
Dari situ Fayra terus berusaha meminta maaf kepada sahabatnya, dengan alasan khilaf. Karena dia tidak mau rahasianya terbongkar, apa lagi Fayra ingat jika suaminya tidak mau sampai rahasianya pernikahan diketahui siapa pun.
Ketika satu kalimat terlontar cukup menyakitkan dari Sheila yang berhasil membuat Fayra terdiam membeku. Air mata runtuh bersamaan dengan hilangnya kepercayaan dari seorang sahabat.
"Gua enggak nyangka, Raa. Lu yang gua kenal wanita baik-baik, ternyata enggak lebih baik buruk dari seorang ja*lang yang ada di BAR!"
"Bahkan versi ja*lang di BAR jauh lebih berharga, dari pada orang yang hanya menyerahkan masa depannya tanpa bayaran! Cih, menjijikkan!"
"Ayo guys, kita pulang! Gua udah males lihat muka orang munafik seperti mereka!"
Sheila bangkit dari kursinya bersama yang lainnya, saat ini bayangan tentang masa lalu Sheila kembali terulang.
Dimana kisah Fayra dan Ace mengingatkannya tentang kisah cintanya yang sudah dikhianati sahabatnya sendiri.
Ini bukan berarti Fayra berkhianat, melainkan Sheila melihat Fayra bagaikan wanita yang tidak punya harga diri. Karena dengan mudahnya Fayra memberikan masa depannya, cuman demi seorang pria yang belum menjadi suaminya.
Baru saja mereka melangkahkan kakinya, lalu Ace melihat istrinya menangis kejar, langsung bangkit dan menghentikan langkah mereka semua.
"Tunggu! Lu semua salah paham tentang gua dan Fayra!" tegas Ace menatap punggung mereka semua, dengan cepat mereka langsung berbalik menatapnya.
"Salah paham apa? Semua udah jelas!" sahut Louis.
"Udahlah, lu enggak usah banyak ba*cot. Kita semua udah kecewa sama lu!" ucap Nicho.
"Oke, lu semua boleh kecewa sama gua dan Fayra silakkan! Tapi, jangan pernah sekali-kali lu ngerendahin Fayra. Paham lu semua!"
"Asal lu tahu, apa yang gua lakuin sama Fayra itu adalah kewajiban yang selama 1 tahun ini tertunda!"
"Gua tahu, gua emang udah mengambil masa depannya. Cuman bukan berarti gua sama Fayra melakukan hal senonoh, seperti apa yang ada di dalam pikiran kalian!"
__ADS_1
"Berkat perjanjian yang udah gua ucapkan di depan keluarga gua dan Fayra, membuat gua baru bisa mengambilnya sekarang!"
Semuanya terdiam mendengar ucapan Ace. Kemudian mereka menatap satu sama lain, lantaran perkataan Ace berhasil membungkap mulut mereka.
Rasa bingung kian terukir jelas di wajah mereka, sedangkan Fayra yang mendengar suaminya mengucapkan semua itu, segera bangkit berusaha untuk menahan rasa sakitnya.
Kemudian Fayra merangkul lengan Ace, lalu mendongak menatap wajah suaminya sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa maksud ucapan lu!" tegas, Louis.
"Perjanjian apa yang kalian buat?" tanya, Arsyi.
"Ja-jangan Bunny, jangan beritahu mereka. Ini bukan saatnya, aku tahu pasti berat untuk kamu. Jadi, aku mohon jangan biarkan mereka tahu tentang kita." ucap Fayra kecil, sambil menangis menggelengkan kepalanya.
"Tidak Honey, aku tidak bisa menyembunyikan semua ini. Aku akan menceritakan pada mereka, agar mereka tidak menyalahkanmu."
"Aku tahu kamu sakit karena ucapan mereka. Demi mempertahankan keegoisanku, kamu sampai rela di rendahkan oleh mereka. Tapi, sekarang tidak lagi Honey. Aku sudah siap semuanya!"
Mereka hanya terdiam sampai akhirnya Sheila kembali berbicara dalam keadaan penuh emosi. "Cukup dramanya! Gua udah muak liat lu berdua, mulai sekarang gua udah enggak mau berteman sama---"
Perkataan Sheila terhenti sebelum dia menyelesaikan ucapannya, akibat satu kalimat yang Ace ucapkan langsung menusuk jantung mereka semua.
"Gua dan Fayra udah menikah 1 tahun lagi, semua berkat perjodohan kedua orang tua kita. Puas lu semua!"
Fayra hanya bisa menangis setelah mendengar pengakuan Ace terhadap semua sahabatnya. Sedangkan mereka mendengar itu malah terkejut bukan main.
"A-apa buktinya jika kalian sudah menikah?" tanya Sheila, wajahnya terlihat begitu syok.
Ace membawa Fayra bergeser lalu duduk sambil terus merangkulnya. Kemudian Ace membuka ponselnya, dimana dia menyimpan Video ketika mereka menikah.
__ADS_1
Bahkan ada beberapa foto pernikahan yang Ace minta beberapa bulan lalu, karena dia merasa jika suatu saat nanti bukti tersebut sangat di perlukan.
3 pasangan tersebut duduk bersama sambil menatap video yang Ace putar dari ponselnya. Sehingga bukti tersebut berhasil membuat semuanya kembali percaya.
"Ja-jadi lu-lu berdua be-beneran udah nikah?" ucap Arsyi menatap Fayra.
"Ya gua sama Fayra udah menikah, bahkan jauh sebelum gua memanfaatkan Alena untuk menjadi cewek gua!"
"Awalnya gua mau buat Fayra supaya menyerah dengan perjodohan konyol ini, tetapi semakin ke sini malah semakin buat gua enggak bisa kehilangan dia!"
Ace mulai menceritakan semua kejadian tentang perjodohan tersebut, dari awal pertemu sampai saat ini.
"Kalau udah nikah kenapa di depan kita kalian belagak seperti pasangan kekasih? Terus juga, kenapa kalian enggak jujur sama kita?" tanya Nicho.
"Apa seburuk itu kita dimata lu berdua?" sahut Louis.
"Bu-bukan begitu, ka-kami belum siap untuk menceritakan semuanya. Kami takut, kalian akan menjauhi kami setelah tahu kami sudah menikah."
"Apa lagi kalian tahu, kan. Pada saat itu hubungan kami tidak seperti ini. Sebenarnya aku juga mau cerita sama kalian, tetapi perjanjian itu membuat aku tidak bisa berkata apa-apa."
Fayra mencoba membantu Ace untuk menjelaskan semuanya kepada sahabatnya, bahwa dia tidak berniat membohongi atau pun menyembunyikannya. Akan tetapi perjanjian pra nikah yang Ace buat, berhasil membungkapnya.
Dari sini semua sahabat Ace dan Fayra terdiam, mereka masih mencerna setiap perkatan yang pasutri jelaskan.
Sampai akhirnya Sheila meminta maaf terlebih dahulu kepada Fayra dan juga Ace, lalu diikuti oleh semuanya secara bergantian.
Mungkin perkataan mereka sudah menggoreskan luka di hati Fayra. Cuman bagi Fayra itu tidak masalah, jikalau pun Fayra ada diposisi mereka, pasti dia juga akan ikut menyalahkan atas perbuatan senonoh yang tak lazim dilakukan.
Kini, ketiga sahabat Fayra langsung memeluknya secara bersama-sama. Mereka mengakui kesalahannya satu sama lain, sehingga hubungan mereka kembali membaik.
__ADS_1
Begitu juga dengan Ace dan sahabatnya, mereka juga telah berbaikan. Dimana mereka merasa salut kepada Ace, di usianya yang masih muda harus menjalani rumah tangga akibat perjodohan.
Setidaknya mereka tahu bahwa sebenci apa pun Ace kepada Fayra, jika takdir sudah berkehendak untuk menyatukan kedua insan tersebut. Maka berbagai cara yang Ace lakukan menjauhi Fayra, semua tidak ada artinya.