
Ace dan Fayra hanya bisa terkekeh menyadari kesalah pahaman terhadap semua yang mereka lakukan. Mereka bertekat akan lebih mengetahui dan mencoba mencari tahu melalui situs atau pun google mengenai hubungan suami istri.
Sampai seketika mereka pun kembali meneruskan menonton film, sesekali Mommy Rosa menceritakan tentang pengalamannya saat pertama kali melakukan hubungan badan bersama Daddy Gerry.
...*...
...*...
Hari-hari telah berlalu, bulan demi bulan telah terlewatkan. Dimana saat ini semua murid bersiap-siap untuk menghadapi ujian akhir semester.
Bagitu juga Ace, dia selalu menyibukkan diri untuk belajar lebih giat supaya bisa lulus dengan nilai yang sangat baik.
Hubungan Ace dan Fayra kian menjadi perbincangan semua siswa/i yang ada di sekolah, sampai akhirnya ucapan demi ucapan menusuk ke telinga Alena.
Rasa benci, dendam dan juga amarah selalu menyelimuti hatinya. Dia masih tidak rela jika Ace menjalani hubungan bersama wanita lain. Apa lagi wanita tersebut adalah wanita yang sangat Alena benci, yaitu Fayra.
Setiap hari Alena harus melihat raut wajah Fayra dan juga Ace sangat bahagia. Berbeda halnya ketika Ace berada di samping Alena, maka dia akan selalu bersikap dingin terhadapnya.
Bahkan sahabat-sahabat Ace dan Fayra pun semakin hari semakin terlihat manis. Contohnya Louis dan Nata, yang sudah menjadi pasangan tidak kalah romantisnya sama pasangan Ace dan Fayra.
Namun, ada 1 pasangan yang masih belum menunjukkan hilalnya, yaitu pasangan Nicho dan Sheila.
Pasangan itu masih enggan menunjukkan perasaannya, mereka hanya terlihat seperti orang asing yang mengandalkan kedekatan sebagai sahabat.
Sikap Sheila yang terkenal sangat cuek, bahkan lebih cuek dari yang Nicho kira. Kecuekan Sheila perlahan membuat Nicho bersikap seperti mengikutinya.
Nicho memang seorang mantan playboy, hanya saja dia juga ingin merasakan seperti sahabat lainnya yang memiliki cinta sejati. Tapi, apalah daya. Semakin Nicho berusaha mendekati Sheila, malah semakin membuat jarak di antara mereka.
...*...
...*...
Tepat di jam pulang sekolah Sheila tidak di jemput oleh mobil pribadinya, sehingga dia berinisiatif untuk memesan gojek melalui ponselnya.
Akan tetapi Sheila malah membohongi sahabatnya, lantaran dia tidak memesannya dan malah pergi berjalan kaki ke taman yang tidak jauh dari sekolah.
__ADS_1
Nicho yang tidak sengaja melihat Sheila berjalan menuju taman membuatnya sangat curiga, lalu mengikutinya secara diam-diam.
"Ada apa dengan dia? Perasaan tadi dia bilang mau menemui gojek yang kesasar ditaman, tapi kenapa dia malah masuk ke taman?" gumam lirih, Nicho sambil memarkirkan motornya.
"Jika dia memang mau pergi ke taman, kenapa harus berbohong? Apa dia mau menemui seseorang di sini, tapi siapa?"
Nicho yang sudah turun dari motornya. Kemudian berjalan perlahan mengikuti perginya Sheila.
Nicho semakin penasaran ketika Sheila berhenti tepat di belakang tubuh seorang pria dengan penampilan yang cukup keren.
Alih-alih takut ketahuan, Nicho langsung mencari tempat persembunyian yang aman dan tidak jauh, agar dia bisa mendengar semua percakapan mereka.
"Mau ngapain lu ke sini? Bukannya lu udah bahagia, terus buat apa juga lu mohon-mohon mau ketemu sama gua!" ucap Sheila begitu tegas.
Pria tersebut perlahan berbalik bersamaan dengan turunnya kedua tangan yang saat ini melilat di dadanya.
"Gua seneng bisa ketemu lu lagi, Shel." ucap pria tampan sambil mengukir senyuman di sudut bibirnya.
"Langsung ke intinya, gua enggak suka basa-basi! Ngapain lu balik ke Indonesia?" tegas Sheila.
Nicho yang melihat gerak-gerik Sheila, semakin membuatnya bingung dan juga penasaran. Rasanya Nicho ingin sekali berdiri tepat di samping Sheila, agar dia bisa mendengar jelas perkataan yang mereka bicarakan.
"Kita duduk dulu ya, atau mau minum dulu biar lu tenang. gua ke sini benar-benar hanya ingin berdamai sama lu, Sheil."
"Gua enggak mau kita kaya gini, gua tahu hubungan kita sudah berakhir. Tetapi apa salah jika kita menjadi teman atau pun sahabat."
Pria tersebut berusaha mendekati Sheila, cuman langkah pria itu terhenti saat Sheila memundurkan langkahnya sambil meneteskan air matanya.
"Stop! Lu mau mundur atau gua pergi dari sini!" ancam Sheila.
"O-oke, oke. Gua mundur!" sahutnya.
Pria tersebut langsung memundurkan beberapa langkah hingga jarak mereka kurang lebih 5 langkah.
"Hu-hubungan? Ja-jadi pria itu mantan cowoknya Sheila? Ta-tapi kenapa Sheila terlihat begitu membenci pria itu? Padahal dia sangat tampan, bahkan lebih tampan dari gua." gumam batin Nicho, matanya terus menatap ke arah mereka.
__ADS_1
"Apa tujuan lu balik ke Indonesia?" tegas Sheila, sedikit berteriak.
"Lu itu kenapa sih, Sheil. Kenapa lu berubah jadi kasar dan dingin kaya gini, padahal sebelumnya lu itu gadis yang lembut dan juga manja. Tapi, sekarang? Sekarang lu terlihat kaya bukan Sheila yang gua kenal!"
Perkataan pria itu, berhasil mengundang tawa dari Sheila sambil meneteskan matanya. Sedangkan pria tersebut dan juga Nicho malah terdiam penuh keterkejutan.
Saat ini mereka berdua benar-benar dibuat bingung oleh gelagat tawa Sheila, yang terkesan begitu menyeramkan.
"Ke-kenapa, lu tertawa kaya gitu, Shel? Gu-gua lagi serius, bu-bukan bercanda!" ucapnya, terbata-bata.
"Lu nanya? Kenapa gua bisa kaya gini? Haha, munafik! Lu tahu gua dan lu juga kenal gua lebih dari gua kenal diri gua sendiri! Tapi apa?"
"Kejadian 1 tahun lalu, berhasil merenggut semua keceriaan yang ada di dalam hidup gua untuk selamanya!"
Sheila tertawa sambil menekankan kata-katanya penuh kekecewaan, sakit hati dan juga dendam yang selama ini menyelimuti hatinya.
Pada akhirnya gadis lembut, manis dan juga manja itu, telah berubah menjadi gadis yang sangat dingin tanpa adanya canda tawa di kehidupannya.
Pria itu sadar jika memang dia adalah sumber dari semua perubahan sikap Sheila, akan tetapi dia juga berkali-kali meminta maaf serta ingin kembali menjalani hubungan layaknya seorang teman dan juga sahabat.
"Gua tahu, Shel. Gua tahu atas kesalahan gua 1 tahun lalu, gua udah nyakitin lu dan membuat lu sampai seperti ini. Tapi jujur, pada saat itu gua enggak sengaja Shel."
"Waktu itu gua lagi mabuk, terus sahabat lu tiba-tiba nolongin gua dan membawa gua ke Apartemen atas perintah gua. Karena gua takut, kalau pulang ke rumah dalam keadaan seperti itu pasti orang tua gua marah apa lagi lu tahu gua baru aja masuk Universitas."
"Cuman, enggak tahu kenapa tiba-tiba gua melihat wajah dia seperti wajah lu. Dari situ gua kehilangan akal dan langsung menyentuh dia, seperti yang lu liat pada waktu itu."
Sheila menutup kedua telinganya sambil menangis sesegukan, bahkan kini keadaan Sheila sudah jongkok bagaikan seseorang yang mengingat kembali masa traumanya.
Nicho yang sudah tidak tahan melihat keadaan Sheila semakin memburuk, bergegas berlari meninggalkan persembunyiannya sambil membantu Sheila berdiri. Tanpa basa-basi Nicho segera membawa Sheila ke dalam pelukannya.
Pria itu melihat keadaan Sheila serta menatap Nicho membuatnya terdiam membeku, rasa cemburu memang masih ada di dalam hatinya.
Cuman, apa boleh buat. Pria tersebut tidak bisa melakukan apa-apa, akibat Sheila terlihat sangat membencinya dan tidak akan membiarkan dia untuk mendekatinya.
Hanya berselang beberapa menit saja, tiba-tiba seseorang datang dari persembunyiannya. Ternyata bukan hanya Nicho yang bersembunyi, tetapi ada 2 orang lagi yang ada di sana sambil mendengarkan percakapan Sheila dengan mantan kekasihnya.
__ADS_1