Learn to Love You

Learn to Love You
Trauma Yang Mengkhawatirkan


__ADS_3

Ternyata ada beberapa korban terluka, bukan hanya Kharel dan juga Fayra. Sekitar kurang lebih 20 mobil mengalami kerusakan, 5 orang mengalami luka ringan, serta ada 10 korban lainnya belum diketahui kondisinya sama halnya seperti Kharel dan Fayra.


Ditambah ada 2 korban meninggal dunia ditempat akibat terhempit oleh mobil yang ada didepan dan juga belakangnya.


Semua dokter yang ada di rumah sakit pun bergegas menangani satu persatu pasien korban kecelakaan. Yang disayangkan salah satu korban meninggal dunia bertambah, yaitu pelaku yang menyebabkan semua kecelakaan terjadi. Sedangkan pelaku lainnya yang menerobos lampu lalu lintas belum diketahui, dan masih ada di daftar pencarian polisi.


...*...


...*...


Hampir 2 jam lebih, keluarga Kharel pun sudah berada di rumah sakit. Dimana mereka mengkhawatirkan tentang kondisi anak satu-satunya, begitu juga Fayra yang saat ini sudah dipindahkan ke ruangan inap.


Awalnya Mamah Xavia ingin sekali menemani suaminya untuk menunggu kabar tentang anaknya di ruang UGD, tetapi dia juga tidak mau meninggalkan Fayra seorang diri didalam kamar tanpa kedua orang tuanya.


Papah Jerome sudah menghubungi keluarga Fayra atas kejadian yang menimpa anak mereka. Rasa syok juga gelisah membuat kedua orang tua Fayra menjadi penuh kekhawatiran dan langsung bersiap-siap untuk terbang ke Paris, tanpa melihat waktu.


"Hiks, Sayang. Bangun yuk, Fayra kan anak yang kuat, anak yang baik, anak yang ceria. Tante mohon, bangun ya Sayang. Jangan tidur terus, kasihan nanti Kharel pasti sedih liat kamu seperti ini."


"Fayra sayang kan sama Kharel? Kalau sayang, please bangun ya. Temenin Kharel berjuang untuk melawan takdir, ya Sayang. Tante mohon, Kharel masih butuh kamu, cantik. Please, bangun cantik. Bangun, hiks ...."


Mamah Xavia menggenggam tangan Fayra dengan sangat erat, sesekali menciuminya sambil tangan satunya mengusap pipinya perlahan. Dimana air matanya selalu bercucuran ketika menatap keadaan Fayra yang cukup memperihatinkan.


Jika kondisi Fayra saja seperti ini, bagaimana dengan Kharel? Apakah dia benar-benar selamat, atau dia akan pergi untuk selamanya? Entahlah, pikiran negatif selalu berterbangan di dalam isi kepala Mamah Xavia.


Sementara Papah Jerome dia masih mengkhawatirkan keadaan anaknya, yang mana sang dokter masih tak kunjung menemuinya untuk menceritakan bagaimana kondisi anaknya saat ini.


...*...

__ADS_1


...*...


3 hari telah berlalu, kedua orang tua Fayra sudah berada tepat disampingnya dengan penuh kasih sayang untuk mengurus anaknya.


Di sebelah kamar Fayra, kedua orang tua Kharel juga setia menunggu anaknya yang masih tertidur pulas dengan beberapa alat medis menempel ditubuh.


Yang lebih parahnya lagi, ternyatanKharel mengalami koma untuk beberapa waktu kedepannya, semua akibat tulang sumsungnya ada yang patah. Sehingga setelah melakukan oprasi yang cukup besar, ternyata Kharel malah memilih untuk tertidur dalam waktu yang cukup lama.


"Sayangnya Amma, bangun ya cantik. Udah 3 hari ini pasca kejadian Fayra belum juga membuka mata loh. Amma kangen mendengar suara Fayra, Appa juga pasti kangen melihat senyummu yang indah itu. Benarksn, Appa?"


Amma Trysta tak henti-hentinya setiap hari meneteskan air mata untuk menyaksikan kondisi anaknya. Begitu juga Appa Daniel, dia selalu mencoba menguatkan istrinya, tetapi dia pun merasa begitu lemah melihat kondisi anaknya.


Dari sinilah kedua orang tua Fayra mulai pasrah dengan keadaan saat ini. Anaknya yang biasanya ceria, usil, jahil dan juga manja sekarang hanya bisa terdiam terbujur kaku di atas bangkar rumah sakit.


3 hari bukanlah waktu yang sedikit untuk Fayra tertidur, lantaran dia hanya mengalami luka yang tidak separah Kharel. Mungkin semua itu masih membuat Fayra menjadi syok atas kejadian yang dia alaminya.


Perlahan tapi pasti, dan benar saja. Fayra tersadar dalam keadaan mata yang baru saja terbuka untuk menyesuaikan cahaya lampu yang sangat menerangkan.


Bayang-bayang akan kejadian itu terus menghantui Fayra, sampai dia mengalami trauma yang masih mampu untuk diatasi.


Ya, walaupun Appa Daniel harus melindungi Fayra didalam pelukannya agar dia tidak lagi merasakan kesendirian dan menjadi sedikit tenang. Karena mereka tidak mau kalau kejadian itu akan membuat Fayra merasakan trauma yang akan mempengaruhi masa depannya.


Amma Trysta segera menekan tombol untuk memanggil sang dokter dalam keadaan darurat. Dokter itu pun datang segera memeriksa kondisi Fayra yang masih dalam keadaan mengamuk di dalam pelukan Appanya.


Bulir-bulir air menetes didalam wajah kedua orang tuanya saat melihat anaknya menjadi seperti ini. Setelah sudah mulai tenang dan membaik, sang dokter pergi meninggalkan mereka di dalam ruangan.


Dimana Appa Daniel terus memeluk Fayra tanpa mau melepaskannya. Sama halnya seperti Amma Trysta yang selalu memberikan kasih sayangnya dengan usapan tangan yang lembut.

__ADS_1


"A-appa? A-amma? Ka-kalian ada disini?"


"Ka-kak Kharel? Di-di dimana Kak Kharel, Amma, Appa? Ke-kenapa dia tidak ada disampingku? Bukannya kita kemarin lagi bersama, lantas dimana dia?"


Mata sembab, wajah sedikit dipenuhi luka ringan dan terlihat begitu pucat membuat kedua orang tuanya semakin merasa kasihan.


"Kak Kharel gapapa kan Appa, Amma? Kak Kharel baik-baik aja kan? Dia pasti selamat kan Appa, Amma?"


Orang tua Fayra terdiam, karena mereka belum siap untuk mengatakan keadaan Kharel yang sebenarnya seperti apa. Mereka takut kalau mereka berbicara pasti akan semakin membuat Fayra menjadi drop dan akan lebih lama lagi dalam proses penyembuhannya.


"Kenapa kalian diam? Jawab Fayra Appa, Amma. Jawab! Kak Kharel itu pria yang kuat, pasti dia akan bertahan demi Fayra! Kak Kharel udah janji dia akan selalu menemin Fayra, disamping Fayra. Bahkan kita akan mewujudkan impian kita, karena saat ini Fayra sudah sadar Appa, Amma. Kalau Fayra ini sangat mencintai Kak Kharel hehe ...."


"Jadi, pastinya tidak akan terjadi sesuatu padanya kan? Kak Kharep tidak mungkin pergi dari Fayra, pasti dia akan selalu baik-baik aja. Tidak akan pernah terjadi sesuatu hal buruk yang dia alami, selama Fayra selalu ada disamping Kak Kharel!"


"Ya, Kak Kharel tidak boleh kenapa-kenapa! Dia harus sehat dan terus bersama Fayra. Fayra tidak akan rela jika hal buruk terjadi sama dia, pokoknya Fayra akan mengusir hal jahat yang akan menyentuh Kak Kharel, titik!"


Penegasan kata demi kata membuat orang tua Fayra menjadi sangat senang, karena anaknya sudah berani mengambil keputusan. Dengan ini Fayra bisa melanjutkan masa depannya dengan pria yang kembali memenangkan cintanya.


"Fayra mohon, Appa Amma. Kasih tau Fayra dimana Kak Kharel? Bagimana keadaannya saat ini, tolong kasih tahu Fayra. Fayra mau bertemu Kak Kharel, Appa Amma Fayra mohon hiks ...."


Fayra menangis didalam pelukan Appa Daniel sambil memukul dadanya beberapa kali, terlihat jika Fayra memang sangat mengkhawatirkan keadaan Kharel yang saat itu memeluknya. Bayangan akan kejadian itu terus terlintas didalam ingatannya, Fayra takut jika perasaan cinta yang dia rasakan semuanya menjadi terlambat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa mampir ya guys, ada rekomendasi novel bagus loh 😁✌🏻


__ADS_1


__ADS_2