Learn to Love You

Learn to Love You
Kotak Misterius


__ADS_3

Amma Trysta langsung memeluk Mommy Rosa untuk menenangkan dan memberikan semangat padanya. Kemudian mereka pun pulang dalam keadaan yang tidak bisa di jelaskan. Betapa hancurnya hati seorang Ibu setelah menyaksikan anaknya mendekam di penjara selama itu.


Tak lupa Mommy Rosa pun ikut bersama mereka dan tinggal beberapa hari di rumah keluarga Fayra, sampai keadaan hatinserta mentalnya mulai membaik.


Begitu juga Fayra dan Kharel, mereka masih berada di Indonesia untuk beberapa hari kedepan karena mereka ada acara untuk bertemu dengan para sahabatnya yang jarang sekali bertemu.


...*...


...*...


Di Amerika, sudah hampir berbulan bulan ini. Ozzie dan Freya saling bertemu dan juga jalan.


Semua itu Ozzie lakukan karena dia ingin membuat Freya semakin bersemangat untuk menjalani hidupnya atas semua kejadian yang menimpanya.


Namun, kebaikan yang Ozzie lakukan malah membuat Freya tertarik padanya. Sama halnya seperti Freya tertarik pada Ace.


Bedanya disini Ozzie tidak tahu jika Freya dan Tita adalah teman masa kecil. Di tambah Freya juga tidak tahu jika nyatanya, Ozzie sedang mendekati Tita, sahabat kecilnya sendiri.


Tepat di jam 7 malam nanti. Ozzie akan mengajak Tita untuk makan malam di suatu tempat yang sudah dia pesan sebelumnya.


Tita yang baru pertama kali kencan dengan seorang pria merasa gelisah, dia tidak tahu dari ratusan pakaian dress yang dia miliki tidak ada satu baju pun yang menjadi pilihannya, untuk digunakan ketika makan malam bersama dengan Ozzie.


"Astaga, udah hampir 3 lemari gua obra-abrik, tapi tidak ada satu pun dres yang cocok buat nanti malam. Apa gua harus cari di lemari ke 4 dan ke 5? Cuman kalau enggak ada yang cocok juga sia-sia dong, mana capek banget lagi!"


"Huhh, kamar yang biasanya terlihat rapi hanya karena nervous mau kencan sama cowok jadi berantakan semuanya. Aarrghh, ada apa sih sama gua! Biasanya gua enggak pernah sebegininya sama cowok, cuman kenapa kali ini rasanya beda banget?"


"Ckkk, dahlah. Mending gua siap-siap aja trus beli dress yang baru, siapa tahu ada dress yang cakep yang bisa gua gunakan nanti malam."


"Huhh, tenang Tita, tenang. Ini hanya malam malam, bukan lamaran jadi lu harus bedain. Jangan sampai lu udah berpikir tinggi-tinggi, terus tidak sesuai dengan ekspetasi yang ada lu jatuh sakit, nangis, galau. Behh berabe kan!"


Celoteh Tita saat merasakan tubuhnya benar-benar tidak karuan, dia menggigit kecil jarinya sambil berjalan kesana-kemari untuk menghilangkan rasa nervousnya.

__ADS_1


Akan tetapi, semua itu tidak kunjung hilang dan bertambah nervous saat ponselnya berbunyi. Dimana ada notif pesan yang berhasil membuat wajahnya merona.


Tita duduk di pinggir kasur, lalu membuka notif pesan dari seseorang.


...Messenger : Pria Aneh ...


{Hai, My Princes. Are you, okay? Pasti lagi bingung ya mau pergi denganku pakai baju apa, tenang aja. Apapun yang kamu gunakan nanti, pasti tetap akan terlihat cantik selagi kamu punya hati yang cantik.}


{Ingat ya, aku ingin dinner bersama My Princes bukan badut. Jadi make up sewajarnya saja, tidak tebal dan tidak berlebihan. Karena itu semua akan menutup pancaran sinar kecantikan alami yang berasal dari wajah dan hatimu.}


{See you, nanti malam My Princes. Jangan lupa persiapkan mental, agar tidak membuatku malu di hadapan orang banyak dengan tingkahmu yang terlihat konyal saat lagi nervous, wkwk.}


Pesan yang terkesan simpel bagi semua wanita yang biasa di gombalin oleh seorang pria, kini terlihat begitu manis di dalam hati Tita.


Dia belum pernah di perlakukan oleh seorang pria seperti ini, bahkan banyak sekali perbedaan Ozzie saat mereka bertemu dan berkomunikasi.


"Arrrgghhh, dasar pria menyebalkan! Bisa-bisanya dia menggobaliku, dan membuatku semakin nervous!"


"Ada apa dengan jantungku ini, Tuhan! Apakah aku sedang jatuh cinta? Tapi, apakah ini yang di rasakan semua orang ketika jatuh cinta? Namun,bagaimana jika Ozzie tidak mencintaiku? Itu tandanya, cintaku bertepuk sebelah tangan ding?"


"Dahlah bodo amat, jika Ozzie tidak mencintai gua ya sudah. Mungkin memang bukan Ozzielah Pangeran yang gua impian selama ini!"


Tita menjatuhkan tubuhnya di ranjang dalam keadaan tangan dia rentangan. Baru saja mau menutup matanya. Tiba-tiba dia mendengar suara bel rumah berbunyi.


Tingnong, tingnong!


"Siapa yang siang-siang datang ke rumah? Apakah Freya? Tapi, tidak mungkin. Semenjak dia putus dari Ace, dan viral di sosial media. Dia tidak pernah muncul lagi, bahkan waktu itu dia pernah hampir menabrak gua dan gua berhasil selamat. Dia malah membenci gua, cuman karena gua memberi tahu semuanya pada Ace."


"Cuman biarin ajalah, gua juga enggak peduli. Setidaknya gua pernah bilang ke dia kalau gua enggak janji akan menyembunyikan kenyataan, selama Ace diam maka gua bisa menutup rapat-rapat rahasia dia."


"Namun, kalau Ace meminta gua buat jujur ya gua harus jujur. Lebih baik gua kehilangan sahabat karena kebenaran, dari pada gua memiliki sahabat tapi gua jauh dari kebenaran!"

__ADS_1


Tita bergumam kecil saat mengingat kejadian beberapa hari yang telah berlalu, dimana ketika Tita sedang berjalan ke suatu tempat dia melihat ada sebuah mobil yang ingin menabraknya.


Tuhan yang masih memberikan kesempatan hidup pada Tita, menyelamatkan dia dari maut yang sangat ingin merenggut nyawanya.


Disana terjadi perdebatan antara Freya dan Tita, sampai akhirnya Freya memutuskan pertemannya dan membenci Tita.


Sementara banyak perkataan orang-orang yang menyuruh Tita untuk melaporkan kejadian ini, hanya saja Tita tidak mau.


Dia masih memberikan kesempatan pada Freya agar dia segera menyadari kesalahannya sebelum terlambat. Meski Tita sangat kesal atas perlakuan Freya, tetapi dia masih sangat menyangi Freya karena mereka sudah berteman sejak usia 4 tahunan.


Tita cuman menyayangkan bahwa sahabat kcilnya itu bisa berubah hanya karena dia bertemu dengan dunia barunya, disaat kedua orang tuanya mulai sibuk dengan tuntutan kerjanya masing-masing.


Disaat Tita melamun, suara ketukan pintu membuatnya tersadar. Lalu segera mungkin dia bangkit dari ranjangnya, dan berjalan membuka pintu.


"Permisi, Non. Ini ada paket, katanya buat Non Tita. Cuman Bibi tidak tahu dari siapa, disini tidak ada nama pengirimnya." ucap pembantunya.


"Oh begitu, apa kurirnya juga tidak tahu, Bi?" tanya Tita sambil menerima sebuah kotak tersebut.


"Tidak, Non. Kurirnya juga tidak tahu, dia hanya di suruh seseorang untuk mengantarkan kotak ini, yang anehnya orang itu tidak terlihat seperti kurir." jawab pembantunya, berhasil membuat Tita bingung.


Dia sedikit mengocok kotak tersebut secara perlahan, dia curiga jika isinya adalah barang-barang yang berhubungan dengan sebuah teror.


Segera mungkin Tita menangkis pikiran jelek itu dan perlahan membuka kotak misterius itu, ditemani oleh pembantunya yang masih berdiri di depan pintu.



Sebuah kotak misterius berukuran sedang berwarna hitam berpitakan gold, dan sedikit hiasan tangkai bunga kecil-kecil membuat Tita sama pembantunya menjadi penasaran dengan isi yang ada di dalamnya.


Perlahan, tangan Tita terarah untuk menarik pita tersebut. Kemudian membuka kotak yang berukuran sedang itu.


Degh!

__ADS_1


Jantung Tita berdebar sangat cepat, bersamaan dengan kedua matanya yag membola besar. Sama halnya dengan pembantunya, mereka terlihat kompak terkejut dengan isi yang ada di dalam kotak tersebut.


Bahkan ada satu surat kecil menyempil di dalamnya, membuat tangan Tita bergetar hebat untuk segera mengambil serta membacanya.


__ADS_2