Learn to Love You

Learn to Love You
Anak & Menantu Super Baik


__ADS_3

Mereka pun bertegur sapa saling berpelukan satu sama lain antara Mommy Rosa, Fayra dan Amma Trysta. Mereka terlihat baik-baik saja, bahkan berulah kali Mommy Rosa menyatakan kata maaf demi anaknya lepada mereka semua termasuk Kharel.


Hanya saja, mereka memang sudah memaafkan atas semua kejadian yang Ace sebabkan. Bahkan Kharel pun sangat berterima kasih pada Ace dan Ibunya, karena Ace saat ini dia bisa berjalan kembali meski nyawanya dan Fayra hampir saja hilang.


Setelah itu mereka masuk ke dalam secara bersama-sama, dimana Amma Trysta selalu memegang tangan Mommy Rosa. Walaupun banyak masalah yang d timbulkan oleh anaknya, tetap saja persahabatan mereka masih terjaga ketat.


Bahkan sering kali Appa Daniel dan Amma Trysta menjenguk serta membeli apa yang Mommy Rosa jual, agar membuat kedekatan mereka tidak terhalang cuman karena masalah yang sama sekali tidak di perbuat oleh Mommy Rosa.


Sesampainya di sebuah ruangan yang terlihat masih sangat kosong, mereka segera duduk di kursi berderet dengan perasaan sedikit khawatir dan juga gelisah.


Mommy Rosa terlihat panik, dia takut kalau anaknya akan di beri hukuman yang cukup berat atas khasus yang akan di jatuhkan padanya.


Sementara Fayra, dia gelisah karena dia takut jika Ace dihukum lama maka bagaimana dengan nasib Mommy Rosa kedepannya.


Apakah dia bisa menjalani kehidupan tanpa suami dan juga anaknya untuk beberapa tahun kedepan? Atau hidupnya bagaikan orang sebatang kara di dunia ini yang akan menghadapi kehidupan seorang diri.


Kharel yang melihat istrinya Khawatir hanya bisa memegang erat, dia sangat tahu saat ini Fayra begitu mengkhawatirkan sosok Mommy Rosa. Karena semua bisa terbaca dari lirikan mata Fayra yang terus melirik ke arah Mommy Rosa yang sedang mengobrol dengan Amma Trysta.


"Sayang, sudahlah jangan banyak pikiran. Aku yakin mantan mertuamu itu sangat kuat, dia pasti bisa menghadapi semuanya dengan ketegaran hati. Meski dia hidup tanpa seorang suami, tetapi dia bisa mengendalikan hidupnya agar selalu berjalan dan tidak berhenti sampai didetik itu saja." ucap Kharel, dengan suara kecilnya menatap Fayra.


"Aamin, semoga aja ya Kak. Aku cuman kasian aja sama Mommy, walau dia mertuaku tetapi sikapnya sangat menyayangiku bagaikan anaknya sendiri. Aku jadi tidak tega melihatnya hidup menderita, hanya karena menerima semua apa yang anaknya lakukan."


"Kalau boleh, aku mau minta izin sama Kakak untuk memberikan Mommy Rosa uang bulanan. Meski tidak besar tetapi itu bisa membantunya untuk melanjutkan hidup ketika Ace belum kembali. Cuman jika Ace sudah kembali, maka aku tidak akan mengirimkan uang itu lagi. Aku janji, Kak. Aku mohon please, bisa 'kan?"


"Tidak masalah jika uang bulananku, Kakak potong untuk di berikan kepada Mommy Rosa. Setidaknya aku bisa membantu meringankan beban hidupnya, aku tidak kuat kalau harus melihat Mommy Rosa setiap hari banting tulang seorang diri tanpa siapapun di sampingnya. Aku tidak tega, Kak!"


Sepanjang Fayra mengobrol, dia menghadap ke arah Kharel dengan suara berbisik-bisik agar tidak terdengar oleh siapapun, termasuk Mommy Rosa yang duduk paling ujung bersama Amma Trysta.

__ADS_1


Namun, Appa Daniel yang duduk di samping Kharel, sangat mengetahui semua itu hingga dia tak menyangka anaknya memiliki hati yang sangat mulia.


Sampai saat Kharel menyetujui semua itu, Appa Daniel terkejut dengan permintaan rahasia itu untuk Mommy Rosa.


"Sstt, tidak usah memohon seperti itu Sayang. Apapun yang aku miliki itu juga menjadi milikmu, aku tidak akan perhitungan soal harta. Akan tetapi aku akan perhitungan soal cinta, karena aku bisa menjadi seseorang yang sangat egois kalau aku sampai kehilanganmu atau melihatmu menderita!"


"Cukup sekali aku kehilanganmu, jika aku di suruh memilih antara dirimu dan hartaku. Maka aku akan menjawab hartaku, bagiku kebahagianmu jauh lebih segalanya dari pada harta dan juga hidupku!"


"Jadi, apa yang membuatmu bahagia dan itu yang terbaik. Aku akan selalu mendukungmu, tanpa kamu memintanya lebih dulu."


Fayra tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, ketika Kharel melihat istrinya seperti itu langsung memeluknya dan membuatnya tenang agar tidak sampai menangis di tempat umum seperti ini.


Semua itu karena Fayra benar-benar terharu dengan perlakuan manis yang suaminya selali berikan padanya.


"Terima kasih, suamiku. Aku sangat beruntung mendapatkan Kakak, aku tidak menyangka Tuhan itu begitu baik padaku dengan mendatangkan jodoh yang berkali-kali lipat baiknya yang aku minta. Cuman, ada 1 permintaan lagi yang aku mau dari Kakak boleh?"


"Aku cuman mau, sampai kapanpun cukup kita berdua saja yang tahu kalau setiap bulan kita akan memberikan Mommy Rosa uang untuk melanjutkan hidupnya. Apakah Kakak bisa?"


"Kenapa kamu meminta seperti itu? Berikan alasan yang kuat padaku, kenapa aku harus menuruti permintaanmu itu?"


"Aku tahu Mommy Rosa, Kak. Dia tidak mau hidupnya di kasihani oleh siapapun, selagi dia memiliki tubuh yang sehat dia kan tetap bekerja demi melanjutkan hidupnya. Dan aku tidak mau sampai suatu saat nanti Ace tahu tentang ini dia akan memujiku, serta akan semakin merasa bersalah padaku seumur hidupnya atas semua kejadian yang sudah berlalu."


Kharel tersenyum mendengar perkataan yang istrinya jelaskan padanya, Kharel terharu pada isi hati Fayra yang sangat baik.


Ya walau Fayra terlihat mengesalkannya setiap saat, tetap saja Kharel sangat beruntung. Pilihannya dari kecil sampai saat ini tidak pernah salah, bahkan impiannya menikah dengan Fayra pun tidak meleset.


"Baiklah, semua yang Ibu negara perintahkan akan segera aku lakukan. Bagaimana pun caranya aku bisa yakinkan, bahwa mantan mertuamu itu tidak akan curiga dengan uang yang akan dia terima setiap bulannya."

__ADS_1


"Terima kasih, Kak. Kakak baik banget, aku sayang Kakak."


Kharel kembali memeluk suaminya sekilas, lalu melepaskannya ketika mendengar bahwa hakim sudah mulai memasuki ruangan.


Sementara Appa Daniel yang berpura-pura tidak mendengar sambil memegang ponselnya, hampir saja menangis ketika mendengar betapa beruntungnya dia bisa memiliki anak sekaligus menantu yang super baik seperti mereka.


"Terima kasih, Tuhan. Engkau sudah memberikanku anak dan juga menantu yang baik, aku tak percaya dibalik rasa sakit yang aku berikan pada anakku sendiri. Ternyata ada sebuah kebahagiaan yang sudah Kau rencanakan saat ini. Aku bangga bisa memiliki mereka, hidupku seperti telah dibayar tuntas oleh-Mu."


"Selama ini aku mencari pria yang bisa menyayangi serta mencintai anakku melebihi aku menyayanginya. Akan tetapi aku malah salah dalam memilih pria itu."


"Namun, Kau malah menghadirkan dan menggantikannya dengan seorang pria berhati malaikat seperti menantuku saat ini. Pria yang dulu selalu membuatku kesal, cemburu dan juga marah. Kini, malah menjadi menantuku. Sekali lagi, terima kasih Tuhan atas semua kebaikan yang Engkau berikan!"


Suara hati Appa Daniel terdengar sangat bergetar di dalam dirinya, dia tidak menyangka bahwa didalam keadaan menegangkan ini masih saja ada kejadian romantis yang mereka berikan.


Seakan-akan di balik kesedihan yang mereka alami, banyak kebahgiaan yang mulai timbul satu persatu. Hanya tinggal menunggu kabar baik yang nantinya akan diberikan oleh Fayra dan Kharel.


Mereka semua berdiri untuk menyambut kedatangan para hakim dan rekan-rekannya semua, lalu kembali duduk saat di persilakan.


Kemudian hakim membuka persidangkan dengan mendatangkan pelaku, yaitu Ace dengan memakai seragam hitam putih.


Ketampanan yang selama ini terpancar, dengan tubuh kekar dan juga penampilan yang sangat mentereng. Kini, telah berubah. Badannya sedikit menyusut, wajahnya terlihat lesu kurang tidur dan penampilannya sangat sederhana.


Meski sebentar lagi Ace akan menghadapi badai besar, dia tetap tersenyum menyapa semuanya sambil melewatinya dan duduk di kursi tunggal depan hakim.


Tanpa di sadari Ace berkaca-kaca saat melihat kondisi Mommynya yang sudah mulai membaik dan juga sehat. Walau tubuhnya menyusut, tetapi Ace tetap senang melihat Mommynya tidak seperti saat kehilangan Daddynya.


Sementara Mommy Rosa malah meneteskan air matanya melihat kondisi putra semata wayangnya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2