
Mungkin, Fayra mau menunjukkan bahwa dia bukanlah wanita yang lemah seperti sebelumnya. Sehingga air mata dan juga hatinya sudah tidak lagi berfungsi untuk mengemis kepada suaminya.
Sampai akhirnya, Fayra berbalik dan ingin meninggalkan Ace. Tiba-tiba suara tawa yang cukup menggelegar di telinganya langsung menghentikan langkahnya.
Ace yang masih bersujud dalam keadaan air mata terus menetes, kini perlahan mulai berdiri disertai dengan tawa yang terdengar begitu pilu.
"Aduh, Honey. Saat ini perutku seperti sedang dikelitiki oleh aktingmu yang begitu lucu, haha. Sudah cukup Honey, jangan lagi mengeprankku."
"Aku tahu kok, tujuanmu datang kesini untuk memberikan surprise hari Anniversarry pernikahan kita, kan? Jadi kamu pasti sekarang sedang bercanda ingin meninggalkanku, agar aku mengejarmu dan memohon padamu. Setelah itu kamu akan mengatakan,"
"Prank! Selamat hari pernikahan yang ke-2 Bunny, maafkan aku ya. Aku sudah membuatmu nangis seperti ini, tapi semua itu aku lakukan murni hanya untuk mengerjaimu kok, bukan beneran. Haha ...."
Ace tertawa begitu keras membuat Freya menatapnya sedikit bergidik ngeri, lantaran suasana setegang ini bisa-bisanya Ace menganggap jika semua ini semata-mata adalam prank yang Fayra berikan.
Ace mengatakan seperti itu bukan karena alasan, awalnya dia sangat menyesal dan juga sedih ketika istrinya benar-benar ingin meninggalkannya. Cuman, mata Ace tidak sengaja melihat kearah trolly yang Fayra bawa. Yang mana dia langsung teringat dengan tanggal pernikahannya.
Dimana diatas trolly itu sudah terdapat sebuah kue yang sangat lezat, bunga yang begitu cantik dan juga paper bag yang berhasil membuatnya penasaran.
Fayra menoleh menatap suaminya yang masih tertawa begitu seru. Meskipun wajahnya terlihat senang, tetapi air mata tidak bisa membohongi jika Ace melakukan itu semua karena dia sedang menutupi ketakutannya. Dia juga tidak percaya jika istrinya akan meninggalkannya, seperti apa yang dia ucapkan.
Mendengar tawa Ace yang cukup menyesakkan hati Fayra, membuatnya cuman bisa tersenyum. Meskipun niat awal Fayra memang ingin memberikan kejutan kepada suaminya, sekarang tidak lagi.
Semua itu gagal lantaran suaminya yang lebih dulu memberikan kejutan dahsyat padanya. Sampai mengalahkan kejutan yang dia rencanakan, dan membuat Fayra tidak akan pernah melupakannya.
Fayra perlahan mulai berjalan mendekati trolly tersebut dalam keadaan tersenyum kecil, lalu Fayra langsung memegang kue tersebut dan mengangkatnya tepat di depan wajahnya.
__ADS_1
Satu kalimat yang Fayra lontarkan kembali membuat tawa yang seru itu, seketika memudar dan tergantikan dengan keterkejutan yang luar biasa dihati Ace. Bagaikan sebuah tamparan keras bagi Ace, untuk membungkam mulutnya agar tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Freya yang menyaksikan pertengkaran suami istri ini tidak mau ikut campur terlalu dalam, baginya kehadirannya saja sudah sangat salah untuk mereka. Jadi, Freya tidak mau sampai dirinya di cap sebagai seorang pelakor.
"Ya memang benar apa yang kamu katakan barusan Ace, lihatlah! Ini adalah kue yang sangat kamu sukai, bukan?"
Fayra tersenyum menunjukkan kue tersebut, sambil melangkahkan kakinya perlahan untuk kembali berdiri dihadapan suaminya. Lalu, kue tersebut dia angkat sejajar dengan wajah mereka.
"Ya, Honey. Ini adalah kue kesukaanku, bahkan beberapa kali kita sempat berebut untuk memakannya, kan? Dimana aku bisa menghabiskan semuanya kue itu sendirian, tanpa harus membaginya denganmu hihi ...."
Ace terkekeh bersamaan dengan air matanya yang semakin berkucur deras, wajahnya pun erlihat begitu senang saat dia menatap istrinya tersenyum membawakan kue tersebut.
"Yaps, kamu benar! Setiap kali kita memakan kue ini kamu selalu menghabiskan dan tidak pernah membaginya untukku. Sama halnya seperti cinta, aku memberikan seluruh cintaku kepadamu hingga membuatmu tidak mau membagi cintamu untukku!"
Fayra berusaha berbicara selembut mungkin dengan semu penuturan kata demi kata yang tersusun rapi dan penuh penekanan. Sementara Ace, dia tersenyum kicut ketika istrinya masih terlihat sangat kecewa dengannya.
Ace menatap ke arah Freya yang saat ini hanya berdiri menyaksikan pertengkaran mereka dengan air mata yang masih menetes. Bagaimana tidak, Freya merasa sangat kecewa karena dia telah dibohongi oleh Ace dan juga hanya dijadikan sebagai pelarian disaat dia membutuhkannya.
Sakit bukan? Ya, memang sakit. 2 wanita sekaligus berhasil dipatahkan hatinya dengan satu pria yang bersikap layaknya seperti pria yang sangat mencintai. Padahal nyatanya, dia hanya mencintai dirinya sendiri untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Jika disuruh untuk memilih, Ace lebih mencintai Fayra ataukah Freya? Maka jawabannya sama! Ace sama-sama mencintai kedua wanita itu, tetapi dengan versi yang berbeda.
Satu sisi Ace memiliki seorang istri yang sangat mencintainya, disisi lain Ace punya Freya yang juga mencintainya dan bisa mengisi waktu kekosongan ketika dia merindukan sosok istrinya yang ada didalam dirinya.
Fayra hanya terdiam menatap wajah Ace yang sebentar lagi, kemungkinan tidak akan lagi dia lihat untuk selamanya.
__ADS_1
Sekecewa itukah Fayra kepada Ace, sampai-sampai dia seperti muak menatap wajah suaminya? Ya begitulah cinta, ketika dia mati-matian berusaha berjuang, sampai akhirnya perjuangan itu tidak dihargai akan cintanya.
Buat apa juga, dia harus bertahan dan kembali menatap wajah yang sudah menyakitinya? Bukankah itu hanya akan menambah luka didalam hatinya, hingga luka sebelumnya yang sudah pulihkan akan kembali terbuka.
"Honey, kenapa wajahmu seperti itu? Jangan bilang kamu sangat bahagia karena tidak menyangka jika pernikahan kita sudah berjalan selama 2 tahun ini?"
"Berarti kita sama Honey, aku juga tidak menyangka. Ternyata sebentar lagi kita akan hidup bersama selamanya ya. Aku sudah tidak sabar menunggu kamu menerusakan pendidikan disini bersamaku, pasti hari-hariku sangat indah dan tidak lagi kesepian."
Ace tersenyum menatap Fayra yang juga tersenyum penuh arti, sedangkan Freya yang mendengar itu membuat hatinya remuk tak tersisa.
Ternyata memang benar, kata cinta yang Ace ucapkan setiap hari padanya, merupakan perasaan kagum karena Ace menganggap bahwa Freya dan Fayra memiliki kesamaan.
"Selancar itukah kamu berbicara didepan istri dan wanita simpananmu? Apakah tidak sedikitpun kamu memahami betapa sakitnya, setiap penuturan kata yang kamu lontarkan kepada kami!"
"It's okay, kamu boleh menyakitiku, aku bisa terima itu! Tetapi, cobalah sekarang lihatlah ekspresi wajah istrimu! Apakah wajah itu merupakan wajah kebahagiaan ataukah wajah penuh dengan kekecewaan yang teramat mendalam?"
"Aku memang tidak mengenal istrimu, hanya saja aku sangat paham dibalik senyuman yang terukir dibibirnya terdapat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sedangkan kamu yang sudah bertahun-tahun berada disampingnya masih belum bisa memahaminya?"
"Cih, suami macam apa itu! Pantas saja kamu masih suka kesana-kemari ketika menemukan tempat lain yang bisa membuatmu nyaman. Dengan begitu kamu lupa, jika dirumah ada seorang istri yang setia menunggumu pulang membawa kesetiaan!"
Freya yang sudah tidak bisa membungkam kembali mulutnya, langsung saja menyerobot pembicaraan mereka ketika setiap ucapan Ace berhasil menyakiti hati mereka.
Melihat adanya keberaniaan didalam diri Freya membuat Fayra menoleh dan tersenyum kearahnya. Satu kedipan mata yang Fayra berikan seperti memberikan sebuah isyarat bahwa dirinya baik-baik saja.
Sementara Ace, dia tidak mau menggubris ucapan Freya lantaran dia mau fokus dengan istrinya agar bisa kembali mengambil hatinya. Meski Ace tahu masih ada rasa kecewa didalam dirinya, tetapi Ace seperti tidak merasa bersalah sama apa yang terjadi saat ini.
__ADS_1
Baginya Ace, dia tidak mengkhianati istrinya karena hubungannya dengan Freya tidak memiliki ikatan status yang resmi. Melainkan mereka hanya menjalani hari-harinya layaknya seorang teman yang memiliki kedekatan lebih.