Learn to Love You

Learn to Love You
Zayn & Zack


__ADS_3

Wajah bahagia Fayra terlihat jelas, meski napasnya masih tidak beraturan. Tetapi, berbeda dengan Kharel. Dia terlihat pucat dan mulai berkeringat dingin saat melihat anaknya masih diselimuti oleh cairan merah.


Sang dokter segera menyuruh suster untuk membersihkan Babynya agar bisa di berikan kepada kedua orang tuanya.


Namun, ada satu kejadian yang membuat semuanya terkejut. Awalnya keadaan sudah mulai tenang, tetapi kembali menjadi panik saat kejadian itu berhasil mengundang wajah bahagia berubah menjadi penuh kecemasan.


"Arrghh, do-dok. Pe-perutku sa-sakit lagi, hiks ...." ucap Fayra, dimana dia merasakan perutnya kembali mules.


Loh kok bisa? Ya, bisa. Karena saat ini Fayra mengandung anak kembar, hanya saja mereka tidak mau mengetahui gendernya lebih dulu. Biarkan semua menjadi misteri yang akan terungkap di kemudian hari.


Sang dokter yang perkiraan semua kelahiran ini akan jeda 5 menit, ternyata salah. Hanya berselang sekitar 2 menit saja, Fayra sudah kembali merasakan kontraksi dan juga mules.


Mau tidak mau semuanya pun kembali bersiap-siap untuk menyambut kelahiran anak mereka yang ke dua. Sang dokter segera mencuci tangannya dan kembali mengganti sarung tangannya, lalu memberikan aba-aba sama seperti yang pertama.


Sementara Kharel, tubuhnya semakin melemah dan dia juga keringatnya semakin bercucuran deras membuat dia merasakan tubuhnya mulai bergetar hebat.


Semua ini karena Kharel sudah tidak tahan lagi dengan bau anyir serta da*rah yang selalu tidak lepas dari pandangannya.


Fayra berusaha mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter, sampai akhirnya beberapa kali Fayra mendorong akhirnya Baby ke dua berhasil terlahir ke dunia dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun, sama seperti Baby yang pertama.


"Wahh, selamat Tuan, Nyonya. Baby twins kalian semuanya jagoan. Lihatlah, betapa tampannya kedua anak kalian. Sekali lagi selamat Tu---"


Bugh!


"Ka-kakak!" panggil Fayra lirih saat tenaganya sudah tidak bisa lagi dia keluarkan.


"Astaga, Tuan!" pekik sang dokter segera menyerahkan Baby ke dua ke tangan suster agar segera di bersihkan.


"Hiks, Ka-kakak kenapa pingsan? Su-sudah aku bilang bukan, kalau Kakak itu tidak bisa menahan rasa takutnya. Dan akhirnya sekarang Kakak jatuh pingsan, ma-maafkan aku hiks ...."

__ADS_1


Fayra menangis melihat suaminya segera di bopong oleh beberapa suster. Lalu ada beberapa perawat pria datang mendorong bangkar kosong, dan membawa Kharel keluar dari ruangan menuju ruangan lain agar bisa segera di tangani oleh dokter lainnya.


Mamah Xavia dan Papah Jerome yang melihat kondisi anaknya menjadi khawatir, mereka lupa jika anaknya memiliki sedikit phobia dengan da*rah. Akan tetapi, demi anak dan istrinya dia rela melawan semua itu.


Papah Jerome langsung ikut menemani Kharel, sementara Mamah Xavia masih setia menunggu Fayra untuk di pindahkan ruangannya.


Tak lama dokter pun keluar dengan wajah bahagianya dan menjelaskan bahwa Mamah Xavia memiliki 2 cucu yang sangat tampan dan juga menggemaskan. Sedangkan kondisi Fayra hanya sedikit lemah serta membutuhkan istirahat untuk beberapa jam ke depan sampai dia dipindahkan ke kamar lainnya.


Kedua orang tua Fayra yang rencananya hari ini sampai untuk menyaksikan anaknya melahirkan, tetapi sayang. Mereka hanya bisa melihat cucunya sudah terlahir ke dunia, tanpa bisa menemani anaknya.


1 jam kemudian, Fayra sudah di pindahkan di kamar VVIP bersama dengan Baby twins. Keadaan Kharel yang sudah mulai membaik pun, segera pergi di temani oleh Papah Jerome ke ruangan istrinya untuk melihat kedua jagoannya.


Ceklek!


Pintu terbuka bersamaan dengan masuknya Kharel dan Papah Jerome, mereka terlihat begitu bahagia saat melihat box Baby yang lucu. Dimana ada Baby Twins sedang tertidur sangat nyenyak, begitu juga Fayra yang masih tertidur.




"Sayang, terima kasih. Kamu sudah menjadi istri yang terbaik, dan terima kasih juga karena kamu sudah memberikanku 2 hadiah terindah sekaligus yang selama ini aku inginkan."


"Sehat selalu istriku, bahagia terus ya Sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan anak-anak, aku akan selalu mengutamakan kalian dari apapun. Aku akan membuktikan sama kalian kalau aku bisa menjadi Ayah yang baik, supaya kedua jagoanku ini bangga memiliki Ayah sepertiku."


"Sekali lagi terima kasih, Sayang. Atas semua kebahagiaan yang selama ini kamu berikan padaku. Terima kasih juga pada-Mu Tuhan, karena Kau sudah mempersatukan kami. Meski harapan itu pernah pupus dan sempat aku kubur dalam-dalam, yang pada akhirnya takdir kembali mempersatukan kami."


"Pokonya aku tidak akan menyia-nyiakan nikmat yang Kau berikan ini, aku akan menjaga mereka semua seperti aku menjaga diriku sendiri. Terima kasih Tuhan!"


Kharel berbicara sambil meneteskan air matanya, lalu dia mencium seluruh wajah istrinya termasuk bibirnya. Kedua orang tua Kharel pun merasa bahagia, ketika melihat anak, menantu dan cucunya bisa berkumpul seperti saat ini.

__ADS_1


Tak lupa, orang tua Fayra masih dalam perjalanan. Akan tetapi mereka sudah di berikan kabar serta foto cucunya sebagai semangat agar mereka segera menjenguk cucu pertamanya.


Kemudian perlahan Kharel beralih menatap kedua jagoannya yang sangat tampan, gemas dan juga lucu. Salah satu dari mereka yang membuka matanya, merupakan anak pertama Kharel.


Tatapan matanya, sama persis seperti tatapan Kharel yang begitu tajam membuat Kharel seperti melihat dirinya di waktu kecil.


"Hai, 2 jagoan Ayah. Kenalkan aku Kharel, Ayah kalian. Dan yang tidur itu adalah Bunda Fayra, Bunda kalian. Gimana, kalian senang 'kan ketemu Ayah dan Bunda, hem?"


"Uhhh, gemesnya. Terima kasih ya, jagoan-jagoan Ayah memang hebat. Kalian mampu bertahan menemani Bunda berjuang, Ayah bangga sama kalian."


"Pokoknya sehat-sehat ya Baby Boy Ayah Bunda. Semoga kelak kalian bisa menjadi anak yang baik dan saling menyayangi satu sama lain, serta bisa membuat kami orang tua bahagia melihatnya."


"Ayah janji, Ayah akan memberikan kasih sayang secara adil agar kalian tidak ada yang merasa iri. Apapun akan Ayah lakukan asalakan kalian bahagia, sekali lagi terima kasih Baby Boy. Karena kehadiran kalian membuat hidup Ayah dan Bunda semakin cerah bagaikan taman 1000 bunga."


Kharel berinteraksi bersama mereka berdua, cuman hanya sang Kakak yang merespon dengan kedipan mata dan juga mulutnya yang seperti mencari sesuatu.


"Rel, apakah kamu sudah membuatkan nama untuk mereka?" tanya Papah Jerome mendekati cucunya.


"Kamu mau menggendongnya, Boy? Sini Mamah bantuin biar kamu belajar mengurus anak, kasihan kalau semuanya di serahkan pada istrimu." tanya Mamah Xavia.


Kharel menoleh ke arah orang tuanya yang sudah berdiri di dekatnya sambil melihat cucunya. Kemudian Kharel tersenyum.


"Sudah, Pah. Aku sudah menyiapkan namanya, jadi nama anak pertamaku adalah Zayn Khafa Cyrano Philibert. Dan anak keduaku adalah Zack Khafa Cyrano Philibert."


"2 nama itu aku berikan, karena mereka adalah rahmat Tuhan yang keindahan serta sumber kekuatan bagi kita semua. Sedangkan Khafa adalah gabungan dari namaku dan Fayra, sedangkan Cyrano adalah nama panjangku serta Philibert nama keluarga. Semua aku gabung menjadi satu supaya kelak aku bisa menanamkan kesuksesanku ke pada anak-anakku."


Degh!


Nama yang indah itu Kharel berikan beberapa hari lalu, dia memikirkan semuanya sendiri. Karena Fayra tidak mau memberikan usul nama, dia selalu percayakan apapun pada suaminya. Baginya suaminya merupakan kepala rumah tangga, jadi dia hanya ikut manut saja. Selagi jalan Kharel adalah jalan yang benar.

__ADS_1


Semuanya langsung menyambut ke hadiran Zayn dan Zack dengan penuh kebahagiaan. Di saat mereka sedang bergantian menggendong Baby twins, tiba-tiba orang tua Fayra sudah datang dan langsung menyambut kehadiran kedua cucunya dan anaknya yang masih tertidur.


__ADS_2