
Isak tangis yang terdengar sangat pilu, kini sudah tiada dan malah tergantikan oleh suara kesenangan mereka. Sampai Alena lupa jika dia telah dile*cehkan oleh seorang pria yang bukan suaminya.
Mereka melakukan beberapa gaya sesuai dengan reques yang diminta oleh Andrew. Jika tidak menurutinya maka, Alena akan mendapatkan siksaan demi siksaan yang akan membuatnya tidak bisa bernapas dengan lega.
...***Flashback Off***...
Kedua orang tua Alena yang mengetahui semua kisah menyedihkan itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menangis.
Mereka tidak menyangka, dibalik kecantikan anaknya serta prestasi yang selalu diraihnya. Ternyata terdapat sifat ib*lis yang muncul secara tiba-tiba.
Hanya demi mendapatkan apa yang dia mau, Alena rela melakukan hal sekeji itu pada temannya sendiri.
Kedua orang tua Alena benar-benar kecewa melihat anaknya bisa berprilaku seburuk itu, mereka masih sangat syok mendengar Alena menceritakan semua kisah yang dia lakukan pada Fayra.
Bahkan Papahnya pun hanya bisa terdiam mematung, bukan berarti dia sudah mengetahui semuanya.
Melainkan dia sangat tidak menyangka anak kesayangan yang selalu dia bela, kini telah berubah menjadi seorang monster yang kejam.
Demi cinta yang bertepuk sebelah tangan, berhasil membutakan Alena, sehingga dia tidak bisa mengendalikan hawa napsu dihatinya.
Mamahnya perlahan mulai memberikan pengertian kepada Alena, lantaran Papahnya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia seperti sedang menahan detak jantungnya, agar tetap stabil.
Apa lagi Papahnya memiliki riwayat penyakit jatungnya, jadi mau tidak mau dia harus berusaha tegar disaat hatinya begitu rapuh.
Terlihat jelas rasa kekecewaan diwajah kedua orang tua Alena, membuat Alena langsung memeluk Mamahnya untuk meminta maaf jika dia telah mengecewakan semuanya.
Sampai akhirnya, Papahnya Alena langsung mencari tahu keberadaan Andrew supaya busa meminta pertanggung jawaban darinya.
Papahnya Alena berjanji, kalau dia tidak akan pernah melepaskan Andrew sedikit pun. Meskipun nyawanya akan menjadi taruhan, asalkan nasib anaknya tidak sampai setragis apa yang ada dibayangannya saat ini.
...*...
...*...
__ADS_1
Beberapa Minggu berlalu, Andrew sudah berhasil ditemukan. Dia awalnya mengelak semua kejadian yang menimpa Alena, dia tetap kekeh dengan pendiriannya kalau dia tidak melakukan semua itu."
Sampai akhirnya CCTV yang telah menjadi bukti terkuat, yang tidak bisa Andrew jelaskan. Melihat CCTV tersebut, kedua orang tua Andre merasa begitu syok saat anaknya melakukan perbuatan tak senonoh pada seorang wanita.
Terlihat jelas bagaimana mereka menikmati penyatuannya, meski sangat jelas betapa be*jednya Andrew kepada Alena. Begitu juga Alena kepada Fayra.
Sampai seketika berita tentang pernikahan Alena dan Andrew telah tersebar luas, hingga ketangan Ace yang berada diluar negeri dan juga para sahabatnya, termasuk Fayra sendiri.
Mereka semua masih tidak menyangka jika Andrew dan Alena bisa menikah secepat itu, padahal yang mereka tahu Andrew dan Alena tidak memiliki kedekatan khusus.
Apa lagi setahu Fayra Andrew merupakan saudara dari Alena, tetapi yang membuat mereka bingung kenapa saudara bisa menikahi saudara? Ada apa sebenarnya, apa yang terjadi pada Alena dan Andrew?
Semua pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang didalam ingatan kepalanya, pada akhirnya mereka mengetahui bahwa Alena sedang mengandung anak dari Andrew.
Ditambah lagi mereka sangat syok ketika kejadian yang seharusnya terjadi pada Fayra, malah berbanding terbalik pada Alena sendiri.
Namun, mereka merasa lega dan beberapa kali mengucapkan rasa senangnya, ketika kejadian tersebut tidak sampai terjadi pada Fayra.
Seandainya Fayra bernasib sama seperti Alena, maka mereka semua tidak akan bisa membayangkan, betapa hancurnya hubungan pernikahan Fayra dan Ace.
...*...
...*...
1 bulan telah berlalu, saat ini Alena dan Andrew sedang melangsungkan pernikahannya disebuah gedung yang cukup mewah.
Fayra beserta para sahabatnya berusaha menghadiri pernikahan mereka, meski Fayra masih menyimpan rasa trauma ketika melihat wajah orang yang hampir saja mele*cehkannya.
Sesampainya di gedung tersebut, tubuh Fayra mulai menegang. Kemudian dia perlahan melangkahkan kedua kakinya sambil menggandeng tangan Arsyi.
Terlihat jelas dari raut wajah Fayra ketika dia seperti masih terngiang akan trauma yang mendalam pada waktu itu.
Apa lagi bayangan itu selalu menghantuinya. Pada akhirnya, Fayra mulai mencoba perlahan berdamai dengan keadaan dan juga dirinya sendiri.
__ADS_1
Fayra mencoba melangkahkan kakinya memasuki gedung dengan semua dukungan dari para sahabatnya yanh selalu ada disampinya.
Ya, memang tidak mudah untuk berada diposisi Fayra. Ketika dia harus bertemu dengan pria yang hampir berhasil merebut masa depannya dan juga akan menghancurkan kehidupannya.
Disaat itu, tanpa disengaja Fayra menatap wajah seorang pria tampan yang sedari tadi berusaha untuk dilupakan. Pria itu berdiri gagah diatas Altar bersama dengan seorang wanita disampingnya.
Seorang pria dan wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Andrew dan Alena. Mereka berdua ternyata sudah resmi menjadi pasangan suami-istri dan juga kedua orang tuanya untuk bayinya sendiri.
Penampilan mereka berdua diatas Altar berhasil mengundang perhatian semuanya. Banyak para tamu undangan memberikan doa serta mengucapkan kata selamat agar kedepannya kehidupan mempelai tersebut bisa bahagia.
"Tenang, selena, tenang. Ingat, walapun
dia pernah menyakitimu, tapi ingatlah akan ada saatnya orang itu berubah menjadi orang yang jauh lebih baik." gumam lirih Fayra saat merasakan tubuhnya mulai bergetar.
Fayra menatap sahabatnya yang saat ini terus menguatkannya. Sampai akhirnya mereka kembali melangkahkan kakinya menikmati alunan musik, dan melewati semuanya.
Mereka perlahan menaiki Altar pernikahan hanya untuk bisa berhadapan dengan kedua orang yang hampir berhasil menghancurkan Fayra.
Mereka bersikap cuek, tetapi masih berusaha untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai. Sama halnya Fayra, dia berusaha keras menahan gejolak ra ketakutan yang saat ini menggebu-gebu.
Andrew menatap Fayra begitu dalam, rasanya dia ingin sekali memeluknya begitu erat. Akan tetapi kehadiran Alena dan anak yang ada didalam perutnya, membuat Andrew merasa hidupnya semakin dipermainkan oleh takdir.
Alena merasakan betapa hancurnya dirinya, ketika dia kembali terbayang akan kejadian tersebut. Lantaran kejadian itu berhasil membuat Alena merasa menyesal.
Tanpa menunggu panjang Alena langsung memeluk Fayra hanya untuk meminta maaf padanya berulang kali. Kini pecahlah isak tangis Alena, merasa bahwa dia sudah bersikap keterlaluan pada Fara dan sahabatnya.
Mendengar perkataan langka itu, mereka hanya tidak menyangka jika seorang wanita licik seperti Alena, bisa memohon belas kasihan pengampunan dari Fayra.
Setelah mendengar penyesalan Alena, hati Fayra mulai tersentuh dan dia memaafkan semua kesalahan Alena. Tanpa Fayra sadari, ternyata memaafkan seseorang yang telah menyakitinya itu akan membuat hatinya merasa sedikit lega.
Meskipun bayangan itu tidak bisa sepenuhnya hilang begitu saja dari ingatanya. Sedangkan Andrew, berusaha meminta maaf pada Fayra dan mengatakan cinta dihadapannya tanpa memandang suasaan saat ini.
Gila? Ya memang Andrew sudah gila. Walaupun statusnya sudah milik Alena, tetapi hatinya masih terkunci untuk Fayra. Andrew melakukan ini bukan semata-mata dia menyayangi sang anak, melainkan dia takut jika sisa hidupnya habis di dalam jeruji besi.
__ADS_1
Namun, saat Fayra sudah berhasil melepaskannya semua rasa traumanya. Kini membuah hidupanya bisa semakin lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa gemetar, ketakutan, gelisah dan juga kebencian yang ada didalam hati Fayra.
Yang ada hanya kebahagiaa, kelegaan dan juga senyuman. Karena semakin hari berlalu semakin membuat Fayra akan semakin dekat dengan tujuannya, yaitu bertemu dengan suaminya.