Learn to Love You

Learn to Love You
Kharel Cyrano Philibert


__ADS_3

Di tempat tersebut akan membuat hati Ace sedikit tenang, karena disana mereka bisa sepuasnya melakukan apapun. Apa lagi Freya, dia berusaha keras untuk menghibur Ace agar tidak berlarut di dalam semua masalahnya.


Benar saja, Ace semakin kesini semakin terlihat happy tidak seperti tadi yang terlihat pusing, lesu dan juga sedih. Rasanya lega sekali ketika melihat wajah tampan Ace kembali bersinar dan segera menghempaskan semua rasa mendung dan gelap diwajahnya.


...*...


...*...


1 Bulan berlalu, setelah melewati proses mediasi mereka kembali dipanggil untuk melakukan sidang berikutnya. Sayangnya, tidak ada yang mau hadir untuk membantah semua persidangan tersebut agar perpisahan tidak terjadi.


Sikap cuek mereka menandakan bahwa mereka sudah siap untuk berpisah satu sama lain. Ace yang awalnya mulai merasa kehilangan, saat ini seperti telah pudar seiring berjalannya waktu dan juga Freya yang selalu berhasil membuat Ace merasa nyaman.


Berbeda dengan seorang wanita yang saat ini sedang berusaha mengejar impiannya serta cinta-cintanya agar bisa terwujud. Siapa lagi jika bukan Fayra, wanita yang tersakiti, wanita yang rapuh kini telah bangkit menjad wanita yang mandiri dan juga kuat.


Keadaan Fayra sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, meskipun bayang-bayang akan suaminya selalu terngiang didalam pikirannya. Dimana kebahagiaan yang pernah tercipta masih teringat jelas, berbeda dengan rasa sakit yang Fayra coba untuk hilangkan.


*


*


Sekarang, Fayra berada di sebuah Negara yang terkenal dengan segala fashionnya. Yaitu, Perancis. Yaps, Prancis salah satu negara yang sangat populer dengan dunia permodelan dan juga designer.


Banyak cita-cita seseorang yang ingin menjadi wanita mandiri, memiliki tubuh yang bagus dan juga kecantikan yang luar biasa. Semua bisa terwujud ketika datang di negara ini.


Fayra sudah mulai menikmati suasana disana, sampai dia menemukan kenyamanan atas segala tugas yang telah di jalani demi mewujudkan impiannya.


"Akhirnya aku bisa juga mengejar impianku saat ini, semoga dengan begini aku tidak akan lagi terpuruk dengan masa laluku."


"Pokoknya aku harus bisa menunjukkan pada dunia kalau aku bukan wanita yang lemah, tapi aku wanita yang hebat. Karena aku bisa melewati semua ini dengan tanpa mengeluh!"


Fayra bergumam didalam hatinya sambil berjalan melewati lorong Kampus dengan keadaan memeluk buku.


Saat Fayra sedang menuju kelasnya, tiba-tiba saja dia mendengar teriakan yang berasal dari mahasiswi membuat langkah Fayra terhenti.


Dia berbalik dan menyipitkan matanya, dimana semua mahasiswi memandang kagum terhadap seorang pria tampan yang baru saja keluar dari mobil mewahnya.

__ADS_1



"Wah, lihat deh itu bukannya anaknya Rektor ya? Astaga, kenapa hati gua langsung meleleh begini nj*irr!"


"Serius sih, gua baru kali ini ngelihat seorang Pangeran nyasar ke Universitas. Cuman, tumben banget anaknya Rektor kesini? Ada apa ya?"


"Awalnya mata gua sepet banget rasanya males buat kuliah, tapi setelah melihat yang bening-bening begini, rasanya gua enggak mau pulang. Mau di Kampus aja dah!"


"Sumpah rasanya gua mau pingsan lihat anaknya Rektor seganteng itu nj*irr!"


"Wajar sih kan dia itu bibit unggul dari Rektor yang tampan. Bahkan Ayahnya aja diusia seperti itu tidak terlihat tua, bukan? Jadi tidak heran jika anaknya bisa mewarisi setampan Ayahnya, bahkan lebih dari Ayahnya."


Semua mahasiswi berlomba-lomba untuk menatap pesona pria itu dengan tatapan yang penuh harap. Mereka mulai berandai-andai jika pria itu adalah pasangannya, maka bisa dipastikan hidup mereka akan sangat bahagia. Bagaikan seseorang yang baru ketiban rezeki nomplok.


"Ckk, siapa sih itu? Bikin penasaran banget. Mana ketutupan lagi, adeh. Dasar ciwik-ciwik gatel, baru liat ganteng dikit aja udah kek semut langsung ngerubung. Dahlah mendingan aku ke kelas aja, dari pada disini. Malah kaya lagi nyaksiin drama Korea dengan harga murah, huhh!"


Fayra yang tidak bisa melihat Pangeran tersebut, langsung berbalik, lalu kembali meneruskan langkah kakinya menuju kelas. Apa lagi kelas sebentar lagi akan dimulai dan Fayra harus segera tiba disana.


...*...


...*...


Sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kelas, dimana 2 orang pria datang bersamaan memasuki kelas.


"Selamat siang semuanya." ucap seorang dosen yang sudah berdiri di depan kelas.


"Selamat siang juga, Pak." jawab semuanya serentak, sesekali beberapa mahasiswa menatap kearah pria yang saat ini berada disamping dosennya.


"Wah, Pak. Yang berdiri di samping Bapak itu bukannya anak dari Rektor ya?"


"Bukan, ege. Itu mah Pangeran hati gua, nj*ir keren banget, sumpah!"


"Pak, kenapa sih bisa tampan kaya gitu. Makannya apa? Siapa tahu Bapak bisa tutor ke saya, biar muka pas-pasan kaya saya ini bisa berubah jadi Pangeran kaya Bapak."


"Ya kali, lu mau berubah jadi Pangeran. Bahkan jadi antek-anteknya aja, lu kaga bakalan masuk haha ...."

__ADS_1


"Udah sih terima nasib aja, kita itu dari bibit sisaan. Beda sama Beliau yang dari bibit yang udah utama unggul pula. Behh, damagenya enggak kuat ege haha ...."


Semua mahasiswa/i sedang berlomba-lomba untuk melontarkan pendapatnya, lantaran mereka semua merasa kagum dan juga tersaingin oleh ketampanan sosok pria tersebut. Dimana pria itu tengah berada dihadapan mereka dalam posisi tubuh berdiri tegak dan sedikit datar.


Semua terkekeh saat beberapa mahasiswa merasa iri, akan takut tersaingi oleh ketampanannya. Sehingga mahasiswi incaran mereka bisa-bisa kabur berpaling dengan pria itu.


"Sudah, sudah. Kalian jangan berisik, tolong bersikap yang sopan dengan Tuan Kharel. Beliau ini adalah anak dari Rektor yang akan menggantikan Rektor, selama Beliau sedang sibuk mengurus urusannya."


"Tuan Kharel juga akan menggantikan dosen yang telah mengundurkan diri dari Kampus ini. Jadi, mulai setik ini Tuan Kharel akan mengajar kalian."


Seorang dosen menjelaskan tentang kehadiran seorang pria yang ternyata dia merupakan anak dari Rektor dan akan menggantikan tugasnya serta tugas seorang dosen.


Fayra yang awalnya tidak merespon apapun dari pria itu, seketika matanya sedikit membola dengan perasaan terkejut. Pria itu membuka kacamatanya perlahan, membuat Fayra kembali teringat dengan pria tersebut.


"Di-dia, bu-bukannya pria yang waktu itu satu pesawat denganku? Dia juga kan yang nabrak aku dan hampir membuatku celaka." gumam batin Fayra saat matanya berhasil menatap pria itu dengan jelas.


Tak sengaja pria itu pun melirik kearah Fayra yang saat ini langsung mengalihkan wajahnya dan menutupi wajahnya dengan buku. Sesekali Fayra mengintip dari balik buku itu dengan perasaan tidak karuan.


"Astaga, kenapa aku bisa ketemu sama pria itu lagi sih. Mana mukanya ngeselin banget lagi, kalau dia melihatku pasti dia akan langsung mengenaliku. Jika itu terbukti pasti dia akan selalu memberikanku tugas yang lebih berat dari yang lain."


"Yakk, kenapa dia terus menatap kearah sini, sih? Ayolah pakai lagi kacamatanya, kalau begini bawaannya pengan aku lempar pakai buku. Arghhh, ngeselin!"


Fayra mendumel didalam hatinya dengan rasa kesal yang bercampur aduk. Fayra tidak mengerti kenapa wajah yang dibilang tampan bagaikan seorang Pangeran malah membuatnya merasa kesal. Berbeda dengan mahasiswi lainnya yang langsung klepek-klepek melihatnya.


"Sepertinya aku kaya pernah lihat wajah wanita itu, tapi dimana ya? Kenapa kaya enggak asing gitu. Cuman tunggu deh, kok wanita itu kaya menghindari dariku? Memangnya wajahku seburuk itukah?" ucap pria itu di dalam hatinya dengan rasa bingung dan juga heran.


Sementara Fayra dia tetap dengan pendiriannya yang terus menghindari Kharel. Tanpa berlama-lama dosen tersebut segera meninggalkan kelas dan mempersilakan Kharel untuk memperkenalkan diri.


Kharel hanya bisa mengangguk kecil menatap kepergian dosen, kemudian mulai menyapa semuanya serta memperkenalkan dirinya dengan suara yang sedikit serak basah dan berdamage.



Kharel Cyrano Philibert, seorang pria tampan yang saat ini berusia 27 tahun. Dia merupakan anak tunggal dari Rektor, pemilik Kampus.


Kharel juga memiliki Perusahaan tersendiri, dan dia memang bercita-cita sebagai dosen. Sehingga dia menjalani 2 bidang sekaligus, antara dosen dan juga CEO termuda. Akan tetapi berkat Daddynya yang sedang sibuk, dia diutus untuk menjadi Rektor untuk memantai semua kegiatan Kampus dengan benar.

__ADS_1


__ADS_2