Learn to Love You

Learn to Love You
Flashback On


__ADS_3

Kemudian Ace, menarik nafasnya kembali sambil mengingat kejadian 3 hari ini yang membuat Fayra gelisah tidak tenang.


Noda bercak merah dan kancing piyama, berhasil membuat Fayra selalu dihantui setiap malamnya. Perlahan semua misteri telah terjawab seiring Ace menceritakan semuanya.


...Flashback On...


Kejadian pertama, pada saat Ace dan Fayra tidur satu kamar untuk pertama kalinya di kamar Ace. Ketika jam 2, Ace terbangun merasakan badannya sedikit mengigil.


Ace langsung menyingkirkan guling tersebut, lalu dia memeluk istrinya yang masih tertidur lelap. Tanpa disengaja Ace mencium aroma yang membuatnya sangat nyaman.


Ace menciumi leher istrinya perlahan, tanpa disengaja dia malah memberikan tanda merah dengan hati-hati agar tidak sampai membangunkan istrinya.


"Hihi, ternyata aku bisa juga membuatnya bahkan terlihat cukup indah. Lain kali aku harus mencobanya lagi, supaya nanti saat aku dan Honey siap melakukannya. Aku tidak akan membuatnya malu."


Ace terkekeh lalu dia menciumi leher istrinya sampai ke dada. Hanya saja Ace yang baru pemula dia tidak begitu ahli dalam membuat tanda kepemilikan disana.


Sampai akhirnya bibir Ace mendarat di dada Fayra, matanya menatap kearah kancing piyama Fayra yang ternyata kancingnya telah kebuka satu, entah karena apa.


Tangan jahil dan ke pengen tahuan Ace membuat dirinya mulai terlihat gugup. Ace mencoba untuk sedikit mengintip dari celah kecil.


Dimana dia menemukan sebuah harta karun yang selama ini tidak pernah dia lihat, mata Ace membelalak menatap gundukan yang begitu menggiurkan.


"Te-ternyata di-diam diam, Ho-honey memiliki ma-mainan yang sangat indah didalam sini."


"Ta-tapi, ke-kenapa dia tidak bilang padaku? Eh, tu-tunggu dulu, ke-kemana Br*a yang sering di-dia gunakan?"


"Argh, ti-tidak! Aku tidak boleh menyentuhnya tanpa seizin Honey. Aku enggak malu membuat Honey kecewa lagi, jadi buang semua pikiran kotor itu dari kepalamu Ace!"


"Ingat, janjimu. Kamu tidak boleh melakukannya sebelum semuanya sama-sama menginginkannya!"


Ace bergumam lirih, lalu dia langsung membalikan posisi tubuhnya membelakangi istrinya. Ace berusaha tertidur agar bayangan pikirannya tidak sampai membuat hawa nap*su didalam tubuhnya mulai menguasainya.


Ya, walaupun si Dedek kecil mulai bereaksi. Ace malah mengkekepnya dengan guling begitu erat. Ace terlihat gelisah saat sang Dedek kecil terus mengganggu tidurnya.


Hingga akhirnya, Fayra tanpa sengaja memeluk Ace dari belakang. Disitulah Ace terdiam mematung, suara detak jantungnya kian kembali memburu.


Dia berusaha menetralkan napasnya sambil memejamkan kedua matanya, lalu tertidur.


...*...

__ADS_1


...*...


Kejadian kedua, tiba-tiba rasa penasaran di dalam diri Ace kembali menguasai pikirannya. Ace berjalan kesana-kesini hanya untuk memikirkan, apakah dia harus ke kamar istrinya untuk mencobanya ataukah dia harus terus menahan diri.


Namun, sayangnya. Si Dedek kecil terus memberontak menginginkan jika majikannya segera bertemu dengan si kembar yang berada di tubuh istrinya.


Tepat pukul 11 malam, Ace keluar dari kamarnya mengendap-endap sambil melihat situasi. Dia mencoba membuka kamar istrinya, dan ternyata tidak dikunci.


Padahal beberap hari kamar Fayra terkunci, sehingga Ace tidak bisa menerobos masuk bertemu dengan si kembar. Cuman kali ini Ace merasa sangat senang, seolah-olah takdir berpihak padanya.


Ace perlahan menaiki ranjang istrinya, membelai kepala, mengusap pipi dan mengecup kening serta bibir Fayra sekilas. Kemudian matanya kembali menatap di area gundukan tersebut.


Tangan Ace terarah untuk menyentuhnya dan menggenggamnya secara perlahan, dimana Ace merasakan benda tersebut begitu kenyal.


Disini Ace mengerti kebisaan istrinya ketika malam hari dia tidak menggunakan Br*a, jadi membuatnya leluasa segera memainkannya.


Apa lagi Fayra tertidur begitu pulas, meski terkadang tubuhnya bergeliat kesana-kesini bagaikan ulet sagu.


"Honey, Bunny izin ya. Bunny udah enggak sabar mau nen, boleh kan? Pasti boleh kan, jadi terima kasih Honey. Kamu memang istri terbaik hihi ...."


Ace berbicara didalam hati kecilnya, tanpa menunggu lama. Ace pun membuka satu persatu kancing istrinya, tetapi tidak semua.


Ace hanya membuka 2 kancing bagian atas hingga tangannya berhasil menerobos masuk menggenggam hangatnya tubuh istrinya.


"Coba, arghh. Siapa tahu beruntung, kamu jangan bangun dulu ya Honey. Nanti kalau udah selesai baru kamu bangun gapapa, tapi pas aku udah ke kamar ya hehe ...."


Ace bergumam didalam hatinya, lalu dia melebarkan piyama istrnya sediki sambil mengeluarkan maina barunya, mata Ace sangat berbinar melihat pucuk mainannya begitu menggemaskan.


Ace langsung menyusu tanpa harus menundanya lagi. Akibat hisa*pan Ace sedikit terasa, membuat Fayra bergerak. Ace terkejut, dia bergegas meninggalkan Fayra dan berlari kekamarnya.


Ace menurup kamarnya dan menyandarkan tubuhnya di belakang pintu. Dadanya kian mulai naik-turun bersamaan dengan napasnya yang memburu.


"Hah, hah, hah ... Sumpah! Baru kali ini aku ngerasain masuk kandang singa secara diam-diam. Ketika singa mulai bergerak auto lari 1000 bayangan."


"Ini sih asli, namanya uji nyali. Bahkan lebih dari sekedar uji nyali horor. Andaikan tadi sampai ketahuan, beh ... Bisa-bisa habis aku sama Honey!"


"Huh, tapi seenggaknya aku bisa nyicipin dikit kan hihi ... Tenang, Ace. Tenang! Ini baru permulaan, masih ada hari esok, lusa dan seterusnya. Selagi main aman, aku yakin nasibmu akan aman!"


Ace merebahkan tubuhnya di atas kasur, kemudian dia memeluk guling sambil tersenyum. Tak lama Ace menutup matanya, sambil membayangkan betapa nikmatnya permainan barunya tersebut.

__ADS_1


Fayra yang terbangun dari tidurnya membuatnya sedikit terkejut ketika pintu kamarnya sedikit terbuka.


"Perasaan udah aku tutup deh, apa aku lupa kali ya. Ya sudah deh, mendingan aku kunci aja. Siapa tahu tadi aku ketiduran jadi lupa menguncinya."


Fayra menutup pintu dan menguncinya, lalu dia pergi ke kamar mandi. Disana tidak sengaja pas lagi mengaca, Fayra melihat 2 kancingnya terbuka dan kembali melihat ada noda bercak merah.


Fayra menyangka bawa itu adalah ulah nyamuk, tetapi yang anehnya apakah nyamuk bisa membuka kedua kancing bajunya? Entahlah, Fayra yang masih ngantuk kembali melanjutkan tidurnya tanpa harus memikirkan kejadian yang membuatnya pusing.


...*...


...*...


Kejadian ketiga, dimana ini kejadian terakhir yang membuat Fayra semakin menaruh curiga. Jika kejadian itu sepertinya bukan ulah nyamuk kecil, melainkan biang nyamuk yang mencoba menjadikan nyamuk kecil menjadi umpannya.


Jam 1 malam, Ace kembali bertingkah. Dia telah bersiap-siap untuk menemui mainan barunya. Beberapa kali Ace mengecek situasi keadaan rumah sampai dia mengecek, apakah semua sudah tertidur atau masih adanya yang bangun.


Setelah dipastikan aman, Ace kembali datang ke kamar istrinya dengan wajah devilnya. Terlihat sekali wajah Ace begitu me*sum, dia benar-benar telah diambang hasrat ketika sedang merindukan si kembar.


Tetapi, sebelum menengoki si kembar Ace kembali berulah membuat tanda kepemilikan di leher hingga dada Fayra beberapa kali.


"Hihi, ternyata aku ahli juga ya dalam membuatnya. Kali ini terlihat sangat indah, cantik dan juga bagus. Sekarang giliran si kembar belum aku tengok, rasanya mulutku sudah sangat haus."


"Tapi, apakah Honey sudah tertidur pulas? Jika belum bagaimana? Argh, tidak mungkin. Kalau dia belum pules pasti sudah terbangun."


"*Cuman ngomong-ngomong, ternyata Honey kalau tidur kaya orang mati ya. Seharusnya dia kan bangun, tapi kenapa dia malah terlihat pules banget. Bagaimana kalau ada gempa?"


"Aku sangat yakin sih, pasti dia akan tetap setia dengan tidurnya. Dasar kebluk, hihi* ...."


Batin Ace berbicara, lalu perlahan dia membuka semua kancing baju piyama milik istrinya. Sehingga si kembar terlihat begitu jelas untuk pertama kalinya, Ace menatap kagum terhadap pemandangan yang sangat indah.


Tanpa basa-basi lagi, Ace menggu*lumnya secara perlahan karena dia tidak mau aksi kali ini gagal. Jadi Ace benar-benar bermain cantik tanpa membuat tidur Fayra trganggu.


Meski refleks pergerakan kecil yang Fayra berikan hanya membuat jantung Ace sedikit terhenti. Tetapi Ace kembali meneruskannya.


Setelah hampir 2 jam Ace menikmati permainannya, hingga akhirnya dia ngerasa matanya sudah mulai mengantuk langsung melepaskan si kembar.


Kemudian Ace mengancingi.piyama istrinya dalam keadaan mengantuk, dia tidak menyadari bahwa 3 kancing paling atas lupa dia kancingkan dengan teliti. Sampai akhirnya setiap pergerakan Fayra membuat kancing tersebut kembali terbuka.


Pagi hari, ketika Fayra terbangun. Dia begitu terkejut saat merasakan dada sebelah kanannya terasa sangat perih. Belum lagi dia juga syok saat melihat 3 kancing bajunya terlepas begitu saja.

__ADS_1


Disinilah Fayra mulai merencanakan bahwa mulai detik ini dia harus mengunci pintu sebelum tidur. Dan benar saja, semua tidak ada kejadian aneh yang menimpanya.


Mau tidak mau Fayra menaruh jebakan untuk tidak mengunci pintunya, agar terkuak semua misteri yang terjadi padanya beberapa hari ini ketika pintu tidak terkunci.


__ADS_2