
Melihat adanya keberaniaan didalam diri Freya membuat Fayra menoleh dan tersenyum kearahnya. Satu kedipan mata yang Fayra berikan seperti memberikan sebuah isyarat bahwa dirinya baik-baik saja.
Sementara Ace, dia tidak mau menggubris ucapan Freya lantaran dia mau fokus dengan istrinya agar bisa kembali mengambil hatinya. Meski Ace tahu masih ada rasa kecewa didalam dirinya, tetapi Ace seperti tidak merasa bersalah sama apa yang terjadi saat ini.
Baginya Ace, dia tidak mengkhianati istrinya karena hubungannya dengan Freya tidak memiliki ikatan status yang resmi. Melainkan mereka hanya menjalani hari-harinya layaknya seorang teman yang memiliki kedekatan lebih.
Ace yang sudah tidak mau berdebat, langsung menyuruh Fayra untuk fokus kepada hari pernikahannya. Dimana Ace ingin meniup lilin yang berdada diatas kue, tetapi tiba-tiba ...
Braakk!
Kue yang ada di tangan Fayra terjun bebas kelantai bersamaan dengan wajah Ace yang terlihat terkejut.
"Ho-honey, ku-kuenya?"
"Upss, so-sorry!"
"Ke-kenapa Ho-honey? Kenapa kamu melakukan itu, kita kan belum meniup lilin?"
Ace begitu syok menatap kue yang terlihat hancur berantakan tepat didekat kakinya, sementara Fayra. Dia hanya tersenyum menatap suaminya yang saat ini begitu sedih menatap kue tersebut.
"Meniup lilin, buat apa? Bukannya semua sudah tidak ada artinya lagi, sebelum lilin itu padam?"
"Ho-honey ...."
"Stop memanggilku dengan sebutan menjijikan itu! Cukup panggil aku, Fayra! Karena sebentar lagi status kita hanyalah sekedar orang asing, yang akan menjalani kehidupannya masing-masing. Dimana kamu akan mengejar keinginanmu sendiri, dan aku akan mengejar impianku!"
"Tidak! Aku tidak mau kita berpisah, bahkan sampai kamu memintanya pun aku tidak akan melepaskanmu!"
"Kamu tidak mau melepaskanku, tetapi kamu selalu menyakitiku? Haha, egois!"
"Ya, aku egois. Karena aku sangat mencintaimu, dan sampai kapanpun kamu hanyalah milikku!"
"Milikmu, milikmu, milikmu semuanya milikmu! Satu kata yang selalu terucap, tanpa bukti adalah tong kosong nyaring bunyinya! Bahkan angin lewat yang tidak ada artinya pun masih menyisakan rasa yang menyejukkan, sedangkan ucapanmu yang berkesan menyejukan malah sangat menggerahkan!"
__ADS_1
"Perkataan yang selalu terulang itu hanyalah sebuah ancaman bagi wanita lemah, agar dia tidak bisa lepas dari semua ikatan yang sangat menyangkitkan didalam hidupnya!"
Fayra berbicara sambil melangkahkan kakinya memutari Ace dengan tatapan mata yang sangat penuh arti. Senyuman terus terukir bersamaan dengan tawaan kecil yang dia lontarkan ketika mendengar semua pembelaan suaminya.
Ketika Ace ingin terus mengatakan sesuatu untuk membela dirinya sendiri, Fayra berkali-kali langsung memotongnya sampai Ace tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Hingga akhirnya, Fayra kembali menegaskan semua keinginannya agar dia bisa lepas dari suami yang selama ini hanya bisa menyakiti dirinya.
"Sstt, sudahlah jangan berbelit-belit mencoba membela diri! Semua itu tidak akan mempan lagi, karena saat ini hatiku sudah benar-benar mati untukmu!"
"Jadi lebih baik kamu persiapkan dirimu dengan sangat matang, agar kamu bisa bertemu denganku di pengadilan nanti!"
"Terima kasih atas 2 tahun lebih ini sudah mengizinkanku untuk memasuki kehidupanmu dan mengenalmu secara baik maupun tidak!"
"Terima kasih sudah membalas cintaku, meskipun hanya dengan sekejam mata lalu cinta itu hilang entah kemana!"
"Dan terima kasih, telah mengajarkanku jika mencintai itu tidak harus memiliki. Cinta bukanlah suatu ambisi yang harus selamanya diperjuangan seorang diri. Dari sini, aku banyak belajar bahwa menjadi orang bod*doh dalam mencintai itu adalah kesalahan terbesar didalam hidup!"
"Untuk itu, aku akan tetap pada pendirianku jika aku ingin bercerai denganmu!"
Sudah cukup Fayra berjuang selama ini untuk cintanya, pasang-surut dia lewati seorang diri. Cuman, sekarang tidak lagi. Dia harus bisa tegas atas hidupnya sendiri, karena dia yakin.
Jika memang mereka berjodoh pun suatu saat akan kembali, dan jika tidak pun Fayra yakin akan ada seseorang yang bisa mencintainya lebih dari dia mencintainya.
"Apa alasan kamu mau berpisah denganku? Apa semua ini tidak bisa diperbaiki, apa semua ini tidak bisa dibicarakan baik-baik?"
"Ingat, Raa. Kita sudah menikah cukup lama, jika kamu berada diposisiku juga pasti kamu akan melakukan hal yang sama denganku. Disaat kamu bertemu dengan seorang pria yang sama sepertiku!"
Perkataan Ace hanya membuat Fayra terus tersenyum, menurut Fayra Ace seperti berbicara tanpa berkaca akan semua kejadian yang selama ini sudah mereka lewati.
"Tidak ada lagi alasanku untuk bertahan, tidak ada lagi alasan aku untuk mengejarmu dan tidak ada lagi kata cinta yang akan aku ucapkan setiap hari!"
"Jika waktu bisa diputar kembali, maka aku tidak akan pernah mau mengenalmu, bahkan aku juga tidak akan memberikan hatiku untukmu!
__ADS_1
"Dan kalaupun aku ada diposisimu maka aku akan memilih untuk menutup diri demi menghargai perasaan orang yang aku cintai, dari pada aku mengikuti nafsu yang tiada habisnya!"
"Ingat, Ace! Sebelum aku menikah denganmu ada satu pria yang begitu mencintaiku, yang begitu baik padaku dan begitu menjagaku. Masih ingat bukan, Cristian Jonathan? Yaps, dialah seorang pria sejati yang tidak bisa aku miliki lantaran hatiku tidak memilihnya!"
"Dia memang tidak pernah mengatakan cinta kepadaku, tetapi dia selalu membuktikan semua cintanya dengan sikapnya yang sangat menghargaiku!"
"Hanya saja, aku berpura-pura menjadi wanita bod*doh yang tidak tahu apa-apa, agar aku tidak memahami semua perasaannya karena aku lebih memilih untuk tetap fokus mengejar cintaku sampai detik ini!"
Ace terdiam mematung mendengar semua ucapan Fayra, bahkan baru kali ini Fayra membandingkannya dengan pria lain. Perkataan Fayra seperti tamparan keras untuk hati Ace yang sangat membekas.
Fayra berjalan perlahan, lalu mengambil buket bunga dan paper bag yang ada di trolly. Kemudian kembali berdiri dihadapan Ace sambil tersenyum
"Ini hadiah terakhir yang akan aku berikan padamu, sebagai hadiah perpisahan kita. Semoga kedepannya kamu bisa menjadi pria yang jauh lebih baik, supaya kelak tidak akan ada korban berikutnya!"
"Terima kasih untuk kejutannya hari ini, Bunny! Aku benar-benar menyukainya, dan aku akan menunggu kedatangamu ke Indonesia untuk bertemu denganku di persidangan. Permisi!"
Fayra memberikan buket bunga dan juga paper bag itu kedalam tangan Ace, setelah itu dia berbalik lalu pergi meninggalkan mereka yang masih terdiam mematung.
Langkah tegas Fayra pijakkan dengan sangat angun, tanpa disertai air mata yang menetes. Inilah sisi kehebatan seorang yang sudah berkali-kali di sakiti, maka ketika rasa sakit itu kembali datang dia tidak akan lagi menjadi sosok yang lemah.
Air mata yang menjadi ciri khas identik dengan seorang wanita, kini enggan menetes didepan orang yang sudah menyakitinya. Terbukti jika perasaan Fayra memang sudah benar-benar mati kepada suaminya.
Pintu Apartemen terbuka bersamaan dengan keluarnya Fayra. Ace yang melihat itu langsung mengejar istrinya dengan membuang semua hadiah ditangannya.
Namun, sayang. Ace telat mengejar Fayra karena dia sudah memasuki lift dan pintunya pun tertutup begitu cepat.
"Arrghhh, si*al!" Ace memekik keras sambil menendang serta memukul keras angin. Terlihat jelas jika Ace begitu marah saat dia tidak bisa mengejar istrinya.
Akan tetapi, Ace tidak akan menyerah. Beberapa kali dia memecet tombol lift yang tidak kunjung terbuka, sampai dia tidak menyadari ada seorang wanita yang berdiri tepat dibelakang Ace.
"Aku benar-benar kecewa denganmu Ace, aku tidak menyangka orang yang aku nilai baik ternyata adalah seorang peng*ecut yang sangat breng*sek!"
"Selamat, kamu sudah menghancurkan 2 kehidupan wanita sekaligus, hanya demi kepentingan hidupmu sendiri!"
__ADS_1
Seorang wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Freya. Dia mengikuti Ace mengejar Fayra, sampai akhirnya Ace gagal dan terlihat begitu frustasi setelah perginya Fayra.
Melihat kondisi Ace seperti itu membuat Freya merasa kasihan, cuman kembali lagi. Rasa kekecewaan didalam hatinya yang sudah begitu kuat, berhasil mengalahkan rasa kasihannya. Dimana perasaan kagum dan juga cinta yang ada didalam hatinya kian memudar, setelah menyaksikan kejadian mengejutkan hari ini.