa sengaja Appa Kharel langsung mengatakan sesuatu yang membuat Fayra sedikit terdiam dan ragu untuk sekedar menjawabnya.