
Semua pun ikut berjalan mengikuti Louis, dimana hanya dia yang bisa menebar kemesraan, sementara yang lain hanya bisa berjalan bagaikan seorang bodyguard.
Begitulah nasib pria ketika memiliki wanita yang sangat galak, sehingga sedikit saja mereka menyenggol singa betina yang sedang tertidur maka raungannya akan membuat mereka menjadi ma*ti kutu.
...*...
...*...
Di Amerika, mentari tampak bersinar dengan terik. Bulan ini memasuki musim panas yang berarti sebentar lagi akan ada libur musim panas yang biasa di lakukan oleh sekolahan di Amerika.
Begitu juga Ace, pria berparas tampan, dan pintar tengah berada di sebuah perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas-tugasnya.
Sinar mentari yang terik mampu menembus kaca bening, meski cahayanya tidak sampai mengenai Ace namun hawa panas dapat terasa.
Banyak AC di dalam perpustakaan seakan tidak mempan menangkal hawa panas ini, dia bahkan sampai mengibas-ngibaskan kerahnya agar sedikit memberi udara segar.
Ace tersentak kaget karena seseorang menempelkan sesuatu yang sangat dingin di pipinya.
"Argghh!"
Nampak wanita cantik yang tersenyum hingga menampilkan deretan gigi putihnya.
"Sstt ... Ayo kita keluar." ajak Freya kepada Ace.
"Dari mana lu tahu gua disini? Terus ini, apa maksudnya menempelkan air dingin di pipi gua?" jawab Ace, kesal.
"Hehe, maaf. Ya sudah ayo kita ke taman, aku bawa bekal untukmu loh. Dan ini semua aku yang masak. Jadi ayo kita pergi, jangan berisik nanti ketahuan pengawas." ucap Freya, menunjukkan tas keatas meja.
"Makan aja sendiri, gua masih kenyang! Lagian tugas masih menumpuk, jadi sana pergi jauh-jauh." ucap Ace, sedikit berbisik tetapi penuh kecuekan.
Freya merengut kesal, tanpa berkata apapun dia pergi meninggalkan Ace seorang diri di sana. Ace melihat reaksi Freya cuman bisa menghela nafas panjang dan mulai membereskan buku-bukunya.
"Ckk, ganggu orang aja! Udah dewasa masih aja ngambek, enggak malu apa sama umur!" gumam Ace kecil.
Setelah selesai membereskan bukunya Ace segera meninggalkan Perpustakaan dengan langkah lebarnya. Kemudian Ace berjalan semakin cepat, pandangannya dia edarkan menyapu seluruh bagian Kampus mencari keberadaan Freya.
"Astaga, kemana sih tuh bocah! Cepet banget hilangnya, tapi kenapa perasaan gua seperti enggak mau kalau dia marah? Ada apa ini?"
__ADS_1
"Jangan bilang kalau gua mulai suka sama tuh bocah? Astaga, ada apa sih dengan lu Ace. Kenapa lu melihat Freya malah seperti melihat Fayra. Apa Freya dan Fayra adalah orang yang sama?"
"Yak, tidak mungkin! Fayra adalah istri sah gua yang sangat gua cintai, tetapi Freya? Dia cuman anak baru yang kebetulan memiliki sifat hampir sama dengan Fayra. Jadi mungkin itu alasan kenapa akhir-akhir ini perasaan gua mulai goyang setelah Freya hadir."
Ace bergumam didalam hatinya penuh perasaan bingung, lantaran dia tidak menduga bahwa ada wanita yang berhasil membuatnya tertarik.
Sampai pada akhirnya Ace berhasul menemukan Freya yang berjalan ke arah bangku di bawah pohon besar nan rindang. Ace berlari kecil dengan menggendong tasnya ke arah Freya
"Freya!" panggil Ace dengan nafas memburu.
Freya tidak menanggapi Ace, dia masih diam seribu bahasa dengan pandangan lurus ke depan.
Ace berjalan dan duduk di sampingnya, "Kenapa lu main kabur begitu aja, sih! Lu marah sama gua? Ngambek? Kesal?"
"Enggak!" jawab Freya cepat, tanpa menoleh kearahnya dan memilih melipat kedua tangannya sambil mengembungkan kedua pipinya.
"Oh gitu, baiklah. Kalau tidak marah gua pergi!" ancam Ace, berpura-pura berdiri padahal di ingin membenarkan celananya.
"Yakk, jangan dong. Masa iya pergi sih, aku udah susah payah pura-pura ngambek agar kamu mengejarku, masa baru sampai sini udah balik lagi. Enggak seru argh!" jawab Freya, bertambah kesal.
Ace yang melihat tingkah Freya membuatnya harus tetap bersikap cool, dan berkata didalam hatinya. "Ternyata Fayra jauh lebih baik dari Freya ketika lagi mode ngambek begini, bahkan Fayra jarang sekali ngambek."
Ace kembali duduk disamping Freya, membuatnya langsung duduk menyerong sedikit membelakanginya.
Baru kali ini Ace harus berusaha keras untuk membujuk wanita seperti Freya, sedangkan Fayra saja tidak sampai membuatnya pusing ini.
Ya, jelas Ace pusing dengan sikap Freya. Karena perbedaan Freya dan Fayra sebenarnya jauh, dimana Fayra lebih mandiri meskipun ada sisi manjanya. Sementara Freya yang semakin kesini semakin terlihat manja meskipun hatinya baik.
Satu ide cemerlang terlintas dipikiran Ace saat matanya menatap kearah samping, dimana sebuah tas berisikan makanan terlihat jelas didepan mata Ace.
"Hem, sepertinya gua mulai lapar. Kayanya makanan yang lu masak ini enak, gua minta ya!" ucap Ace, sedikit menggoda Freya.
"Ya, ambil aja." sambung Ace, menggunakan suara layaknya wanita.
Freya mendengar suara Ace berusaha menahan tawa geli yang kini menggeliti perutnya, sampai beberapa detik. Freya tertawa sangat puas membuat Ace menjadi bingung ketika sebuah kotak bekal sudah berada ditangannya.
"Aduh perutku, bhaha ... kenapa suaramu bisa semerdu itu Ace? Apa jangan-jangan setiap malam namamu berubah menjadi Ike? Haha ...." tawa Freya pecah membuat Ace merasa kesal.
__ADS_1
"Yakk, dasar wanita lucknut! Bisa-bisanya lu ngatain gua bencong, lagian siapa suruh pakai ngambek segala udah kaya anak bocah!"
Ace terlihat sangat kesal, malah langsung membuka kotak makan tersebut dan memakannya tanpa meminta izin dari pemiliknya terlebih dahulu.
"Bodo, wlee! Lebih baik kaya bocah dari pada tiba-tiba mojok sama Om-om dengan alasan, aku wanita Om jadi ajak aku main dong haha ...." ledek Freya membuat Ace terdiam saat mulutnya sedang menyeruput mie, lalu melirik kearah Freya yang msih tertawa.
"Diam!" tegas Ace membuat tawa Freya terhenti, lalu menundukkan kepalanya.
"Ma-maaf, ka-kalau a-aku sudah keterlaluan." ucap Freya sedikit bergetar.
Melihat ekspresi tubuh Freya yang mulai tidak terlihat baik-baik saja, Ace langsung meminta maaf pada Freya untuk pertama kalinya.
Ace merasa tidak enak jika ucapan barusan berhasil menyakiti hati Freya, sementara Freya cuman bisa tersenyum memaafkan Ace.
Setelah suasana kembali terlihat tenang, Ace dan Freya meneruskan makannya dengan sedikit bercanda untuk mengembalikan keceriaan yang ada diwajah Freya.
Entah mengapa, ketika melihat ekspresi Freya yang sangat sedih membuat hati Ace merasa bersalah dan bergetar tidak karuan. Sama seperti Fayra, ketika dia bersedih maka rasa tidak enak langsung menyelimuti hati Ace.
Kali ini Ace benar-benar bingung, dia memakan makanan tersebut dengan pikiran kemana-mana.
Satu sisi dia memikirkan tentang istrinya, disatu sisi juga dia hatinya mulai goyang saat melihat Freya semakin kesini semakin mirip dengan Fayra meski tidak semuanya.
Dilema didalam hati Ace, berhasil membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tidak mau jika harus kehilangan Fayra, tetapi dia juga tidak mau jika kedekatannya dengan Freya hancur begitu saja.
Bagi Ace, kehadiran Freya seperti obat rindu untuknya kepada istrinya. Sehingga Ace seperti menumpahkan semua kerinduannya pada Fayra melalui Freya.
Tanpa Ace sadari jika sikapnya yang seperti itu, sama saja dia membuka peluang untuk pihak ketiga memasuki rumahnya, walaupun Freya tidak bermasuk merebut suami orang cuman apa daya.
Freya tidak tahu apapun tentang status Ace yang sudah menikah, dia hanya tahu jika Ace adalah pria lajang seperti yang lainnya. Jikalau pun Freya tahu Ace sudah memiliki seorang istri, pasti dia juga tidak akan mendekati Ace seperti saat ini.
Setelah 25 menit berlali, mereka sudah selesai makan. Kemudian Freya mengajak Ace untuk pergi ke Mall karena dia sudah tidak sabar ingin menonton film yang baru tayang di Bioskop.
Ace tidak bisa menolak semua itu, akibat wajah manis Freya berhasil membujuknya untuk bisa menemaninya seharian ini.
Hitung-hitung Ace seperti menebus kesalahannya, lantaran tadi sudah membentak Freya dan membuatnya bersedih.
Tanpa menunggu lama, Freya segera membereskan kotak bekalnya yang sudah habis ludes tanpa sisa. Kemudian, mereka pergi meninggalkan taman Kampus menuju parkiran.
__ADS_1
Dimana merekapergi menunggunakan mobil Ace yang diberikan oleh Daddynya, supaya memudahkannya untuk pergi kemanapun tanpa harus kebingungan mencari kendaraan.