
Sebuah kejutan dibalik kejutan berhasil membuat Fayra tidak menyangka, bahwa perasaan yang selama ini dia anggap hanya pikiran negatifnya saja, ternyata semua itu benar-benar terjadi didepan matanya sendiri.
Fayra tersenyum sambil bertepuk tangan begitu keras, hingga membuat suasana yang sangat indah itu kian berubah menjadi menegangkan.
Prok, prok, prok ...
Suara tepukan tangan, berhasil membuat kedua sejoli langsung menoleh menatap Fayra. Betapa terkejutnya Ace ketika mendapati istrinya saat ini sudah berada dihadapannya.
Ace yang masih tidak percaya, dia mengucek matanya beberapa kali sampai akhirnya dia berdiri dari kursinya dengan wajah yang sangat pucat.
Degub jantung Ace kian berdetak sangat cepat, bagaikan sebuah meteor yang jatuh mengenal hatinya hingga menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat.
Sementara Freya yang berada disamping Ace pun ikut berdiri dengan wajah bingungnya, dia tidak menyangka ada seorang wanita bisa masuk ke dalam Apartemen Ace selain dirinya.
Apa lagi Freya saja tidak tahu kata sandi untuk memasuki Apartemen Ace. Cuman, kenapa wanita yang berdiri menyender disela sandaran ruangan dengan kedua tangan melipat di dada, bisa berhasil masuk tanpa permisi lebih dulu.
Fayra dari tadi hanya menatap kagum kearah Ace dan Freya, yang sedang asyik menikmati makan malamnya dengan cara saling menyuapi satu sama lain. Pemandangan yang tidak pernah Ace berikan padanya membuat Fayra cuman bisa tersenyum menyaksikan semuanya.
Perlakuan manis Ace kepada seorang wanita yang ada disampingnya, berhasil membuat hati Fayra benar-benar mati rasan Meski sebenarnya semua itu bisa dimaafkan dengan mudah, bagi Fayra sudah cukup dia selalu dibod*dohi dengan cintanya sendiri.
Sekuat tenaga dia berjuang demi mempertahankan cintanya, tetapi cintanya yang tidak bisa menghargainya membuat dia sudah lelah untuk mengejarnya.
"Sayang, dia siapa? Kenapa dia bisa masuk ke Apartemen tanpa seizinmu? Lalu, kenapa dia bisa tahu kata sandi Apartemen ini, sedangkan aku sebagai kekasihmu saja tidak pernah kamu kasih tahu. Ada apa ini Ace, ada apa!"
"Jangan bilang kamu selingkuh dari aku? Iya, Ace. Iya! Kamu jahat Ace, selama ini aku berusaha untuk selalu ada disamping kamu disaat kamu butuh aku. Bahkan aku rela menjalani hubungan ini meskipun kita tidak memiliki status yang jelas, tapi kita selalu mengatakan cinta setiap kali kita bertemu!"
"Terus sekarang ini apa, Ace. Apa! Hiks ...."
Freya menangis menatap kearah Ace yang masih terdiam membeku menatap istrinya, sementara Freya dia sudah memukul keras tubuh Ace yang air mata yang sangat deras.
"Ohya, Kak. Sudah berapa lama menjalani hubungan dengan Ace?" tanya Fayra sambil mengukir senyuman di sudut bibirnya.
"Kamu mau tahu, sudah berapa lama aku menjalani hubungan sama Ace? Jawabannya hampir 1 tahun ini aku bersama Ace, cuma dia enggak mau meresmikan hubungan ini lantaran dia tidak mau kita berpisah jika sewaktu-waktu ada masalah."
__ADS_1
"Contohnya seperti seseorang yang memiliki status berpacaran akan berpisah karena sebuah masalah, dan Ace tidak mau itu semua!"
Freya menjelaskan tentang hubungannya bersama Ace dengan menggunakan nada sedikit meninggi, terlihat jelas kekecewaan di wajah Freya terhadap Ace.
Fayra melihat adanya cinta yang sangat besar dari Freya membuat hatinya begitu tersentuh. Fayra tahu mungkin wanita yang bersama Ace ini bukanlah wanita yang seperti ada dibayangan. Wanita pelakor yang akan berusaha merebut apa yang bukan haknya.
Namun, wanita yang bersama Ace itu terlihat begitu kecewa setelah mengira bahwa Ace sudah mengkhianati cintanya. Padahal kisah yang sebenarnya, merekalah yang mengkhianati Fayra.
"Stop, Raa! Jangan lu terusin lagi, udah cukup lu ngoceh dari tadi. Lebih baik lu diam, kalau lu enggak tahu apa-apa tentang gua. Paham!" bentak Ace, akibat emosi didalam dirinya mulai keluar saat Freya terus berbicara mengenai hubungan mereka kepada istrinya.
"A-ace, ka-kamu me-membentakku ha-hanya demi dia?" Fayra berucap dengan sangat lirih, mentap Ace yang saat ini menatapnya.
"Mendingan sekarang kamu keluar dari sini, dan jangan pernah sekali-kali kembali mengatakan satu kata pun. Mengerti!" bentak Ace lagi, sambil menunjuk kearah pintu keluar.
"Enggak! Pokoknya aku enggak mau pulang sebelum aku tahu sebenarnya siapa sih wanita itu, hahh!"
"Ohya, aku tahu sekarang! Jangan bilang kalau dia adalah wanita yang sering kamu sewa? Yang selama ini, melayanimu tepat dibelakangku, apa lagi dia sampai tahu semua sandi Apartemenku. Sedangkan aku? Kamu selalu beralasan ini dan itu! Benar-benar menjijikkan, cihh!"
Ace menatap tajam kearah Freya yang saat ini telah menghina istrinya, sampai akhirnya tangan Ace melambung setinggi-tingginya ingin menampar Freya.
"Stop gunakan kekerasan pada seorang wanita! Apa yang dia ucapkan tidak ada yang salah kok. Karena aku juga jika ada diposisi dia, pasti akan mengatakan hal yang sama. Bahkan lebih dari itu!" tegas Fayra, menatap kearah Ace dengan wajah yang sangat datar.
"Ta-tapi, Ho-honey. Di-dia sudah menghinamu, dengan mengatakan hal buruk. Untuk itu aku tidak akan rela siapa pun menyakitimu!" jawab Ace, terbata-bata menatap mata istrinya yang sangat kosong.
Kini, mata Fayra yang biasanya bersinar penuh dengan cinta terhadap suaminya. Sekarang telah memudar, tidak ada lagi secercah harapan untuk Ace bisa kembali mendapatkan cintanya.
"Ho-honey? Pa-panggilan i-itu kenapa mudah sekali Ace berikan padanya, tetapi terlalu sulit dikatakan padaku,"
"Apa jangan-jangan wanita itu adalah kekasih Ace, makannya selama ini dia mendekatiku, menyatakan cinta padaku, tetapi dia tidak pernah mau meresmikan statusnya yang jelas. Itu karena dia sudah memiliki kekasih dibelakangku. Yang artinya aku hanya dijadikan sebuah pelarian untuknya?"
"Haha, benar-benar mengejutkan Ace. Aku kira kamu pria yang baik, nyatanya aku salah. Kamu sama saja seperti pria diluaran sana yang hanya bisanya menyakiti seorang wanita, tanpa mau memberikan kasih sayang kepadanya!"
Freya bergumam didalam hatinya dengan perasaan yang begitu kecewa. Dia tidak menyangka dibalik sikap Ace yang sangat baik kepadanya itu, hanya semata-mata menjadikannya sebagai pelarian ketika dia berada jauh dengan kekasihnya.
__ADS_1
Fayra tersenyum mendengar penuturan kata yang Ace ucapkan seperti tidak melihat kedalam dirinya sendiri. Apa yang dia perbuat kali ini, sudah benar-benar menyakiti hatinya.
Tanpa Ace sadari debaran hati Fayra yang kian membara untuknya, kini telah padam dan juga redup bagaikan sebuah lilin yang sudah habis.
"Semua perkataan buruk untukku itu, tidak akan pernah terucap kalau kamu selalu menjaganya!"
"Kamu sendiri juga tidak mau bukan, jika ada seseoang yang mau menyakitiku, hem?"
Ace mengangguk peralahan dengan mata yang sudah bergelimang, perlahan Fayra mengelus rahang suaminya dan menoleh kearah Freya. Saat ini dia sedang menatap adegan Fayra dan Ace dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Tapi, cobalah lihat wanita itu. Aku yakin dia tidak tahu apa-apa tentang kisah kita, karena aku paham jika dia hanya kamu jadikan pelarian. Sama seperti yang sebelumnya, apa kamu tidak kasian dengannya?"
"Dia sudah menaruh kepercayaan yang besar akan cintanya kepadamu, tetapi kamu malah menghancurkannya semudah kamu membalikkan telapak tangan!"
"Sekarang lihatlah dirimu sendiri. Jika kamu tidak mau melihat orang yang kamu cintai tersakiti, lalu kenapa kamu yang menyakitiku?"
"Apakah rasa cinta yang aku berikan padamu itu kurang besar? Sehingga kamu mencari cinta yang lebih dariku?"
"Jika kamu ingin memarahinya dengan semua perkataan tidak baiknya untukku, maka lihatlah kedalam hatimu. Apakah kamu sudah menjadi pria yang baik untukku? Apakah kamu sudah menjadi pria yang sempurna untukku?"
"Apa kamu sudah menjagaku? Apa kamu sudah setia denganku? Dan, apa kamu bisa menjaga kepercayaanku?"
"Tidak, bukan! Jadi stop bertingkah seolah-olah kamu itu adalah pria yang sangat mencintaiku, pria yang sangat menjagaku dan pria yang begitu peduli denganku!"
"Sudah cukup aku mengejar cinta yang selama ini tidak pernah timbal balik padaku. Mungkin sudah saatnya aku pergi darimu."
"Aaku sadar, bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Semakin kita memaksakan cinta untuk hadir, maka semakin pahit pula yang akan kita dapatkan."
"Dan untuk Kakak, sebaiknya jika mencintai seseorang maka berpikirlah sebelum menaruh hati. Karena tidak semua pria bisa menghargai pasangannya, buktinya sudah terbukti bukan?"
"Jika dia hanya menjadikan Kakak sebagai pelariannya, bukan cintanya. Kalau pun dia mencintai Kakak, maka dia akan memperjuangkan cintanya untuk memiliki status yang jelas!"
"Bukan malah memberikan alasan berbelit-belit yang membuat status kalian, cuman sekedar teman yang saling mencintai tanpa kepastian!"
__ADS_1
Fayra berbicara dengan sangat bijak, tanpa sedikitpun air mata yang berlinang didalam pelupuk matanya. Kali ini entah ada kekuatan apa yang hadir didalam dirinya, sehingga dia bisa berbicara panjang kali lebar tanpa dihiasi oleh isak tangis yang selama ini menjadi kelemahannya.