
Namun, saat Jerome mau mengatakan sesuatu yang menjelaskan bahwa Fayra bukan kekasihnya. Tiba-tiba tubuhnya dibuat terdiam mematung, mata membola besar dan juga mengalami serangan jantung secara mendadak.
Semua itu berkat 1 kalimat yang Fayra ucapkan kepadanya dengan sangat lembut dan juga penuh senyuman.
"Tak apa, Sayang. Aku akan menerimamu apa adanya, bahkan panggilan itu pun sangat cocok untukmu. Lucu, menggemaskan dan juga ngangenin."
Degh!
Boom!
Serrrr!
Jantung Kharel seakan langsung senam irama dengan gaya poco-poco, dimana Kharel tidak menyangka kalimat itu kenapa bisa terlontar semudah itu dari bibir Fayra.
Apakah Fayra sudah mulai nyaman bersama Kharel? Ataukah Fayra sudah merasakan apa yang Kharel rasakan, jika benih-benih cinta mulai bertebaran didalam hatinya bagaikan musim semi.
Mamah Xavia yang mendengar perkataan Fayra langsung menoleh kearah Fayra dengan sangat antusias. Perkataan itu seperti sebuah kejutan untuk Mamah Xavia, kalau anak kesayangannya sudah menemukan dambaan hatinya.
Tidak sia-sia bukan, jika ancaman tentang perjodohan berhasil membuat Kharel bangkit dan telah menemukan dambaan hatinya. Mungkin jika bukan dengan cara seperti itu, sudah bisa dipastikan kalau belum usia 35 tahun. Kharel tidak ada niatan untuk mencari pendamping hidup.
"Ja-jangan bilang kalau kamu adalah calon menantuku? Huaa, aku senang banget bisa mendapatkan menantu cantik, muda dan juga imut sepertimu hihi ...."
Mamah Xavia langsung memeluk Fayra tanpa permisi, hingga membuat Fayra terkejut bukan main. Untung saja pertahanan tubuhnya kuat, jika tidak sudah bisa dipastikan kalau mereka akan terjatuh bersama.
__ADS_1
"Heheh, a-aku ju-juga senang bisa bertemu dengan ca-calon mertuaku." ucap Fayra terbata-bata memeluk Mamah Xavia.
Perasaan Fayra semakin menjadi tidak karuan. Fayra hanya bisa menutupi kegugupannya, agar kedua orang tua Kharel tidak menaruh curiga.
Setelah selesai memeluk Fayra, Mamah Xavia memegang kedua pipi Fayra sambil tersenyum lebar. Tanpa disengaja Mamah Xavia mencium kening Fayra, hingga membuatnya terkejut bukan main.
Saking tidak kuatnya menahan detak jantung yang terus berdetak kencang, ditambah lagi kaki Fayra semakin melemah sampai akhirnya dia jatuh pingsan.
"Fayra!" pekik Kharel yang langsung refleks menarik keras impusan ditangannya, kemudian menuruni bangkar lalu berlari cepat segera menggendong Fayra untuk ditaruh diatas bangkarnya.
Kharel duduk di kursi tunggal dekat bangkar, terlihat jelas wajah panik Kharel saat melihat kondisi Fayra saat ini. Kharel mengusap-usap lengan Fayra sambil berkata. "Raa, bangun Raa. Bangun, please ayo bangun!"
Mamah Xavia dan Papah Jerome melihat kelakuan anaknya yang sangat langka ini, hanya bisa saling menatap satu sama lain.
"Sejak kapan Kharel terlihat begitu cemas kepada seorang wanita, seakan-akan dia tidak mau kehilangannya. Bahkan jika aku sakit, dia tidak seperti ini padaku. Padahal aku Mamahnya sendiri, tetapi tidak membuat dia bisa seperti ini." gumam kecil Mamah Xavia, saat melihat anaknya terus mengusap tangan Fayra dan mengelus pipinya.
"Aku juga bingung, Sayang. Ini pertama kalinya aku melihat pria kaku begitu lemah hanya karena wanita itu. Wanita dengan segala penampilan yang apa adanya, tidak neko-neko, cantik versi alami, dan juga sedikit polos. Tanpa disadari tlah Berhasil memikat hati anak kita." jelas Papah Jerome sambil lurus kearah Kharel dan Fayra.
"Entah mengapa hatiku terasa begitu tentram dan juga bahagia, ketika anak yang selama ini susah payah kita dekatkan dengan beberapa wanita dengan versi yang berbeda."
"Kini, malah memilih wanita seperti dia. Wanita yang terlihat biasa saja, tetapi memiliki aura begitu kuat. Bahkan pertama aku ketemu saja sudah bisa merasakan, bahwa aku sangat menyanginya."
"Kamu tahu kan Sayang, aku ini tidak mudah untuk jatuh hati dengan semua wanita yang akan menjadi pendamping anakku. Beberapa wanita yang kita jodohkan pun tidak bisa menarik hatiku, berbeda dengan wanita itu. Dia benar-benar seorang peri kecil yang dikirim Tuhan, untuk membuat kehidupan anak kita bisa lebih berwarna."
__ADS_1
Tanpa disangka, air mata Mamah Xavia menetes lantaran dia terharu dengan kejadian yang dia lihat saat ini. Papah Jerome yang melihat istrinya menangis bahagia, langsung membawanya kedalam dekapan kasih sayangnya.
"Kita berdoa saja, Sayang. Semoga mereka memang benar-benar berjodoh. Karena entah dari mana, aku sangat yakin jika mereka suatu saat nanti akan bersatu."
"Ya walaupun aku tidak tahu siapa wanita itu, tetapi perasaanku mengatakan bahwa wanita itu adalah wanita yang akan merubah semua kegelapan di dalam kehidupan Kharel supaya menjadi sangat terang menderang."
Rasa kagum Papah Jerome berikan kepada sosok gadis kecil yang bisa merebut hati mereka bertiga. Apa lagi mereka saja belum tahu bagaimana status Kharel dengan Fayra yang sebenarnya.
Kharel yang sudah tidak bisa menunggu terlalu lama, dia segera memencet tombol darurat. Cuman nihil, sampai akhirnya dia berlari ke luar ruangan seperti orang gila. Lalu berteriak mencari seorang dokter, hanya untuk memeriksa kondisi Fayra. Jika dia berada didalam keadaan baik-baik saja.
Sang dokter datang memasuki ruangan bersama dengan Kharel, membuat Mamah Xavia menyingkir dari kursi tunggal ketika dia telah menggantikan Kharel menunggu keadaan Fayra.
Setelah selesai, sang dokter menjelaskan bahwa saat ini kodisi Fayra dalam keadaan baik-baik saja. Dia hanya mengalami syok ringan, sehingga detak jantungnya sampai saat ini belum bisa bekerja dengan normal.
Mungkin jika detak jantungnya sudah mulai membaik, maka sudah dipastikan Fayra akan cepat sadar.
Rasa terima kasih mereka ucapkan bersamaan dengan perginya sang dokter. Sementara Kharel kembali mengambil posisi untuk bisa terus menjaga Fayra dan melihat tubuh Fayra yang terbujur lemas tak bedaya.
Inilah yang membuat heran dan juga bingung kedua orang tua Kharel, ketika mereka melihat orang sakit mengurusin orang sakit. Apa lagi Kharel masih mengenakan baju pasien, sementara Fayra tidak. Jadi kejadian ini merupakan satu langkah kemajuan untuk hubungan Fayra dan Kharel kedepannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa mampir ya guys, ini ada novel milik sesama author terbaik ❤️
__ADS_1