Learn to Love You

Learn to Love You
Terkunci Di Toilet


__ADS_3

Andrew tersenyum lebar menatap Fayra yang saat ini sudah ketakutan sambil menangis.


Fayra berusaha memukul lengan Andrew agar mau melepaskan kakinya, tetapi naas. Andrew langsung menindihi tubuh Fayra, kini posisi Fayra benar-benar terkunci rapat didalam kungkuhan Andrew.


"Hiks, le-lepaskan aku Kak, lepaskan! Aku mohon Kak, ja-jangan lakuin semua ini!"


Fayra berteriak sambil menggelengkan kepalanya secara cepat, dia berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya bisa melepaskan diri.


"Sstt, Sayang. Tenang ya, tenang. Jangan nangis seperti ini, aku enggak tega melihat air mata ini." ucap Andrew, lembut.


Satu tangan Andrew menggenggam kedua tangan Fayra di atas kepalanya, lalu tangan satunya mengelus rahang serta pipi Fayra secara perlahan.


Fayra menangis sesegukan saat wajah serta pahanya telah disentuh oleh pria lain. Fayra benar-benar terlihat begitu ketakutan, bahkan tubuhnya sudah mulai bergetar hebat.


Namun, Fayra berusaha tenang di saat-saat genting seperti ini. Sampai akhirnya dia menemukan celah dan segera menendang aset berharga milik Andrew.


Duak!


Aargghh ...


Andrew memekik keras memegang asetnya yang terasa begitu ngilu sambil meringkuk di atas ranjang. Sedangkan Fayra berlari berusaha menyelamatkan diri, dia terus menggedor-gedor pintu yang sudah dikunci oleh Andrew.


Melihat wajah cemas Fayra yang sedang berusaha keras membuka pintu tersebut. Andrew hanya bisa tersenyum, meskipun menahan rasa sakit di area asetnya.


"Ka-kamu mau kemana Sayang? Percuma saja, pintu itu tidak akan terbuka, karena kuncinya ada di sini." ucap Andrew mengeluarkan kunci dari saku celananya dan mengunjukkannya kepada Fayra.


"Kak Andrew, jahat! Pokoknya Fayra benci Kak Andrew!" Fayra berteriak menatap wajah Andrew yang tersenyum seperti meremehkannya.


"Siapa pun yang ada di luar, tolong aku, tolong hiks!" Fayra kembali mengedor-ngedorkan pintu terus menerus, tanpa menyadari jika saat ini Andrew sudah berada di belakangnya.


"Sayang ...." ucap Andrew memeluk tubuh Fayra sekuat mungkin.


"Arghh, le-lepasin aku! Hiks ... Lepas!" teriak Fayra mencoba memberontak.


"Sstt, diamlah. Jika kamu bertingkah seperti ini, maka aku tidak segan-segan akan berlaku kasar." gumam lirih Andrew penuh penekanan.


"Kak Ace, Kak Louis, Nata hiks ... To-tolong aku, please tolong aku!" suara batin Fayra.


Andrew membalikan tubuh Fayra dan merekatkannya di belakang pintu, sambil terus mengelus lembut wajah cantik pujaan hatinya.

__ADS_1


Namun, lagi dan lagi Fayra mulai memberontak sampai dia berhasil lolos dari sentuhan bibir Andrew.


Tetapi, sayang. Baju yang Fayra gunakan robek cukup lebar akibat tarikan dari Andrew yang cukup kencang.


Fayra berusaha keras menutupi tubuhnya yang hampir terekspor serta menghindari Andrew. Bahkan mereka pun terlihat, bagaikan seekor kucing yang lagi mengejar tikus.


"Nji*ir, ke-kenapa badan gua jadi panas begini!" suara batin Andrew, dia langsung menghentikan langkah kakinya.


"Tu-tunggu, kenapa Fayra terlihat biasa-biasa aja saat gua menyentuhnya? Apa obat itu tidak bereaksi?"


"Terus ini, rasa panas apa yang sekarang gua rasain? Jangan-jangan saat gua minum tadi, gua salah ambil gelas? Astaga, bod*dohnya gua!"


"Bisa-bisanya gua yang ngerasa efek obatnya! Tapi, gapapa dah. Mau gua ataupun Fayra sama aja, yang penting gua bisa milikin dia hari ini juga!"


Andrew menatap Fayra sangat bingung. Lalu dia kembali mencoba mengingat-ngingat kejadian, ketika Alena sedang menaruhkan obat di salah satu gelas yang ada di pelayan.


"Ini gelas nanti lu kasih ke Fayra, disaat yang tepat!" ucap Alena, menatap Andrew.


"Terus buat lu, ingat gelasnya jangan sampai ketuker!" sambung Alena menatap jatam ke arah pelayan.


Pelayan dan Andrew cuman bisa menganggukan kepalanya, pertanda kalau mereka sudah paham dengan semua rencana Alena.


Masih ingat bukan, Alena pernah membisikan Andrew tentang rencana yang akan mereka lakukan demi memisahkan Ace dengan Fayra.


Awalnya Andrew sedikit terkejut sama


mendengar rencana Alena yang cukup beresiko untuknya.


Namun, Andrew tidak ada pilihan lain. Jika dia tidak segera memiliki Fayra, maka dia harus siap kehilangan untuk selamanya.


Apa lagi setelah mendengar kisah Ace dan Fayra dari Alena, benar-benar berhasil membangkitkan jiwa kecemburuan di dalam hatinya. Mau tidak mau, Andrew menyetujuinya tanpa berpikir panjang.


Pada saat itu, Alena membisikkan semua tentang rencana ini. Dia akan mengalihkan perhatian semua sahabat Fayra satu persatu, terutama perhatian Ace. Supaya Fayra bisa terlepas dari penjagaan ketat dari mereka semua.


Tetapi, belum semua rencana mereka lakukan ternyata takdir berpihak kepada mereka. Sehingga dengan mudahnya mereka langsung mengalihkan perhatian, sampai Andrew bebas membawa Fayra memasuki ruangan tersebut.


Andrew yang mulai terbawa pengaruh obat tersebut semakin terlihat liar dan juga kasar, apa lagi tenaga Andrew benar-benar bertambah 3 kali lipat dari sebelumnya.


Fayra hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang saat ini berada di ujung tanduk, ketika Andrew berhasil menangkapnya.

__ADS_1


Kemudian Ace menggendong Fayra bagaikan karung beras, dan membantingnya diatas ranjang. Tanpa basa-basi Ace segera mengunci kembali tubuh Fayra serapat mungkin, agat kali ini tidak sedikit pun Fayra bisa terlepas darinya.


"Ma-maafkan aku, Kak. A-aku telah mengkhianati pernikahan kita. Hiks ...." gumam batin Fayra, yang hanya bisa menangis.


Ketika Fayra kembali mengingat nasihat para sahabatnya membuat dia sangat menyesal, lantaran sudah menganggap remeh ucapannya.


Sekarang barulah Fayra sadar, bahwa semua sahabatnya benar-benar menyayanginya. Cuman, apa daya. Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, selain pasrah.


Perlahan Andrew mendekatkan wajahnya ke wajah Fayra, membuat dia bergegas mengalihkan wajahnya agat Andrew tidak bisa menciumnya.


Bukan Andrew namanya, jika dia tidak bisa membuat Fayra menatapnya. Hanya dengan cengkraman tangannya berhasil membuat Fara menatapnya.


Hanya saja Fayra tidak mau membuka kedua matanya, dia tetap menutupnya rapat-rapat termasuk mulutnya.


...*...


...*...


Berbeda halnya di ruangan lain, terdapat seorang pria beberap kali menggedor-gedor pintu toilet. Siapa lagi jika bukan Ace, yang ternyata dia terkunci di dalam toilet.


"Bang*sat! Apa-apaan ini, hah! Buat kalian, siapa yang udah ngunciin gua di sini, Nji*ng! Ketemu gua habisin lu, ta*ik!"


Duak ... Duak ... Duak ...


"Buka woi, buka, Nji*ng! Siapa pun lu yang mau bukain pintunya, gua bakalan kasih10 juta cash! Jadi, sekarang cepat bukain gua, sat!"


"Arghh, si*al!"


"Honey maafin aku, aku udah lalai dalam menjaga kamu. Aku cuman bisa harap, jika kamu akan baik-baik aja bersama Louis dan Nata. Semoga ini hanya perasaanku saja yang tidak enak!"


Ace terlihat sangat frustasi ketika dia tidak bisa membuka pintu tersebut, ditambah beberapa kali Ace mencoba untuk mendobrak pintunya.


Namun, naas. Pintu tersebut sulit di dobrak, lantaran pintu tersebut telah di ganjal oleh sesuatu agar tidak bisa di dobrak dari dalam.


Rasa cemas, khawatir dan juga emosi kian melanda hati Ace. Dia tidak terima jika ada sesuatu yang terjadi dengan istrinya.


Meskipun Ace tahu jika Louis tidak akan pernah mengingkri janjinya, tetapi tidak menutup kemungkinan jika perhatian Louis bisa di alihkan.


Sama halnya seperti Ace saat ini, tiba-tiba saja terkunci di toilet yang awalnya dia masuk dalam keadaan terlihat begitu sepi. Tetapi, pintu malah terkunci sendiri dari luar.

__ADS_1


Tanpa sengaja Ace malah mengingat satu nama yaitu Alena. Wanita licik yang sudah berpura-pura menjadi orang baik, demi tercapainya semua keinginannya.


__ADS_2